qpbc6

53 Dosen DPL KKN Pelatihan Posdaya di Damandiri

CIREBON-Sebanyak53 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)Cirebon tahun akademik 2015/2016 mengikuti Pelatihan Pos Pemberdayaan Keluarga(Posdaya) di Yayasan Damandiri, Jakarta, Minggu-Rabu (14-17).  Dalam pelatihan tersebut, selain dariUnswagati juga diikuti sekitar 40 orang peserta dari sejumlah perguruan tinggidi Jawa Timur.

Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unswagati, JimmyHassoloan, Drs., MM.  mengatakan bahwasemula, LPM mengundang Yayasan Damandiri yang selama ini memberikan dukungandalam pelaksanaan KKN Posdaya, namun pihak Damandiri yang mengundang seluruhDPL untuk mendapatkan pelatihan. Unswagati yang sekali KKN mengerahkan lebihdari 1.000 mahasiswa tentunya turut mendorong percepatan pembentukan Posdayadan pemberdayaan masyarakat.

Di Yayasan Damandirisaat ini sudah  angkatan ke-107, danUnswagati sendiri ini sudah beberapa angkatan yang mendapatkan pelatihantentang Posdaya. Posdaya ini merupakan sebuah gagasan brilian yang dapatmendorong semangat gotong royong di masyarakat karena dengan konsep ini seluruhentitas yang potensial di masyarakat dapat berhimpun dan bekerjasama, kata Jimmydidampingi Sekretarisnya Teguh Pranowo SE MM dan Kepala BIdang LPM Deden SP MP.

Pada pelatihan tersebut, diisi langsung oleh Ketua YayasanDamandiri Prof Dr Haryono Suyono, Deputinya Faozan Alfikri, SH, M.Km  serta beberapa praktisi Posdaya rujukannasional. Dijelaskan Haryono bahwa Posdaya ini adalah lingkaran besar yangdidalamnya terdiri dari lingkaran-lingkaran kecil seperti Posyandu, BinaKeluarga Balita (BKB), PKK, PAUD dan lain-lain.

Selama ini masing-masing jalan sendiri-sendiri. Nah melaluiPosdaya ini diupayakan bagaimana dari potensi yang ada itu menjadi sebuahkekuatan yang akan mendorong pemberdayaan masyarakat. Kami juga memfasilitasiprogram tabungan masyarakat pundi sejahtera atau Tabur Puja. Termasuk memfasilitasipinjaman modal untuk kredit mikro dengan agunannya tanggung renteng dariseluruh anggotanya, ujar Prof Haryono.

Pada KKN semester ganjil ini, lebih dari 1.000 mahasiswa KKNdisebar di wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka.Mereka akan dilepas pertengahan Februari ini dan berakhir pada bulan Maret.Pada setiap kelompok yang terdiri sekitar 20 mahasiswa, diharapkan akan dapatmembentuk satu Posdaya dan turut mengembangkan program OVOP atau One Village One Product (Satu Desa Satu Produk)yang menjadi unggulan.(mj)

 

qn84y

1.217 Mahasiswa KKN Dilepas Rektor Unswagati

CIREBON-Sebanyak 1.217 mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dilepas oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Selasa (23/2). Dalam pelepasan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Asep Djajuli, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr H Haryono Suyono, Pimpinan Bakorwil Cirebon, perwakilan Bupati Cirebon, Kuningan dan Majalengka dan Perwakilan Kota Cirebon, para wakil rector, kepala lembaga, badan dan satuan di lingkungan Unswagati.

Dalam pelepasan tersebut Rektor Unswagati Prof Djohan menjelaskan bahwa kegiatan KKN Tematik Posdaya dengan kembali mengangkat tema One Village One Product ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jika sebelumnya mengutamakan pembelajaran, saat ini, yang harus dilakukan adalah penelitian dahulu baru pembelajaran.

“Melalui KKN ini diharapkan akan semakin mendorong pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat bagi masyarakat. JIka sebelumnya sudah dilakukan saat ini tinggal pengembangannya, apakah dalam modernisasi kemasannya ataupun marketingnya. Sehingga produk tersebut akan mampu bersaing di pasaran dengan segala keunggulannya, ujar Prof Djohan.

Sementara Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono menyampaikan bahwa mahasiswa yang akan KKN hendaknya selalu bekerja dalam sebuah tim, menjaga nama baik universitas dan permisi kepada aparat desa setempat dan tokoh masyarakatnya. “Jadi keberadaan para mahasiswa yang KKN akan benar-benar diinginkan oleh masyarakat. Jangan heran ketika anda akan meninggalkan lokasi KKN akan berat dilepas oleh penduduk setempat,” jelasnya.

Ditambahkan Prof Haryono, bahwa perlunya kemandirian ekonomi masyarakat desa dan itu harus didorong oleh kalangan akademisi. Sehingga keberadaan mahasiswa dalam KKN ini sangat diperlukan. Pada kesempatan itu, juga disematkan atribut KKN kepada perwakilan mahasiswa dari perwakilan fakultas dan penyerahan berkas mahasiswa KKN kepada Camat di wilayah KKN dari Rektor Unswagati, Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP.(mj)

 

vnpzs

Sertifikat Pendidik Bagi Guru di Kota/Kab Cirebon dan Indramayu Dibagikan di Unswagati

CIREBON-Selamat kepada 654 guru di Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu yang mendapatSetifikat Pendidik  Bagi Sertifikasi Gurudalam Jabatan Kuota tahun 2015. Sesuai dengan keputusan Panitia Sertifikasiuntuk Rayon 110 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan UniversitasSwadaya Gunung Jati (Unswagati) sebagai LPTK Mitra ditunjuk untuk membagikansertifikat tersebut, dan akan digelar Kamis (3/3) di Kampus I Unswagati, JlPemuda 32 Cirebon.

Panitia Penyerahan Sertifikat Pendidikdi Unswagati, Jumat (26/2) menggelar rapat persiapan di kampus. Dalam rapatyang dipimpin oleh Wakil Ketua Panitia Dr I Robia Khaerudin, M.Pd dan didampingiSekretaris H Endang Herawan, MM menyampaikan bahwa untuk penyerahan sertifikat diRayon 110 bagi guru di wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Indramayudipercayakan kepada Unswagati.

Tentunya, kami yang  mendapatkan amanah untuk menyerahkan SertfikatPendidik bagi guru ini mendapat kehormatan dan ini sudah beberapa kali. Kamipanitia akan menyambut para guru professional yang akan mengambil sertifikatnyadi kampus I. Mengingat urgennya sertifikat ini, tentu bagi guru yangbersangkutan agar dapat mengagendakan khusus dalam rangka pengambilansertifikat ini, kata Dr Robia.

SementaraRektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP yang ditemui terpisahmenyampaikan bahwa sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidikkepada guru yang telah memenuhi persyaratan dan ini memiliki tujuan. Pertama, menentukankelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, kedua, meningkatkanproses dan hasil pembelajaran, ketiga meningkatkan kesejahteraan guru, serta keempatmeningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yangbermutu.

Tentunyaguru yang sudah mendapatkan sertifikat jangan hanya bertambah tunjangannyasajanamun harus memiliki komitmen dan menunjukkan akuntabilitas kinerjanya yangdidasari nilai moral yang tinggi sesuai dengan standar kompetensi merekasebagai guru, pungkas guru besar Unswagati ini. (mj)

 

Foto: m joharudin/humasunswagati

PERSIAPAN.Panitia Penyerahan Sertifikat Pendidik bagi Guru di Kota/Kab Cirebon danIndramayu saat rapat di salah satu ruangan di Kampus I Unswagati Cirebon, Jumat(26/2)

 

69bpt

Rektor Unswagati: Proses Penegerian Unswagati Tetap Berjalan

CIREBON-Bagaimana nasib penegerian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang sudah ditempuh dalam beberapa tahun terakhir namun belum kunjung terealisasi? Hal itu terjawab saat Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP talkshow di studio Radar Cirebon Televisi, Senin (14/3) malam. Ditemani oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Alfandi, M.Si dan dipandu host Lintang Utami, pada sesi pertama Rektor Unswagati langsung ditodong mengenai perkembangan penegerian oleh host senior di RCTV tersebut.

Prof Djohan—panggilan akrab Rektor Unswagati, pada kesempatan itu menegaskan bahwa hingga saat ini Unswagati Cirebon masih tetap berjuang untuk dapat alih status sebagai perguruan tinggi negeri. Apalagi, itu sudah menjadi visi Unswagati dan sampai sekarang pun tetap bahwa Visi Unswagati menjadi peguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global dan berkontribusi terhadaop daya saing bangsa yang bermartabat

“Tidak ada perubahan sikap. Namun demikian sebagaimana diketahui bahwa yang menjadi kendala hingga kini hanya persoalan lahan yang masih belum terpenuhi sepenuhnya ditambahlagi dengan kebijakan moratorium oleh Pak Presiden Jokowi dimana tidak ada alih status PTS menjadi PTN sampai dengan tahun 2019. Namun demikian pihak Dirjen kelembagaan kemenristekdikti yang baru-baru ini berkomunikasi dengan kami meminta agar Unswagati agar memenuhi persyaratan yang kurang sambil menunggu moratorium,” pungkasnya.

Disampaikan Rektor Unswagati bahwa saat ini Unswagati secara standar pelayanan sudah mengacu dengan standar internasional. Saat ini, Unswagati sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008. Dengan adanya ISO tersebut, sambung Prof Djohan membuktikan bahwa Unswagati dalam manajemen pengelolaan universitas sudah sesuai standar ISO. “Ini sebagai wujud keseriusan seluruh jajaran di Unswagati dalam hal memberikan pelayanan kepada mahasiswa,” kata rektor.

Ditambahkan Wakil Rektor I BIdang Akademik Dr Alfandi bahwa saat ini Unswagati tengah membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun akademik 2015/2016. Pada tahun ini, ada Program Studi baru yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melengkapi 17 prodi lainnya yang hamper seluruhnya sudah terakreditasi B. “Silakan kepada masyarakat yang ingin menitipkan anak didiknya tidak perlu ragu, Unswagati menjaga kualitas lulusan dengan menjaga kualitas proses pembelajaran yang bermutu,” imbuhnya.(mj)

 

r8yfv

Rektor Monitoring KKN di Sindangwangi Majalengka

MAJALENGKA-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP mengapresiasi hasil karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Sindangwangi dan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, Rabu (16/3). Turut serta dalam monitoring tersebut, Wakil Rektor I Dr Alfandi, M.Si, Wakil Rektor IV H Nasir Asman, Drs MM, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)  Jimmy Hassoloan, Drs MM, Kepala BPA Dr I Robia Khaerudin, Kepala BPM Amanan Drs M.Si dan jajaran structural lainnya.

Pada kesempatan itu, Prof Djohan—panggilan akrab rector Unswagati—menyampaikan bahwa KKN Posdaya ini merupakan bentuk kuliah kerja nyata mahasiswa dalam menerapkan, pengetahuan, dan skill (keterampilan) mahasiswa di masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan keluarga. “Ini sangat menunjang sesuai dengan tema yang diangkat yakni pemebrdayaan potensi pedesaan melalui posdaya untuk mencapai identitas one village one product atau OVOP,” katanya.

Sementara Ketua LPM Jimmy Hassoloan mengungkapkan melalui KKN tematik Posdaya ini, mahasiswa KKN didorong untuk mendorong pembentukan Posdaya di seluruh lokasi KKN dengan harapan seluruh potensi yang ada di desa akan dapat bekerjasama dalam terwujudnya pemberdayaan. Sehingga, sambung Jimmy upaya yang dilakukan mahasiswa ini akan mendorong peningkatan kualitas ekonomi masyarakat dengan membuat produk-produkinovatif dan lainnya.

Puluhan mahasiswa dari perwakilan beberapa desa di Sindangwangi beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan pihak Kecamatan tampak hadir dalam monitoring tersebut. Dipamerkan juga beberapa produk dari KKN di Desa Ujung Berung, Sindangwangi, Leuwilaja, Balagedog, Bantar Agung, Buah Kapas, Jeruk Leueut, Lengkong Kulon, lengkong Wetan dan Padaherang seperti Piasang Cavendis, Jambon atau Hamur Abon, Dodol Duren dan produk-produk lainnya.

Sehari sebelumnya Wakil Rektor II H Acep Komara, Drs M.Si beserta Ketua LPM, JImmy Hassoloan Drs MM, Dekan FISIP Dr Mukarto Siswoyo, dan Dekan FE Prof Dr Hj Ida Rosnidah, SE Ak MM CA beserta tim LPM juga monitoring ke Kecamatan Pasawahan Kuningan. Disana mereka disambut antusias mahasiswa, DPL dan perwakilan kecamatan pasawahan.(mj)

4t3h9

Raih ISO 9001:2008, Unswagati Jamin Mutu Pelayanan dan Kualitas

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjadi perguruan tinggi pertama di Wilayah Cirebon yang meraih sertifikat ISO 9001: 2008 untuk penyedia Pendidikan Tinggi dan Layanan Akademik Sarjana dan Pascasarjana Termasuk Aktifitas Pendukung Tridharma. Penyerahan Sertifikat disampaikan langsung oleh Country Manager Transpacific Certifications Limited (TCL) Nolia Natalia dan Auditor TCL Risdiyanto kepada Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Senin (21/3) saat apel pagi di halaman kampus I Jl, Pemuda 32 Cirebon.

Usai apel pagi, digelar konferensi pers terkait raihan sertifikat ber-nomor 12054 tertanggal 17 Febaruari 2016 dengan mengundang sejumlah wartawan media massa cetak dan elektronik, di ruang rapat rektor. Menjawab beberapa pertanyaan wartawan terkait dengan pengembangan SDM dan keunggulan yang ada sehingga mendapat sertifikat ISO, Rektor menjelaskan bahwa seluruh aktivitas yang ada di Unswagati sudah memiliki SOP (Standard Operational Procedure) termasuk untuk SDM khususnya dosen terus ditingkatkan baik pendidikannya dengan menggenjot jumlah doktor,  juga meningkatkan jabatan fungsionalnya.

“Di saat perguruan tinggi lain termasuk negeri tengah sulit untuk peraihan jafung menjadi guru besar, ternyata Unswagati mampu membuktikan dengan melahirkan guru besar yakni Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE MM Ak CA. Dan saat ini Unswagati tinggal melakukan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), kami tidak ingin asal hanya memenuhi persyaratan saja akan tetapi harus sesuai dengan fakta yang ada. Jadi Unswagati memberikan jaminan mutu dan kualitas pelayanan,” kata Rektor.

Sementara Country Manager TCL, Nolia Natalia menyampaikan bahwa pihaknya melakukan analisis internal dan eksternal dan ternyata Unswagati memiliki semuanya dari tiga unsur Tridarma Perguruan Tinggi baik dari sisi pembelajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakatnya.  Ditambahkan Auditor ISO, Risdiyanto bahwa Unswagati juga sudah menggandeng potensi lokal dan Unswagati mengangkat budaya tradisional yang ada.

“Unswagati memiliki begitu banyak keunggulan tinggal bagaimana ekspos saja berbagai informasi di Unswagati ini ke lembaga-lembaga luar daerah sehingga akan meningkatkan mahasiswa dari luar daerah. Tidak hanya di wilayah III Cirebon,” ungkapnya.

Sementara Wakil Rektor IV H Nasir Asman, Drs MM menambahkan bahwa Unswagati serius dalam mengimplementasikan kegiatannya sesuai dengan visi dan misinya. Dengan adanya ISO ini akan meningkatkan trust(kepercayaan) dari masyarakat.  Sedngkan Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH menyampaikan bahwa aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dfan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sangat aktif dalam menggelar berbagai kegiatan setiap harinya. “Kedepan hal itu akan kami tembuskan kepada pihak terkait,” imbuhnya.(mj)

foto: m joharudin/humas unswagati
PENYERAHAN. Country Manager Transpacific Certifications Limited (TCL) Nolia Natalia menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008 kepada Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Senin (21/3) saat apel pagi di halaman kampus I Jl, Pemuda 32 Cirebon.

pqx2y

KKN di Desa Parungjaya, Gelar Kegiatan Kesehatan

MAJALENGKA-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon di Desa Parungjaya menggelar Program Kesehatan. Kegiatan yang digelar dengan Karang Taruna Desa Parungjaya ‘Dharma Bakti Jaya’ mengadakan Donor Darah, Cek Golongan Darah, Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis pada tanggal 19 Maret 2016.

Kegiatan ini didukung oleh PMI Majalengka, LPM Unswagati, praktisi kesehatan (dokter) dari Fakultas Kedokteran Unswagati, SMPN 3 Leuwimunding dan perangkat Desa Parungjaya serta mahasiswa KKN se-Wilayah Kecamatan Leuwimunding Kab. Majalengka yang ikut serta berpartisipasi dan menyukseskan program. Menurut Ketua Karang Taruna Alif Rusmana kegiatan ini merupakan salah satu program dari program Karang Taruna yang belum terealisasi.

Latar belakang kegiatan ini yaitu keadaan masyarakat Parungjaya yang cukup banyak mengalami masalah dalam kesehatan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kata dia, diharapkan masyarakat dapat memeriksa kesehatan dan berobat serta arahan untuk menjaga kesehatan sehingga masyarakat mengerti bagaimana pentingnya kesehatan, serta terbiasa menjaga pola hidup yang sehat.
Selain itu, Rizal Ibrahim Aji selaku ketua koordinator KKN-PKM Posdaya Unswagati Desa Parungjaya mengatakan kegiatan ini merupakan salah salah bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran yang mengaplikasikan ilmunya di bidang kesehatan. Kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat setempat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis.

“Pada kegiatan pengecekan golongan darah yang ditujukan kepada siswa-siswi SMPN 3 Leuwimunding bertujuan agar siswa mengetahui golongan darah mereka, sehingga suatu saat nanti ketika siswa tersebut dibutuhkan darahnya kepada orang yang membutuhkan dapat menyumbangkan darahnya atau dalam kepentingan lain bisa bermanfaat atas diketahuinya golongan darah mereka. Selain itu, harapan kegiatan donor darah yang diselenggarakan dapat membantu menambah persediaan pasokan darah bagi PMI khususnya PMI Majalengka,” jelasnya.

Dalam program yang diselenggarakan cukup memuaskan dengan jumlah akumulasi partisipan dan peserta dari beberapa program kesehatan, antara lain, Program Cek Golongan Darah yang ditujukan kepada siswa-siswi SMPN 3 Leuwimunding berjumlah 244 siswa, Program Donor Darah yang ditujukan kepada umum/public berjumlah 44 pendaftar namun yang masuk atau bisa mendonorkan darahnya berjumlah 38 Pendonor, Program Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis yang ditujukan kepada masyarakat Desa Parungjaya berjumlah 121 Orang.

Mewakili Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kabid Pengabdian Masyarakat Deden, SP., MP., menambahkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN dan Unswagati kepada masyarakat di Desa Parungjaya Majalengka. “Pada kegiatan ini diharapkan akan memberi wawasan kesehatan kepada masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatannya,” imbuhnya. (ddn)

 

n85z3

Lahan Parkir untuk Mahasiswa, Unswagati MoU dengan Primkopad Kodim 0614

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjalin kerjasama dengan Kodim 0614 Kota Cirebon dalam rangka penempatan parkir motor mahasiswa. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Wakil Rektor II Unswagati Drs H Acep Komara, Drs., SE., M.Si dengan Kepala Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) mewakili Kodim 0614, Kapten Armed Edi Prasetyo, saat apel Senin (28/3) dan disaksikan langsung Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP.

Rektor Unswagati menyampaikan sebenarnya kerjasama antara Unswagati dengan Kodim 0614 Kota Cirebon berlangsung sudah lama, namun baru sekarang dilakukan proses signing (penandatanganan). Bahkan, antara Unswagati dengan Korem 063 Sunan Gunung Jati, memiliki keterkaitan hubungan yang yang sejak lama, dulu Unswagati dalam masa revolusi sampai dengan adanya pemberlakuan UU Yayasan Unswagati turut dibesarkan oleh Korem 063 Sunan Gunung Jati.

“Nanti akan ada kerjasama kelembagaan antara Pak Dandim dan Rektor Unswagati. Saat ini diawali dengan kerjasama dalam bidang rea parker kendaraan dulu. Tentu ini hanya sebagai langkah awal, kedepan aka nada kerjasama lebih luas termasuk dalam program ketahanan pangan yang saat ini melibatkan TNI, Unswagati yang memiliki Fakultas Pertanian baik S1 maupun pascasarjana tentu sangat siap,” ujar guru besar FKIP tersebut.

Sementara Wakil Rektor II Unswagati H Acep Komara, Drs SE M.Si menambahkan setelah adanya MoU ini, nantinya seluruh parker kendaraan roda dua mahasiswa Unswagati akan menempati area lapangan voli Kodim 0614, serta lahan di kawasan Eks RM Nyi Iteung yang kini di bawah Primkopad. “Untuk area parker motor di Unswagati hanya di bagian samping kiri kampus. Di bagian depan hanya untuk parkir mobil. Hal ini untuk kerapian dan sesuai dengan standar ISO 9001: 2008,” pungkas kandidat doktor Akuntansi Undip ini.(mj)

Foto: m joharudin/humas unswagati

MOU PARKIR. Wakil Rektor II Unswagati Drs H Acep Komara, Drs., SE., M.Si dan Kepala Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) Kapten Armed Edi Prasetyo, saat apel Senin (28/3) disaksikan langsung Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP.

 

gsvd5

Rektor Unswagati-Dandim 0614 Kota Cirebon Tandatangani MoU

CIREBON-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon . Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP dan Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, S.A.P, M.Si menandatangani Memorandum of Understanding (MoU)/Nota Kesepahaman dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan, MoU digelar di Ruang Rapat Rektor Unswagati, Senin 28 Maret 2016.

Dalam kesepakatan tersebut, keduabelah pihak sepakat untuk mengadakan kerjasama yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Rektor Unswagati Cirebon Prof Dr Rochanda Wiradinata, dengan adanya Nota Kesepahaman ini untuk meningkatkan dan menerapkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi atas dasar kesejajaran derajat sebagai mitra kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan serta serta membina hubungan kelembagaan.

“Kerjasama ini dalam rangka melaksanakan kegiatan pendidikan dan penelitian serta memanfaatkan sumber daya yang ada pada masing-masing pihak untuk pengembangan kelembagaan dan/atau peningkatan proses pembelajaran serta pengendalian mutu keluaran perguruan tinggi. Sebenarnya kerjasama ini sudah berjalan lama, namun baru dilembagakan dalam bentuk MoU baru sekarang,“ ujar Prof Djohan—panggilan akrab rektor.

 Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, S.A.P, M.Si mengapresiasi adanya MoU antara pihaknya dengan Unswagati ini. Dirinya menyambut baik adanya kerjasama lembaganya dengan Unswagati. Apalagi sebelumnya Unswagati pun sudah bekerjasama dengan Korem 063/Sunan Gunung Jati.(mj)

foto: siti khumayah/humas unswagati

NASKAH MOU. Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata dan Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam, S.A.P, M.Si menunjukkan Naskah MoU usai penandatanganan.

 

d4f5p

Teliti Tradisi Kasepuhan, Kaprodi PGSD FKIP Raih Doktor

**Penelitian Tentang Studi Etnopedagogi Tradisi Keraton Kasepuhan

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosennya. Salah satu  dosen senior di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati,  Dr H Iin Wariin Basyari, M.Pd yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) , Selasa (5/4) berhasil meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan Sidang Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  Bandung.

Dr. Iin yang dalam disertasinya dengan judul “Transformasi Nilai Sosial Budaya dalam Kurikulum dan Pembelajaran IPS” tersebut  dalam penelitiannya melakukan Studi Etnopedagogi mengenai transformasi tradisi Keraton Kasepuhan Cirebon pada Pembelajaran IPS di SMP Kota Cirebon. Ayah beranak tiga yang sudah menjadi dosen di Unswagati sejak tahun 1984 itu mantap menjawab seluruh pertanyaan para guru besar.

Hadir dalam siding tersebut, Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata, MP., Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd, Wakil Rektor II H Acep Komara, Drs SE M.Si, Wakil Rektor  III Dudung Hidayat SH MH, Wakil Rektor IV H Nasir Asman, Drs MM, para Wakil Dekan FKIP, serta para dosen dan keluarga Dr Iin Wariin.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata menyampaikan selamat atas raihan gelar doktor H Iin Wariin Basyari. Dari segi kelimuan dan kepakaran, sambung rektor Dr Iin Wariin adalah sosok yang konsisten dalam pengembangan keilmuan. “Beliau merupakan salah satu kebanggaan Unswagati, teladan dalam kelimuan dan istiqomah dalam pengembangan kelimuannya,” katanya.

Sementara Dekan FKIP Unswagati Prof Dr H Abdul Rozak mengungkapkan bahwa FKIP Unswagati sejalan dengan misi Unswagati yang igin terus meningkatkan kualitas SDM. Saat ini, sambung Prof Abdul Rozak, di FKIP ada 22 yang sedang menempuh pendidikan doktor dan tahun ini juga ada lagi yang akan selesai. Tidak hanya itu, sambung dia, tahun ini juga akan ada 6 orang yang akan melanjutkan ke jenjang S3 tentunya ini  menjadi motivasi bagi para dosen junior untuk meningkatkan kualitas akademik.

“Dengan meningkatnya kualitas akademik maka kualitas pembelajaran di FKIP akan meningkat dan kualitas lulusan juga meningkat. Dengan peningkatan kualifikasi akademik ini kualitas pembelajaran di kelas juga berbeda yakni terdapat hal yang mutakhir sejalan dengan perkembangan dan pengembangan keilmuan. Kalau lulusan FKIP berkualitas maka akan melahirkan guru berkualitas dan pendidikan berkualitas maka akan menunjang pendidikan berkualitas yang pada akhirnya akan melahirkan bangsa yang berkualitas. FKIP sebagai LPTK yang terbesar akan terus memberi kontribusi. Semoga Pak Doktor Iin tidak berhenti berkiprah hingga pada jabatan akademik tertinggi,  guru besar,” pungkasnya.(mj)

Foto: dok/humas unswagati

SIDANG TERBUKA. Kaprodi PGSD FKIP Unswagati H Iin Wariin Basyari, saat sidang terbuka Disertasi di hadapan para guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) , Selasa (5/4) .