gxz22

Senin Lusa, Men-PAN Yuddy dan Refly Harun Isi Seminar Kebangsaan Unswagati

CIREBON- Sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan DiesNatalis ke-53 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Senin(28/12) lusa di Apita Hotel akan menggelar Seminar Kebangsaan dengan NarasumberMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Republik Indonesia (Menpan-RB) Prof Dr Yuddy Chisnandy,ME, Pakar Hukum Refy Harus Phd, dan Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik.

Menurut Ketua Panitia Seminar Dr H Mukarto Siswoo, M.Si,kegiatan Seminar Kebangsaan ini dalam rangka menyongsong Milad atau diesnataliske-53 Unswagati Cirebon. Seminar yang mengambil tema Revitalisasi NIlai-nilaiKebangsaan dalam Implementasi Demokrasi Keterwakilan untuk Membangun KarakterBangsa yang Bermartabat, ini terbuka untuk umum.

Silakan seminar ini gratis sebagai wujud komitmen kami dariUnswagati untuk masyarakat Cirebon. Semoga saja melalui seminar ini parastakeholder yang hadir akan mendapatkan wawasan kebangsaan yang memadai dandapat member solusi atas problematika yang ada dewasa ini, ujar H Mukartodidampingi humas Siti Khumayah SE SH M.Si.(mj)

 

f7v4y

Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Dies Natalis ke-53 Unswagati

CIREBONJalan sehat  sebagairangkaian Dies Natalis ke-53 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)Cirebon yang digelar Minggu 27 Desember 2015 diikuti oleh ribuan peserta yangdimulai dari Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan berakhir di area parkir timur StadionBima.

Dibuka oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata,MP, Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan, Lc melepas ribuan peserta yangdiawali grup hadrah dan tim sosialisasi PON ke-19 Jabar.

Acara dihadiri Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis, SH, parawakil rektor dan pimpinan Unswagati serta sejumlah bintang tamu . antara lain, Ateppemain Persib dan Yuki personil Pas Band yang ikut bersama rombongan GubernurJawa Barat di acara tersebut.

Para peserta Jalan Sehat Dies Natalis ke-53 Unswagatisemakin semangat karena Aher sapaan akrab Gubernur Jawa Barat menambahkanhadiah doorprize berupa tiket umroh bagi peserta yang beruntung selain hadiahdoorprize yang disediakan panitia.

Aher yang didampingi oleh Wali Kota Cirebon, RektorUnswagati, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP), dansejumlah unsur pimpinan DPRD dan Muspida disambut antusias oleh para peserta.

Rektor Unswagati, Rochanda Wiradinata, mengatakan sebagaisalah satu komponen masyarakat Jawa Barat, Unswagati sangat mendukung penuhpenyelenggaraan PON XIX dan PEPARNAS XV Jawa Barat.

Ia juga berterimakasih atas dukungan Gubernur Jawa Baratterhadap penyelenggaraan jalan sehat Unswagati dan sosialisasi PON XIX danPEPARNAS XV Jawa Barat ini.

Bapak Gubernur berharap Unswagati menjadi perguruan tinggiyang terdepan dan bermartabat di wilayah Cirebon maupun di Jawa Barat,ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aher mengingatkan tentang CaturSukses PON XIX Jabar, yakni Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, SuksesEkonomi, dan Sukses Administrasi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat, termasukCirebon, untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XIX dan PEPARNAS XV Tahun 2016Jawa Barat. Apalagi area Stadion Bima yang terletak di Cirebon terpilih menjadisalah satu venue dalam penyelenggaraan PON nanti.

Acara ditutup undian dengan hadiah utama satu unit mobilAyla yang diraih warga Tangerang, lalu ada sepeda motor, televisi, AC, sepedadan berbagai hadiah hiburan. (mj)

 

wgsyw

Seminar Nasional Kebangsaan Unswagati Disambut Antusias

CIREBON-Sebagaisalah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Swadaya Gunung Jati(Unswagati) Cirebon menggelar Seminar Nasional yang mengambil tema Revitalisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Implementasi Demokrasi Keterwakilan untuk Membangun Karakter Bangsa yang Bermartabat. DisampaikanKetua Panitia Seminar Nasional Dr.H.Mukarto Siswoyo, Drs.M.Si, bahwa pihaknya gelisah menyaksikan kondisi bangsa saatini seperti terjadinya berbagai kasus yang melibatkan lembaga Negara sehingga dirasa perlu digelar kegiatan tersebut.

SementaraRektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP mengapresiasi kegiatanseminar ini. Tujuan digelarnya Seminar Nasionaltersebut selain dalam rangka Dies Natalis Unswagati ke-53, juga sebagaisumbangsih dunia akademik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Semogamemberikan manfaat dan kemaslahatan dalam membangun karakter bangsa yangbermartabat, kata Rochanda dalam sambutannya serta disambut tepuk tangan ratusan peserta dengan antusias.

Seminarmenghadirkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,Prof.Dr.H. Yuddy Chrisnandi, ME sebagai Keynote Speaker serta menghadirkan narasumberlainnya yakni Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun,S.H.,M.H., LL.M dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik, S.P.

Ketua KPU Husni Kamil Manikmenyampaikan bahwa demokrasi di Indonesia saat ini terus berjalan sesuaiprosedur legislative dan eksekutif dipilih oleh rakyat. Namun masih ada upayaintervensi dari lembaga Negara seperti halnya pilkada serentak lalu, ada di beberapadaerah H-1 pengadilan tinggi membuat putusan yang menyatakan tidak mungkindigelar pilkada. Ini sebagai bukti masih adanya intervensi dari lembagayudikatif, ujarnya.

Sementara Refly Harun menyampaikankondisi kebangsaan saat ini yang masih begitu banyak persoalan. Apalagi,sambung dia, lembaga DPR, Polisi, Kejaksaan yang tidak dipercaya lagi olehmasyarakat namun masih memiliki kepercayaan kepada KPK. Karenanya, ia mengajakagar kedepan orang-orang yang terjun di dunia politik adalah orang yang sudahsettle ekonominya dan memiliki kapasitas. Nah di lembaga pendidikan tinggi inilahsemoga kedepan akan dapat membentuk politisi masa depan yang professional danandal, jelasnya.(mj)

 

77x9c

Proteksi Mahasiswa, Unswagati Kerjasama dengan PT JIwasraya

CIREBON-Untuk memberikan perlindungan berupa asuransi jiwakepada mahasiswanya, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjalinkerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penandatanganan perjanjiankerjasama oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP dan KepalaKantor Wilayah Jiwasraya Jawa Barat, Novi Rahmi digelar di Hotel Tryas Cirebon,Rabu (6/1).

Disaksikan para Wakil Rektor (WR) takni WR IV Bidang Huimasdan  Kerjasama H Nasir Asman, Drs MM, WRI, Dr Alfandi, M.Si , WR II H Acep Komara, Drs SE M.Si, WR III, Dudung HidayatSH MH, para Dekan dan Kepala Lembaga serta Satuan di lingkungan Unswagati. DariJiwasraya Cirebon disaksikan Pemimpin Cabangnya Wiwit A. Rasiadi, SE besertajajarannya.

Penandatanganan perjanjian kerjasama yang digelar usai makansiang tersebut berlangsung santai namun tetap berkesan dengan diawali paparansingkat tentang program Jiwasraya untuk para dosen dan karyawan oleh PemimpinCabang Jiwasraya Cirebon, Wiwit A. Rasiadi, SE.

Kepala Kantor Wilayah Jiwasraya Jawa Barat, Novi Rahmi usaipenandatanganan kerjasama menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasikerjasama yang selama ini sudah terbangun antara Jiwasraya dengan Unswagati.

Kami berharap kerjasama ini akan semakin intens dandiperluas tidak hanya proteksi asuransi jiwa para mahasiswanya saja, namununtuk dosen dan karyawan Unswagati kedepan dapat dipersiapkan tunjangan haritua serta pensiunnya, kata wanita kelahiran Palembang itu.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MPpada kesempatan itu menyampaikan bahwa Unswagati sebagai salah satu perguruantinggi swasta terbesar di Jawa Barat saat ini terus berupaya menjadi perguruantinggi yang bereputasi nasional dan berjejaring global.

Tentunya denganadanya kerjasama-kerjasama yang melibatkan semua lembaga menjadi tuntutankedepan, termasuk dengan Jiwasraya ini yang akan memberikan proteksi bagi mahasiswaUnswagati  sebagai wujud kepedulian dantanggungjawab kami sebagai lembaga pendidikan. Meskipun kami menginginkan agarmahasiswa kami tetap dalam keadaan baik sehat dan menjalankan  kegiatannya hingga selesai, jelasnya usai penandatanganan.(mj)

foto: m joharudin/humas unswagati

FOTO BERSAMA. Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP (keempat dari kanan) berfoto bersama Kepala Kanwil Jiwasraya Jawa Barat Dra Novi Rahmi, MM (kelimadari kanan) berfoto bersama pimpinan Unswagati dan Pimpinan Jiwasraya Cirebon, usai penandatanganan kerjasama, di Hotel Tryas, Rabu (6/1).

8kr5x

17 Lulusan FK Unswagati Disumpah Dokter

**Lulusan Terbaik dr Elisa Nofitri dengan IPK 3,78

CIREBON- Sebanyak 17 dokter lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon diambil sumpah, Senin (11/1) di Hotel Grage, Cirebon. Mereka disumpah oleh Dekan FK Unswagatu Dr H Affandi, dr S.pA, disaksikan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, H Asep Djajuli dan sesepuh FK H Tadjus Sobirin beserta pimpinan Unswagati serta orangtua lulusan.

Dekan FK Unswagati, Dr Affandi menyampaikan bahwa dari 17 dokter yang diambil sumpah ini telah menempuh pendidikan selama 8 semester, dan menempuh ujian kompetensi kedokteran. Mereka juga telah menempuh ujian praktek di RSUD Waled. “Para lulusan ini selanjutnya akan diterjunkan ke berbagai daerah sesuai dengan kebutuhan pemerintah dan mereka juga akan memiliki surat izin praktek dan berhak menyandang gelar sebagai dokter,” kata Dr Affandi seraya menambahkan bahwa saat ini FK Unswagati sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP menyampaikan selamat kepada 17 dokter baru lukisan FK Unswagati. Selanjutnya, kepada para dokter tersebut akan mengabdi kepada bangsa dan negara agar tetap menjaga nama baik almamater selain menjalankan etika profesinya.

“Saya ucapkan selamat kepada semua dokter baru lulusan FK Unswagati ini tentunya ini sangat membanggakan bagi sivitas akademika Unswagati, juga kepada para orangtua siswa yang telah membiayai anak-anaknya. Kami sangat yakin para dokter lulusan FK Unswagati ini akan mampu memberikan kontribusi yang terbaik dalam menjalankan profesinya di tengah pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN tentunya mereka harus siap bersaing dengan lulusan dokter dari ASEAN,” ujarnya.

Perwakilan dokter yang baru disumpah, dr Lugindo menyampaikan bahwa dirinya mewakili teman-teman dokter yang baru disumpah menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam selesainya pendidikan dokter.

“Alhamdulillah kamu sudah diambil sumpah dan semoga senantiasa mendapat ridho Allah Swt. Dari 3.000 peserta ujian kompetensi dokter se-Indonesia sebanyak 1.300 yang lulus, dan diantaranya kami yang 17 orang itu. Tentunya ini karena dukungan dari semu pihak yang ada di sivitas akademika Unswagati,” jelas lulusan asal Brebes ini.

Dari 17 dokter baru tersebut, dr Eliza Nofitri sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,78 dengan cum laude atau lulus dengan pujian mendapatkan penghargaan. Sedangkan perwakilan sari RSUD Waled menambahkan bahwa saat ini lulusan FK Unswagati semakin baik dan terus meningkat dari tahun ke tahun. (mj)

xnj6g

Tutup Dies Natalis ke-53 Unswagati Tasyakuran

CIREBON-Menutup rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-53 UniversitasSwadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Tasyakuran dengan menggelardzikir dan pengajian di Masjid Nurul Ilmi, Kamis (14/1). Pada acara yangsekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H. Rektor Unswagati ProfDr H Rochanda Wiradinata, MP para wakil rektor serta pimpinan di lingkunganUnswagati.Pada kegiatan ini diisi oleh Pengasuh Ponpes Almanshuriyah PanguraganKabupaten Cirebon KH Khoirul Khuluq.

Rektor Prof Djohan–panggilan akrabnya–menyampaikan bahwa tasyakuran inisebagai momentum yang bermakna dalam menutup berbagai kegiatan menyemarakkanDies Natalis Unswagati ini. Apalagi dengan adanya momentum Maulid Nabi MuhammadSAW diharapkan akan dapat menggali nilai-nilai dan spirit perjuangan RasulullahSAW. “Pertama kita menghargai jasa para perintis dan pejuang Unswagati dankedua bagaimana introspeksi diri sendiri dari apa yang sudah dilakukan,”pesannya.

SementaraKetua Panitia Tasyakuran H Nasir Asman, Drs MM menyampaikan bahwa untuk agendakegiatan ini sudah semestinya mendapat apresiasi dari semua sivitas akademikaUnswagati baik para dosen dan karyawan. Kegiatan ini akan memberikan motivasikepada seluruh karyawan bahwa momentum Dies Natalis ini agar dimaknai sebagaimomentum untuk meningkatkan prestasi di masa depan, pesannya.

Sedangkan KHKhoirul Khuluq, menyampaikan tentang makna milad khususnya milad Nabi MuhammadSaw telah membawa risalah Islam kepada manusia. Yang harus menjadi pelajaranbagi kita semua ialah bagaimana Nabi Muhammad Saw yang mendapat pujian dariAllah SWT dan malaikat karena memang akhlak beliau yang sangat agung. NabiMuhammad Saw berbeda dengan nabi yang lain. Keluhuran akhlak Rasulullah Sawsangat patut menjadi teladan, paparnya.(mj)

h3g82

Rektor: Lulusan Unswagati Harus Tetap Tawadhu

CIREBON-Prosesi wisuda sarjana danmagister yang berjumlah 804 lulusan dalam sidang senat terbuka UniversitasSwadaya Gunung Jati (Unswagati) di Hotel Zamrud, Kamis (14/1) berlangsungkhidmat. Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP menyampaikan bahwadiberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA) dimana persaingan kerja dan pendidikan tinggi di level regional mendorongpeningkatan kualitas dalam pembelajaran dan berbagai aspek lainnya.

“Adanya pemberlakuan MEAtersebut akan mendorong pergerakan lulusan perguruan tinggi luar masuk keIndonesia. Tentunya Unswagati pun telah menyiapkan diri dengan membuka kelasbilingual karena bahasa inggris kedepan akan menjadi kebutuhan. Kualitaslulusan menjadi komitmen bagi Unswagati sehingga lulusannya akan mampuberkompetisi di masyarakat, katanya.

Rektor juga berpesan agar paralulusan Unswagati mengikuti falsafah ilmu padi dimana semakin berisi semakinmerunduk. Lulusan Unswagati tetap harus rendah hati, tawadhu dan tidak sombongdengan ilmunya tersebut. “Terimakasih kepada para orangtua yang telahmendorong anakk-anaknya menempuh pendidikan di Unswagati. Kepada para gurubesar, para dosen dan seluruh karyawan dengan terlaksananya proses pendidikandi perguruan tinggi yang kita banggakan ini, paparnya.

Sementara Ketua Dewan PembinaYayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Letjen (Purn) H Kuntara bahwapeningkatan kualitas pendidikan harus ditunjang dengan sarana dan fasilitasyang memadai. Ke depan, YPSGJ akan mendukung pengembangan fasilitas untukmenunjang peningkatan kualitas pendidikan di Unswagati ini. Kami akan siapkansarana dan fasilitas untuk menunjang peningkatan kualitas tersebut, tegasnya.

Sedangkan Koordinator KopertisWilayah IV Jawa Barat Prof Dr H Abdul Halim Hakim, menyampaikan bahwa padamomentum Dies Natalis jni menjadi momentum untuk melihat kebelakang dan menatapke depan. Pada usia lebih dari setengah abad, menjadi bukti bahwa Unswagatitelah diterima oleh masyarakat dan bangsa. Prof Hakim juga memberi pesan kepadawisudawan agar senantiasa menjaga kebenaran dan kejujuran sebagai modal sikapyang penting dalam etika kehidupan.(mj)

 

foto: m joharudin/humas unswagati

KEBANGGAN. Wisudawan terbaikUnswagati berfoto bersama Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda Wiradinata, KetuaDewan Pembina Letjend (Purn) H Kuntara, Koordinator Kopertis IV Jabar danBanten Prof Hakim, saat wisuda di Hotel Zamrud, Kamis (14/1)

 

8n733

Prof Ida Rosnidah, Guru Besar Akuntansi Pertama di Cirebon

**Jualan Es Bungkus dari SD-SMA, Selesaikan Sarjana Tinggal di Gudang Obat KESDAM III SILIWANGI
Belajar bagaimana memompa semangat berprestasi, meraih cita-cita terbaik dan menjalani proses pembelajaran dengan level maksimal, apa yang diraih Prof Dr Hj Ida Rosnidah, SE MM Ak CA ini bisa menjadi contoh bagi  generasi muda saat ini. Guru besar Ilmu Akuntansi pertama di wilayah Cirebon, jebolan S3 Unpad dengan IPK 3,92 ini, Hari ini dikukuhkan oleh Senat Unswagati 
SIAPAPUN yang berbincang dengan Prof Dr Hj Ida Rosnidah, SE MM Ak CA yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen dan menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) ini tak akan pernah kehabisan bahan pembicaraan. Terlebih lagi jika yang diperbincangkan seputar problematika sosial yang bermuara pada masalah ekonomi.
Aktivitas Ida Rosnidah selain sebagai dosen, ia juga kerap diminta sebagai tenaga ahli dan konsultan di instansi pemerintah maupun swasta di wilayah Cirebon ini. Dia juga sangat aktif sebagai pembicara dalam berbagai forum seminar tentang ekonomi dan akuntansi baik di dalam  maupun luar negeri. Berbagai artikel dan jurnal tentang audit dan akuntansi  yang mengangkat berbagai masalah-masalah di bidang ekonomi dan akuntansi tersebar di jurnal nasional dan internasional. Dengan mengetikkan kata kunci Ida Rosnidah pada mesin pencari Internet maka dengan mudah berbagai karya dan hasil penelitiannya tersebut dapat diakses.
Dengan beragam aktivitasnya dalam dunia akademik tersebut, maka untuk memenuhi prasyarat dalam meraih jabatan fungsional tertinggi dalam dunia akademik, yakni guru besar (profesor) tentunya sangat menunjang. Dan perjuangan Ida Rosnidah untuk meraih gelar professor tersebut telah ia lakukan semenjak 7 tahun lalu. Melalui berbagai tantangan dan hambatan yang berliku, namun selalu saja ada jalan dan orang-orang yang memberikan dorongan serta membantu nya.
Awalnya saya sempat hampir menyerah karena saat ini begitu rumit dan sulitnya untuk memenuhi berbagai persyaratan khususnya publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional. Selain itu kita pun harus terlebih dahulu melakukan penelitian. Namun berkat dukungan semuanya, keluarga,sahabat,  para promotor, pak rektor dan ketua yayasan, kawan-kawan dosen dan seluruh keluarga besar sivitas akademika Unswagati Alhamdulillah pada November 2015 lalu SK Guru Besar saya turun, kata anak kedua dari 4 bersaudara pasangan Muhammad Rozak dan Rosyidah, kelahiran 48 tahun silam ini .
Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP mengapresiasi bagaimana semangat Dekan Fakultas Ekonomi Unswagati tersebut. Meski perempuan, kata rektor, semangat, dedikasi dan loyalitas Ida Rosnidah dalam dunia akademik dan Unswagati sangat luar biasa. Kami atas nama sivitas dan keluarga besar Unswagati menyampaikan selamat kepada Ibu Hajah Ida yang kini meraih gelar professor, semoga kepada dosen-dosen lainnya di Unswagati untuk mengikuti jejaknya terus meningkatkan kualifikasi akademiknya dan terus berkontribusi untuk masyarakat dengan berbagai penelitiannya, ujar Prof Djohanpanggilan akrabnya.
JUALAN ES BUNGKUS
Siapa sangka, di balik kisah sukses Ida Rosnidah ini, ternyata menyimpan cerita tentang perjuangan, keprihatinan dan semangat juara yang sudah tertanam semenjak Ida Rosnidah masih kecil dan patut menjadi teladan generasi sekarang. Lahir dari keluarga sederhana, namun ia dididik oleh dua karakter kuat kedua orangtuanya, Muhammad Rozak yang seorang tentara serta ibu yang lulusan sekolah keterampilan.
Meski bukan anak pertama, masa-masa hidup prihatin yang dialami kedua orang tuanya mengasah pribadi Ida Rosnidah sebagai anak yang kuat, ulet, peduli dan tentu rajin. Diantara aktivitas rutin Ida semenjak ia sekolah dasar di SD Cenderawasih (sekarang SD Kartika) yang berlokasi di depan RS Ciremai ialah berjualan Es Bungkus. Lokasi sekolah Ida sendiri tepat di depan kantor ayahnya, yang bekerja sebagai asisten apoteker di RS TNI tersebut.
Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah Ida akan menenteng termos yang berisi Es Bungkus ia kirim ke sekolah-sekolah yang ada di sekitar rumahnya di Sigendeng Gg Adil Jl Dr CIpto Mangunkusumo  Kota Cirebon. Tentunya saya tidak hanya mengantarkan sejak SD saya juga harus cekatan dalam membungkus Es karena memang setiap hari saya membantu ibu untuk membungkus Es, ujarnya.
Yang membuatnya berkesan ialah pada saat musim haji. Sebab, asrama haji Cirebonsaat ini menjadi Pusdiklatpri, selalu ramai dengan para jemaah dan keluarga pengantarnya. Kalau lagi musim haji, kita bisa bolak-balik jualan es bungkus. Kalau habis pulang lagi ke rumah karena stoknya memang ditambah. Pokoknya saya dan beberapa teman-teman yang mengambil Es BUngkus ke rumah banyak mendapat keuntungan kalau lagi musim haji. Aktivitas membuat Es Bungkus sampai saya SMA meski yang mengirim tukang beca langganan. Kan malu sudah gede, ujar istri Ir H Budi Widyarta, MT ini sambil tertawa.
KETEMU JODOH DARI BACA NOVEL
Lulus dari SD Cendrawasih yang sekarang menjadi SD Kartika, Ida melanjutkan ke SMPN 2 Kota Cirebon yang berlokasi di Jalan Siliwangi.  Soal prestasi tetap ia kejar dan selalu berusaha menjadi yang terbaik. Saat SMA tepatnya di SMAN 2 Cirebon, Ida pun selalu keras dalam belajar. Dia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, yakni tetap berusaha meraih ranking pertama.
Akan tetapi, di tengah sikap kerasnya dalam pelajaran bukan berarti Ida melupakan kegemaran lainnya yakni membaca novel. Bukan novel ringan yang ia baca. Tapi seperti karya-karya Hemingway, Agatha Christie dan beberapa penulis kenamaan lainnya.  Terbatasnya uang saku yang dimiliki Ida pun bukan berarti ia tak dapat menyalurkan hobinya. Sebagai murid yang pandai di jurusan IPA, tentu ia sangat mudah mencari kawan.
Dari teman sebangkunya Dhini  mengantar Ida pada puluhan buku-buku novel yang bisa ia pinjam gratis. Suatu ketika, Saat Ida hendak meminjam buku lagi  ia bertemu seorang pemuda  yang tak lain adalah kakak teman sebangkunya tersebut. Dikenalkan Dhini bahwa itu adalah kakaknya bernama Budi, mahasiswa teknik sipil tingkat 2 di ITB. Pertemuan pertama itu berlanjut dengan komunikasi lewat surat. Mereka pun saling berkenalan satu sama lain.
Jangan membayangkan pacaran seperti anak-anak muda zaman sekarang yang dibiarkan bebas oleh orangtuanya.  Setiap kali Budi bermain ke rumah Ida, sang ayah tak pernah beranjak dari tempat duduk dekat ruang tamu. Disitulah kreativitas membangun komunikasi yang Ida lakukan dengan menanyakan PR sekolah. Dia kan juara umum di SMA, pinter eksaknya udah tingkat 2 di ITB, ya kesempatan saya, untuk belajar matematika, fisika dan kimia, ujar Ida yang kini kedua anak laki-lakinya juga mengikuti jejak ayahnya menempuh ilmu di ITB dan putrinya baru kelas VIII di SMPN 5 Cirebon.
Semenjak itu, Ida memiliki guru privat spesial yang selalu  siap memberi pelajaran dan mengolah rumus-rumus matematika, fisika, dan kimia serta mengkaji pelajaran lainnya dengan sepenuh hati. Dan sang guru privat itu kini menjadi ayah dari anak-anaknya.
TINGGAL DI KAMAR GUDANG OBAT
Kisah lain yang dialami Ida Rosnidah ialah bagaimana setelah lolos ujian seleksi masuk Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung ia tidak bisa meraih impiannya seperti mahasiswa lainnya yaitu: kost. Ida meminta kepada ayahnya, untuk bisa kost di tempat paling murah. Di tempat kos yang paling murah sekalipun ayah tidak mampu membiayainya, ujarnya. Ida pun tak lagi merajuk.  Baginya tinggal dimanapun bukan soal, yang terpenting dapat melanjutkan kuliah di salah satu kampus favorit di Indonesia tersebut.
Demi menunjang kelancaran kuliah Ida ayahnya ikut pindah tugas di Bandung. Ayahnya pun tinggal di markas gudang obat Dobek Detasemen Kesehatan Kodam III Siliwangi. Nak, nanti ayah, kamu dan kakakmu tetap tinggal bersama. Ada kamar kosong di gudang obat. Jadi nanti kita nanti tinggal di kamar gudang obat itu, ujar Ida menirukan ayahnya ketika itu.
Menjalani hari-hari di kamar gudang obat yang tidak dilengkapi WC, karena lokasinya di luar hal itu sempat membuatnya ketakutan saat malam hari ingin ke WC. Memang, di kamar gudang obat tersebut, oleh ayahnya, yang semula tidak ada tempat mandi, demi anak gadisnya disulap dengan membuat kamar mandi meski selebar sekitar 1x 1,5 meter. Yang terpenting, untuk mandi. Ada pun untuk buang air, Ida  harus berani menembus gelap yang jaraknya beberapa belas meter dari kediamannya tersebut.
Yang kadang membuatnya bingung, saat teman-teman sekelas ingin main ke kosan Ida. Namun ia selalu berhasil mengalihkan tujuan dari kosannya tersebut ke tempat lain seperti perpustakaan misalnya. Tapi lama kelamaan ada yang tahu juga kalau saya tinggal di kamar gudang obat tersebut, tutur Ida.
 Duduk di tingkat akhir, Ida magang bekerja di Kantor Akuntan Publik Lamidjan hanya dua tahun. Awalnya sebagai  Junior auditor di perusahaan tekstil di Bandung, sampai terakhir mengaudit Obyek Wisata Ciater.  Selama di KAP ini kemampuan saya dalam bidang Akuntansi dan lebih spesifik lagi dalam bidang Auditing sangat banyak mendapat pengalaman, ujarnya.
Diakui Ida, sebenarnya dia sangat menyukai pekerjaannya tersebut. Selama ia bekerja di KAP Lamidjan tersebut, Ida memiliki dua tugas. Yakni melakukan Audit terhadap perusahaan-perusahaan yang menjadi klien KAP Lamidjan juga menyusun Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Saya sangat merasakan bagaimana tantangan dalam menjalankan pekerjaan saya. Disitulah saya sangat tertarik dengan  Auditing sehingga  dalam disertasi doktoral saya di Unpad saya mengambil Auditing Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia sebagai penelitiannya, jelas Ida.
Namun, seberapa besar cintanya pada pekerjaannya tersebut, tetap yang lebih ia cintai ialah keluarga. Pada tahun 1990, Ida disunting oleh seorang Insinyur Sipil ITB yang agak telat lulus karena ia juga turut mendukung kelulusan Ida. Usai menikah, Ida pun harus meninggalkan pekerjaannya di KAP Lamidjan dan ia pun harus ikut dengan suaminya yang mendapat  tugas ke Sumatera Selatan.  Disanalah Ida yang semula berprofesi sebagai profesional akuntan akhirnya berbelok di jalan yang lain yakni menjadi seorang dosen.
Hari pertama mengikuti suami, di Pertamina Plaju, Sumatera Selatan Ida ditawari bekerja sebagai akunting di PT Sinar Alam Permai (SAP), yang bergerak memproduksi minyak goreng termasuk memiliki perkebunan kelapa sawit. Setelah mendapatkan izin dari suami  Ida pun bekerja di PT SAP dan bertugas di bagian Akuntansi Biaya. Jalan  takdir  menjadi dosen rupanya semakin dekat dialami Ida.
Disana ia kenal dengan seorang karyawan yang merangkap menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang. Teman saya itu menawarkan saya mengajar Akuntansi Keuangan Lanjutan. Ketika itu dalam seminggu awalnya 2 kali mengajar sore hari setelah pekerjaan harian rutin di PT SAP,paparnya.
Dua aktivitas Ida jalankan sekaligus. Pertama sebagai akunting di PT SAP, kedua sebagai dosen di UMP. Tiba saat hamil anak pertama dia pun akhirnya harus memilih. Antara bekerja di PT SAP atau mengajar di UMP. Disitulah  dia merasa lebih cenderung memilih sebagai dosen. Saya pun akhirnya menetapkan untuk fokus sebagai dosen. Dari 1990-1994 sebagai dosen saya ditawari kuliah lagi S2 Akuntansi di Unpad tapi saya tolak karena saya ke Palembang dalam rangka ikut suami, ujar Ida.
Diceritakan Ida setelah fokus mengajar di UMP dia pun mulai mengajar pagi. Saat itu ia diberi mata kuliah  Akuntansi Keuangan Menengah dan Akuntansi keuangan Lanjutan. Ia  juga mengajar beberapa kelas. Baru pada tahun 1994, suami saya dipindah ke Cirebon kembali pulang kampung halaman, kisahnya.
KEMBALI KE CIREBON
Takdir baik selalu lahir dari proses yang baik dan semua itu berawal dari niat baik. Setelah hampir 4 tahun sang suami bertugas di Plaju, Sumatra Selatan, yang juga daerah kakek dan neneknya, tentu bagi Ida itu sebagai anugerah yang luar biasa. Bagaimana ia dapat begitu dekat dengan neneknya.  Setelah sekitar 4 tahun di Palembang, 1994 Ida ikut suaminya yang berpindah tugas ke Cirebon. Tepatnya di Pertamina EP Klayan Cirebon. Tentunya hal ini juga menggembirakan karena kembali pulang kampung. Akhirnya saya melamar ke Unswagati yang waktu itu dekannya Pak Supraptono Alhamdulillah diterima. Waktu itu saya dikasih mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah , ujar Ida.
Setelah empat tahun mengajar, sekitar tahun 1998 pada saat Dekan FE dijabat H Purnomo Rahidi SE MM dosen-dosen banyak yang mengambil magister manajemen (MM).  Ida pun turut mengambil MM bersama beberapa dosen lainnya. Pada saat yang bersamaan suaminya mendapat tugas belajar dari PT Pertamina mengambil S2 di ITB. Ahamdulillah saya selesai, suami juga selesai, tuturnya.
Pada tahun 1997 Ida dan suaminya naik haji dari hasil menjual mobil Kijang satu-satunya seharga Rp22 juta. Diceritakannya, meski tidak membawa bekal uang yang cukup tetap bisa berangkat haji. Bahkan saat pulang haji karena benar-benar kehabisan uang kami beli satu donat untuk berdua. Jadi satu donat dimakan berdua, tuturnya mengenang.
SEMPAT DIREMEHKAN
Pada saat matrikulasi  di S3 Unpad, karena S2 mengambil program MM, dinyatakan akan berat untuk bisa menyelesaikan S3 Akuntansi. Sementara rekan-rekan seangkatannya  dan sebagian besar dari Akuntansi PTN terkemuka, seperti Unpad dan UGM. Namun itulah yang memacu saya untuk membuktikan bahwa saya bisa menyelesaikan S3 tepat waktu selama 3 tahun dan lulus pertama dengan IPK Cum Laude, 3,92.  Tentu selain motivasi suami saya karena anak- anak  saya kasihan terus ditinggal-tinggal bersama kakeknya, jelasnya.
Promosi Doktor  Tanggal 8 Januari 2009 dan wisuda pada Februari 2009. Mulailah dengan motivasi dari para promotor menyiapkan persyaratan guru besar. Waktu itu tidak ada peraturan sekarang dimana menunggu 3 tahun setelah doktor.  Dengan berliku dan panjang, perjuangan Ida Rosnidah pada level pendidikan tertinggi dan jabatan fungsional tertinggi sudah diraihnya. Lantas apa obsesinya kedepan? Saya ingin bermanfaat untuk orang banyak, sukses di Dunia dan mati masuk surga.(abd)
rkrn9

PKM Himapemi FKIP Unswagati di Desa Kerandon

CIREBON- Pengembangan kualitas pembelajaran melalui penelitian yang mengintegrasikan riset dalam pembelajaran hal itu juga sebagai bentuk pengembangan keilmuan.Untuk mendorong kualitas pembelajaran tersebut Program Studi Pendidikan (Prodi)Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan menggelar Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SNMPM) 2016, Sabtu (6/2) di Aula Kampus 2 Unswagati, di Jl Perjuangan No 1.
 
Ketua Panitia Dr H Ena Suhena Praja, M.Pd didampingi Ketua Prodi Matematika FKIP Cita Dwi Rosita, M.Pd dan Wakil Ketua Anggita Maharani, M.Pd mengatakan pada seminar yang mengangkat tema Strategi Mengembangkan Kualitas Pembelajaran Matematika Berbasis Riset ini menghadirkan dua narasumber ternama. yakni, Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed. (Direktur Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung / Pakar DDR) dan Prof. Dr. rer.nat Widodo M.S. (Dosen Program Studi Matematika UGM/Kepala PPP PTK Matematika Yogyakarta).
 
Salah satu manfaat hasil penelitian bisa memberikan pengayaan bagi materiajar/perkuliahan. Sebaliknya, konsep, teori, dalil-dalil dan sejenisnya yang menjadi materi ajar/perkuliahan, dapat dikaji dan dikembangkan melalui penelitian. Kemudian hasil penelitian itu dapat diterapkan untuk memecahkan problema yang dihadapi masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus menangkap fenomena yang ada di masyarakat menjadi bahan pengayaan materi ajar/perkuliahan atau untuk diteliti. Dengan demikian hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas dan efektif untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan kualitas pembelajaran, ujarnya.
 
Sementara Penanggung jawab Kegiatan yang juga Dekan FKIP Unswagati Prof Dr H Abdul Rozak,M.Pd menambahkan bahwa pihaknya memberi kesempatan bagi para ilmuan, peneliti,praktisi maupun mahasiswa khususnya di bidang matematika dan pendidikan matematika untuk beriskusi dan menambah wawasan, mengembangkan gagasannya serta mempublikasikannya. Ini akan menjadi agenda ilmiah yang penting bagi pengembangan kelimuan dalam bidang matematika dan pendidikan matematika, jelas guru besar Bahasa Indonesia ini.(mj)
 
 
foto:m joharudin/humas unswagati
 
 
 
KUALITAS.Dekan FKIP Unswagati Cirebon Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd (kelima dari kanan)bersama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP (kelima dari kiri)saat monitoring PPL mahasiswa FKIP ke sekolah-sekolah di Kota Cirebon.

 

rpsqh

Prodi Matematika FKIP Unswagati Siap Gelar Seminar Nasional

CIREBON – Pengembangan kualitas pembelajaran melalui penelitian yang mengintegrasikan riset dalam pembelajaran hal itu juga sebagai bentuk pengembangan keilmuan. Untuk mendorong kualitas pembelajaran tersebut Program Studi Pendidikan (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan menggelar Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (SNMPM) 2016, Sabtu (6/2) di Aula Kampus 2 Unswagati, di Jl Perjuangan No 1.

Ketua Panitia Dr H Ena Suhena Praja, M.Pd didampingi Ketua Prodi Matematika FKIP Cita Dwi Rosita, M.Pd dan Wakil Ketua Anggita Maharani, M.Pd mengatakan pada seminar yang mengangkat tema Strategi Mengembangkan Kualitas Pembelajaran Matematika Berbasis Riset ini menghadirkan dua narasumber ternama. yakni, Prof. Dr.Didi Suryadi, M.Ed. (Direktur Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung/Pakar DDR) dan Prof. Dr. rer.nat Widodo M.S. (Guru Besar UGM Yogyakarta Pada Program Studi Matematika).

Program Studi Matematika Salah satu manfaat hasil penelitian bisa memberikan pengayaan bagi materi ajar/perkuliahan. Sebaliknya, konsep, teori, dalil-dalil dan sejenisnya yang menjadi materi ajar/perkuliahan, dapat dikaji dan dikembangkan melalui penelitian. Kemudian hasil penelitian itu dapat diterapkan untuk memecahkan problema yang dihadapi masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus menangkap fenomena yang ada di masyarakat menjadi bahan pengayaan materi ajar/perkuliahan atau untuk diteliti. Dengan demikian hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas dan efektif untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan kualitas pembelajaran, ujarnya.

Sementara Penanggungjawab Kegiatan yang juga Dekan FKIP Unswagati Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd menambahkan bahwa pihaknya memberi kesempatan bagi para ilmuan, peneliti, praktisi maupun mahasiswa khususnya di bidang matematika dan pendidikan matematika untuk beriskusi dan menambah wawasan, mengembangkan gagasannya serta mempublikasikannya. Ini akan menjadi agenda ilmiah yang penting bagi pengembangan kelimuan dalam bidang matematika dan pendidikan matematika, jelas guru besar Bahasa Indonesia ini.(mj)

foto: m joharudin/humas unswagati
KUALITAS. Dekan FKIP Unswagati Cirebon Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd (kelima dari kanan) bersama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP (kelima dari kiri) saat monitoring PPL mahasiswa FKIP ke sekolah-sekolah di Kota Cirebon.