SPM2

Galeri Investasi BEI FE Unswagati dan OJK Gelar Sekolah Pasar Modal

CIREBON-Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Sekolah Pasar Modal di Aula Unswagati, Selasa (9/11). Pembicara dari OJK Bachtiar Rivai Rojak, ST, Bursa Efek Indonesia (BEI) Achmad Dirgantara, SIP MP, dari Trimega Ariffianto SE, MNC Securities Reha Mauren, SE. Hadir juga Ketua BEI FE Unswagati Moh. Yudi Mahadianto SE MM.

Menurut Yudi Sekolah Pasar Modal ini bertujuan memberi edukasi mengenai investasi (saham), memberi informasi mengenai mekanisme menjadi investor saham, edukasi soal teori pemilihan saham. Selain itu, bagaimana meningkatkan pemahaman mengenai investasi saham yang sebenarnya mudah dan terjangkau serta memberi informasi soal lembaga di pasar modal yang memberi fasilitas dan melindungi investor. “SPM ini sudah berjalan beberapa tahun ini konsepnya ada dua tingkat, untuk dasar (basic) dan lanjutan (advance),” katanya.

Dijelaskan Yudi, SPM terbuka untuk umum dan bisa diselesaikan dalam satu hari.“Masyarakat yang mengikuti SPM diharapkan bisa menjadi investor. Karenanya SPM selalu memiliki mitra yang juga turut mengisi investasi di saham dan reksadana kini sudah jauh lebih mudah. Kita berterimakasih pada teknologi. Kini untuk melakukan perdagangan, bisa dilakukan secara daring (online),” ujarnya.

Seperti diketahui, setoran awal untuk investasi terbilang mahal. Namun, teknologi berhasil membuatnya menjadi lebih murah karena bisa dilakukan secara daring.Kini, setoran awal cukup dengan Rp100 ribu. “Bila membicarakan potensi investor, Indonesia punya peluang sangat besar. Semua orang yang punya Rp100 ribu bisa menjadi investor,” imbuh Yudi.

Investasi di pasar modal jangan melihat konsep spekulatifnya, karena sifatnya jangka panjang. Artinya, bila dibanding emas dan obligasi, saham menawarkan imbalan yang lebih tinggi, bisa mencapai 15% per tahun. “Orang perlu tahu bahwa investasi akan mengubah pendapatan yang linear menjadi pendapatan eksponensial. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi sarana untuk mahasiswa agar dapat menjadi putra-putri bangsa yang mampu mengembangkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang lebih makmur dan sejahtera,”paparnya.

Dipaparkan oleh [ihak OJK, bahwa investasi merupakan penundaan konsumsi saat ini untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari. Investasi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu investasi aset keuangan dan investasi aset nonkeuangan. Investasi nonkeuangan meliputi investasi pada aset riil seperti tanah, rumah, emas, dan benda-benda antik. Berbeda dengan investasi nonkeuangan, investasi pada aset keuangan relative tidak mempunyai bentuk fisik yang riil. Investasi aset keuangan meliputi investasi reksadana, saham, obligasi, dan produk-produk derivative seperti option, forward, futures.

Investasi aset keuangan umumnya dilakukan dengan di pasar modal. Pasar modal memfasilitasi masyarakat dalam melakukan investasi pada aset keuangan.

Tingkat suku bunga tabungan di bank umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi yang terjadi. Artinya, bukan keuntungan yang kita peroleh namun justru menanggung beban tingkat inflasi yang menyebabkan penurunan nilai uang. Dengan kata lain, kita tidak dapat mengatakan telah melakukan investasi jika hanya menabung di bank.

Bila membicarakan populasi penduduk, menurut data PBB, Indonesia menempati peringkat keempat dengan jumlah penduduk Rp255 juta lebih. Sayangnya, tingkat literasi terhadap keuangan dari seluruh penduduk yang ada, Indonesia berada di kisaran 21,8%. “Literasi keuangan masyarakat di Singapura sudah mencapai 96%, di Malaysia 81%, di Thailand 78%. Kita di 21,8%,” katanya mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo. Dalam kata lain, literasi keuangan di Indonesia tergolong rendah.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu, literasi pasar modal berada paling rendah, yakni hanya mencapai 3,79%. Sedangkan perbankan 21,80% dan asuransi 17,84%. Tak heran bila Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait melakukan langkah-langkah percepatan guna menindaklanjutinya. Salah satu upaya meningkatkan literasi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal (SPM).(*)

Dr Ipik

Dr Ipik Permana, M.Si Perkuat SDM Unswagati

CIREBON-Satu lagi doktor baru di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). Dr Ipik Permana, MSi salah satu dosen senior di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon: Studi Hubungan Kewenangan Badan Permusyawaratan Desa dengan Kepala Desa dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon.”

Setelah melalui Sidang Terbuka pada Senin (31/10) Dr Ipik yang mengambil Program Doktor Ilmu Sosial Konsentrasi Administrasi Publik di Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung itu berhasil dengan meraih yudisium 3,68 dengan predikat Sangat Memuaskan. Dalam Sidang terbuka tersebut turut dihadiri Dekan Fisip Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si, Kepala Lemlit H Deddy Kusmayadi, SE M.Sc, Ketua BPA Dr H I Robia Khaerudin, M.Pd Kepala Biro Humas dan Kerjasama Siti Khumayah SE SH MSi,dan jajaran Fisip serta undangan dan keluarga Dr Ipik.

Dekan Fisip Dr H Mukarto mengaku bangga dengan bertambahnya SDM Fisip yang mendapat gelar akademik doctor. “Ini akan memperkuat sisi akademik Unswagati dan Fisip khususnya . Saya mengajak agar para dosen lainnya terus mengembangkan diri terutama dari jenjang keilmuan dgn menempuh jenjang pendidikn yang lebih tinggi dengan mengikuti program doktor,” ujarnya.
Dr Ipik 2
Sementara itu Dr Ipik Permana M.Si menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memotivasi mendorong dan membantu terselesaikannya hingga dirinye menyelesaikan pendidikan doctor. “Terutama untuk keluarga istri dan anak-anak tercinta kepada Dekan Fisip, Rektor Unswagati dan jajaran semuanya,” jelasnya.

Sedangkan sebagai Promotor Utama Prof Bambang Heru menyampaikn selamat kepada Dr Ipik Permana yg telah berhasil meraih gelar doctor. “Kepada Fisip Unswagati juga saya sampaikan selamat karena telah menambah lagi SDM baru yang berkualifikasi doctor,” ungkapnya.

Terpisah Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, menyampaikan apresiasinya atas raihan kualifikasi akademik yang diraih Dr Ipik Permana. “Apalagi Pak Ipik ini selain dosen senior beliau juga alumni Unswagati. Tentu ini sangat menggembirakan dan keluarga besar Unswagati sangat mengapresiasi atas prestasi ini,” tandasnya.(mj)

222

Mahasiswa UKM P&K Unswagati Tembus Final PENA EMAS Nasional

CIREBON-Unswagati kembali mengukir prestasi. Kali ini, mahasiswa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran dan Keilmuan (P&K) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Isna sukses menjadi finalis dalam Pekan Nasional Esai Mahasiswa (PENA EMAS) 2016 tingkat nasional .

Pada kompetisi yang diselenggarakan Universitas Trunojoyo, Madura Jawa Timur itu mengangkat tema “Peranan Mahasiswa dalam Mengoptimalkan Pendidikan yang Kreatif dan Inovatif berbasis Kearifan Lokal menuju Indonesia Emas”.

Isna Silvia (Ketua Umum UKM P&K) yang juga mahasiswi Pendidikan Matematika FKIP Unswagati berhasil melalui beberapa tahapan sampai lolos sebagai finalis. Itu setelah ia menyisihkan lebih dari 60 mahasiswa lainnya dari berbagai universitas di Indonesia.

PENA EMAS 2016 ini terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama (10 Juni – 15 Oktober 2016) pendaftaran dan pengiriman karya softfile. Tahap kedua (1 – 20 Oktober 2016) tahap penjurian dan penilaian karya. Tahapan ketiga (23 Oktober 2016) yaitu pengumuman finalis 10 besar PENA EMAS 2016.

PENA EMAS menjadi salah satu sarana dalam pengembangan potensi dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi masyarakat. PENA EMAS diikuti oleh Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Indonesia. Dalam kegiatannya, PENA EMAS dilaksanakan kompetisi esai nasional dan seminar nasional yang membahas mengenai upaya mahasiswa membangun pendidikan yang kreatif dan inovatif berbasis kearifan lokal menuju Indonesia emas.

Dalam PENA EMAS ini, Isna memperoleh nilai seri dengan mahasiswa Universitas Riau (Supriadi) yaitu 360. Berikutnya, disusul oleh Muh. Yazid (Universitas Airlangga) dengan perolehan nilai 355. Kemudian Satria Arif (Universitas Syiah Kuala) dan Yuli Arti (Universitas Negeri Yogyakarta) dengan nilai seri yaitu 335.

“Sepuluh finalis terbaik akan diundang untuk mempresentasikan karyanya di Universitas Trunojoyo, Madura pada 9 November 2016. Sangat bersyukur dapat berkesempatan untuk berjuang dalam final dan menorehkan prestasi dalam pekan esai ini,” ujar Isna, Senin (24/10) di Sekretariat UKM P&K, Kampus 3 Unswagati.

Dia menjelaskan gagasan kreatif yang diajukan dalam pekan nasional esai mahasiswa ini dengan menawarkan gagasan baru untuk mengoptimalkan kearifan lokal daerah Jawa Barat, yaitu permainan tradisional dam-daman dalam meningkatkan pemahaman matematis. Isna memadukan unsur edukasi dalam permainan tradisional dam-daman dengan matematika sehingga gagasan yang muncul yaitu “Damdamatika (dam-daman ala matematika) : Strategi Meningkatkan Pemahaman Matematis”.
Penentuan juara 1,2 dan 3 akan diumumkan dalam Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian PENA EMAS 2016, tepatnya Kamis, 10 November mendatang.

Berbagai dukungan diberikan kepada Isna untuk berjuang dalam final PENA EMAS 2016. “Semoga dapat membawa pulang piala kebanggaan bagi Universitas Swadaya Gunung Jati”, harap Isna.(*)

FH Kanoman

Fakultas Hukum Unswagati Bhaksos dan Penyuluhan Hukum di Kanoman

CIREBON-Menyambut Dies Natalies Fakultas Hukum (FH) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, menggelar Bhakti Sosial (Bhaksos) dan Penyuluhan Hukum di Keraton Kanoman, Kamis (27/10). Pada Bhaksos tersebut, diisi dengan pembagian sembako bagi warga kurang mampu, pembagian alat tulis dan tas, pembagian baju layak pakai. Sementara penyuluhan diisi oleh Sultan Kanoman Sultan M Saladin dan akademisi Unswagati Agus Dimyati, SH MH.

Tampak hadir, Dekan FH Prof Dr Ibnu Artadi beserta sivitas akademika Unswagati. Ratu Mawar Kartina SH MH, dari Kanoman, para dosen beserta masyarakat sekitar Kanoman. Dikatakan Panitia Kegiatan Ismayana SH MH, selain diisi dengan Bhaksos dan Penyuluhan Hukum, pada kegiatn tersebut juga dilakukan kunjungan ke Museum Kanoman dan diakhiri dengan Makan Bancakan Kreton yang merupakan bagian dari tradisi dan kearifan local untuk membangun kebersamaan.

Dijelaskan Dekan FH Prof Dr Ibnu Artadi SH MHum, masyarakat kurang mampu yang hadir sebanyak 100 orang dan melibatkan juga sebanyak 196 mahasiswa baru dari FH Unswagati. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian FH Unswagati dan mahasiswa baru terhadap nilai-nilai budaya local dan kepeduliannya kepada warga kurag mampu,” jelasnya.

FH Kanoman2

Pada penyuluhan hukum tersebut, Sultan Saladin menyampaikan tentang Sejarah dan NIlai BUdaya Cirebon. Diantaranya, bagaimana agar pesan Sykeh Sunan Gunung Jati tentang “Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin” tersebut dapat menjadi pelajaran bagi generasi sekarang. “Pesan tersebut dapat menjadi pelajaran agar kita peduli dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang ada,” jelasnya.

Sementara Dosen Unswagati Agus Dimyati SH MH menyoroti tentang tanggungjawab Pemerintah Kota Cirebon terhadap budaya lokal yang ada. “Pemerintah seharusnya melihat potensi budaya lokal yang ada khususnya di Keraton Kanoman ini seharusnya menjadi salaha satu prioritas karena dapat menjadi tujuan wisata yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon,” tandasnya.(mj)

juara fe2

Mahasiswa FE Unswagati Juara 1 Lomba Pasar Modal Tingkat Nasional

CIREBON-Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon kembali menunjukkan prestasinya di tingkat nasional. Pada even Stock Investment Competition National Invesment Day 2016, Selasa (25/10) di Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta, mahasiswa dari Prodi Manajemen Firman Sandy mampu meraih juara pertama dari total 175 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Dosen Pembimbing mahasiswa, Firman SE MM menyampaikan sebanyak 175 peserta tersebut berasal dari puluhan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Antara lain, ari UBM,Univ Trisakti, UKSW Salatiga, STIE YKPN Bogor, Kalbis University Jakarta, dan berbagai perguruan tinggi lain. “Dari 175 peserta tersebut dibagi menjadi 35 grup dan masing-masing grup dipilih satu pemenang,” kata Firman.

Dari masing-masing pemenang tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi 7 grup yang berisi masing-masing 5 orang peserta. Namun dari keseluruhan grup tersebut dicari hanya 5 orang pemenang dengan skor tertinggi untuk masuk ke babapk final. “Pada babak final tersebut 4 peserta dari perguruan tinggi tuan rumah UBM, dan satu dari Unswagati untuk dicari juara 1,2 dan 3. Alhamdulillah peserta dari Unswagati mamu menjadi yang terbaik dan meraih juara 1,” jelas Firman.

Dekan FE Unswagati Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE MM Ak CA mengapresiasi dan bangga atas keberhasilan mahasiswa FE Unswagati serta para tim dosen atas raihan prestasi tersebut. Menurutnya, raihan prestasi itu bukanlah hal yang instant karena semata-mata mengikuti kompetisi tersebut tetapi sebagai bagian dari pembinaan kultur akademik serta keseriusan semua pihak sehingga kualitas mahasiswa FE Unswagati mampu berkompetisi dengan mahasiswa dari kampus-kampus besar di skala nasional sekalipun.

“Senang sekali, ini sungguh membanggakan bagi kami dan tentunya keluarga besar Unswagati Cirebon. Semoga dengan raihan prestasi ini akan semakin meningkatkan semangat belajar bagi mahasiswa Unswagati lainnya serta peningkatan kualitas pembelajaran agar mahasiswa mampu bersaing di era global sekarang ini, termasuk dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN sekarang. Mahasiswa FE selain belajar teori di kelas oleh dosen kami juga mengundang pkar dengan bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dan MNC Securities untuk memberikan pencerahan sekolah pasar modal. Sehingga paham teori dan praktek,” jelasnya.(mj)

fisip jambore

Jambore Fotografi Nasional UKM Klise-FISIP Unswagati

CIREBON-Even besar akan digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). Kali ini, FISIP Unswagati yang di dalamnya mewadahi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Klise pada Selasa-Sabtu (18-22/10) akan menggelar Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) dibuka di Gedung Korpri Cirebon. Selanjutnya kegiatan akan digelar di beberapa lokasi di Kota Cirebon seperti Keraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi.

Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang diwadahi Klise FISIP Unswagati tersebut. Diharapkan selain menambah wawasan para peserta dan masyarakat Cirebon pecinta fotografi juga sebagai bentuk promo Unswagati dan Cirebon kepada masyarakat luas. “Ini kegiatan yang sangat baik bagi dari sisi akademis maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam susunan agenda acara yang ada selain dihadiri Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP juga mengundang Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH, dan Gubernur Jawa Barat H Ahmad heryawan, Lc. Berkaitan dengan kegiatan JFMI tersebut seperti dikutip dari cirebontrust.com merupakan sebuah wadah silaturahmi komunitas fotografi dari seluruh kota di Indonesia. Menurut Ketua Pelaksana Muhammad Khasbi Fikri pelaksanaan nantinya akan diisi oleh berbagai kegiatan seperti workshop, hunting bersama, lomba foto hingga pentas seni akan mengisi kegiatan yang akan berpusat di gedung kesenian Nyi mas Rarasantang Kota Cirebon.

“Hari pertama kita workshop pembekalan materi fotografi untuk perlombaan yang akan dilaksanakan di Keraton Kasepuhan. Setelah itu kami akan menuju Gua Sunyaragi menyaksikan pentas seni seperti tari topeng, ronggeng bugis, dan sintren,” ujar Khasbi. Peserta juga di hari kedua para peserta akan diajak ke pabrik genteng Jatiwangi untuk hunting foto story, melihat dari awal proses pembuatan genteng hingga jadi dan dilanjutkan pentas seni dari Hanyaterra, salah satu band indie asal Jatiwangi yang bermain musik menggunakan genteng. Diagendakan lebih dari 400 peserta sudah mendaftar kegiatan tersebut.(mj)

FK2

Prof Ali Ghufron Mukti: Mahasiswa Unswagati Harus Siap Berkompetisi

CIREBON-Direktur Jenderal (Dirjen) Sumberdaya Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., PhD mengisi kuliah umum di Aula Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Sabtu (15/10). Kuliah umum yang digelar seusai peletakan batu pertama pembangunan Kampus 2 Fakultas Kedokteran (FK) Unswagati.

Pada kuliah umum yang mengangkat tema “Mewujudkan Mahasiswa sebagai Penerus Bangsa yang Berkualitas, berkarakter dan Inovatif dalam menyongsong Persaingan Global bagi Peningkatan Daya Saing Bangsa yang Bermartabat.” Dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unswagati.

Pada kesempatan itu, Prof Ali Ghufron mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global tersebut. “Mahasiswa harus sudah memiliki rencana yang jelas untuk 7 tahun kedepan apa yang harus dilakukan? dan salah satu penunjang untuk mempersiapkan diri tentunya penguasaan dua bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Mahasiswa harus siap berkompetisi menghadapi persaingan global ini,” pesannya.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP di sela-sela kegiatan itu menyampaikan apresiasinya kepada Dirjen SDID Prof Ali Ghufron yang berkenan hadir di Unswagati. “Ini menjadi sangat spesial bagi kami setelah beliau turut serta dalam peletakan batu pertama pembangunan kampus 2 Fakultas Kedokteran, beliau juga menyempatkan diri mengisi kuliah umum di Unswagati,” tandas prof Djohan.(mj)

fk2a

Unswagati Bangun Kampus 2 Fakultas Kedokteran

**Peletakan Batu Pertama Oleh Dirjen SDID Dikti Prof Ali Ghufron Mukti

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus mendorong pengembangan fasilitas Fakultas Kedokteran (FK) dengan membangun Kampus 2 di Jalan Terusan Pemuda. Peletakan batu pertama Kampus 2 FK Unswagati tersebut, dilakukan oleh Direktur Jenderal SDM Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., PhD, Sabtu (15/10). Disaksikan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H Asep Djadjuli, Pembina Yayasan H Karnaen, Sekda Kota Cirebon H Asep Dedi, MSi dan Sekda Kab Cirebon H Yayat Ruhiyat, MSi.

Disampaikan Dekan FK Unswagati dr Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed pembangunan kampus 2 ini merupakan kebutuhan bagi Fakultas Kedokteran Unswagati untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan tujuan utamanya demi pemenuhan kompetensi bagi dokter lulusan FK Unswagati. “Kami berusaha melengkapi seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan standar Fakultas Kedokteran Indonesia yang baik dengan bangunan 4, 5 lantai, di lahan seluas 2.116 m2 ini bangunan dibuat seluas 5.000 m2,” katanya.
fk2b
Pada bangunan tersebut akan terdapat 4 Ruang kuliah dengan kapasitas 150 mahasiswa, 25 Ruang Tutorial / Skills lab termasuk gudang Skills Lab, perpustakaan, ruang Computer Based Test (CBT) untuk kapasitas 150 Computer, Auditorium untuk kapasitas 300 orang, Ruang hobi dan Olah raga (Futsal dan Basket), mushola dan kantin yang representatif, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang rapat dan sekretariat dan penunjang lainnya.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan di usianya yang ke 56 tahun ini Unswagati menjadi perguruan tinggi terbesar di wilayah III Cirebon yang memiliki 6 Fakultas dan 1 Pasca Sarjana, dan Fakultas Kedokteran adalah merupakan fakultas termuda di Unswagati. Namun FK Unswagati yang baru berumur 8 tahun mampu menunjukkan potensinya yang sangat luar biasa dalam mengharumkan nama Unswagati. Pada Desember 2016 FK Unswagati mewakili Indonesia dalam Program Sakura Science di Jepang, dan pada Februari 2017 FK Unswagati akan mengirimkan 3 perwakilan mahasiswa untuk mengikuti Student Exchange ke University of Poitiers di Prancis dalam bidang genetika.

Kemudian Hasil Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) yang dicapai oleh mahasiswa kedokteran Unswagati sampai saat ini cukup menggembirakan, yaitu kelulusan sampai Tahun Akademik 2016-2017 sebanyak 85 %, sehingga sampai saat ini jumlah lulusan dokter FK Unswagati sebanyak 42 dokter , dan tersisa 3 mahasiswa yang masih dalam tahap ujian UKMPPD.

“Saat ini tahap akademik sebanyak 313 mahasiswa, ada 199 mahasiswa tersebar di RS dan jumlah dosen tetap pada tahap akademik 46 dosen dan tahap Profesi 47 dosen. Pada tahun 2011-2013 FK Unswagati mendapatkan dana hibah dari WHO dalam Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PHKPKPD) sebesar 12.5 miliar untuk peningkatan kualitas dosen dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana proses pembelajaran di FK Unswagati. Dalam program tersebut diikuti oleh 19 FK Negeri dan 21 FK Swasta dari 73 FK yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan dalam sambutannya Prof Ali Ghufron menyampaikan bahwa dari sisi kualitas FK Unswagati terbilang unggul untuk FK di perguruan tinggi swasta tidak seperti perguruan tinggi lain yang memiliki FK namun tidak ada prestasinya. “Mudah-mudahan tradisi membangun ini menjadi tradisi FK Unswagati sehingga terus meningkatkan kualitasnya,” pungkas guru besar kedokteran itu.(mj)

Permata1

Unswagati Terima Mahasiswa Student Exchange “Permata” Kemenristekdikti

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menerima program Student Exchange dari Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Se-Nusantara (Permata) Kementerian Riset Teknologi dan Dikti (Kemenristekdikti). Kamis (13/10) 2 mahasiswa dari Universitas Malahayati Lampung diterima Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP dan turut mendampingi Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Kepala Biro Kemahasiswaan H Komarudin, M.Pd.

Kedua mahasiswa tersebut, Putri Elisabeth Pakpahan dan Ria Sagita akan mengikuti perkuliahan di Fakultas Ekonomi Unswagati di Prodi Akuntansi dan Prodi Manajemen. Setelah dua mahasiswa tersebut, Unswagati masih menunggu 3 mahasiswa lainnya yang akan dikirim oleh Kemenristekdikti pada program permata tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda menyambut baik program Kemenristekdikti ini, apalagi Unswagati mendapat kepercayaan sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat yang menjadi tujuan program Permata ini. “Tentunya kami senang karena Unswagati diakui sebagai perguruan tinggi yang berkualitas sehingga Kemenristekdikti pun menempatkan mahasiswa pada program pertukaran mahasiswa di kampus kami,” katanya.

permata2
Sementara itu, Wakil Rektor III Unswagati Dudung Hidayat SH MH menyampaikan bahwa pada program Permata Kemenristekdikti ini menjadi program perdana di Unswagati, sebaliknya mahasiswa Unswagati pun kami kirimkan ke kemenristekdikti melalui Kopertis untuk belajar di kampus lain. “Program ini sangat baik, karena akan menumbuhkan kerjasama, saling belajar dan tentunya menjaga spirit persatuan dan kesatuan,” jelasnya.
permata3
Salah satu mahasiswa Putri yang sebelumnya meraih IPK 4,00 di Univ Malahayati ini mengaku senang berada di Unswagati. Dia berharap akan semakin memberoleh ilmu dan pengalaman berharga dalam pengalaman belajarnya sebagai mahasiswa.”Suasananya asyik disini yang pasti akan dapat banyak teman baru juga selain suasana belajar yang baru,” tuturnya.

Kedua mahasiswa tersebut, selanjutnya langsung mengikuti aktivitas kegiatan perkuliahan di Fakultas Ekonomi, yang kemarin ada kegiatan Seminar Kompetensi. Hadir dalam kegiatabn itu Dekan FE Prof Dr Hj Ida Rosnida SE Ak MM CA beserta jajaran pimpinan fakultas di Aula Unswagati.(mj)

olimpiade akuntansi Unswagati

Serunya 40 Sekolah Ikuti Olimpade Akuntansi di Unswagati

CIREBON-Antusiasme sekolah SMA/SMK di wilayah III Cirebon mengikuti “Olimpiade Akuntansi” yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Senin (10/10) cukup tinggi. Dari target 26 sekolah ternyata diikuti peserta dari 40 sekolah dari Wilayah III Cirebon. Para guru pembimbing dari masing-masing sekolah pun tampak antusias.

Menurut Ketua Pelaksana Olimpade Akuntansi, Afra Hana Nazihah didampingi Ketua HMJ Dicky kegiatan ini untuk memberikan motivasi tentang arah pendidikan Akuntansi di masa depan, serta meningkatkan IPM di bidang pendidikan yang diharapkan berdampak pada sektor lainnya. “Kompetisi ini untuk menunjang kompetensi pelajar SMA dan SMK di bidang Akuntansi,” katanya seraya menambahkan kegiatan akan berlangsung sampai Selasa (11/10).

Salah satu guru pembimbing dari SMA Negeri Luragung Kuningan, Iwan Hernawan, S.Pd., M.Pd menyambut baik adanya kegiatan “Olimpade Akuntansi” ini sebagai ajang untuk menguji kemampuan siswa juga memperluas wawasan. “Kegiatan ini sebaiknya sering digelar untuk melatih siswa agar lebih menyukai Akuntansi dan mereka pun mau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di bidang Akuntansi maupun pendidikannya,” ujat Iwan yang juga alumni Unswagati ini.

Sementara itu, menurut Sekretaris Prodi Akuntansi Agung Yulianto, SE Ak MSi CA yang memantau jalannya kegiatan sampai sore kemarin menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan pengurus HMJ Akuntansi. Melalui kegiatan tersebut, sambungnya, akan semakin meningkatkan kecintaan para siswa SMK dan sederajat tersebut terhadap akuntansi. “Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN ini profesi Akuntansi sangat menjanjikan. Kami di FE Unswagati menyiapkan banyak dosen yang memiliki akuntan cukup banyak,” ujarnya.(mj)