WhatsApp Image 2017-09-15 at 14.43.33

Workshop Pengelolaan Keuangan Desa

WhatsApp Image 2017-09-15 at 14.43.33

Untuk kesekian kalinya Unswagati berkontribusi bagi masyarakat, kali ini bekerjasama dengan PERGUBI (Persatuan Guru Besar Indonesia) menyelenggarakan workshop sehari tentang pengelolaan keuangan desa, Selasa 12 September 2017. Dengan pemateri H.Dedi Mizwar selaku Wakil Gubernur Jawa Barat, Prof.Dr.H.Cecep Darmawan, S.Pd., S.Ip., M.Si dan juga Prof.Dr.Hj.Ida Rosnidah yang merupakan bendahara II PERGUBI dan juga Dekan Fakultas Ekonomi Unswagati.

Dalam sambutannya Ketua Pergubi Prof.Dr.Ruli Indrawan, M.Si menyatakan bahwa pengelolaan keuangan desa bukan hanya milik pemerintah dan desa tetapi ada juga kampus berperan untuk untuk pengembangan riset dan ilmu pengetahuan.

Workshop dibuka oleh Rektor Unswagati Prof. Dr.H.Rochanda Wiradinata, MP yang sekaligus memberikan sambutan bahwa sesuai perundangan sekarang ini desa diberikan kesempatan untuk mengelola sendiri dananya yang dikucurkan oleh permerintah dari APBN untuk keperluan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, workshop ini sebagai strategi peningkatan inovasi dan keuangan desa agar tercipta pengelolaan keuangan desa yang transparan akuntabel untuk daya saing desa.

WhatsApp Image 2017-09-15 at 14.43.26

Dihadapan kurang lebih peserta yang terdiri dari 76 desa se Wilayah 3 Cirebon plus Subang Wakil Gubernur Jawa Barat H.Dedi Mizwar menyatakan bahwa desa sedang didorong untuk menjadi subyek keuangan bukan obyek, desa harus maju dan harus memberi kesejahteraan masyarakat agar tercipta percepatan pembangunan di desa desa, di Jawa Barat sendiri hanya 95 desa yang belum terealisasikan anggarannya dari tiga ribuan desa di jawa barat. Melalui ini desa juga diharapkan dapat menyebarkan informasi ke penjuru dunia tentang potensi desanya melalui teknologi IT.

Ditemui setelah usai acara ketua panitia Yudi Mahadianto, SE.,M.Si menyatakan terima kasih atas kerjasama dan dukungan dari para pihak sehingga terselenggara kegiatan ini yang sangat dirasa manfaatnya oleh masyarakat terutama aparatur desa. Hal ini tercipta karena kerjasama yang baik antara Unswagati, Pergubi, OJK dan ISEI. (*Humas Unswagati)

WhatsApp Image 2017-09-04 at 13.26.34

PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB)

WhatsApp Image 2017-09-04 at 13.26.34

Senin, 4 September 2017 merupakan awal bagi momentum mahasiswa baru Unswagati untuk mengenal lingkungan kampus yang telah dipilihnya yaitu Unswagati yang telah mendapatkan penilaian Akreditasi Institusi “B” dari BAN-PT . Mahasiswa baru di Tahun Akademik 2017/2018 diberikan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 4 sampai dengan 7 September 2017 bertempat di Aula Kampus Unswagati yang menjadi kebanggaan bersama.

Tidak kurang dari 2000 mahasiswa baru diberikan pengenalan kehidupan kampus dengan diiisi materi oleh beberapa pimpinan dan pakar dari Akademisi Unswagati, diantaranya adalah Rektor Unswagati Prof.Dr.H.Rochanda Wiradinata yang memberikan materi pengenal kelembagaan, dimana beliau memaparkan dihadapan peserta PKKMB bahwa Unswagati sebagai Universitas  tertua dan terbesar di Wilayah Cirebon mempunyai visi menjadikan universitas yang bereputasi nasional dan berjejaring global serta dibarengi dengan road map nya yaitu menuju Reseach University dan didukung oleh kekhasan leading in learning base on local wisdom. Juga dalam menjalankan tri dharmanya Unswagati mempunyai semboyan motto Ilmiah, Mandiri, Religius. selain memberikan dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa pelaksanaan PKKMB tertuang dalam panduan DIKTI yaitu, memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus khususnya kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan, tak lupa Rektor juga mengucapkan terima kasih telah memilih Unswagati sebagai tempat untuk menjadikan lulusan yang bertanggung jawab dan profesional. selamat menikuti PKKMB di kampus yang membanggakan, ujarnya.

WhatsApp Image 2017-09-04 at 13.28.56

Dalam kesempatan yang sama, Unswagati juga merasa bangga karena Wakil Sekretaris Jendral Dewan Ketahanan Nasional Mayjen Aris Martono dapat hadir untuk memberikan materi dengan tema pembinaan kesadaran bela negara, beliau menyampaikan kepada mahasiswa baru bahwa membela negara tidak harus dalam wujud perang melainkan bisa dengan cara lain seperti : belajar dengan rajin bagi pelajar dan mahasiswa; tidak menyebarkan berita hoak; hidup bertoleransi dan menjaga persatuan; melestarikan budaya; mengetahui aturan hukum dan aturan aturan negara; memakai produk Indonesia, menjaga nama baik negara, berprestasi mengharumkan nama negara, gotong royong dan mengamankan lingkungan.  PKKMB kali juga juga masih terdapat pemateri-pemateri  lain seperti Prof.Dr.H.Abdul Rozak (Dekan FKIP) dan Dudung Hidayat, SH.,MH selaku Wakil rektor III yang membidangi kemahasiswaan dan alumni. Nampak Hadir Ketua Yayasan Dadang Sukandar Kasidin dan para pengurus yayasan untuk memberikan semangat dan motovasi bagi mahasiswa baru.

Rian Juara StockLab

Rian, Mahasiswa Unswagati Juara Pertama Stocklab Competition Nasional

JAKARTA-Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Rian Hendriana, menjadi juara pertama Stocklab Competition yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2017. Ia berhasil menyisihkan seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rian berharap agar investor ritel pasar modal di Indonesia, khususnya domestik semakin meningkat. Namun sayangnya karena kurangnya pengetahuan tentang pasar modal sehingga membuat jumlah ini masih saja sedikit. “Ingin jadi investor pasar modal Indonesia karena jangan sampai kita di negara sendiri tapi investornya banyakan orang luar,” kata Rian kepada di Gedung BEI, Selasa (22/8).

Dia mencontohkan, di kampus Unswagati, Cirebon yang mengetahui dan memahami pasar modal hanya di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi saja. Sedangkan di fakultas lainnya sama sekali tidak mengenal apa itu pasar modal.

Sehingga ke depannya ia bersama dengan rekan komunitas galeri pasar modalnya berencana untuk melakukan sosialisasi ke fakultas lain untuk mengenalkan pasar modal yang selama ini sosialisasi hanya dilakukan di lingkungan fakultas ekonomi. “Sebenarnya yang kenal pasar modal cuma dari fakultas ekonomi, cuma saya pribadi sama teman di galeri mau mulai mengenalkan ke fakultas lain kalau pasar modal bukan hanya milik anak ekonomi, fakultas lain juga bisa karena penting juga,” lanjutnya.

Dia menceritakan saat pertama kali mengenal pasar modal saat ini masih semester empat, dua tahun yang lalu, saat itu ia bergabung dengan kegiatan mahasiswa di galeri investasi kampusnya dan banyak belajar mengenai pasar modal. Sejak saat itu ia mulai belajar untuk berinvestasi saham dengan modal yang kecil. Berawal dari modal portofolio yang diberikan oleh sekuritasnya hingga sekarang ia sudah bisa menganalisis sendiri saham yang sebaiknya dibeli atau di jual hari itu.

“Sekarang karena udah mudah bisa 100 ribu saya awalnya 100 ribu dulu. Dari tim sekuritasnya biasanya dikasih masukan bagusnya beli saham apa hari ini tapi kita diskusi juga bagusnya apa. Sekarang kalau misal ada analisis dari sekuritasnya saya bandingkan dengan analisis teknikal saya, baru saya putuskan,” kata pria kelahiran 1994 ini.

Trading saham sepertinya sudah menjadi candu bagi Riam, terbukti dengan usahanya untuk selalu menambahkan modal tiap bulannya untuk tambahan berinvestasi. Ditambah lagi dengan hadiah yang diterimanya saat memenangkan kompetisi.

“Pas sudah buka akun tiap bulannya saya tambah sebulan itu minimal Rp200 ribu. Kemarin kebetulan habis dapat hadiah juga menang di Jawa Barat Rp1 juta jadi saya tambahin ke sana jadi sekarang sudah hampir 2 jutaan lah,” tambah dia.

Setelah memenangkan Stocklab Competition ini Rian berharap ke depan dapat berbagi dengan teman-temannya di kampusnya, mengenai pasar modal sehingga ia memiliki kontribusi dalam menambah jumlah investor Indonesia.(inilah.com)

a-penyematan peserta

Rektor Buka Studi Islam Intensif Mahasiswa FKIP

CIREBON- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar Studi Islam Intensif (SII) selama tiga hari. Kegiatan yang dibuka Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP di Auditorium Kampus I Jl Pemuda Kota Cirebon, Selasa (22/8) akan dilanjutkan di Masjid At Taqwa Cirebon hingga Kamis (24/8).

Dilaporkan Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd bahwa kegiatan SII ini untuk memberikan bekal bagi calon sarjana di FKIP agar menjadi sarjana yang memiliki ibadah yang baik selain keilmuan yang memadai. Diikuti sebanyak 810 peserta dari empat program studi, yakni dari Bahasa Indonesia Matematika, Bahasa Inggris dan Pendidikan Ekonomi. “Mereka akan dibekali program PPA yaitu Pola Pertolongan Allah dari tim Jakarta juga dari tim di At Taqwa pada Hari Rabu dan Kamis sesuai jadwal masing-masing prodi,” jelas guru besar Bahasa Indonesia Unswagati ini.
b-dekan sambutan
Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata menyampaikan bahwa seorang calon guru harus memiliki profesionalitas dan kompetensi juga memiliki empat hal lainnya. Yakni, olahraga, olah pikir, olah hati dan olah rasa. “Jadi ilmu yang tinggi, ahlak yang bagus serta moralitas yang baik. Dengan kata lain menjadi uswah hasanah atau contoh yang baik sehingga muridnya pun akan mengikuti,” ungkapnya.
c-rektor
Ditambahkan Ketua Pelaksana Ferry Ferdianto, M.Pd didampingi salah satu Ketua Prodi Enceng Yana, M.Pd bahwa SII ini diikuti mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi . “Setelah mengikuti SII ini mahasiswa akan mendapatkan sertifikat sebagai syarat untuk sidang skripsi. Bagi yang non muslim juga mengikuti sesuai dengan program keagamaannya masing-masing,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa program ini sudah menjadi agenda tahunan di FKIP.(mj)
D

Apel Kemerdekaan Serba Merah Putih di Unswagati

 

CIREBON-Memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seluruh pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar apel kemerdekaan, Kamis (17/8). Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP bertindak sebagai inspektur upacara, para petugas upacara pun melibatkan pimpinan dan pegawai lainnya. Seluruh peserta apel, mengenakan kemeja putih, celana hitam dan dasi merah sementara perempuan menggunakan atasan putih bawahan hitam dan kerudung merah.

Antara lain, pembaca teks Proklamasi Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd, Pembaca Teks Pancasila Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Pembaca Naskah UUD 1945 Wakil Rektor IV H Nasir Asman Drs MM dan Pembaca Doa Kabiro Kemahasiswaan H Komarudin, M.Pd, Ajudan Inspektur Upacara Kepala Kesekretariatan Rektor Agus Solihin, S.Sos, Perwira Upacara Kepala Bagian Umum Gilar Akbar SH. Selain dihadiri seluruh pimpinan, di lingkungan Unswagati juga tampak hadir perwakilan dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ). Petugas pengibar bendera dari Resimen Mahasiswa (Menwa) Unswagati. Nuansa kemerdekaan di kalangan pimpinan dan pegawai di kampus berlambang Macan Ali itu tampak khidmat dengan merah putih.

B

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor Unswagati Prof Rochanda Wiradinata, membacakan sambutan Menteri  Riset  Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof M Nasir PhD.  Disampaikannya bahwa jajaran kemenristekdikti bekerja bersama menjawab tantangan terbesar saat ini yaitu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia demi mewujudkan kemandirian bangsa.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenristekdikti telah menetapkan tujuan strategis 2019 yang akan kita capai yaitu meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia berpendidikan tinggi, serta kemampuan iptek dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa. Dengan bekerja bersama, tujuan strategis itu dapat tercapai dan kerja bersama antara perguruan tinggi, riset dan industri merupakan sebuah strategi dalam meningkatkan nilai tambah hasil penelitian menjadi sebuah inovasi dan produk iptek berskala pasar,” paparnya.

A

Disamping itu, dengan bekerja bersama, maka kemajuan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian dapat cepat terwujud. Indonesia sebagai negara besar dengan kemajemukan masyarakatnya memiliki berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Untuk menjadi negara bangsa yang maju dan bersaing, maka persatuan adalah prasyarat kunci,” ujar Prof Djohan—panggilan akrab Prof Rochanda.

Selain itu, di tengah munculnya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar kebencian, hujatan, hasutan, informasi hoax, serta paham radikal maka kita harus kembali ke Bhineka Tunggal Ika, merekatkan persatuan bernegara dan berbangsa, menyemai kebebasan yang bertanggung jawab, dan bersama-sama menangkal radikalisme. “Untuk menangkal radikalisme, kita tidak perlu senjata. Pengetahuan dan pendidikan yang baik lah yang dapat menangkalnya,” pungkasnya.

C

Selepas upacara Rektor Unswagati menyalami komandan upacara Ahmad Syuwaefi dan perwira upacara Gilar Akbar SH serta dilanjutkan dengan berfoto bersama antara pimpinan dan petugas upacara bendera.(mj)

wisuda1

Rektor: Unswagati Komitmen Jaga Kualitas Lulusan

**692 Lulusan Unswagati Diwisuda

 

CIREBON- Sebanyak 692 lulusan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon diwisuda Sabtu (12/8) diwisuda di Auditorium Kampus I Jl Pemuda 32 Kota Cirebon. Pada kesempatan itu, sebanyak 71 orang lulusan magister dan 621 lulusan sarjana dilantik oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat yang baru H Acep Komara Drs SE MSi.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Dadang Sukandar Kasidin, beserta pengurus yayasan,  Dewan Pembina Letjen TNI (Purn) H Kuntara, Mayjen TNI (Purn) Moch Irianto, Sultan Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat SE, Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr H Subahi Idris MM beserta undangan lainnya.

wisuda3

Pada wisuda kali ini, wisudawan yang mencapai IPK tertinggi Jamaluddin SE dari Prodi Akuntansi dengan IPK 3,79 yudisium Dengan Pujian (Cum Laude), dari program magister diraih Reny Perdayanti dari Prodi Ilmu Administrasi dengan IPK 3,70 Yudisium Sangat Memuaskan, wisudawan termuda program sarjana diraih Wiwin Winarti SE dari Prodi Manajemen dengan usia 20 tahun 6 bulan 24 hari, dan dari magister Ajeng Pusparini MH dengan  usia 23 tahun 10 bulan 25 hari.

Rektor Unswagati menyampaikan selamat seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studinya, kepada dosen yang mendapatkan penghargaan sebagai dosen berprestasi yakni Dr H Iman Sungkawa, Tina Marlina, SH M.Hum, M Subalinoto S.Si M.Pd, Agung Yulianto SE MSi Ak  CA, Iskandar Zulkarnaen, S.Sos MSi, Wahdijono MP, Fathur Rohman ST MT dan dr Sofa Nurfauzan MKM.

wisuda2

“Wisuda kali ini  merupakan rangkaian kegiatan akademik yang harus dilalui lulusan Unswagati setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akademiknya. Kegiatan perkuliahan, tugas  dan ujian sebagai standar operasional prosedur dari jaminan mutu lulusan Unswagati. Kami berusaha mempertahankan kualitas lulusan agar memiliki kemampuan yang diperlukan di dunia kerja, industry  dan tuntutan perkembangan masyarakat, IPTEK dan seni,” ujar rektor seraya menambahkan secara kelembagaan hampir semua prodi di Unswagati akreditasinya sudah B termasuk akreditasi institusi..

Sementara itu Ketua YPSGJ H Dadang Sukandar Kasidin pada sambutannya mengemukakan agar para wisudawan selain telah memiliki  bekal keilmuan yang tidak kalah pentingnya juga bekal keimanan. “Kepandaian dan kehidupan di dunia hanya sebentar, tetapi bagaimana agar cerdas untuk kehidupan di dunia dan akhirat juga harus menjadi hal yang utama. Kita semua harus mengutamakan Allah karena segala sesuatinya atas kehendak Allah SWT,” pungkasnya.

Sedangkan Sekretaris Pelaksana Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr H Subahi Idris MM menyampaikan bahwa selain lulusan harus menjaga nama baik, harus memiliki komitmen yang kuat. Diantaranya, sambung dia, jangan menjadi orang yang biasa saja tetapi orang yang luar biasa. Orang yang luar biasa ini ia akan selalu menjaga rendah hati meski ia memiliki  ilmu yang banyak dan segalanya,” pesannya.

Lulusan terbaik lainnya pada wisuda kali ini, Pascasarjana prodi Ilmu Administrasi Reny Perdayanti MSi dengan IPK 3,70 dan Fajar Adi dengan IPK 3,68, Pascasarjana Ilmu Hukum Dikha Anugrah dengan IPK 3,56, Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Mutiara Sari dengan IPK 3,67. Kemudian program sarjana  Ilmu Hukum Eli Erlina dengan IPK 3,40, Prodi Manajemen Riana Citra Rahayu dengan IPK 3,67, Prodi Akuntansi Jamaludin IPK 3,79, FKIP Bahasa Indonesia Indah Yuliana dengan IPK 3,18, Pendidikan Bahasa Inggris Wiranti dengan IPK 3,42, Pendidikan Matematika Juheri dengan IPK 3,27, Pendidikan Ekonomi Nur Atika dengan IPK 3,21, Ilmu Administrasi Negara Nindi Nurarprenia dengan IPK 3,58, Ilmu Komunikasi Fitria 3,64, Agribisnis Siti Masitoh IPK 3,55, Teknik Sipil Subhan Manthofani dengan IPK 3,48 dan Profesi Dokter Ayu Himmatul Falah dengan IPK 3,22.(mj)

 

best_ismu-1024x572

Ismu Lisara, S.Si., M.Ec.Dev Raih Best Paper Award

Satu lagi bukti kredibilitas dari Dosen Universitas Swadaya Gunung Jati, Ismu Lisara, S.Si., M.Ec.Dev Dosen pengampu matakuliah Ekonometrika dan matematika Ekonomi, Fakultas Ekonomi dari Program Studi Manajemen berhasil Meraih Predikat “BEST PAPER AWARD” dengan Judul yang di presentasikan “What Shapes the Use of Mobile Money Banking in Indonesia” pada tanggal 25 Juli 2015 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma dalam gelaran  Universitas Gunadarma Economics Faculty International Conference 2017 dengan tema  “On Digital Economy Enhancement for Accelerating Sustainable Development Goals Achievement”. acara ini mendapatan dukungan dari Bank DKI dan GTI (Grace Teknologi Infokom).

Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati yang memiliki Program Studi Akuntansi dan Manajemen saat ini memiliki banyak dosen, baik dari Akademisi maupun Praktisi, sehingga harapannya Mahasiswa bisa menjadi lulusan Unswagati yang siap guna, bermanfaat, dan bereputasi nasional dan berjejaring global.

 

 

BPM1

Tingkatkan Mutu, BPM Unswagati Gelar Pelatihan SPMI dan AMI

CIREBON- Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar Pelatihan SPMI dan AMI 2017 Rabu (19/7). Kegiatan yang mengangkat tema “Membumikan budaya mutu di Unswagati” menghadirkan peserta para pimpinan lembaga dan unit di lingkungan Unswagati.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengatakan bahwa mutu Unswagati harus benar-benar sesuai standar sebagaimana ditetapkan oleh Ristekdikti. Hal ini juga sebagai wujud implementasi ISO 9001: 2015 yang akan menjadi standar pelayanan di Unswagati.

“Kualitas standar mutu  menjadi hal yang penting sebagai wujud jaminan kualitas. Unswagati sendiri yang sudah meraih Akreditasi Institusi B itu memiliki arti penting bagi lulusan. Karena amanat UU bagi perguruan tinggi yang tidak terakreditasi tidak dapat meluluskan mahasiswanya,” katanya.

Apalagi sejalan dengan perkembangan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis)  Wilayah IV Jawa Barat dan Banten akan berubah menjadi L2 Dikti. Perubahan lembaga itu, akan menggabungkan PTN dan Swasta sehingga kedepan kualitas tetap harus dikedepankan oleh semua pihak.

BPM2

Sementara Pemateri Pelatihan SPMI dan AMI, Heri Jumaedi menyampaikan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) sebagaimana oleh Kementeria Ristekdikti yaitu kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh pergruuan tinggi secara otonom atau mandiri untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi serta berencama dan berkelanjutan.

Sesuai dengan Pasar 5 ayat (1) Permenristekdikti No 62 Tahun 2016 tentang SPM Dikti, sambung Heri, SPMI memiliki siklus kegiatan yang terdiri atas penetapan Standar Pendidikan Tinggi, Pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi Evaluasi pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi hingga peningkatan Standar Pendidikan Tinggi. “Untuk evaluasi tersebut dilakukan melalui Audit Mutu Internal (AMI),” jelasnya.(mj)