studium generale1

Atase Kebudayaan Kedubes AS Puji Demokrasi di Indonesia

**Maxwell Harrington isi Studium Generale di Unswagati

CIREBON-Wakil Atase Kebudayaan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) Maxwell Harrington memuji demokrasi di Indonesia yang terbuka serta budaya masyarakatnya yang sangat menjaga nilai-nilai sosial dalam kehidupannya. Sebaliknya, di AS sebagai negara demokratis yang menjunjung tinggi hak asasi setiap orang memberikan kebebasan kepada seluruh warganya termasuk dalam menjalankan agama dan kepercayaannya.

“Semenjak Thomas Jefferson memberikan apresiasi kepada Muslim di Amerika Serikat, hal itu membuktikan bahwa Amerika adalah negara yang friendly bagi siapapun, termasuk bagi umat Islam disana meskipun minoritas yang hanya 1% dari jumlah penduduk di Amerika Serikat,” katanya saat mengisi Studium Generale di Aula Kampus I Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Kamis (15/6).

IMG_1676

Sementara Wakil Rektor IV Bidang Kerjasma dan Humas Unswagati H Nasir Asman Drs MM saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut menapresiasi kedatangan pihak Kdubes Amerika Serikat. Ia berharap setelah ada upaya penjajagan beberapa kali antara Kedubes AS dengan Unswagati diharapkan kedepan akan lebih terjalin kerjasama baik untuk fasilitasi student exchange ataupun scholarship (beasiswa).

“Unswagati sebagai perguruan tinggi yang bereputasi nasional dan berjejaring global ingin terus menjalin kerjasama dengan semua pihak. Sebelumnya Unswagati telah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Australia dan Eropa serta beberapa negara di Asia. Diharapkan kedepan akan dapat menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di AS meskipun sudah ada dosen Unswagati yang saat ini tengah studi lanjut S3 di Pennsylvania University,” jelasnya.

IMG_1672

Pada kesempatan itu, dari Kedubes selain Maxwell Harrington juga disertai stafnya Rendi dan penerima program scholarship Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Puput yang juga memaparkan pengalaman short course-nya saat di AS. Pada kesempatan itu, Maxwell menyampaikan kemungkinan kerjasama lebih lanjut dengan Unswagati dalam bidang pendidikan dan kehumasan.

Setelah diisi Tanya jawab dengan para mahasiswa dan dosen, ditutup diisi dengan penyerahan cinderamata dan berfoto bersama. Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Dekan FK dr Catur S Sulistiyana M.Med, Dekan Faperta Dr Ahmad Faqih MM, Wakil Dekan III FE H Misbak M.Si serta undangan lainnya.(mj)

A1

Penyebaran Santunan Unswagati ke Sejumlah Lokasi di Wilayah Cirebon

CIREBON-Penyebaran santunan dari Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dengan melibatkan Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kota/Kabupaten Cirebon dan Majalengka, Jumat-Minggu (9-11/6). Pembagian paket sembako sebanyak 2.400 bungkus tersebut dibagikan langsung oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, para wakil rektor dan kepada lembaga, badan dan satuan di lingkungan universitas.

Tahap pertama pembagian santunan dilakukan di halaman kampus Unswagati Jl Pemuda 32 Kota Cirebon kepada masyarakat di sekitar kampus. Kedua, di Desa Karangmekar Sindanglaut Kabupatebn Cirebon, ketiga di Cadas Ngampar Kelurahan Argasunya Kota Cirebon dan di Kelurahan Pejambon Kabupaten Cirebon serta terakhir di Sumberjaya Kabupaten Majalengka.

B1

Disamapaikan Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata MP bahwa santunan yang diberikan Unswagati ini sebagai wujud implementasi kesalehan sosial sejalan denganpesan Sunan Gunung Jati Cirebon ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin.” “Kegiatan ini sudah 12 tahun berjalan di Unswagati. Dan tradisi yang sangat baik ini tentunya perlu kami lestarikan sebagai sebuah nilai-nilai yang baik bagi masyarakat,” paparnya.

C1

Sementara Wakil Rektor IV Unswagati H Nasir Asman Drs MM saat di Kelurahan Pejambon mengemukakan bahwa Unswagati Cirebon sebagai perguruan tinggi memiliki kepedulian bagi masyarakat kurang mampu baik anak yatim, jompo dan lainnya. “Untuk itu kami mohon doanya kepada seluruh warga di Kelurahan Pejambon ini agar Unswagati semakin maju agar terus menjadi lembaga penghasil akademisi dan sarjana unggul juga semakin peduli kepada masyarakat,” jelasnya.

D1

Ketua IKU Hj Riseu Gartika Djohan—yang juga istri rektor Unswagati—menambahkan bahwa IKU tidak hanya sebagai ikatan para istri pimpinan, dosen dan karyawan Unswagati namun juga sebagai wadah aktualisasi sosial yang mendukung Unswagati di masyarakat. Seperti sebelumnya, IKU Unswagati juga menggelar pasar murah Ramadan di halaman kampus Unswagati dengan menyediakan berbagai kebutuhan yang dijual dengan harga di bawah harga pasar agar mendorong peningkatan daya beli masyarakat pada bulan Ramadan ini.(mj)

B2

D2

A2

 

Pasar Murah-utama

Ketua Ikatan Keluarga Unswagati: Pasar Murah dan Santunan Implementasi Kesalehan Sosial

 

CIREBON-Pembukaan Pasar Murah dan Santunan yang digelar Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) Kamis (8/6) berlangsung semarak. Dibuka langsung oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP tampak hadir Bupati Cirebon Dr H Sunjaya Purwadi Sastra MM MSi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Cirebon Hj Win  Asep Dedi, Hj Evi Saleh Sachjana, Hj Fitri Djakaria Machmud yang ikut mendempingi Ketua IKU Hj Riseu Ika Gartika Djohan, para wakil rektor, kepala badan, lembaga dan satuan dan para dekan di lingkungan Unswagati. Hadir juga dari perwakilan dari Danrem 063 Sunan Gunung Jati (SGJ) dan dari dari Dandim 0614 Kota Cirebon.

pasar murah-ketua iku

Ketua IKU Hj Riseu Ika Gartika Djohan dalam sambutannya menyampaikan bahwa bentuk kesalehan tidak selalu dengan penampilan pakaian dan ritual saja namun terhadap lingkungan sosial pun demikian. “Ramadan ini menjadi momen yang spesial untuk menyeimbangkan semuanya. Pada bulan puasa ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk spirit humanisme yang universal. “IKU sejak tahun 2005 menggelar pasar murah dengan menjual sembako murah di bawah harga pasar. Semoga saja kegiatan ini dapat membantu masyarakat meningkatkan daya belinya,” katanya.

Sementara Rektor Unswagati Prof Rochanda Wiradinata MP dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Ramadan ini hendaknya jangan dilewatkan begitu saja, harus diisi dengan berbagai kegiatan yang positif. Untuk ituleh sebagai implementasi motor Unswagati yakni Ilmiah, Mandiri dan Religius mengadakan pasar murah dan pembagian santunan berupa sembako sebanyak 1.600 bungkus di beberapa titik di wilayah Cirebon.

pasar murah-rektor

“Sebagaimana pesan Sykh Syarief Hidayatullah Sunan Gunung Jati yaitu Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin, maka Unswagati melalui pasar murah yang telah dijalankan semenjak 12 tahun lalu ini terus mempertahankan kegiatan pasar murah dan santunan. Pasar murah ini tentu sangat membantu karena seluruh harga telah disubsidi untuk semua komoditas sehingga harganya jauh dari harga pasar,” pungkasnya.

Dijelaskan prof Djohan—panggilan akrab Prof Rochanda bahwa pemahaman di masyarakat berbuat baik kepada warga miskin adalah karena belas kasihan, padahal semestinya menjadi kewajiban karena ada hak bagi yang harus diberi santunan. “Disinilah sesungguhnya bagaimana dibangun kasih sayang antara sesame,” pesannya seraya menyampaikan penghargaan kepada Bupati Cirebon, walikota yang diwakili Sekretaris DInas Perindag dan Koperasi Drs H Yayat Sudaryat M.Si dan kepada Hj Evi Saleh Sachjana dan Hj Fitri Djkaria Machmud.

Pasar Murah-ok1

Pasar Murah secara resmi digelar dengan pengguntingan pita oleh Ketua DWP Kota Cirebon Hj Win Asep Dedi didampingi Ketua IKU Hj Riseu dan Hj Evi Saleh Sachjana dan Hj Fitri Djkaria Machmud. Rangkaian kegiatan selanjutnya, penyerahan santunan sembako akan diberikan di Lemabahang dan Kelurahan Cempaka Kabupaten Cirebon, Pesantren di Kopiluhur Kota Cirebon dan di daerah Sumberjaya Majalengka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.(mj)

pasar murah-ok4

pasar murah-ok antrean

rapat pasar murah

Meriahkan Ramadan, Kamis Ini Unswagati Gelar Pasar Murah

**Jumatnya Dilanjutkan Pemberian Santunan di Sejumlah Titik di Wilayah Cirebon

CIREBON-Sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat dan menjalankan spirit pesan ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin” Universitas Swadaya Gunung  Jati (Unswagati) akan menggelar “Pasar Murah Ramadan dan Santunan “ pada Ramadan 1438 Hijriyah/2017 ini. Kegiatan “Pasar Murah Ramadan” akan digelar di halaman Kampus Unswagati pada Kamis (8/6) sementara kegiatan Santunan Ramadan, akan dilaksanakan pada Jumat (9/6) di wilayah Cirebon.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP langsung memimpin rapat persiapan Pasar Murah Ramadan dan Santunan di  Ruang Rapat Lantai 3 Kampus I. Pembagian santunan selain akan melibatkan sivitas akademika Unswagati, Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) juga melibatkan mahasiswa Unswagati. “Dengan melibatkan semua pihak tersebut sebagai bentuk syiar kepada masyarakat bahwa Unswagati juga menjalankan University Social Responsibility atau tanggungjawab sosial universitas,” kata rektor.

Berkaitan dengan Pasar Murah Ramadan, menurut Prof Djohan—panggilan akrab rektor—bahwa akan  menyediakan berbagai komoditas kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga d bawah harga pasar. “Kami berharap Pasar Ramadan ini juga akan memudahkan masyarakat di sekitar kampus Unswagati untuk mendapatkan kebutuhan ramadan dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya saat rapat persiapan.

rapat pasar murah2

Ketua IKU Unswagati yang juga Ketua Panitia Hj Riseu Ika Gartika Djohan dalam pembukaan Pasar Murah Ramadan ini akan mengundang para tokoh dan pejabat terkait sebanyak 300 undangan.  Pada pembukaan pasar murah, ini panitia juga akan melibatkan Pondok Pesantren Kandang Juang pimpinan Ustadz Ujang Zakaria. Selain dihadiri panitia dari Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) juga tampak hadir Wakil Rektor I, II, III dan IV serta pimpinan lembaga, badan dan satuan  serta unsur panitia lainnya. (mj)

 

Pengibaran Bendera

Sivitas Akademika Unswagati Upacara Hari Pancasila

CIREBON- Seluruh sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, di halaman Kampus I, Jl Pemuda 32 Cirebon. Dipimpin langsung Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP tampak hadir seluruh pimpinan universitas dan fakultas, para dosen dan karyawan serta staf di lingkungan Unswagati Cirebon. Seluruh peserta upacara mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Peserta Upacara Pancasila

Pada upacara ini, petugas upacara melibatkan para pimpinan dan dosen di Unswagati. Pembaca UUD 1945 Dekan FISIP Dr H Mukarto Siswoyo M.Si, Pembaca Keppres  No 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila Wakil Rektor I Dr Alfandi, M.Si, Perwira Upacara Kepala Sekretariat Agus Solihin, S.Sos,  Pembaca Doa, Kepala Bir Kemahasiswaan H Komarudin, Drs. M.Pd dan Ajudan Upacara Iwan Nurdiansyah S.Sos. Sementara petugas pengibar bendera dari Resimen Mahasiswa Unswagati.

Sambutan Rektor

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan Pidato Presiden terkait memperingati Hari Lahir Pancasila yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Diantaranya, disampaikan bahwa Pancasila sebagai konsensus yang dilahirkan para pendiri bangsa telah terbukti mempersatukan Indonesia, menjaga kebhinekaan dan menjaga persatuan.

“Mari tetap menjaga Pancasila. Kepada para ulama, para ustadz, para pendeta, pendidik, TNI dan Polri dan semua pihak untuk menjaga Pancasila demi keutuhan bangsa Indonesia,” ujarnya. (mj)

foto bersama pimpinan

Hari Pancasila

 

 

Tes TOEP

Rektor Berikan Reward 10 Besar Peserta Try Out TOEP

CIREBON-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon memberikan reward kepada 10 besar peserta Try Out Persiapan Tes Bahasa Inggris (Test of English Proficiency) di tingkat Universitas Bagi Siswa SMA/SMK/MA, saat apel Senin (22/5). Kegiatan try Out Tes TOEP tersebut telah diselenggarakan oleh Lembaha Bahasa Unswagati (LBU).

Kesepuluh Siswa tersebut antara lain, Annisa Kusuma Wardani dari SMAN 1 Cirebon dengan nilai skor 523, Izza Nabilatunnisa dari SMAN 1 Cirebon dengan skor 473, Muhammad Afif dari MA Salman dengan skor 453, Afifudin Baliya dari MA Salman dengan skor 450, Randi Jafar Saputra dari SMKN 1 Cirebon dengan skor 443. Ahmad Jamalul Noor dari SMKN 1 Cirebon dengan skor 436, Vivian Dewi SMAN 3 Cirebon dengan skor 420, Ahmad Syahidin dari MA Salman dengan skor 420, Nur Komala Sari dari SMAN 1 Dukupuntang dengan skor 413 dan Safira dari SMAN 8 Cirebon dengan skor 413.

Penyerahan reward tersebut juga bersamaan dengan penyerahan sertifikat, tas dan alat tulis serta voucher pendaftaran di Unswagati.  Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang mendapatkan skor nilai tertinggi, juga kepada LBU yang telah menggelar kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi pengenalan Unswagati kepada masyarakat luar. “Selamat semoga kegiatan ini terus dikembangkan oleh LBU,” paparnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Bahasa Unswagati Dian Farijanti, SS. M.Hum menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, Rektor Unswagati, para kepala sekolah dan guru yang turut mendorong siswanya mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan ini menjadi agenda yang rutin diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Unswagati,” paparnya.(mj)

 

 

 

Akreditasi IKOM

IKom FISIP Unswagati Raih Akreditasi “B”

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon membuktikan kepada masyarakat sebagai Universitas yang berdayasaing dengan mengusung Leading In Learning Base On Local Wisdom. Program Re-Akreditasi Program Studi Ilmu Komunikasi (IKom) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unswagati yang mendapatkan penilaian dari BAN-PT Predikat B. Penyerahan SK dilakukan pada saat Apel Senin (22/5) pagi di halaman kampus I Unswagati.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) dari Badan Akreditasi nasional (BAN) Perguruan Tinggi dengan Nomor 1215/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2017 tentang Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi Program Studi Ilmu Komunikasi Pada Program Sarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Itu setelah sebelumnya pada Desember 2016 dikirimkan borang akreditasi dan dilanjutkan dengan visitasi asesor oleh BAN-PT pada tanggal 16-17 Maret 2017.

Dari standar nilai minimal raihan Predikat A sebesar 360 Ilmu Komunikasi mendapatkan nilai 354 artinya (terakreditasi “B” gemuk) dan ini menunjukkan selangkah lagi Program Studi ini dapat meraih Predikat yang membanggakan dan yang tertinggi yaitu “A”.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengaku sangat bangga atas raihan akreditas Prodi IKom FISIP ini dengan raihan akreditasi “B” gemuk. Prof Djohan—panggilan akrab rektor—meyakini IKom akan salah satu prodi yang difavoritkan oleh masyarakat Cirebon. “Raihan ini tentu atas kerja keras jajaran Dekan FISIP Pak Doktor Haji Mukarto beserta jajaran dan Ketua Prodi IKom Ibu Farida Nurfalah yang begitu serius mempersiapkan akreditasi ini,” katanya.

Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr.H.Mukarto Siswoyo,M.Si menjelaskan bahwa raihan akreditasi ini merupakan hasil kerja keras dan kerja bersama semua pihak. Terutama, sambung H Mukarto, Program Studi Ilmu Komunikasi yang terus berjuang dan meningkatkan prestasi baik Akademik maupun Sarana penunjang pembelajaran terutama Laboratorium Fotografi, Radio dan yang sangat membanggakan adalah beroperasionalnya Unswagati TV (UTV) sebagai sarana laboratorium dan televisi komunitas.

“Untuk menunjang visi Universitas yang berjejaring global pun Ilmu Komunikasi telah menjalin kerjasama dengan beberapa univeristas luar Negeri terutama Malaysia dan Thailand dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan/akademik seperti Joint Research, Student Exchange, seminar internasional, dan bidang tri dharma lainnya. Dengan raihan nilai sebesar kami sangat yakin akreditasi berikutnya kami akan mendapatkan peringkat A, dan hal ini optimis juga kami akan dapatkan untuk Program Studi Administras Negara yang masih dalam naungun FISIP yang sudah  mendapatkan Akreditasi “B”,” paparnya.

Dekan juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada orang tua mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepada FISIP Unswagati dengan menitipkan putra/putrinya menuntut ilmu di Unswagati terutama di Ilmu Komunikasi FISIP yang pada Tahun Akademik ini. “Kami masih membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Gelombang II dan III,” paparnya.(*)

 

 

 

pts1

Kopertis IV Pembinaan PTS dan Dosen Se-Wilayah Cirebon di Unswagati

CIREBON-Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Dosen PNS serta Dosen Yayasan di Wilayah Cirebon,  Indyamayu, Majalengka dan Kuningan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar dan Banten digelar di Kampus Unswagati, Sabtu (20/5). Kegiatan yang melibatkan 53 PTS serta lebih dari 300 dosen tersebut, dihadiri langsung Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd, perwakilan APTISI Jawa Barat dan ABP-PTSI Wilayah IV.

Sebagai tuan rumah Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan terimakaih kepada Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd yang telah mempercayakan Unswagati penyelenggara dalam pembinaan para dosen dan PTS di Wilayah Cirebon. Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh pimpinan yayasan, pimpinan perguruan tinggi di Wilayah III Cirebon dalam kegiatan ini.

PTS2

“Kami menyampaikan tahniah kepada semuanya, terutama Kepada Pembina Yayasan Unswagati Bapak Mayjend TNI (Purn) HM irianto, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Bapak H Dadang Sukandar Kasidin beserta jajarannya. Bersama beliau semua Unswagati kini terus berupaya menjadi kampus yang bereputasi nasional, berjejaring global. Dan kini Unswagati meraih akreditasi B, dengan komposisi guru besar 9 orang, lector kepala 37, lector 71, Asisten Ahli  131 dan Tenaga Pengajar 91 orang,” katanya.

Sementara itu, Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembinaan PTS dan dosen ini dalam rangka membangun PTS dan SDM-nya yang berkualitas dengan paradigma yang baru. “Jika dulu dilakukan dengan pengawasan, pengendalian dan pembinaan atau wasdalbin, maka sekarang dengan pembinaan, pengendalian dan pengawasan atau bindalwas. Maka kedepan seluruh dosen akan terus dilakukan pembinaan agar terus meningkatkan jabatan fungsionalnya, pengendalian dan terakhir pengawasan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Prof Uman juga menyampaikan kritik terhadap pendidikan yang ada yang diantaranya, rendahnya relevansi lulusan, melemahnya daya saing bangsa, pengangguran sarjana meningkat. “Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan titik tekan dalam masalah itu ialah selain meningkatkan kompetensi juga kedepan harus siap berkompetisi. Termasuk masalah Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) hanya diikuti 38 peserta dari 38 PTS dan Debat Berbahasa Inggris diikuti 40 PTS. “Kedepan kegiatan tersebut akan dilakukan di setiap regional, baru juara-juaranya ke provinsi,” pungkasnya.

Ditambahkan Prof Uman beberapa hal yabng harus menjadi perhatian kedepan diantaranya persyaratan pendirian/perubahan perguruan tinggi, rencana induk pengembangan (rip), kurikulum, tenaga kependidikan, calon mahasiswa, statuta, kode etik sivitas akademika, sumber pembiayaan, sarana dan prasarana dan penyelenggara perguruan tinggi. Pada kesempatan itu, Ketua ABP-PSTI Drs H Sali Iskandar, M.Si dan prof Moh Yunus mewakili Ketua APTISI Wilayah IV/A yang berhalangan. (mj)

 

Rektor - Kopertis1

Prof Uman: Dosen Unswagati Harus Tingkatkan Jabatan Fungsionalnya

CIREBON-Pembinaan Dosen Kopertis Wilayah IV dan Dosen Tetap Yayasan di Lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Jumat (19/5)  di Auditorium Unswagati berlangsung dengan semarak. Dihadiri ratusan dosen kegiatan tersebut dihadiri langsung Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar dan banten Prof Dr H Uman Suherman AS, M.Pd dan dibuka langsung oleh Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP.

Rektor Unswagati  Prof Dr Rochanda Wiradinata MP menyampaikan bahwa komposisi dosen di Unswagati  ada 9 guru besar (2,65%), 37 lektor kepala (10,91%), 71 lektor (20,94%), 131 Asisten Ahli  (38,64%) dan 91 Tenaga Pengajar (26,84%). “Komposisi ini terus  berubah karena ada lektor kepala yang akan pensiun. Kami berharap kepada Bapak Koordinator Kopertis untuk memberikan arahan agar dosen-dosen yang ada di Unswagati baik yang DPK maupun Dosen Tetap Yayasan,” katanya.

Sementara itu Koordinator Kopertis Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan selamat kepada Unswagati yang telah meraih akreditasi AIPT “B” dan meraih peringkat 164 Webometrics di Indonesia. Dengan melihat komposisi dosen yang ada, Unswagati sebagai perguruan tinggi yang unggul di wilayah III Cirebon agar terus meningkatkan jabatan fungsional para dosennya.

Rektor - Kopertis3

“Salah satu kekuatan perguruan tinggi adalah SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan. Kepada para dosen agar terus meningkatkan jabatan fungsionalnya karena karir yang paling tinggi adalah guru besar. Selain itu, keberadaan dosen yang memiliki jafung tersebut akan berpengaruh bagi prodi, fakultas dan universitas. Jadi integritas dan komitmen sangat diperlukan bagi seorang dosen,” paparnya.

Hadir dalam pembinaan dosen tersebut, para wakil rektor, kepala lembaga, badan dan satuan serta dekan di lingkungan Unswagati. Besoknya, Sabtu (20/5) akan dilakukan pembinaan bagi dosen dan perguruan tinggi di wilayah Cirebon di auditorium Unswagati.(mj)

 

Unswagati-Pajak1

Unswagati Perpanjang MoU Tax Center dengan Kanwil DJP Jabar II

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) melakukan penandatanganan perpanjangan kerjasama/MoU Tax Center Unswagati dengan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat II, Selasa (16/5). Kegiatan yang digelar di Auditorium Kampus I Unswagati ini bersamaan dengan Kuliah Umum yang diikuti ratusan mahasiwa dari seluruh fakultas yang ada di Unswagati.

Kepala Kanwil DJP Jabar II Drs Adjat Djatnika, MBA mengatakan bahwa memang semua orang tidak suka dengan pajak karena tidak bisa langsung ada kontraprestasinya. Namun demikian, pajak ini sebagai penopang untuk mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa.

djp-pajak

“Peran pajak sangat penting untuk menopang pembangunan berbagai infrastuktur yang ada di Indonesia. Demikian juga peran swasta yang berperan serta dalam membangun sarana dan prasarana semakin mendorong. Saya menyambut gembira acara ini, ini sangat bermanfaat bagi perpajakan di Indonesia. Tentunya bagi mahasiswa Unswagati yang lulus dengan bekal ilmu pajak yang tinggi maka tidak akan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP saat membuka kuliah umum dan penandatanganan MoU menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pencapaian visi dan misi Unswagati. Unswagati yang memiliki motto kampus ilmiah, mandiri dan religius tentu sangat mendorong kegiatan ilmiah termasuk kegiatan ini.

rektor pajak

“Tak Center Unswagati saat ini mampu memecahkan masalah di masyarakat. Termasuk menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan lembaga lainnya. Tentunya, aspek edukasi kepada masyarakat melalui Tax Center sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Melalui acara ini merupakan sebuah kerjasama yang sangat baik untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam membayar pajak. Karena kita warga negara wajib membayar pajak untuk meningkatkan pembangunan,” papar rektor.

Ditambahkan rektor bahwa sosialisasi oleh Dirjen Pajak cukup bagus melalui berbagai media dengan menyentuh masyarakat. Dengan lebih banyak dengan ajakan agar masyarakat berkontribusi dalam pembayar pajak yang dengan sendirinya juga peduli dengan pembangunan.

Saat penandatanganan oleh Kepala Kanwil  DJP Jabar II Drs Adjat Djatnika, MBA dan Rektor Unswagati Prof Dr H Richanda Wiradinata MP, disaksikan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama H Nasir Asman Drs MM, Dekan Fakultas Ekonomi Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak MM CA, Kepala Kantor Pajak Pratama Cirebon. Tampak hadir sejumlah pimpinan lembaga dari universitas, para dekan/wakil dekan di lingkungan Unswagati. Pada kesempatan itu juga diberikan bantuan 1 unit komputer untuk Tax Center Unswagati dari pihaj DJP Jabar II.(mj)