mapres17

Tiga Mahasiswa Berprestasi Unswagati Terima Penghargaan

CIREBON-Tiga mahasiswa berprestasi (Mawapres) Tingkat Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menerima penghargaan dari Rektor Unswagati pada apel Senin  (27/3). Setelah melalui proses penjaringan dari seluruh fakultas di Unswagati, akhirnya terpilih tiga mahasiswa  berprestasi. Juara I Isna Silvia mahasiswa prodi Pendidikan Matematika, juara 2 Lia Dahlia  mahasiswa Prodi  Pendidikan Bahasa Inggris dan juara 3 Sheila Gita Aprilia mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan selamat kepada tiga mahasiswa berprestasi yang terpilih dan secara kebetulan dari FKIP. “Saudara Isna Silvia yang meraih juara 1 pada ajang mahasiswa berprestasi ini sebelumnya memiliki prestasi sebagai juara lomba esai tingkat nasional di Universitas Trunojoyo. Artinya secara akademis prestasi mahasiswa kita pun mampu berkompetisi dengan mahasiswa lainnya,” kata Prof Djohan—panggilan akrab Rektor Unswagati.

Di sela-sela apel tersebut, ketiga mahasiswa berprestasi diberikan hadiah piagam dan uang pembinaan. Khusus untuk Juara 1 yakni Isna Silvia mendapatkan 1 unit notebook (laptop) dan juara 2 dan 3 uang pembinaan dari universitas. Penyerahan piagam dan hadiah diberikan Rektor Unswagati Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dan Waki Rektor III Unswagati Dudung Hidayat SH MH.

mapres17b

Wakil Rektor III Unswagati Dudung Hidayat didampingi Kepala Biro Kemahasiswaan H Komarudin, M.Pd menyampaikan sebelumnya pihak WR III telah melakukan seleksi dari berbagai fakultas dan menghasilkan 6 mahasiswa. Setelah diseleksi lagi akhirnya mendapatkan 3 mahasiswa.  “Untuk mahasiswa berprestasi ini memang sangat spesial karena salah satu syaratnya mahasiswa tersebut harus sudah memiliki prestasi baik di bidang kurikuler atau akademik maupun prestasi lainnya. Selanjutnya juara 1 akan mengikuti lomba di tingkat kopertis wilayah IV Jabar dan Banten. Mawapres ini adalah kegiatan paling bergengsi. Semoga Isna akan mampu membawa nama baik Unswagati,” pungkasnya.

Sementara Isna Silvia yang akan berangkat mewakili Unswagati ini mengaku dirinya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestai itu. “Insyaallah saya akan berusaha yang terbaik untuk Unswagati. Mohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar Unswagati, teman-teman di lembaga penalaran dan kelimuan  Unswagati serta YLP2MI , komunitas  mahasiswa peneliti lainnya,” papar putrid pasangan Darmin dan Khodijah itu.(mj)

pelantikan yayasan

Pengurus Baru Yayasan Unswagati Dilantik

CIREBON- Pengurus Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Cirebon periode 2017-2022 dilantik oleh Ketua Dewan Pembina Letjen TNI (Purn) H Kuntara, Selasa (21/3) di Hotel Zamrud. SK Pengurus YPSGJ Dewan Pembina oleh salah satu anggota Dewan Pembina PRA Arief Natadiningrat, SE. Susunan pengurus baru, YPSGJ antara lain Ketua H. Sukandar, Wakil Ketua Prof Dr Suherli, M.Pd, Sekretaris Hj Djuariah, SH MH, Bendahara Hj Dharliana, SE SH MM MH. Usai dilantik juga dilakukan serah terima jabatan dari Ketua YPSGJ yang lama H Asep Djadjuli kepada Ketua yang baru Dadang Sukandar, sekaligus penyerahan dokumen yayasan.

Sambutan Ketua lama H Asep Djadjuli mengapresiasi kinerja rektor sebelumnya Dr H Djakaria Machmud SE SH M.Si yang telah membangun infrastruktur, lonjakan mahasiswa dan peningkatan kesejahteraan dosen. Kemudian kepada rektor yang baru Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP kini Unswagati meraih akreditasi institusi dengan peringkat “B”.

Asep Djadjuli menyampaikan beberapa rekomendasi untuk yayasan kedepan. Pertama, pembangun ruang kuliah FKIP, Kedua pembuatan lahan parkir bertingkat di kampus 1 selain basement. Ketiga, pembangunan Fakultas Kedokteran (FK), keempat pembangunan RS Pendidikan, kelima pengembangan Badan Pengembangan Usaha (BPU) Yayasan. “Kami mohon maaf atas kekurangan yang ada selama ini dan semoga kedepan akan lebih baik,” ujarnya.

Ketua Yayasan yang baru H Sukandar menyampaikan terima kasih kepada dewan pembina yang telah memberikan kepercayaan. Kedepan menjadi pekerjaan besar bagi pengurus yayasan untuk memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Beberapa program dalam 100 hari kedepan, katanya, konsolidasi internal pembenahan dan penataan kelembagaan. Fungsi dan kewenangan yayasan dan lembaga harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dan harmonis. “Kerjasama tidak akan Terjadi kalau orangnya mendahulukan kepentingan. Jika menjalankan amanah ini karena Allah maka sebelum menjalankan juga akan memberikan kedamaian. menjalankan amanah harus dengan penuh dengan keikhlasan dan menunjang sinergi antara yayasan dengan universitas,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Dadang ini mengajak untuk menjalankan amanah menjadikan keharmonisan jangan karena pamrih tapi karena berbuat baik untuk Unswagati dalam menjalankan tugas-tugas tersebut. “Marilah bersama-sama besarkan Allah di hati kita sehingga dapat menjalankan manajeman dengan membuat rencana induk yayasan dalam bentuk rencana kerja tahun 2017-2018 termasuk menjalankan pengembangan usaha. dan ketiga konsolidasi eksternal baik dengan pemda di wilayah Cirebon untuk mewujudkan kerjasama termasuk merealisasikan Unswagati sebagai PTN sebagaimana harapan masyarakat. Semoga Allah melimpahkan anggarannya dan ridho bagi kita semua,” jelasnya.

pelantikan yayasan2

Sambutan pembina YPSGJ oleh salah satu pembina Letjend (purn) TNI H Kuntara menyampaikan terimakasih kepada pengurus yayasan yang lama, dan selamat kepada pengurus yayasan yang baru. “Semoga kedepan Unswagati akan lebih baik dan lebih sempurna sebagaimana komitmennya agar membawa Unswagati lebih baik,” pesannya.

Sedangkan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP berharap dengan pengurus yayasan yang baru ini, pihaknya selaku pelaksana kebijakan yayasan di Universitas meyakini Unswagati kedepan akan lebih baik. “Memang banyak PR bagi Unswagati meskipun sekarang sudah meraih akreditasi B, diantaranya harus memperbanyak dosen yang memiliki jabatan fungsional lektor kepala, sarana dan prasarana akademik dan pengembangan kampus yang diharapkan ditopang dari pengembangan usaha yang dibentuk oleh yayasan,” tandasnya.(mj)

Visitasi IKOM

Dekan FISIP Unswagati, Targetkan Akreditasi “B” untuk Prodi Ilmu Komunikasi

CIREBON-Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si menargetkan akreditasi minimal dengan predikat “B”  untuk Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom).  Itu disampaikan Mukarto usai visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) , untuk Prodi Ikom yang kini telah memiliki Studio TV “Unswagati TV” tersebut.

“Dengan persiapan jauh-jauh hari, melengkapi berbagai persyaratan dan perkembangan Ikom yang terus progres. Kami berharap dan optimis akan mendapat peringkat akreditasi yang bagus. Mudah-mudahan bisa mendapat A atau minimalnya B sebagai wujud peningkatan karena semenjak tahun 2014 prodi ini masih C akreditasinya,” kata pria asli Desa Budur Kabupaten Cirebon ini seraya menambahkan  dalam visitasi tersebut, prodi IKom terdapat dua orang asesor yakni Muhammad Nadjib dan Catur Suratnoaji dari BAN PT.

Dia menjelaskan dengan persiapan yang sudah dilakukan semenjak setahun sebelumnya, kelengkapan boring akreditasi, keberadaan sumberdaya manusia (SDM) dosen yang memadai, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menghimpun mahasiswa dalam bidang fotografi serta adanya laboratorium broadcasting yakni memiliki “Unswagati Televisi” itu sebagai hal yang diupayakan. “Universitas selama ini sangbat mendukung peningkatan sarana untuk menunjang kualitas Prodi Ikom. Kami yakin ini akan menjadi salah satu prodi favorit,” jelas Dr Mukarto.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menambahkan bahwa dengan proses reakreditasi IKom Fisip Unswagati ini, dirinya menaruh harapan yang besar bahwa prodi itu akan mendapatkan predikat yang baik. Di mata rektor Prodi IKom kedepan akan sangat diminati oleh masyarakat. “Saya sangat yakin dengan kesiapan Pak Dekan dan jajarannya ini Ikom Fisip Unswagati akan meraih predikat yang bagus pada akreditasi oleh BAN PT ini. Minimal bisa dapat B,” harapnya.

Sementara itu salah satu asesor, Muhammad Nadjib menyampaikan bahwa hasil visitasi tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada validator di BAN PT untuk diverifikasi dan dinilai. “Hasilnya akan dapat diketahui antara dua minggu sampai sebulan kedepan. Tentunya akan dilakukan koreksi juga dari visitasi ini dan hasil koreksian akan menjadi acuan apakah sesuai tidak antara apa yang ada di borang dan kenyataan fisiknya. Hasilnya bagaimana itu sesuai dengan penilaian yang ada,” paparnya.(mj)

 

Mancing Unswagati-bjb1

Sivitas Akademika Unswagati Mancing Bersama bjb

CIREBON-Sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)  dengan Bank Jabar Banten  (bjb) Cirebon menggelar kegiatan mincing bersama di Pemancingan Telaga Cipayung Desa Cirea Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Minggu (19/3).  Diikuti peserta sebanyak 57 orang dari seluruh perwakilan unit dan lembaga di lingkungan Unswagati serta puluhan peserta dari puluhan pegawai bjb Cirebon.

Wakil Rektor II Unswagati H Acep Komara, Drs SE M.Si mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang tengah tugas keluar kota, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing  bersama ini sebagai sarana meningkatkan silaturahmi dan hubungan baik antara Unswagati dan bjb. “Semoga saja kerjasama yang selama ini sudah terjalin akan lebih baik lagi,” pesannya.

Manving Unswagati-bjb2

Sementara menurut perwakilan bjb yang juga Pimpinan bjb Kantor Kas Unswagati Eka Megawati menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing ini semoga dapat semakin mempererat kerjasama antara bjb dengan Unswagati. “Unswagati ini merupakan salah satu nasabah prioritas bjb tentunya kami sangat senang bekerjasama dengan seluruh keluarga besar Unswagati,” ujarnya.

Dalam lomba mancing tersebut, untuk juara kategori 2 ikan indukan terbarat juara 1 Yanto Heriyanto dengan berat 1,86 Kg, kedua diraih H Komarudin, M.Pd 1,53 Kg dan ketiga Widodo Susetya SE 1,52. Sedangkan untuk ikan terbanyak, juara 1 Deden, M.P sebanyak 13 ekor, juara 2. Fariz 12 ekor dan juara 3 yayan dengan 11 ekor. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 dan dilanjutkan makan siang dan ramah-tamah.

Mancing Unswagati-bjb3

Para pimpinan lain yang juga ikut dalam kegiatan mancing tersebut, Wakil Rektor I Dr Alfandi M.Si, Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM, Kepala BPA Dr I Robia Khaerudin, Kepala Lemlit Prof Dr Suherli M.Pd serta para pejabat lain mulai dari kepala biro, kepala bidang dan kepala bagian. (mj)

seminar hukum -narasumber

Seminar Nasional Bedah Aspek Hukum Korupsi dan Administrasi Negara

CIREBON- Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Seminar Nasional “Mengupas Persinggungan Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Hukum Administrasi Negara Terhadap Kewenangan Aparatur Negara,” Sabtu (11/3), di Auditorium Kampus I Unswagati. Hadir sebagai pembicara, Ketua Komisi Yudisial RI 2010-2013 Prof Dr H Eman Suparman  SH MH, Guru Besar Ilmu Hukum Unswagati Prof Dr Ibnu Artadi SH M.Hum dan Ahli HUkum Administrasi  Negara dari UNISSULA Semarang Dr Rakhmat Bowo S, SH MH.

Dibuka oleh Wakil Rektor I Unswagati Dr Alfandi M.Si mewakili Rektor Unswagati  Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP yang tengah bertugas keluar kota dan diawali dengan sambutan Direktur Pascasarjana Unswagati Dr Endang Sutrisno SH M.Hum.  Peserta yang hadir dalam seminar tersebut, selain para mahasiswa pascasarjana Unswagati, aparat pemerintah dan penegak hukum juga berbagai elemen dari berbagai instansi lainnya.

Seminar hukum - dr alfandi

Dr Alfandi atas nama rektor menyambut bbaik kegiatan seminar nasional ini sebagai sebuah forum ilmiah yang juga mengkaji tentang berbagai problematika hukum yang berkembang di masyarakat. Diantaranya, sambung Dr Alfandi, bagaimana upaya penegakan hukum dalam lingkup perundang-undangan yang ada. Dia juga berharap kegiatan ini akan di-follow up dengan kegiatan-kegiatan berikutnya.

Dr Endang menyampaikan bahwa digelarnya seminar tersebut untuk mengkaji berbagai porblematika dan fenomena hukum yang ada di Indonesia. Begitu banyak kasus yang tak kunjung selesai, seperti kasus Munir, kasus Wiji Thukul, dan kasus-kasus lainnya kini muncul kasus korupsi e-KTP yang  mencapai triliunan rupiah. “Kasus-kasus tersebut bersinggungan dengan aspek administrasi pemerintahan. Untuk itu dalam seminar ini mencoba untuk dibedah. Dan kami juga berharap dukungan dari universitas untuk kegiatan-kegiatan lainnya.

seminar hukum dr- endang

Dalam paparannya, Prof Eman Suparman menyampaikan bahwa terkait dengan UU No 30 tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan dan UU Nomor 20 tahun 2001 pengganti UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada dasarnya berlaku secara mengikat baik aparatur birokrasi juga lembaga peradilan. “UU Administrasi Pemerintahan dan UU Tipikor merupakan peraturan perundang-undangan yang menyasar sistem reformasi birokrasi,” katanya.

Sementara Prof Ibnu Artadi mengungkapkan tentang penyalahgunaan wewenang yang dalam hukum pidana tidak memiliki pengertian sendiri tentang penyalahgunaan wewenang ambil alih hukum administrasi. Sesuai putusan MA no 977/k/PID/2004 penyalahgunaan wewenang tidak ditemukan eksplisitnya dalam hukum pidana, maka hukum pidana menggunakan pengertian dalam cabang hukum lainnya (hukum administrasi).

Seminar hukum - audience

“Dalam praktik penegakan hokum korupsi dari penyalahgunaan wewenang belum ada keseragaman pemaknaan. Dan Diskresi dimana ada kebebasan atas wewenang yang diberikan hukum untuk  bertindak dalam situasi khusus sesuai dengan penilaian dan kata hati instansi atau petugas itu sendiri dnegan tujuan melancarkan penyelenggaraan pemerintahan, mengisi kskosongan hukum maka tidak dipidana seperti pelayanan umum terlayani, Negara tidak dirugikan dan tidak mengambil keuntungan,” ujarnya.

Sedangkan Dr Rakhmat Bowo S, SH MH mengemukakan bBeberapa pesoalan terkait ditetapkannya UU No. 30/2014 yang  secara normatif, konsep penyalahgunaan wewenang tersebut dianggapnya agak kacau, apabila ditinjau secara teoretik, bermakna sangat luas,karena meliputi tindakan melanggar hukum, tindakan tanpa kewenangan dan tindakan sewenang-wenang dan persoalanitu berimplikasi pada pilihan pasal yang mendasari dakwaan tipikor.(mj)

KNM-H Komar1

Unswagati Dipilih dalam Launching Kampus Nusantara Mengaji di Wilayah Cirebon

CIREBON– Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjadi salah satu dari 40 kampus yang dipilih dalam peluncuran “Gerakan Kampus Nusantara Mengaji” yang dluncurkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Jumat (10/3) malam. Kegiatan yang disiarkan live streaming tersebut,  digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo sekaligus menandai deklarasi gerakan serupa di 40 kampus negeri seluruh Indonesia.

Di Unswagati yang digelar di Masjid Nurul Ilmi Kampus I tersebut melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika dari beberapa perguruan tinggi. Selain sivitas akademika dan mahasiswa Unswagati, juga dari IAIN Syekh Nurjadi, Universitas Majalengka, Universitas Kuningan, Universitas Wiralodra Indramayu, STKIP Muhammadiyah Kuningan, STIA Al Ihya Kuningan, SETIA Husnul Khatimah Kuningan, STIE Al Islah Bobos Kab Cirebon dan beberapa kampus lainnya.

KNM- dr alfandi

Di Masjid Nurul Ilmi Unswagati, seusai magrib seluruh peserta dari berbagai kampus sudah mengaji bersama dan mengkhatamkan Alquran 30 juz. Baru selepas Salat isya digelar kegiatan seremonial dan menyaksikan live streaming secara nasional. Dalam Laporannya, Ketua Panitia Ustadz Drs H Komarudin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Kampus Nusantara Mengaji ini sebagai implementasi revolusi mental yang digagas Presiden Jokowi sekaligus menggiatkan mahasiswa dan masyarakat kampus untuk kembali mengaji. “Dengan kembali kepada Alquran insyaallah ini akan membawa kebaikan bagi mahasiswa dan bangsa,” ujarnya.

Sementara Wakil rektor I Dr Alfandi M.Si mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang tengah keluarkota, menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan peluncuran Gerakan Kampus   Nusantara Mengaji ini diharapkan akan mampu menangkal hal-hal negatif yang  dapat mengancam masa depan bangsa. Seperti ancaman radikalisme ekstrim dan ancaman lainnya. “Dengan kembali kepada Alquran, saya yakin akan kembali menumbuhkan nilai-nilai kebaikan serta mewujudkan masyarakat akademis yang berakhlak baik dan itu sejalan dengan program revolusi mental,” pungkasnya.

Sementara itu dalam live streaming peluncuran kampus Nusantara Mengaji dan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di kampus UNS, tampak hadir sejumlah tokoh nasional antara lain Habib Luthfi Bin Yahya, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan mendikbud Muhammad Nuh, Pendiri ESQ Ary Ginanjar, dan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi. Dalam sambutannya, M Nasir menjelaskan Nusantara Mengaji adalah kegiatan yang sudah dilakukan secara rutin sejak 2016.

KNM peserta-belakang

Pada saat itu, dirinya bersama beberapa tokoh seperti Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj dan KH Ahsin Sakho Muhammad mendeklarasikan gerakan ini di Masjid Darul Quran, Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta. “Dan hari ini akan dideklarasikan Kampus Nusantara Mengaji. Karena saya yakin dengan menghatamkan Alquran dapat memperkuat mental mahasiswa serta meminimalisir gerakan radikalisme di kampus,” ujar Nasir.

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNS yang telah mengkoordinasikan kepada 40 kampus di seluruh Indonesia. “Semoga Kampus Nusantara Mengaji menjadi solusi menangkal gerakan kekerasan yang selama ini semakin mengkhawatirkan,” tandasnya. Kegiatan yang berlangsung hingga malam tersebut tampak diikuti dengan antusias oleh peserta termasuk para pimpinan di lingkungan Unswagati hingga selesai. (mj)

 

Sedos 2016

Sebanyak 31 Dosen Unswagati Terima Sertifikat Pendidik

CIREBON-Sebanyak 31 dosen di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menerima Sertifikat Pendidik dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai Pendidik Profesional. Penyerahan Sertifikat Pendidik hasil sertifikasi dosen tersebut diberikan oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Alfandi, M.Si saat apel Senin (6/3) di halaman kampus 1 Unswagati.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan selamat kepada seluruh dosen penerima sertifikat karena hal itu sebagai bukti pengakuan profesionalitas seorang dosen dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kepada yang sudah menerima sertifikat ini bukanlah akhir namun tetap harus menunjukkan kontribusi dan meningkatkan kualifikasinya di berbagai bidang. Bagi yang belum lulus dan belum mengikuti sertifikasi untuk mempersiapkan diri pada proses sertifikasi berikutnya,” ujarnya.

Dengan adanya tambahan 31 dosen yang meraih sertifikat dosen, sambung Prof Djohan—panggilan akrabnya, akan menambah komposisi jumlah dosen di Unswagati yang sudah meraih sertifikat pendidik sebagai dosen profesional.  “Saat ini sudah 180 dosen yang memiliki sertifikat pendidik. Namun dengan jumlah dosen tetap Unswagati yang jumlahnya lebih dari 380 tentunya dosen-dosen lainnya harus meningkatkan kualifikasinya,” papar rektor.

Serdos 2016b

Sementara itu, salah satu perwakilan dosen yang menerima Sertifikat Pendidik Toto Subroto, S.Si., M.Pd mengaku bersyukur lulus sertifikasi dosen. Atas nama para dosen penerima sertifikat, Toto menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, khususnya Rektor Unswagati, Para Wakil Rektor, Para Dekan dan Kepala Badan dan Satuan di lingkungan Unswagati yang semuanya mendukung kemajuan dosen dalam berbagai bidang. “Kepada kolega dan mahasiswa juga kami sampaikan terimakasih, karena mereka juga menjadi bagian dalam proses sertifikasi ini,” ujarnya.(mj)

 

foto: m joharudin/humas unswagati

LANGSUNG. Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Alfandi, M.Si menyerahkan Sertifikat Pendidik saat apel Senin (6/3) di halaman kampus 1 Unswagati.

KKN Susukan Lebak

Unswagati Dorong Produk OVOP Melalui KKN

** Rektor dan Wakil Rektor Monitoring di Sejumlah Kecamatan

CIREBON- Untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai salah satu komponen dalam indeks pembangunan manusia (IPM) , Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengarahkan pelaksanaan KKN dengan memfokuskan pada Program “One Village One Product” atau OVOP. Setelah lebih dari dua pekan, 1.044 mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas melaksanakan KKN, pimpinan Unswagati pun melakukan monitoring ke sejumlah kecamatan untuk mengetahui progres pelaksanaan KKN sekaligus melihat hasil OVOP dari tiap-tiap kelompok di 58 desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa.

Pada Jumat (3/3) rombongan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP bersama Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Jimmy Hassoloan, Drs MM beserta pimpinan lainnya monitoring ke Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dan diterima oleh pejabat Kecamatan Susukan. Disana seluruh Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) beserta mahasiswa peserta KKN dari setiap kelompok di Kecamatan Susukan turut hadir pada kegiatan tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menjelaskan, dengan adanya KKN Mahasiswa yang membawa konsep One Village One Product (OVOP)berasal dari Oita, Jepang dan diadopsi oleh berbagai negara, khususnya di Benua Asia. Untuk Indonesia sendiri, mulai mengadopsi OVOP sejak tahun 2008. Di mana, tujuan dari OVOP adalah untuk memajukan potensi industri kecil dan menengah. OVOP merupakan suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di suatu wilayah untuk mengahasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, dengan tetap memiliki ciri khas keunikan karakteristik dari daerah tersebut.

“Produk yang dihasilkan ini berupa produk yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik sumberdaya alam, maupun sumber daya manusianya dan dapat berlangsung dengan sustainableatau berkelanjutan. Jelas dengan konsep ini mahasiswa turut mendorong masyarakat  agar menggali kembali kearifan lokal di masing-masing daerah tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan daya beli dan bermuara pada peningkatan human development index (indeks pembangunan manusia) di Kabupaten Cirebon selain unsur pendidikan dan kesehatan,” jelas Rochanda.

Di samping itu, KKN ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa setelah sebelumnya menimba ilmu di kampus. Pengabdian masyarakat ini selanjutnya menjadi bahan untuk penelitian atau riset dan hasil riset tersebut sebagai bahan pembelajaran mahasiswa di ruang kelas.  “Unswagati memiliki tanggung jawab moral untuk turut membangun masyarakat dengan riset ini sehingga Unswagati pun berupaya menjalankan program KKN yang terbaik dan dirasakan oleh masyarakat,” paparnya .

KKN Susukan Lebak2

Sehari sebelumnya Wakil Rektor IV Unswagati H Nasir Asman Drs MM beserta Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM monitoring di Kecamatan Susukan Lebak di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Disana selain menyaksikan ekspos dari produk 13 desa dari hasil mahasiswa KKN juga meninjau arena show case produk OVOP yang cikup beragam. “Apa yang dihasilkan oleh mahasiswa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan di daerah-daerah ini, tinggal butuh peningkatan dari sisi produk, kemasan, promosi dan penempatan sebagaimana dalam konseo marketing mix,” ujarnya diamini Kepala LPM Jimmy Hassoloan.

Ditambahkan Jimmy Hassoloan, secara umum, dari hasil seluruh monitoring KKN di kecamatan yang dipilih mahasiswa mampu menggali produk unggulan dari masing-masing desa.  “Tinggalfollow up saja sesungguhnya dari instansi terkait untuk pengembangannya. Baik produk berupa makanan, maupun hasil kerajinan dan kesenian. Di Kabupaten Cirebon ini sungguh  luar biasa,” pungkasnya.(mj)

 

UTV

Unswagati TV Dilauching, Jadi TV Kampus Pertama di Wilayah Cirebon

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus menjaga komitmen sebagai kampus bermutu dan kebanggan masyarakat. Selain meraih akreditasi institusi B, seritikat ISO dan membangun jejaring internasional kini memiliki media pendidikan yakni Unswagati TV. Launching Unswagati TV (UTV) oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dilakukan di selasar lantai dasar kampus III Unswagati, di Jl Terusan Pemuda, No 1A, Rabu (1/3).

Launching TV kampus pertama di wilayah Cirebo ini disaksikan oleh Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto MSi, selaku penanggungjawab TV kampus, Wakil Rektor IV (WR) H Nasir Asman Drs MM selaku pemrakarsa . selain itu hadir juga oembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Dr H Sudarminto SH MH, WR II H Acep Komara Drs SE MSi, WR III Dudung HIdayat SH MH, para kepala badan, satuan dan lembaga dan para dekan di lingkungan Unswagati.

IMG_2231

TV kampus Unswagati TV tersebut akan berada di kanal frekuensi channel  53 UHF, frekuensi : 727, 25 Mhz, dengan jangkauan siar: 2,5 – 5 kilometer. Pilihan kanal frekuensi tersebut tengah diajukan ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat , KPI Pusat dan Balai Monitor (Balmon) untuk mendapatkan legalitas formal.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata mengaku bangga tak terhingga karena unswagati kini telah memiliki media komunikasi yang tengah trend, yakni televisi kampus. Televisi kampus Unswagati Tv yang baru saja diresmikan ini merupakan televisi komunitas pendidikan yang ada di lingkungan kampus Unswagati.  “Program yang digagas Bidang IV universtitas dan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unswagati apalagi saat ini kebutuhan laboratorium komunikasi visual tidak dapat ditunda-tunda lagi seiring perkembangan dunia informasi dan komunikasi yang semakin massif,” katanya.

IMG_2209

Prof Djohan—panggilan akrab Rektor Unswagati—berharap Unswagati TV ini dapat memacu kehidupan akademik dan iklim keilmuan di lingkungan kampus agar semakin dinamis. “Prestasi akademik mahasiswa, dosen, staf, karyawan kampus dan seluruh organisasi kemahasiswaan di kampus bisa terekspose. begitupun potensi kampus bisa dieksplorasi secara maksimal lewat kemasan program-program siaran yang tentunya berdampak pada citra positif dan khusus bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat menjadikan laboratorium pengembangan keahlian dan disiplin ilmunya,” jelas rektor.

Di samping itu, mahasiswa juga memiliki kegiatan  yang positif dan produktif sesuai dengan minat dan bakatnya, sebagai bekal ekstra kulikuler, yang dapat dikembangkan di dunia kerja selepas lulus kuliah. “Sosialisasi program-program kampus juga bisa dikampanyekan melalui program tayangan yang bisa disiarkan melalui televisi kampus, yang tidak hanya disimak civitas akademika melainkan pula oleh masyarakat sekitar kampus,” paparnya seraya berharap reakreditasi prodi Ilmu Komunikasi akan meraih nilai B, atau syukur-syukur bisa A.

Sementara itu dalam sambutannya, Dekan FISIP Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si mengaku turut berbangga dan bersyukur dapat Launching Televisi Kampus Unswagati TV. “TV kampus ini mungkin hanya satu-satunya kampus di wilayah tiga Cirebon, kami bersyukur televisi kampus ini menjadi laboratorium bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Unswagati, sebagai sarana meningkatkan skill dan knowledge di bidang media dan penyiaran publik bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi,” katanya.

H Mukarto

Dijelaskan Mukarto, setelah melakukan survei teknis dan pengecekan kanal frekuensi yang free dan memungkinkan bagi stasiun televisi komunitas selanjutnya dilakukan pendirian tower dan pemasangan instalasi pesawat sampai frekuensi stay tune sehingga dapat on air. Kemudian dilanjutkan pengerjaan ruang produksi dan studio siaran, pemenuhan peralatan produksi, mempersiapkan prasyarat data-data yang diperlukan untuk perijinan televisi komunitas  bersama Bidang IV sampai dengan menyiapkan program siaran televisi dengan program-program yang berkualitas yang mendukung iklim akademik.

“Unswagati TV sudah mendesain program siarana berupa news, feature, magazine, talkshow, reality show, intertainment, program tutorial dan library digital. semua program itu berisi tentang akademik, kemahasiswaan, pengembangan sains dan tekhnologi, maupun program-program hiburan yang tentunya bernilai positif.

UTV2

Mukarto yakin dengan SDM yang mumpuni di bidangnya. dengan sumber daya dosen progam studi ilmu komunikasi yang berlatarbelakang praktisi media, mahasiswa dapat diarahkan dalam pengelolaan program siaran dan operasional produksi TV. “Meskipun dikelola Fisip dan mahasiswa Ilmu Komunikasi, tidak menutup kemungkinan terbuka bagi mahasiswa dari fakultas lain untuk turut bergabung mengisi konten program siaran melalui wadah kelompok studi mahasiswa (KSM) bidang penyairan atau broadcasting,” paparnya.(mj)

 

 

 

 

 

bela negara1

Akademis dan Pemuda Harus Siap untuk Bela Negara

**Unhan Gandeng Unswagati Seminar Pertahanan dan Bela Negara

CIREBON.- Kalangan akademisi termasuk mahasiswa dan pemuda harus menjadi elemen di luar militer dengan menumbuhkan kesadaran bela Negara. Hal itu mengemuka dalam Seminar “Pertahanandan Bela Negara” di Auditorium Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang menghadirkan narasumber utama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, Dosen Senior Universitas Pertahanan (Unhan) Dr Ir Syaiful Anwar, M.Bus., MA dan Dosen Pascasarjana Unswagati Dr Ipik Permana SIP M.Si.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP sebagai keynote speech menyampaikan bahwa di era saat ini kesadaran dan kemampuan bela negara bisa diimplementasikan dalam banyak aspek, dari mulai kemampuan menanggulangi bahaya radikalisme, terorisme, narkoba sampai informasi palsu atau hoax yang marak di dunia maya.

bela negara3-rektor

“Disini peran akademisi khususnya para mahasiswa begitu teramat strategis. Mereka harus siap untuk terlibat langsung dalam kegiatan bela Negara. Unit Kegiatan Mahasiswa yang sudah siap diantaranya resimen mahasiswa, Mapala, serta seluruh elemen mahasiswa lainnya. Jangan lupa Founding Father kita Bung Karno dengan konsep Tri Saktinya kita harus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, prof Djohan—panggilan akrab—Rektor Unswagati menegaskan agar seluruh elemen yang ada untuk bersiap melakukan bela Negara. Spirit perjuangan yang telah dicontohkan dalam semangat Sumpah Pemuda 1928,  hingga diraihnya kemerdekaan serta upaya mempertahankan kemerdekaan 4 Nopember 1949. “Generasi muda terdidik harus siap menjalankan bela Negara,” paparnya.

Akademisi Unhan Dr Ir Syaiful Anwar, M.Bus., MA memaparkan tentang “Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam Mendukung Pembangunan Sistem Pertahanan Negara.” Dr Syaidul mengemukakan bahwa Negara yang secara konseptual untuk kebahagiaan dan kemakmuran rakyatnya harus melindungi warganya, terpeliharanya keadilan dan kesejahteraan serta menjamin kebebasan.

“Itu  sejalan dengan pembukaan UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,  mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam konteks pertahanan Indonesia ialah kedaultana Negara, wilayah Negara dan bangsa,” jelasnya.

Bela negara4-Dr Syaiful

Selain itu, Dr Syaiful juga meminta agar pemerintah Indonesia mewaspadai adanya agenda tersembunyi pemerintah Tiongkok, dibalik kerja sama ekonomi yang belakangan ini semakin menguat. Kekhawatiran rakyat dan bangsa Indonesia akan agresivitas negeri tirai bambu untuk berinvestasi di Indonesia, bukan tanpa alasan.

Dijelaskan dia, saat ini di dunia internasional, kekuatan ekonomi kerap dimanfaatkan sebagai instrumen negara untuk menekan negara lain. “Mekanisme tekanan negara lain di dunia internasional, menggunakan instrumen diplomasi, ekonomi dan militer. Tekanan dilakukan secara bertahap, mulai dari yang lunak hingga cara yang paling keras,” paparnya.

Ditambahkan Direktur Kerja Sama Internasional Kementrian Pertahanan, dari sejumlah negara yang saat ini kecenderungan, anggaran pertahanannya turun, negeri Tiongkok malah anggaran pertahanannya naik. Negara adi daya Amerika Serikat, yang anggaran pertahanannya tahun 2014 sebesar 624.960 juta dolar AS, turun menjadi 595.330 juta dolar AS. Anggaran pertahanan negara AS sebesar itu setara dengan 80 kali lipat nilai APBN Indonesia. Sementara katanya, anggaran pertahanan negara kita hanya Rp 90 triliun, yang disebut-sebut anggaran paling besar. “Meski anggaran pertahanan sebesar Rp 90 triliun disebut paling besar, ternyata 60 persennya untuk membayar gaji tentara,” katanya.

bela negara2

Sedangkan Dr Ipik Permana yang membawakan materi tentang “Menangkal Paham Radikalisme dengan Menumbuhkembangkan Pembangunan Karakter Mahasiswa sebagai Generasi Muda Bangsa” memaparkan factor-faktor penyebab radikalisme. Antara lai, factor domestic seperti kemiskinan, ketidakadilan dan kekecewaan kepada pemerintah, kedua factor internasional seperti ketidakadilan global, arogansi politik luar negeri dan imperialism dan ketiga factor cultural berupa pemahaman sempit tentang agama dan pembelokan keyakinan serta pemahaman agama.

bela negara5-prof dadang

“Mahasiswa dapat memiliki potensi yang memiliki idealism dan daya kritis, memiliki keberanian mengambil risiko, sikap kemandirian dan disiplin, patriotism dan nasionalisme serta sikap kstaria. Dengan potensi itu pembangunan karakter di kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk penguatan kebangsaan sangatlah penting untuk meningkatkan karakter dan jati diri,” paparnya. (mj)