Seminar IKU1

Teladani Semangat Kartini, IKU Unswagati Gelar Seminar Perempuan

 

CIREBON-Menyambut Hari Kartini Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) menggelar Seminar Perempuan, Jumat (28/4) di Aula Kampus 1 Unswagati. Seminar dengan tema “Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Melalui Semangat Kartini” ini menghadirkan narasumber Hj Atalia Ridwan Kamil, yang merupakan Ketua TP PKK Kota Bandung.

Ketua IKU Hj Riseu Ika Gartika Djohan menyampaikan bahwa IKU setiap tahu menggelar berbagai kegiatan pada setiap momen Hari Kartini. Pada tahun ini, kata istri rektor Unswagati ini, sengaja menggelar seminar untuk memberikan wawasan baru bagi anggota IKU dan seluruh peserta ibu-ibu keluarga besar Unswagati.

Seminar IKU2

“Kami para istri dosen dan karyawan di lingkungan Unswagati ini ingin berkontribusi dalam pengembangan Unswagati, diantaranya dengan wadah IKU. Selain seminar, kami juga banyak menggelar kegiatan sosial untuk meningkatikan peran serta Unswagati di masyarakat. Dengan semangat Kartini diharapkan akan mampu mendorong peningkatan kualitas peran perempuan dalam kehidupan dengan tidak melupakan kodratnya sebagai ibu,” katanya.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan apresiasinya atas partisipasi IKU yang menggelar kegiatan seminar. Menurut Djohan—panggilan akrab Rektor Unswagati—memaknai Hari Kartini ini adalah momentum bagi kaum wanita yang dirintis ibu kita Kartini. Jadi, selain momen kesetaraan jender, antara laki-laki dan wanita semoga dengan seminar ini dapat memberikan manfaat kepada para peserta dari keluarga besar Unswagati.

Seminar IKU3

“Diharapkan dengan kegiatan ini juga bisa menumbuhkan nasionalisme bagi para wanita. Karena dalam perjuangan kemerdekaan pun peran wanita begitu besar dalam membantu para pejuang. Dan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam peningkatan kualitas hidup wanita kedepan juga harus ditingkatkan. Terbukti di Unswagati pun ada beberapa professor perempuan seperti Prof Ida Rosnidah dan Prof Mientarsih,” jelasnya.

Sementara dalam sesi paparan yang dimoderatori Ny Ima Robia, M.Pd , Hj Atalia Ridwan Kamil memaparkan kondisi terkini tentang isu-isu perempuan baik dalam kehidupan sosial maupun sektor lainnya juga tentang potensi-potensi perempuan dalam kehidupan.

“Perempuan memiliki banyak keleibihan yang tidak dimiliki laki-laki, yakni ia adalah seorang yang multi tasking, dapat melakukan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Dan saat ini coba sebutkan sector apa yang tidak dimasuki perempuan? Hampir semuanya sudah. Namun tetap perannya sebagai seorang ibu harus dimaksimalkan meskipun ia berpendidikan tinggi S2 atau S3 sekalipun,” paparnya.

Seminar IKU4

Dalam pembukaan seminar tampak hadir Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Prof Dr H Suherli Kusmana, M.Pd, para wakil rektor, para dekan dan direktur Pascasarjana serta pimpinan di lingkungan Unswagati Cirebon. Peserta yang hadir selain keluarga besar IKU juga para mahasiswi dan undangan lainnya.(mj)

 

 

OK1

Unswagati Digandeng Telkomsel dan Gramedia Gelar Simulasi SBMPTN

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digandeng Loop Telkomsel dan Gramedia dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar serentak di 44 kota di Indonesia, Sabtu (22/4). Simulasi Tryout SBMPTN tersebut, digelar dalam wakti bersamaan pada pukul 07.00 WIB.

Menurut Kepala Biro Kerjasama dan Humas Siti Khumayah SE SH MSi, simulasi SBMPTN di Unswagati ini selain diikuti pelajar kelas XII SMA/SMK juga yang duduk di kelas XI dari SMA/MA dan SMK di wilayah Cirebon. “Simulasi Try Out ini untuk menjajal kemampuan siswa dalam mengerjakan soal SBMPTN. Jadi simulasi ini untuk mendukung pelajar SMA/SMK dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN sesungguhnya,” katanya.

ok2

Dijelaskan Maya–panggilan akrabnya–Try Out ini sangat penting karena SBMPTN masih menjadi momok yang cukup menyeramkan untuk sebagian pelajar. “Dengan simulasi try out semoga lebih memberikan persiapan, karena cukup banyak perbedaan yang dirasakan untuk UN tahun ini dibanding UN tahun sebelumnya. Dari namanya saja sudah berbeda, kini tak ada lagi UN atau Ujian Nasional, berganti menjadi UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer,” paparnya.

Ditambahkan Maya, bagi siswa dari wilayah III Cirebon yang tidak lulus SBMPTN silakan untuk memilih Unswagati yang saat ini sudah memiliki akreditasi institusi perguruan tinggi B, memiliki sertifikat ISO 9001: 2008. “di Unswagati ada 7 fakultas, FH, FE, FKIP, FISIP, Faperta, FT dan Fakultas Kedokteran. Seluruh prodi di Unswagati hampir seluruhnya sudah terakreditasi B. Jadi secara kualitas Insyaallah Unswagati tidak kalah dengan PTN-PTN favorit,” pungkasnya.(*)

 

ok wisuda1

Prof Intan Ahmad: Optimis Unswagati Kedepan Bisa Raih Akreditasi A

**Rektor dan Ketua Yayasan Unswagati Komitmen dengan Penegerian

CIREBON-Pelaksanaan wisuda bagi 697 lulusan sarjana, magister dan profesi dokter di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Sabtu (15/4) terasa istimewa. Selain dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof Intah Ahmad, PhD juga Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten yang baru,  Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. Pada wisuda kali ini dari 697 wisudawan sarjana sebanyak 624 lulusan, magister 45 dan profesi dokter 28 lulusan. Pelaksanaan wisuda dibagi dalam dua seesi. Pertama, 348 lulusan dan sesi kedua 349 lulusan.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dalam sambutannya menyampaikan, wisuda sebagai momentum meningkatkan komitmen dan dedikasi segenap sivitas akademika Unswagati dalam mewujudkan mimpi Unswagati menggapai visinya sebagai perguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global dan berkontribusi bagi daya saing bangsa yang bermartabat.

wosuda ok3

“Sebagai tanggungjawab penataan kualitas dalam menatakelola Unswagati pada 24 Nopember 2016 lalu, Unswagati telah berhasil meraih dan menerima Sertifi ikat Akreditasi Institusi dengan peringkat B. Hasil ini sangat membanggakan karena masih sedikit perguruan tinggi swasta di Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten, dari 480 PTS baru satu yang terakreditasi A dan 10 terakreditasi B dimana di dalamnya termasuk Unswagati, sebagian kecil lainnya terakteditasi C dan sebagian besar belum terakreditasi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Unswagati sudah menerapkan standar ISO 9001: 2008 dan akan segera diupgrade ke ISO 9001:2015,” paparnya.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—saat ini sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di dalam negeri dan luar negeri. Unswagati juga mendorong pemberian bantuan beasiswa bagi dosen dan meningkatkan jabatan fungsionalnya. Saat ini Unswagati memiliki 38 Doktor dan 48 calon doktor yang masih menjalani studi baik di dalam dan luar negeri. “Mudah-mudahan berbagai upaya ini berdampak positif pada peningkatan kualitas lulusan sarjana dan magister di Unswagati. Predikat sarjana dan magister diharapkan melekat pula dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan tanggungjawab yang merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahn sosial di masyarakat,” paparnya.

Sementara Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof Intan Ahmad PhD optimis Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) akan terus meningkatkan kualitasnya. “Dengan raihan Unswagati yang saat ini sudah B sebagai standar mutu itu sangat baik, secara nasional baru 50 yang akreditasi A. Saya punya keyakinan Unswagati kedepan akan meraih akreditasi A dengan melihat segala peningkatan yag dilakukan. Bahkan kedepan akreditasi internasional sangat diperlukan dan itu semua harus ada dukungan dari semua, termasuk mahasiswa tentunya,” ujarnya.

Dijelaskan Prof Intan bahwa keberadaan pendidikan tinggi sangat bermakna, pada 2012 posisi ekonomi Indonesia nomor 16, diperkirakan 2030 akan nomor 7 dunia. Artinya kedepan Indonesia bisa menjadi anggota G19, belum lagi bonus demografi, jadi harus ada lulusan-lulusan yang profesional sehingga mampu mengisi ruang-ruang yang ada. “Banyak sekali potensi Indonesia, maka kita juga harus mengetahui posisinya ada dimana. Harapan besar pada lulusan yang baru sekarang, kedepan persaingan sangat ketat. Pendidikan Tinggi saat ini sudah berbeda dengan dulu, saat ini pendidikan tinggi baik mahasiswa maupun dosen melakukan penelitian yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

wisuda ok4

Sementara terkait alih status Unswagati menjadi perguruan tinggi negeri (PTN)  Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dan Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Dadang Sukandar Kasidin tetap berkomitmen. Ketua YPSGJ H Dadang Sukandar Kasidin mengatakan bahwa pihak Pemkot Cirebon menyampaikan akan membantu proses pengadaan lahan agar jangan sampai keluar dari Kota Cirebon.  Tidak hanya pemkot, sambung H Dadang, pihak Pemprov Jabar juga demikian sebagaimana Wagub Jabar H Deddy Mizwar yang datang ke Unswagati, Komisi X DPR RI dan Menteri Riset Teknologi dan Dikti (Menristekdikti) melalui Dirjen Belmawa Prof Intan Ahmad PhD juga menyampaikan dukungannya.

“Kami selaku Yayasan Unswagati tetap berkomitmen terkait dengan proses penegerian Unswagati. Sambil menunggu moratorium hingga 2019 mendatang kami akan gandeng pihak-pihak terkait, baik Pemkot Cirebon, Pemprov Jabar, Dikti dan semua pihak agar apa yang menjadi harapan masyarakat di wilayah Cirebon akan benar-benar dapat terwujud. Tentu kita semua mengharapkan ridho dari Allah SWT, sedangkan kita semua hanya mengusahakan agar dapat terwujud,” pungkas H Dadang diamini Rektor Prof Djohan.

Pada wisuda kali ini, atas nama pimpinan universitas rektor menyampaikan terimakasih kepada para orangtua yang telah menghantarkan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di Unswagati serta kepada para profesor, para dosen dan staf di lingkungan Unswagati. Pada wisuda XLVII wisudawan yang mencapai IPK tertinggi Titin Nurkhotimah, SP dari Program Studi Pendidikan Agroteknologi Fakultas Pertanian dengan IPK  3,77 yusidium: Dengan Pujian, Program Magister Maryuliana, MP dari Prodi Agronomi IPK 3,76 yudisium: Dengan Pujian.

ok wisuda2

Wisudawan dengan masa studi tercepat Program Sarjana 3 tahun 9 bulan 20 hari Moh Khory Alfarizi, SE dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Program Magister 1 tahun 5 bulan 4 hari  Eli Lili Surtini, M.Si dari Prodi Administrasi Publik.  Wisudawan termuda, Program Sarjana dengan usia 21 tahun 1 hari, Putri Diah Pertiwi S.Pd, dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP. Program Magister dengan usia 24 tahun 9 bulan Prabawati Nurhabibah M.Pd. Sementara wisudawan tertua program sarjana Iwan Ridwan ST dari Prodi Teknik Sipil dengan usia 37 tahun 10 bulan dan 17 hari, Magister dengan usia 59 tahun 6 bulan 24 hari atas nama Etty Rahmawati MH dari Prodi Ilmu Hukum.(mj)

 

wagub rektor

Deddy Mizwar:  Selama Proses PTN Unswagati Harus Berperan Sambut Cirebon Raya

CIREBON- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat H Deddy Mizwar melakukan kunjungan khusus ke Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Selasa (11/4). Tokoh yang juga actor dan sutradara kondang Indonesia itu siambut langsung Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP beserta para wakil rektor, para dekan serta pimpinan Unswagati lainnya.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan kondisi eksisting Unswagati sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di wilayah Jawa Barat bagian timur. Selain itu, disampaikan rektor mengenai Unswagati yang memiliki akreditasi institusi B dan meraih ISO 9001:2008, juga tentang proses alih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

b

“Kami tetap berkomitmen kepada masyarakat, sebagaiman dalam visi yang ada Unswagati menargetkan pada tahun 2035 dapat menjadi PTN. Saat ini masih moratorium oleh kemenristekdikti. Namun demikian proses pemenuhan persyaratan tetap dilakukan oleh Unswagati. Kehadiran Pak Wagub di Unswagati tentunya sangat menggembirakan bagi kami,” kata rektor.

Sementara itu Wagub Deddy Mizwar mengemukakan bahwa sesuai dengan rencana pengambangan kawasan di Jawa Barat akan dibuat tiga pusat kegiatan yakni, Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang dan Purwakarta),  Bandung Raya, ddan Cirebon Raya. “Kedepan aka nada perubahan kultur, maka bagaimana masyarakat dapat mengantisipasi itu perguruan tinggi, termasuk Unswagati  harus menangani dan mengambil peran dalam Cirebon Raya ini, jangan sampai masyarakat disini hanya sebagai penonton,” jelasnya.

IMG_3304

Wagub berharap, Unswagati kedepan harus kelihatan, sambil menunggu moratorium penegerian ini, tetap berperan mengantisipasi perubahan sosial dan budaya yang ada  di masyarakat. “Mudah-mudahan Unswagati tetap menjadi perguruan tinggi terdepan dan semakin berkembang di masa depan bersamaan dengan perkembangan Jawa Barat yang akan menjadi provinsi terdepan setelah Bandara Internasional, pelabuhan internasional dibangun,” pungkasnya.

Diagendakan, setelah ke Unswagati Wagub Deddy Mizwar menuju Ponpes An Ni’am di jl Khatib Ratu, Grenjeng Harjamukti Kota Cirebon, dan malam harinya menghadiri penutupan festival teater di Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang.(mj)

 

Jpeg

Gandeng IAI, Prodi Pendidikan Ekonomi Bekali Lulusan Kemampuan Akuntansi

CIREBON- Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) terus mendorong peningkatan kompetensi lulusan dengan memberikan kemampuan di bidang akuntansi. Seperti yang digelar pada Sabtu (8/4) prodi Pendidikan Ekonomi FKIP menggelar SeminarAkuntansi dan Uji Kompetensi dalam bidang akuntansi oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Barat.  Sebelum pelaksanaan juga dilakukan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama (Memorandum of Understanding) antara FKIP Unswagati dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Barat.

Kegiatan yang dibuka Plt Dekan FKIP H Endang Herawan Drs MM diikuti lebih dari 300 mahasiswa serta puluhan dosen di lingkungan Unswagati serta dihadiri Wakil Dekan II Hj Nurani Hartini, Dra M.Hum, Wakil Dekan III FKIP Ferry Ferdianto, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi Enceng yana, S.Pd., M.Pd,  Sekretaris Prodi Arie Indra Gunawan, S.Pd., MM serta para undangan lainnya.

Jpeg

Jpeg

Pada kesempata itu Ketua Panitia yang juga Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi Enceng Yana, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa seminar yang mengangkat tema tentang Standar Akuntansi Keuangan Ekonomi Mikro dan Kecil Menengah untuk memberikan wawasan bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP. “Ini sudah menjadi agenda rutin bagi lulusan kami harus memiliki SKPI (Sertifikat Keahlian Pendamping Ijazah) berupa Uji Kompetensi Akuntansi dari IAI Jawa Barat,” kata Enceng.

Dijelaskannya bahwa pada seminar tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat 4 dan mahasiswa tingkat 3 yang sangat antusias mengikuti  meskipun hanya ditawarkan. “Lulusan Prodi Pendidikan Ekonomi selain mereka disiapkan sebagai guru ekonomi maupun guru akuntansi mereka juga dibekali keahlian di bidang akuntansi,” jelasnya.

Jpeg

Jpeg

Sementara Plt Dekan FKIP H Endang herawan menyambut baik kegiatan Seminar Akuntansi yang digelar Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP ini. “Melihat kondisi eksisting lulusan Prodi Pendidikan Ekonomi dimana selain melahirkan guru professional ternyata tak sedikit juga yang bekerja di sector keuangan khususnya perbankan. Dengan adanya seminar ini serta Uji Kompetensi tentunya akan semakin meningkatkan literasi tentang keuangan dan akuntansi sebagai salah satu kompetensi lulusan,” paparnya.

Seminar diisi oleh Ketua IAI Jawa Barat Edi Jaenudin, SE, Ak., M.Si. CA yang pada seminar tersebut sangat menarik menyampaikan materinya berinteraksi dengan peserta. Selain dijelaskan mengenai daya saing lulusan dalam bidang akuntansi juga dipaparkan standar akuntansi untuk Ekonomi Mikro dan Kecil Menengah (EMKM) bagi peserta.  Setelah seminar dilanjutkan dengan Uji Kompetensi yang dilaksanakan selama 2 hari hingga Minggu (9/4)  dan sepekan kemudian hasil Ujikom tersebut akan disampaikan IAI Jabar kepada Prodi Pendidikan Ekonomi.(mj)

Jpeg

Jpeg

 

bahasa inggris2

Prodi Bahasa Inggris Workshop With Peace Corps USA

CIREBON-Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar “Workshop of Language Teaching and Learning with Peace Corps USA” Sabtu (8/4). Kegiatan yang digelar di Kampus 3 Unswagati ini dilaksanakan pada Pukul 09.00-16.00 dengan dibagi 2 sesi yaitu sesi I pkl.09.00-12.00  dan sesi II pkl. 13.00-16.00.

Menurut Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Ratna Andhika Mahaputri, S.Pd., M.Hum kegiatan ini untuk memfasilitasi mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris di dalam kelas ketika mengajar, penggunaan metodologi dan strategi mengajar yang tepat.  “Jadi Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengajar Bahasa Inggris,” katanya.

bahasa inggris1

Dijelaskan Ratna didampingi Sekretaris Prodi henadriwanto, S.Pd., M.Pd bahwa kegiatan Workshop ini terselenggara berkat kerjama antara Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Peace Corps USA yang merupakan  sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Department of  State Amerika Serikat yang menyediakan berbagai kegiatan pelatihan dan pendidikan di berbagai Negara.

“Materi-materi dalam kegiatan Language Teaching and Learning ini antara lain, Classroom management and student behavior. Pada sesi ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan pengelolaan kelas dan perilaku siswa. Sesi ini juga akan menyajikan beberapa strategi dan ide kreatif yang bisa digunakan untuk menangani perilaku siswa dan mendorong partisipasi aktif mereka selama proses pembelajaran berlangsung,” jelasnya.

Selain itu, sambung Ratna, Interactive learning activities yang bertujuan membekali peserta dengan kemampuan untuk merancang dan menjalankan aktifitas pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif sehingga menarik dan mendorong partisipasi aktif semua siswa; dan Lesson design untuk membekali peserta dengan kemampuan untuk mendesain sebuah rencana pembelajaran yang kreatif, menarik, dan komunikatif melalui format yang runut dan sederhana. “Teaching media juga diberikan untuk membekali peserta dengan kemampuan untuk membuat dan menggunakan berbagai media yang relevan dengan pembelajaran,” pungkasnya.(mj)

BIPA

Seminar Internasional BIPA Unswagati Diikuti Peserta dari 7 Negara

CIREBON– Seminar Internasional Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang digelar Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP dan Prodi Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Jumat (7/4) berlangsung semarak. Kegiatan yang digelat di Auditorium Kampus I Unswagati itu diikuti ratusan peserta yang diantaranya berasal dari 7 negara. Mereka diantaranya dari tuan rumah Indonesia, Rusia, Madagaskar, Vietnam, Nigeria, Polandia, dan Timor Leste.

Menghadirkan 3 narasumber yakni Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd (UPI/Indonesia), Marina Vladimir Flovora Ph.d (Higher Education Specialist From Lomonosov Moscow State University Institute Of Pratical Oriental Studies, Rusia), dan Wang Qun, M.Pd (Head of Indonesia Language and Literature Departemen Xi’an International Studies University, Vietnam). Dihadiri Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, para pimpinan Unswagati, Plt Dekan FKIP Drs H Endang herawan MM, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Mira Nuryanti, M.Pd, para dosen dan undangan lainnya.

Dilaporkan Plt Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati H Endang Herawan Drs., MM  Seminar BIPA ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang materi dan metode pengajaran BIPA, mengimplementasikan hasil lokakarya dalam pengajaran BIPA dan membumikan Unswagati Khusunya khusunya Prodi Bahasa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unswagati ditataran lokal, Nasional dan Internasional. “Sebelumnya kegiatan seminar digelar di UPI Bandung, baru di Unswagati dan berlanjut ke  Jogja dan Solo. Kami juga mengajak kepada seluruh hadirin yang hadir, kepada para guru para siswa  untuk menjadikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unswagati menjadi salah satu pilihan terbaik untuk melanjutkan ke jenjang S1 dan S2,” ajak Endang yang menggantikan sementara tugas Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak M.Pd yang tengah ibadah umrah.

Bersamaan dengan Seminar Internasional tersebut, digelar juga Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai sarana uji mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia lisan dan tulisan yang telah dikembangkan oleh Badan Bahasa. Melalui UKBI, seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. “Prodi Diksatrasia FKIP akan meluluskan mahasiswa dan berhak mengikuti sidang skripsi jika minimal berada meraih nilai 578-640 UKBI. Peringkat ini menunjukkan bahwa peserta uji memiliki kemahiran yang tinggi dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis,” tegas Endang.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengapresiasi dan menyambut baik Seminar Internasional ini sebagai even kegiatan akademis yang sangat strategis bagi Unswagati dan pengembangan Bahasa Indonesia di dunia. “Seminar BIPA Ini sangat luar biasa, ini menunjukan semakin lama BIPA semakin berkembang. Bagi Unswagati Cirebon ini menjadi kehormatan. Karena setelah digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kami menjadi tempat yang kedua,” katanya.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrab rektor—bahwa bahasa Indonesia saat ini banyak digunakan di negara-negara luar, bahkan mereka sudah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga setelah bahasa negaranya sendiri, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kegiatan yang dihadiri pemateri dari luar, dua pemateri lulus sebagai doktor bahasa Indonesia dan satunya lagi doktor bahasa Indonesia diselenggarakan di Rusia dalam konteks bahasa Asia-Afrika.
Ditambahkan Djohan, Unswagati diminta dan ditunjuk sebagai penyelenggara seminar internasional. Seminar ini juga, katanya, akan diadakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang bekerjasama dengan kementerian.  “Unswagati Cirebon sangat konsen mengembangkan BIPA. Salah satu buktinya, Unswagati telah memiliki Lembaga Bahasa Unswagati (LBU) yang akan melakukan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan Bahasa Indonesia dengan  Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

bipa narsum

Salah satu pembicara seminar, Nuny Sulistiany Idris membeberkan, bahasa Indonesia itu bukan hanya diminati dan dipelajari dosen atau intelektual saja, akan tetapi para pelajar pun turut serta mempelajari bahasa Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan pemerintah Rusia dengan Indonesia melakukan kerjasama pertukaran pelajar dengan nama Youth Ambasador (Duta Besar Muda), termasuk negara Australia pun melakukan kerjasama dengan pertukaran guru.
“Kalau ingin mengajar bahasa Indonesia di luar negeri, googling saja dilaman Kemendikbud Sekolah Indonesia Moskow (SIM), tetapi ketika diluar selain harus menguasai bahasa, tentu harus juga dibekali wawasan kebangsaan,” tutupnya.

Sementara Marina Vladimir Flovora dan Wang Qun pada kesempatan itu menyampaikan bagaimana perkembangan Bahasa Indonesia disana. Dia juga mengungkapkan berkaitan dengan kualifikasi pengajar Bahasa Indonesia, mulai dari lulusan magister hingga doktor. “Di Rusia untuk pengajar Bahasa Indonesia di Universitas itu lulusan magister hingga doctor. Karena masih sedikit lulusan magister banyaknya, kedepan lulusan doktor,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan Wang Qun bahwa kualifikasi pendidikan pengajar di perguruan tinggi minimal magister. (mj)

a

Rian dan Panji, Mahasiswa FE Unswagati Juara 2 dan 3 Lomba Pasar Modal Jawa Barat

CIREBON-Tim Galeri Investasi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon berhasil menyabet juara 2 dan 3 dalam ajang Game Investasi Pasar Modal yang diadakan oleh OJK Bandung, Kamis (30/3). Kompetisi yang diikuti oleh 165 peserta dari 30 perguruan tinggi yang ada di wilayah Jawa Barat. Tim yang dibina oleh Dosen FE Moh Yudi Mahadianto SE MM ini memboyong penghargaan di Game Investasi Pasar Modal sehari sebelumnya juga berhasil dengan gemilang meraih Juara I se Wilayah 3 Cirebon yang diadakan di Kampus Unswagati..
“Alhamdulillah berkat doa semuanya Tim Geleri Unswagati Fakultas Ekonomi Juara 2,Rian Herdiana Prodi Manajemen Tingkat 4 dan Juara 3 Panji Subagro Prodi Akuntansi Tingkat 2. Salah satu dari mereka mewakili Jawa Barat untuk kompetisi Nasional di OJK tanggal 10 Agustus 2017 mendatang di Jakarta,” katanya.
Atas prestasi tersebut, selaku pembina Yudi menrasa bersyukur. Baginya hal itu sangat membanggakandan siap berkompetisi di jenjang Nasional, “Ini merupakan bentuk nilai lebih bagi Mahasiswa Unswagati sehingga bisa mengharumkan nama Perguruan Tinggi di wilayah Cirebon khususnya Universitas Swadaya Gunung Jati,” jelasnya.

juara juga
Sebelumnya saat digelar di Aula Unswagati di Jalan Pemuda, mahasiswa yang tergabung dalam Galeri Investasi memanangkan kompetisi Stocklab Game tingkat mahasiswa Wilayah 3 Cirebon. Galeri Investasi Unswagati berhasil menyabet Juara 1, disusul oleh Uniku yang menempati juara 2, dan STIE Al Islah sebagai juara 3.
Pada kesempatan itu dihadiri oleh 10 perguruan tinggi dengan jumlah peserta 50 orang dan berjalan meriah dan penuh antusias para peserta dan pendukung masing-masing perwakilan.Kompetisi Stocklab Game ini diadakah atas kerjasama OJK dan Unswagati tepatnya Fakultas Ekonomi.(mj)

Sultan sepuh

Sultan Arief:  Dosen dan Karyawan Harus Bersama-sama Majukan Unswagati 

CIREBON – Pembinaan kelembagaan kepada seluruh dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menyusul program 100 hari pengurus Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) digelar di Auditorium Kampus I Unswagati, Sabtu (1/4). Dihadiri oleh Pembina YPSGJ PRA Arief Natadiningrat SE, Wakil Ketua YPSGJ Prof Dr H Suherli M.Pd, Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata, MP para dekan, para kepala badan dan satuan di Unswagati dan lebih dari 500 pegawai  dari dosen dan karyawan.

Pada kesempatan itu, Pembina YPSGJ Pra Arief Natadiningrat SE menyampaikan terimakasih kepada seluruh pegawai, para dosen dan karyawan di lingkungan Unswagati yang selama ini telah mengabdikan diri untuk memajukan Unswagati.  “Unswagati ini bukan milik pribadi-pribadi, bukan pembina, pengurus yayasan, rektor dan lain-lain melainkan milik kita semua. Jangan ada kelompok-kelompok, karena suku ataupun lainnya. Semua harus kompak bersama-sama memajukan Unswagati,” pungkasnya.

pegawai

Sementara Wakil Ketua  YPSGJ Prof Dr Suherli Kusmana, M.Pd menyampaikan pesan dari Ketua YPSGJ H. Sukandar yang mendadak ada tugas penting ke Singapura.  Disampaikan Prof Suherli, agar seluruh karyawan menunjukkan kekompakan dan kebersamaan, menjunjung tinggi akhlakul karimah, dan seluruh pegawai agar taat dan patuh kepada kebijakan Rektor Unswagati selaku pelaksana seluruh kebijakan yayasan. “Sekarang ini sudah tegas mana antara kewenangan yayasan mana kewenangan universitas. Silakan universitas mengembangkan dirinya,” pungkasnya.

Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata MP menyampaikan terimakasih kepada Pembina Yayasan YPSGJ Sultan Sepuh PRA Natadiningrat SE yang telah memberikan begitu banyak pesan yang substansial bagi pengembangan kemajuan  Unswagati kedepan. “Kemana Unswagati menuju? Yang disampaikan Pak Sultan itu menjadi target dan cita-cita kita, tentunya meskipun Unswagati saat ini sudah terakreditasi B untuk institusi perguruan tinggi, ISO 9001: 2008 dan lain-lain kita tetap tidak boleh puas diri. Mari bersama-sama menjalankan peran dengan melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai dosen dan karyawan Unswagati,” pungkasnya.(mj)

sultan foto bersama