bem fisip

BEM FISIP Tangkal Isu Radikalisme dan Anti Pancasila

CIREBON-Seminar Kebangsaan BEM FISIP Unswagati, yang mengangkat tema ”Menangkal Radikalisme dan Anti Pancasila” Rabu (10/5) di ruang Auditorium Kampus I Unswagati berlangsung semarak. Acara tersebut menghadirkan tiga pemateri, yaitu Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. dan perwakilan dari POlres Cirebon Kota, Polres Cirebon Kabupaten dan Kodim 0614 Kota Cirebon.

Wakil Rektor III  Unswagati Dudung Hidayat SH MH mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, mengapresiasi kegiatan seminar kebangsaan yang bertemakan tersebut. “Unswagati sangat mendukung kegiatan ilmiah dari mahasiswa. Berkaitan dengan tema-tema kebangsaan ini BEM FISIP Unswagati sebagai garda depan dalam menangkal isu radikalisme dan anti Pancasila di Kota maupun Kabupaten Cirebon dan sekitarnya,” ungkapnya.

bem fisip2

Sementara Dekan FISIP Dr H Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. menyatakan acara ini digelar untuk membuka pemahaman mahasiswa tentang NKRI, Kebhinekaan dan Pancasila. “Semoga acara ini menambah pengetahuan dan wawasan serta mempertebal kecintaannya kepada Bangsa dan Negara Indonesia. Saya sangat berterimakasih kepada Rektor serta Civitas Akademika Unswagati yang telah memberikan izin kepada mahasiswa FISIP menggelar acara ini,” ungkapnya.(*)

 

pasar seni fisip

Pasar Seni Mahasiwa BEM FISIP Unswagati

CIREBON- Pasar Seni Kampus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)  Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digelar di halaman Kampus 3 Unswagati, Senin (8/5). Acara yang dibuka oleh Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto Siswoyo M.Si tersebut diisi beberapa kegiatan antara lain kuliner, pameran KLISE Fotografi, live musik, donor darah dari PMI Kota Cirebon, serta santunan anak yatim.

Dekan FISIP Dr H Mukarto sangat mengapreasiasi kegiatan Pasar Seni Kampus BEM FISIP. Menurutnya, kegiatan ini merupaka suatu bentuk kreatitas mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen pembina mata kuliah kewirausahaan. “Kegiatan ini tidak boleh berhenti disini karena ini berkaitan dengan mata kuliah sekaligus pengembangan potensi mahasiswa,” ungkapnya.

pasar seni fisip2

Dekan juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi entrepreuner di bidang kreatifitas mahasiswa yang ditekuni, manfaatkankan media sosial untuk mengembangkan kreatifitas di dalam berbisnis, bagi mahasiswa yang serius untuk menekuni bidang ini maka sangat menunjang untuk merencanakan kehidupan di masa yang akan datang.

Selain itu, H Mukarto juga menyambut baik kotak aspirasi mahasiswa sebagai saluran komunikasi yang secara tidak langsung antara mahasiswa dengan civitas akademika Unswagati. “Hasil dari kotak aspirasi tersebut bagi kewenangan fakultas dan kebijakan fakultas akan kami tindaklanjuti sebagai kewenangan dan kebijakan fakultas, untuk kewenagan atau ranah untuk universitas akan kami teruskan dan untuk ranah atau kewenangan yayasan akan kami teruskan,” paparnya.(*)

 

 

ismi2 17

Isra Mi’raj Momentum Tingkatkan Kualitas Sholat dan Akhlak

**Rektor  Ajak Sivitas Akademika Unswagati Maknai Spirit Hijrah

CIREBON- Peringatan Isra Mi;raj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriyah/2017 M diperingati sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dengan menggelar pengajian umum. Kegiatan yang digelar pada Kamis (4/5) malam di  Masjid Nurul Ilmi Unswagati itu, dihadiri berbagai unsur baik yayasan, pimpinan dan ratusan dosen serta karyawan di lingkungan Unswagati.

Dilaporkan Ketua Panitia Isra Mi’raj H Komarudin, Drs M.Pd , mengambil tema “Dengan Isra Mi’raj Kita Tingkatkan  Kualitas Sholat, Iman dan Taqwa dalam Menuntut Ilmu dan Beramal” diisi penceramah KH Maksum Hidayatullah dari Ciwaringin Cirebon. “Momentum peringatan Hari Besar Islam ini kami mengundang yang terhormat Pembina yayasan, pengurus yayasan, pimpinan di lingkungan Unswagati dan para dosen dan karyawan,” ujarnya.

ismi2 17

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengatakan pada saat Isra Mi’raj pada saat itu Rasulullah tengah dirundung kesedihan karena baru ditingga Abu Thalib, pamannya dan istri tercinta Khadijah ra, istri yang selama ini mendampingi dakwahnya. Pada tahun duka tersebut Rasulullah diperjalankan oleh Allah SWT.

Memperingati Isra Mi’raj juga bukan semata-mata kegiatan seremonial tetapi memiliki arti penting selain sebagai  syiar agama juga dapat mengilhami nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan perjalanan hidup sehari-hari menuju kebahagiaan kehidupan di dunia dan akhirat.

“Isra Mi’raj ini semoga menggerakkan perenungan kita mengenai corak intelektualitas kita ini dijadikan sebagai barometer dalam menilai suatu kebenaran. Ini penting untuk kita lakukan dalam menjaga keimanan kita agar tidak terjadi kegoncangan dan pengikisan. Termasuk bagaimana Rasulullah mengajarkan keteladanan dan motivasi kepada kita dalam menjalankan kehidupan,” paparnya.

Sementara KH Maksum Hidayatullah dalam ceramahnya berpesan agar segenaop sivitas akademika Unswagati  meningkatkan kualitas sholatnya. “Sholat berjamaah itu lebih utama daripada sholat sendirian. Dan dipastikan siapapun sholat berjamaah itu akan diterima sholatnya, tapi kalau sholat sendirian belum tentu karena biasanya saat sholat pikirannya akan kemana-mana. Mulai dari sekarang mari saat mendengar azan langsung kita bersama-sama jalankan sholat berjamaah,” jelasnya.

Dijelaskan KH Maksum, di tengah kondisi bangsa yang begitu banyak masalah ini dari mulai korupsi, narkoba hingga ancaman disintegrasi bangsa hendaknya semua pihak kembali merekatkan keutuhan masyarakat. “Indonesia yang beragam, ribuan suku dan ratusan bahasa, namun bisa bersatu. Maka kita semua hendaknya bersyukur dengan tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” paparnya.

 

Hadir dalam Peringatan Isra Mi’raj tersebut Pembina Yayasan Mayjen TNI (Purn) H M Irianto, Ketua Yayasan H Dadang Sukandar Kasidin, pengurus yayasan lainnya, para dekan, kepala badan, lembaga dan satuan bersama dengan ratusan dosen dan karyawan di lingkungan Unswagati . Mereka semua mengikuti pengajian semenjak pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.30. WIB. (mj)

Jpeg

Unswagati Dorong Riset Unggulan dan Beri Insentif Publikasi Ilmiah

**Lemlit Unswagati Biayai Riset Hingga Rp25.000.000 Per Penelitian

CIREBON-Berbagai terobosan terus dilakukan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon untuk mendorong peningkatan riset dan publikasi ilmiah. Untuk menunjang kegiatan Riset Unggulan Universitas (RUU) Lembaga Penelitian (Lemlit) Unswagati menggelar Sosialisasi Kegiatan Penelitian yang digelar Selasa (2/5) di Auditorium Kampus I, Jl Pemuda 32 Kota Cirebon.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP saat membuka sosialisasi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Penelitian yang mendapat bantuan dari Unswagati diberinama Riset Unggulan Universitas (RUU) dan dosen yang mempublikasikan pemikiran, gagasan dan hasil penelitiannya diberi insentif dalam bentuk Insentif Publikasi Ilmiah (IPI) dan itu diaur dalam keputusan rektor yang terbaru.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrabnya—bahwa dosen pada paradigma sekarang ini harus melakukan penelitian termasuk juga dalam hal peningkatan jabatan fungsional (jafung). Dengan adanya insentif ini semoga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian bagi dosen Unswagati. “Apalagi bagi dosen yang telah mempublikasikan hasil penelitiannya maupun artikelnya melalui jurnal-jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional yang ada, sampai dengan adanya paten atau Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HAKI. Hasil penelitian juga akan menjadi bahan ajar di perkuliahan tidak hanya text book, tetapi research based atau berdasarkan penelitian,” katanya.

Rektor menambahkan dosen memiliki tugas utama melakukan pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat serta melakukan publikasi ilmiah. Dengan kegiatan penelitian akan mendorong budaya akademik di kalangan dosen sehingga Unswagati menyediakan dana untuk RUU dan IPI. Untuk kegiatan penelitian evkivalen dengan beban kinerja dosen 2 SKS untuk satu semester. Oleh karena itu dalam satu tahun akademik minimal setiap dosen melaksanakan satu kegiatan pnelitian.

“Kegiatan penelitian dosen dilansakanan minimal oleh dua orang yang terdiri dari peneliti utama dan peneliti pendamping dan alokasi bantuan RUU tersebut antara Rp4.000.000 sampai dengan Rp25.000.000 yang akan diumumkan pada akhir semester Genap tahun akademik 2016/2017 dan dianggarkan pada Rencana anggaran tahun akademik 2017/2018.,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Penelitian Unswagati Cirebon Dr Endang Sutrisno, SH., M.Hum bahwa tahapan dalam RUU ini akan dilaksanakan sesuai dengan skema tahapan yang telah disusun oleh Lemlit Unswagati. Setelah sosialisasi kepada para dosen, katanya, pengajuan usulan proposal penelitian akan dilansakanan pada tanggal 3-31 Mei 2017, Seleksi Administrasi Proposal Penelitian 01-15 Juni 2017, Pengumuman Proposal Lolos Seleksi 19 Juni 2017, Seminar Proposal Penelitian 03-31 Juli 2017, Review Proposal Penelitian dan Penentuan Bantuan Penelitian 01-12 Agustus 2017.

“Setelah Reviw baru akan dilakukan Penandatanganan Kontrak Penelitian 14 Agustus 2017, Pencairan Dana penelitian Tahap 1 (70%) 15 Agustus 2017, Pelaksanaan Penelitian 16 Agustus 2017-01 Maret 2018, Monitoring Kegiatan Penelitian 01-30 Februari 2018, Penyerahan Laporan Akhir Penelitian 01 Maret 2018, Pencairan Dana penelitian Tahap II (30%) 02 Maret 2017 dam Seminar Hasil penelitian 03-31 Maret 2018. Kami berharap semuanya akan berjalan sesuai dengan schedule yang ada sehingga kedepannya akan berlanjut secara gradual,” jelasnya. Hadir dalam pembukaan tersebut, para kepala lembaga, para dekan dan pejabat di lingkungan Unswagati beserta perwakilan dosen dari seluruh program studi yang ada di Unswagati.(mj)

spmb3

810 Pendaftar Gelombang 1 Ikuti SPMB Unswagati

CIREBON– Sebanyak 810 pendaftar pada gelombang 1 pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengikuti tahapan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) , Sabtu (29/4). Dari 810 pendaftar tersebut, sebanyak 421 dari Program Penelusuran MInat dan Bakat (PMDK) dan 389 dari program regular dari seluruh fakultas yang ada di Unswagati.

Pelaksanaan SPMB digelar di dua tempat, di auditorium kampus I Unswagati, Jl Pemuda 32 dan di Kampus III di Fakultas Kedokteran Unswagati. Sementara untuk pendaftar PMDK, tidak ikut tes SPMB namun akan tetap menjalani tes wawancara bersamaan pada Hari Selasa (3/5) pekan depan. Dan pengumuman gelombang I pada tanggal 13 Mei 2017.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyambut baik peserta SPMB gelombang I Unswagati yang begitu antusias sejak pagi. “Selamat datang di kampus Unswagati Cirebon. Adeik-adik semua memilih kampus yang tepat di Unswagati karena Unswagati sudah terakreditasi B untuk Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dan sudah ISO 9001: 2008 sebagai jaminan standar mutu pelayanan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Prof Djohan—panggilan akrab rektor—menitipkan pesan kepada orangtua calon mahasiswa baru yang mempercayakan adik-adik peserta SPMB untuk mendaftar di Unswagati. “Semoga adik-adik semua mendapatkan hasil yang terbaik. Unswagati kini telah memiliki jejaring dengan banyak perguruan tinggi di dalam dan luar negeri sebagai komitmen membangun jejaring global,” jelas rektor.

spmb2

Sementara Ketua PMB yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Ir Alfandi, M.Si menyampaikan selamat datang kepada para peserta SPMB Unswagati tahun akademik 2017/2018. “Selamat datang di kampus tercinta Unswagati, insyaallah Unswagati menjadi kampus terbaik pilihan adik-adik calon mahasiswa sekalian,” katanya seraya menambahkan untuk pendaftaran Gelombang II PMB Unswagati dibuka dari tanggal 2 Mei sampai dengan 4 Agustus 2017 dan SPMB digelar pada tanggal 5 Agustus 2017. (mj)

 

seminar himagara1

Seminar Kebangsaan HIMAGARA Soroti Kelembagaan Layanan Publik

CIREBON-Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati Cirebon menggelar seminar kebangsaan dengan tema ” Pengelolaan Otonomi Daerah di Era Modernisasi dalam hal Kebijakan Publik”  Kamis (27/4) di Auditorium Kampus I Unswagati. Dibuka oleh Rektor Unswagati Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP. Seminar tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa sebagai peserta.

Dimoderatori Ketua Himagara FISIP Devteo Mahardika menghadirkan 3 orang pemateri. Pertama, Dekan FISIP Unswagati Dr. H. Mukarto Siswoyo, M.Si. anggota DPRD Komisi B kota Cirebon Imam Yahya, S.Fil.I dan Tokoh Pemuda yang juga Humas Kantor KSOP Cirebon.M. Dani Jealani, S.Sos.

Saat memberikan sambutan Rektor Unswagati Prof Rochanda menjelaskan bahwa tujuan otonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya pada pelayanan publik, pelayanan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing ekonomi masyarakat.

seminar himagara3

Beberapa topik yang mengemuka dalam seminar tersebut diantaranya ialah, perlunya smart city yang dengan ketersediaan fasilitasnya didukung partisipasi masyarakat demi kepentingan publik. Selain itu, menjaga prularitas etnik maupun sosial serta memiliki pemikiran open minded (pikiran terbuka) juga menjadi hal yang penting.

Untuk mewujudkan itu, sejumlah narasumber juga menyepakati bahwa pemerintah memegang perenanan penting untuk mewujudkan konsep daerah otonom. Tranparasi dan keterbukaan menjadi kunci  dan akses layanan publik yang tidak menyulitkan. untuk menunjang daerah otonom yang berbasis IT. maka pemerintah daerah harus mampu membangun kelembagaan daerah yang kondusif sehingga dapat mendesain standar pelayan publik yang mudah, murah dan cepat. Agar dapat mewujudkan kelembagaan otonomi yang baik, perlu diisi oleh SDM (sumber daya manusia) dengan kemampuannya tidak diragukan.

seminar himagara4

Topik  tentang Kebijakan publik yang baik dalam sistem otonomi daerah yaitu dengan melibatkan civil sociaty akan menjadi cerminan kebijakan publik yang akan diimplementasikan sudah saatnya memaksimalkan penerapan bottom up dalam pembuatan kebijakan publik dengan memerhatikan aturan hukum yang berlaku, adanya transparansi, responsibility, konsesus relation pengalokasian anggaran yang jelas , efektivitas dan efensiensi, akuntability, dan bervisi strategis. Hal tersebut belum tercapai karena penerapan banyak sekali tumpang tindih dalam tatanan birokat, dan mahasiswa harus lebih konseptual karena mahasiswa berada dalam tatanan civil sociaty. (*)

seminar himagara5

Seminar IKU1

Teladani Semangat Kartini, IKU Unswagati Gelar Seminar Perempuan

 

CIREBON-Menyambut Hari Kartini Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) menggelar Seminar Perempuan, Jumat (28/4) di Aula Kampus 1 Unswagati. Seminar dengan tema “Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Melalui Semangat Kartini” ini menghadirkan narasumber Hj Atalia Ridwan Kamil, yang merupakan Ketua TP PKK Kota Bandung.

Ketua IKU Hj Riseu Ika Gartika Djohan menyampaikan bahwa IKU setiap tahu menggelar berbagai kegiatan pada setiap momen Hari Kartini. Pada tahun ini, kata istri rektor Unswagati ini, sengaja menggelar seminar untuk memberikan wawasan baru bagi anggota IKU dan seluruh peserta ibu-ibu keluarga besar Unswagati.

Seminar IKU2

“Kami para istri dosen dan karyawan di lingkungan Unswagati ini ingin berkontribusi dalam pengembangan Unswagati, diantaranya dengan wadah IKU. Selain seminar, kami juga banyak menggelar kegiatan sosial untuk meningkatikan peran serta Unswagati di masyarakat. Dengan semangat Kartini diharapkan akan mampu mendorong peningkatan kualitas peran perempuan dalam kehidupan dengan tidak melupakan kodratnya sebagai ibu,” katanya.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan apresiasinya atas partisipasi IKU yang menggelar kegiatan seminar. Menurut Djohan—panggilan akrab Rektor Unswagati—memaknai Hari Kartini ini adalah momentum bagi kaum wanita yang dirintis ibu kita Kartini. Jadi, selain momen kesetaraan jender, antara laki-laki dan wanita semoga dengan seminar ini dapat memberikan manfaat kepada para peserta dari keluarga besar Unswagati.

Seminar IKU3

“Diharapkan dengan kegiatan ini juga bisa menumbuhkan nasionalisme bagi para wanita. Karena dalam perjuangan kemerdekaan pun peran wanita begitu besar dalam membantu para pejuang. Dan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam peningkatan kualitas hidup wanita kedepan juga harus ditingkatkan. Terbukti di Unswagati pun ada beberapa professor perempuan seperti Prof Ida Rosnidah dan Prof Mientarsih,” jelasnya.

Sementara dalam sesi paparan yang dimoderatori Ny Ima Robia, M.Pd , Hj Atalia Ridwan Kamil memaparkan kondisi terkini tentang isu-isu perempuan baik dalam kehidupan sosial maupun sektor lainnya juga tentang potensi-potensi perempuan dalam kehidupan.

“Perempuan memiliki banyak keleibihan yang tidak dimiliki laki-laki, yakni ia adalah seorang yang multi tasking, dapat melakukan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Dan saat ini coba sebutkan sector apa yang tidak dimasuki perempuan? Hampir semuanya sudah. Namun tetap perannya sebagai seorang ibu harus dimaksimalkan meskipun ia berpendidikan tinggi S2 atau S3 sekalipun,” paparnya.

Seminar IKU4

Dalam pembukaan seminar tampak hadir Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Prof Dr H Suherli Kusmana, M.Pd, para wakil rektor, para dekan dan direktur Pascasarjana serta pimpinan di lingkungan Unswagati Cirebon. Peserta yang hadir selain keluarga besar IKU juga para mahasiswi dan undangan lainnya.(mj)

 

 

OK1

Unswagati Digandeng Telkomsel dan Gramedia Gelar Simulasi SBMPTN

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digandeng Loop Telkomsel dan Gramedia dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar serentak di 44 kota di Indonesia, Sabtu (22/4). Simulasi Tryout SBMPTN tersebut, digelar dalam wakti bersamaan pada pukul 07.00 WIB.

Menurut Kepala Biro Kerjasama dan Humas Siti Khumayah SE SH MSi, simulasi SBMPTN di Unswagati ini selain diikuti pelajar kelas XII SMA/SMK juga yang duduk di kelas XI dari SMA/MA dan SMK di wilayah Cirebon. “Simulasi Try Out ini untuk menjajal kemampuan siswa dalam mengerjakan soal SBMPTN. Jadi simulasi ini untuk mendukung pelajar SMA/SMK dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN sesungguhnya,” katanya.

ok2

Dijelaskan Maya–panggilan akrabnya–Try Out ini sangat penting karena SBMPTN masih menjadi momok yang cukup menyeramkan untuk sebagian pelajar. “Dengan simulasi try out semoga lebih memberikan persiapan, karena cukup banyak perbedaan yang dirasakan untuk UN tahun ini dibanding UN tahun sebelumnya. Dari namanya saja sudah berbeda, kini tak ada lagi UN atau Ujian Nasional, berganti menjadi UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer,” paparnya.

Ditambahkan Maya, bagi siswa dari wilayah III Cirebon yang tidak lulus SBMPTN silakan untuk memilih Unswagati yang saat ini sudah memiliki akreditasi institusi perguruan tinggi B, memiliki sertifikat ISO 9001: 2008. “di Unswagati ada 7 fakultas, FH, FE, FKIP, FISIP, Faperta, FT dan Fakultas Kedokteran. Seluruh prodi di Unswagati hampir seluruhnya sudah terakreditasi B. Jadi secara kualitas Insyaallah Unswagati tidak kalah dengan PTN-PTN favorit,” pungkasnya.(*)

 

ok wisuda1

Prof Intan Ahmad: Optimis Unswagati Kedepan Bisa Raih Akreditasi A

**Rektor dan Ketua Yayasan Unswagati Komitmen dengan Penegerian

CIREBON-Pelaksanaan wisuda bagi 697 lulusan sarjana, magister dan profesi dokter di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Sabtu (15/4) terasa istimewa. Selain dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof Intah Ahmad, PhD juga Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten yang baru,  Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. Pada wisuda kali ini dari 697 wisudawan sarjana sebanyak 624 lulusan, magister 45 dan profesi dokter 28 lulusan. Pelaksanaan wisuda dibagi dalam dua seesi. Pertama, 348 lulusan dan sesi kedua 349 lulusan.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dalam sambutannya menyampaikan, wisuda sebagai momentum meningkatkan komitmen dan dedikasi segenap sivitas akademika Unswagati dalam mewujudkan mimpi Unswagati menggapai visinya sebagai perguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global dan berkontribusi bagi daya saing bangsa yang bermartabat.

wosuda ok3

“Sebagai tanggungjawab penataan kualitas dalam menatakelola Unswagati pada 24 Nopember 2016 lalu, Unswagati telah berhasil meraih dan menerima Sertifi ikat Akreditasi Institusi dengan peringkat B. Hasil ini sangat membanggakan karena masih sedikit perguruan tinggi swasta di Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten, dari 480 PTS baru satu yang terakreditasi A dan 10 terakreditasi B dimana di dalamnya termasuk Unswagati, sebagian kecil lainnya terakteditasi C dan sebagian besar belum terakreditasi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Unswagati sudah menerapkan standar ISO 9001: 2008 dan akan segera diupgrade ke ISO 9001:2015,” paparnya.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—saat ini sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di dalam negeri dan luar negeri. Unswagati juga mendorong pemberian bantuan beasiswa bagi dosen dan meningkatkan jabatan fungsionalnya. Saat ini Unswagati memiliki 38 Doktor dan 48 calon doktor yang masih menjalani studi baik di dalam dan luar negeri. “Mudah-mudahan berbagai upaya ini berdampak positif pada peningkatan kualitas lulusan sarjana dan magister di Unswagati. Predikat sarjana dan magister diharapkan melekat pula dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan tanggungjawab yang merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahn sosial di masyarakat,” paparnya.

Sementara Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof Intan Ahmad PhD optimis Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) akan terus meningkatkan kualitasnya. “Dengan raihan Unswagati yang saat ini sudah B sebagai standar mutu itu sangat baik, secara nasional baru 50 yang akreditasi A. Saya punya keyakinan Unswagati kedepan akan meraih akreditasi A dengan melihat segala peningkatan yag dilakukan. Bahkan kedepan akreditasi internasional sangat diperlukan dan itu semua harus ada dukungan dari semua, termasuk mahasiswa tentunya,” ujarnya.

Dijelaskan Prof Intan bahwa keberadaan pendidikan tinggi sangat bermakna, pada 2012 posisi ekonomi Indonesia nomor 16, diperkirakan 2030 akan nomor 7 dunia. Artinya kedepan Indonesia bisa menjadi anggota G19, belum lagi bonus demografi, jadi harus ada lulusan-lulusan yang profesional sehingga mampu mengisi ruang-ruang yang ada. “Banyak sekali potensi Indonesia, maka kita juga harus mengetahui posisinya ada dimana. Harapan besar pada lulusan yang baru sekarang, kedepan persaingan sangat ketat. Pendidikan Tinggi saat ini sudah berbeda dengan dulu, saat ini pendidikan tinggi baik mahasiswa maupun dosen melakukan penelitian yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

wisuda ok4

Sementara terkait alih status Unswagati menjadi perguruan tinggi negeri (PTN)  Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dan Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Dadang Sukandar Kasidin tetap berkomitmen. Ketua YPSGJ H Dadang Sukandar Kasidin mengatakan bahwa pihak Pemkot Cirebon menyampaikan akan membantu proses pengadaan lahan agar jangan sampai keluar dari Kota Cirebon.  Tidak hanya pemkot, sambung H Dadang, pihak Pemprov Jabar juga demikian sebagaimana Wagub Jabar H Deddy Mizwar yang datang ke Unswagati, Komisi X DPR RI dan Menteri Riset Teknologi dan Dikti (Menristekdikti) melalui Dirjen Belmawa Prof Intan Ahmad PhD juga menyampaikan dukungannya.

“Kami selaku Yayasan Unswagati tetap berkomitmen terkait dengan proses penegerian Unswagati. Sambil menunggu moratorium hingga 2019 mendatang kami akan gandeng pihak-pihak terkait, baik Pemkot Cirebon, Pemprov Jabar, Dikti dan semua pihak agar apa yang menjadi harapan masyarakat di wilayah Cirebon akan benar-benar dapat terwujud. Tentu kita semua mengharapkan ridho dari Allah SWT, sedangkan kita semua hanya mengusahakan agar dapat terwujud,” pungkas H Dadang diamini Rektor Prof Djohan.

Pada wisuda kali ini, atas nama pimpinan universitas rektor menyampaikan terimakasih kepada para orangtua yang telah menghantarkan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di Unswagati serta kepada para profesor, para dosen dan staf di lingkungan Unswagati. Pada wisuda XLVII wisudawan yang mencapai IPK tertinggi Titin Nurkhotimah, SP dari Program Studi Pendidikan Agroteknologi Fakultas Pertanian dengan IPK  3,77 yusidium: Dengan Pujian, Program Magister Maryuliana, MP dari Prodi Agronomi IPK 3,76 yudisium: Dengan Pujian.

ok wisuda2

Wisudawan dengan masa studi tercepat Program Sarjana 3 tahun 9 bulan 20 hari Moh Khory Alfarizi, SE dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Program Magister 1 tahun 5 bulan 4 hari  Eli Lili Surtini, M.Si dari Prodi Administrasi Publik.  Wisudawan termuda, Program Sarjana dengan usia 21 tahun 1 hari, Putri Diah Pertiwi S.Pd, dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP. Program Magister dengan usia 24 tahun 9 bulan Prabawati Nurhabibah M.Pd. Sementara wisudawan tertua program sarjana Iwan Ridwan ST dari Prodi Teknik Sipil dengan usia 37 tahun 10 bulan dan 17 hari, Magister dengan usia 59 tahun 6 bulan 24 hari atas nama Etty Rahmawati MH dari Prodi Ilmu Hukum.(mj)

 

wagub rektor

Deddy Mizwar:  Selama Proses PTN Unswagati Harus Berperan Sambut Cirebon Raya

CIREBON- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat H Deddy Mizwar melakukan kunjungan khusus ke Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Selasa (11/4). Tokoh yang juga actor dan sutradara kondang Indonesia itu siambut langsung Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP beserta para wakil rektor, para dekan serta pimpinan Unswagati lainnya.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan kondisi eksisting Unswagati sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di wilayah Jawa Barat bagian timur. Selain itu, disampaikan rektor mengenai Unswagati yang memiliki akreditasi institusi B dan meraih ISO 9001:2008, juga tentang proses alih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

b

“Kami tetap berkomitmen kepada masyarakat, sebagaiman dalam visi yang ada Unswagati menargetkan pada tahun 2035 dapat menjadi PTN. Saat ini masih moratorium oleh kemenristekdikti. Namun demikian proses pemenuhan persyaratan tetap dilakukan oleh Unswagati. Kehadiran Pak Wagub di Unswagati tentunya sangat menggembirakan bagi kami,” kata rektor.

Sementara itu Wagub Deddy Mizwar mengemukakan bahwa sesuai dengan rencana pengambangan kawasan di Jawa Barat akan dibuat tiga pusat kegiatan yakni, Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang dan Purwakarta),  Bandung Raya, ddan Cirebon Raya. “Kedepan aka nada perubahan kultur, maka bagaimana masyarakat dapat mengantisipasi itu perguruan tinggi, termasuk Unswagati  harus menangani dan mengambil peran dalam Cirebon Raya ini, jangan sampai masyarakat disini hanya sebagai penonton,” jelasnya.

IMG_3304

Wagub berharap, Unswagati kedepan harus kelihatan, sambil menunggu moratorium penegerian ini, tetap berperan mengantisipasi perubahan sosial dan budaya yang ada  di masyarakat. “Mudah-mudahan Unswagati tetap menjadi perguruan tinggi terdepan dan semakin berkembang di masa depan bersamaan dengan perkembangan Jawa Barat yang akan menjadi provinsi terdepan setelah Bandara Internasional, pelabuhan internasional dibangun,” pungkasnya.

Diagendakan, setelah ke Unswagati Wagub Deddy Mizwar menuju Ponpes An Ni’am di jl Khatib Ratu, Grenjeng Harjamukti Kota Cirebon, dan malam harinya menghadiri penutupan festival teater di Gedung Kesenian Nyi Mas Rara Santang.(mj)