IMG-20170617-WA0000

The 1st International Conference on Linguistics and English Teaching (ICLET)

Here is the first Internasional Conference in Cirebon, West Java.
Mark your date : November 6-7, 2017.

The 1st International Conference on Linguistics and English Teaching (ICLET) 2017 invites researchers, academicians, educators, practitioners, government agencies, and education consultants around the world to attend and share their insights, perspectives, research finding which relate to the theme of the conference: ” Empowering Language Educators&Practitioners to Confront the 21st Century Challenge”
For the detail information visit www.iclet.unswagati.ac.id

pts1

Kopertis IV Pembinaan PTS dan Dosen Se-Wilayah Cirebon di Unswagati

CIREBON-Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Dosen PNS serta Dosen Yayasan di Wilayah Cirebon,  Indyamayu, Majalengka dan Kuningan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar dan Banten digelar di Kampus Unswagati, Sabtu (20/5). Kegiatan yang melibatkan 53 PTS serta lebih dari 300 dosen tersebut, dihadiri langsung Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd, perwakilan APTISI Jawa Barat dan ABP-PTSI Wilayah IV.

Sebagai tuan rumah Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan terimakaih kepada Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd yang telah mempercayakan Unswagati penyelenggara dalam pembinaan para dosen dan PTS di Wilayah Cirebon. Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh pimpinan yayasan, pimpinan perguruan tinggi di Wilayah III Cirebon dalam kegiatan ini.

PTS2

“Kami menyampaikan tahniah kepada semuanya, terutama Kepada Pembina Yayasan Unswagati Bapak Mayjend TNI (Purn) HM irianto, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Bapak H Dadang Sukandar Kasidin beserta jajarannya. Bersama beliau semua Unswagati kini terus berupaya menjadi kampus yang bereputasi nasional, berjejaring global. Dan kini Unswagati meraih akreditasi B, dengan komposisi guru besar 9 orang, lector kepala 37, lector 71, Asisten Ahli  131 dan Tenaga Pengajar 91 orang,” katanya.

Sementara itu, Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembinaan PTS dan dosen ini dalam rangka membangun PTS dan SDM-nya yang berkualitas dengan paradigma yang baru. “Jika dulu dilakukan dengan pengawasan, pengendalian dan pembinaan atau wasdalbin, maka sekarang dengan pembinaan, pengendalian dan pengawasan atau bindalwas. Maka kedepan seluruh dosen akan terus dilakukan pembinaan agar terus meningkatkan jabatan fungsionalnya, pengendalian dan terakhir pengawasan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Prof Uman juga menyampaikan kritik terhadap pendidikan yang ada yang diantaranya, rendahnya relevansi lulusan, melemahnya daya saing bangsa, pengangguran sarjana meningkat. “Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan titik tekan dalam masalah itu ialah selain meningkatkan kompetensi juga kedepan harus siap berkompetisi. Termasuk masalah Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) hanya diikuti 38 peserta dari 38 PTS dan Debat Berbahasa Inggris diikuti 40 PTS. “Kedepan kegiatan tersebut akan dilakukan di setiap regional, baru juara-juaranya ke provinsi,” pungkasnya.

Ditambahkan Prof Uman beberapa hal yabng harus menjadi perhatian kedepan diantaranya persyaratan pendirian/perubahan perguruan tinggi, rencana induk pengembangan (rip), kurikulum, tenaga kependidikan, calon mahasiswa, statuta, kode etik sivitas akademika, sumber pembiayaan, sarana dan prasarana dan penyelenggara perguruan tinggi. Pada kesempatan itu, Ketua ABP-PSTI Drs H Sali Iskandar, M.Si dan prof Moh Yunus mewakili Ketua APTISI Wilayah IV/A yang berhalangan. (mj)

 

Unswagati-Pajak1

Unswagati Perpanjang MoU Tax Center dengan Kanwil DJP Jabar II

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) melakukan penandatanganan perpanjangan kerjasama/MoU Tax Center Unswagati dengan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat II, Selasa (16/5). Kegiatan yang digelar di Auditorium Kampus I Unswagati ini bersamaan dengan Kuliah Umum yang diikuti ratusan mahasiwa dari seluruh fakultas yang ada di Unswagati.

Kepala Kanwil DJP Jabar II Drs Adjat Djatnika, MBA mengatakan bahwa memang semua orang tidak suka dengan pajak karena tidak bisa langsung ada kontraprestasinya. Namun demikian, pajak ini sebagai penopang untuk mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa.

djp-pajak

“Peran pajak sangat penting untuk menopang pembangunan berbagai infrastuktur yang ada di Indonesia. Demikian juga peran swasta yang berperan serta dalam membangun sarana dan prasarana semakin mendorong. Saya menyambut gembira acara ini, ini sangat bermanfaat bagi perpajakan di Indonesia. Tentunya bagi mahasiswa Unswagati yang lulus dengan bekal ilmu pajak yang tinggi maka tidak akan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP saat membuka kuliah umum dan penandatanganan MoU menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pencapaian visi dan misi Unswagati. Unswagati yang memiliki motto kampus ilmiah, mandiri dan religius tentu sangat mendorong kegiatan ilmiah termasuk kegiatan ini.

rektor pajak

“Tak Center Unswagati saat ini mampu memecahkan masalah di masyarakat. Termasuk menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan lembaga lainnya. Tentunya, aspek edukasi kepada masyarakat melalui Tax Center sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Melalui acara ini merupakan sebuah kerjasama yang sangat baik untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam membayar pajak. Karena kita warga negara wajib membayar pajak untuk meningkatkan pembangunan,” papar rektor.

Ditambahkan rektor bahwa sosialisasi oleh Dirjen Pajak cukup bagus melalui berbagai media dengan menyentuh masyarakat. Dengan lebih banyak dengan ajakan agar masyarakat berkontribusi dalam pembayar pajak yang dengan sendirinya juga peduli dengan pembangunan.

Saat penandatanganan oleh Kepala Kanwil  DJP Jabar II Drs Adjat Djatnika, MBA dan Rektor Unswagati Prof Dr H Richanda Wiradinata MP, disaksikan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama H Nasir Asman Drs MM, Dekan Fakultas Ekonomi Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak MM CA, Kepala Kantor Pajak Pratama Cirebon. Tampak hadir sejumlah pimpinan lembaga dari universitas, para dekan/wakil dekan di lingkungan Unswagati. Pada kesempatan itu juga diberikan bantuan 1 unit komputer untuk Tax Center Unswagati dari pihaj DJP Jabar II.(mj)

 

 

 

pasar seni fisip

Pasar Seni Mahasiwa BEM FISIP Unswagati

CIREBON- Pasar Seni Kampus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)  Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digelar di halaman Kampus 3 Unswagati, Senin (8/5). Acara yang dibuka oleh Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto Siswoyo M.Si tersebut diisi beberapa kegiatan antara lain kuliner, pameran KLISE Fotografi, live musik, donor darah dari PMI Kota Cirebon, serta santunan anak yatim.

Dekan FISIP Dr H Mukarto sangat mengapreasiasi kegiatan Pasar Seni Kampus BEM FISIP. Menurutnya, kegiatan ini merupaka suatu bentuk kreatitas mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen pembina mata kuliah kewirausahaan. “Kegiatan ini tidak boleh berhenti disini karena ini berkaitan dengan mata kuliah sekaligus pengembangan potensi mahasiswa,” ungkapnya.

pasar seni fisip2

Dekan juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi entrepreuner di bidang kreatifitas mahasiswa yang ditekuni, manfaatkankan media sosial untuk mengembangkan kreatifitas di dalam berbisnis, bagi mahasiswa yang serius untuk menekuni bidang ini maka sangat menunjang untuk merencanakan kehidupan di masa yang akan datang.

Selain itu, H Mukarto juga menyambut baik kotak aspirasi mahasiswa sebagai saluran komunikasi yang secara tidak langsung antara mahasiswa dengan civitas akademika Unswagati. “Hasil dari kotak aspirasi tersebut bagi kewenangan fakultas dan kebijakan fakultas akan kami tindaklanjuti sebagai kewenangan dan kebijakan fakultas, untuk kewenagan atau ranah untuk universitas akan kami teruskan dan untuk ranah atau kewenangan yayasan akan kami teruskan,” paparnya.(*)

 

 

Seminar IKU1

Teladani Semangat Kartini, IKU Unswagati Gelar Seminar Perempuan

 

CIREBON-Menyambut Hari Kartini Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) menggelar Seminar Perempuan, Jumat (28/4) di Aula Kampus 1 Unswagati. Seminar dengan tema “Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Melalui Semangat Kartini” ini menghadirkan narasumber Hj Atalia Ridwan Kamil, yang merupakan Ketua TP PKK Kota Bandung.

Ketua IKU Hj Riseu Ika Gartika Djohan menyampaikan bahwa IKU setiap tahu menggelar berbagai kegiatan pada setiap momen Hari Kartini. Pada tahun ini, kata istri rektor Unswagati ini, sengaja menggelar seminar untuk memberikan wawasan baru bagi anggota IKU dan seluruh peserta ibu-ibu keluarga besar Unswagati.

Seminar IKU2

“Kami para istri dosen dan karyawan di lingkungan Unswagati ini ingin berkontribusi dalam pengembangan Unswagati, diantaranya dengan wadah IKU. Selain seminar, kami juga banyak menggelar kegiatan sosial untuk meningkatikan peran serta Unswagati di masyarakat. Dengan semangat Kartini diharapkan akan mampu mendorong peningkatan kualitas peran perempuan dalam kehidupan dengan tidak melupakan kodratnya sebagai ibu,” katanya.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan apresiasinya atas partisipasi IKU yang menggelar kegiatan seminar. Menurut Djohan—panggilan akrab Rektor Unswagati—memaknai Hari Kartini ini adalah momentum bagi kaum wanita yang dirintis ibu kita Kartini. Jadi, selain momen kesetaraan jender, antara laki-laki dan wanita semoga dengan seminar ini dapat memberikan manfaat kepada para peserta dari keluarga besar Unswagati.

Seminar IKU3

“Diharapkan dengan kegiatan ini juga bisa menumbuhkan nasionalisme bagi para wanita. Karena dalam perjuangan kemerdekaan pun peran wanita begitu besar dalam membantu para pejuang. Dan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam peningkatan kualitas hidup wanita kedepan juga harus ditingkatkan. Terbukti di Unswagati pun ada beberapa professor perempuan seperti Prof Ida Rosnidah dan Prof Mientarsih,” jelasnya.

Sementara dalam sesi paparan yang dimoderatori Ny Ima Robia, M.Pd , Hj Atalia Ridwan Kamil memaparkan kondisi terkini tentang isu-isu perempuan baik dalam kehidupan sosial maupun sektor lainnya juga tentang potensi-potensi perempuan dalam kehidupan.

“Perempuan memiliki banyak keleibihan yang tidak dimiliki laki-laki, yakni ia adalah seorang yang multi tasking, dapat melakukan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Dan saat ini coba sebutkan sector apa yang tidak dimasuki perempuan? Hampir semuanya sudah. Namun tetap perannya sebagai seorang ibu harus dimaksimalkan meskipun ia berpendidikan tinggi S2 atau S3 sekalipun,” paparnya.

Seminar IKU4

Dalam pembukaan seminar tampak hadir Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Prof Dr H Suherli Kusmana, M.Pd, para wakil rektor, para dekan dan direktur Pascasarjana serta pimpinan di lingkungan Unswagati Cirebon. Peserta yang hadir selain keluarga besar IKU juga para mahasiswi dan undangan lainnya.(mj)

 

 

ok wisuda1

Prof Intan Ahmad: Optimis Unswagati Kedepan Bisa Raih Akreditasi A

**Rektor dan Ketua Yayasan Unswagati Komitmen dengan Penegerian

CIREBON-Pelaksanaan wisuda bagi 697 lulusan sarjana, magister dan profesi dokter di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Sabtu (15/4) terasa istimewa. Selain dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof Intah Ahmad, PhD juga Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten yang baru,  Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. Pada wisuda kali ini dari 697 wisudawan sarjana sebanyak 624 lulusan, magister 45 dan profesi dokter 28 lulusan. Pelaksanaan wisuda dibagi dalam dua seesi. Pertama, 348 lulusan dan sesi kedua 349 lulusan.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dalam sambutannya menyampaikan, wisuda sebagai momentum meningkatkan komitmen dan dedikasi segenap sivitas akademika Unswagati dalam mewujudkan mimpi Unswagati menggapai visinya sebagai perguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global dan berkontribusi bagi daya saing bangsa yang bermartabat.

wosuda ok3

“Sebagai tanggungjawab penataan kualitas dalam menatakelola Unswagati pada 24 Nopember 2016 lalu, Unswagati telah berhasil meraih dan menerima Sertifi ikat Akreditasi Institusi dengan peringkat B. Hasil ini sangat membanggakan karena masih sedikit perguruan tinggi swasta di Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten, dari 480 PTS baru satu yang terakreditasi A dan 10 terakreditasi B dimana di dalamnya termasuk Unswagati, sebagian kecil lainnya terakteditasi C dan sebagian besar belum terakreditasi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Unswagati sudah menerapkan standar ISO 9001: 2008 dan akan segera diupgrade ke ISO 9001:2015,” paparnya.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—saat ini sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di dalam negeri dan luar negeri. Unswagati juga mendorong pemberian bantuan beasiswa bagi dosen dan meningkatkan jabatan fungsionalnya. Saat ini Unswagati memiliki 38 Doktor dan 48 calon doktor yang masih menjalani studi baik di dalam dan luar negeri. “Mudah-mudahan berbagai upaya ini berdampak positif pada peningkatan kualitas lulusan sarjana dan magister di Unswagati. Predikat sarjana dan magister diharapkan melekat pula dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan tanggungjawab yang merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahn sosial di masyarakat,” paparnya.

Sementara Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof Intan Ahmad PhD optimis Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) akan terus meningkatkan kualitasnya. “Dengan raihan Unswagati yang saat ini sudah B sebagai standar mutu itu sangat baik, secara nasional baru 50 yang akreditasi A. Saya punya keyakinan Unswagati kedepan akan meraih akreditasi A dengan melihat segala peningkatan yag dilakukan. Bahkan kedepan akreditasi internasional sangat diperlukan dan itu semua harus ada dukungan dari semua, termasuk mahasiswa tentunya,” ujarnya.

Dijelaskan Prof Intan bahwa keberadaan pendidikan tinggi sangat bermakna, pada 2012 posisi ekonomi Indonesia nomor 16, diperkirakan 2030 akan nomor 7 dunia. Artinya kedepan Indonesia bisa menjadi anggota G19, belum lagi bonus demografi, jadi harus ada lulusan-lulusan yang profesional sehingga mampu mengisi ruang-ruang yang ada. “Banyak sekali potensi Indonesia, maka kita juga harus mengetahui posisinya ada dimana. Harapan besar pada lulusan yang baru sekarang, kedepan persaingan sangat ketat. Pendidikan Tinggi saat ini sudah berbeda dengan dulu, saat ini pendidikan tinggi baik mahasiswa maupun dosen melakukan penelitian yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

wisuda ok4

Sementara terkait alih status Unswagati menjadi perguruan tinggi negeri (PTN)  Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dan Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Dadang Sukandar Kasidin tetap berkomitmen. Ketua YPSGJ H Dadang Sukandar Kasidin mengatakan bahwa pihak Pemkot Cirebon menyampaikan akan membantu proses pengadaan lahan agar jangan sampai keluar dari Kota Cirebon.  Tidak hanya pemkot, sambung H Dadang, pihak Pemprov Jabar juga demikian sebagaimana Wagub Jabar H Deddy Mizwar yang datang ke Unswagati, Komisi X DPR RI dan Menteri Riset Teknologi dan Dikti (Menristekdikti) melalui Dirjen Belmawa Prof Intan Ahmad PhD juga menyampaikan dukungannya.

“Kami selaku Yayasan Unswagati tetap berkomitmen terkait dengan proses penegerian Unswagati. Sambil menunggu moratorium hingga 2019 mendatang kami akan gandeng pihak-pihak terkait, baik Pemkot Cirebon, Pemprov Jabar, Dikti dan semua pihak agar apa yang menjadi harapan masyarakat di wilayah Cirebon akan benar-benar dapat terwujud. Tentu kita semua mengharapkan ridho dari Allah SWT, sedangkan kita semua hanya mengusahakan agar dapat terwujud,” pungkas H Dadang diamini Rektor Prof Djohan.

Pada wisuda kali ini, atas nama pimpinan universitas rektor menyampaikan terimakasih kepada para orangtua yang telah menghantarkan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di Unswagati serta kepada para profesor, para dosen dan staf di lingkungan Unswagati. Pada wisuda XLVII wisudawan yang mencapai IPK tertinggi Titin Nurkhotimah, SP dari Program Studi Pendidikan Agroteknologi Fakultas Pertanian dengan IPK  3,77 yusidium: Dengan Pujian, Program Magister Maryuliana, MP dari Prodi Agronomi IPK 3,76 yudisium: Dengan Pujian.

ok wisuda2

Wisudawan dengan masa studi tercepat Program Sarjana 3 tahun 9 bulan 20 hari Moh Khory Alfarizi, SE dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Program Magister 1 tahun 5 bulan 4 hari  Eli Lili Surtini, M.Si dari Prodi Administrasi Publik.  Wisudawan termuda, Program Sarjana dengan usia 21 tahun 1 hari, Putri Diah Pertiwi S.Pd, dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP. Program Magister dengan usia 24 tahun 9 bulan Prabawati Nurhabibah M.Pd. Sementara wisudawan tertua program sarjana Iwan Ridwan ST dari Prodi Teknik Sipil dengan usia 37 tahun 10 bulan dan 17 hari, Magister dengan usia 59 tahun 6 bulan 24 hari atas nama Etty Rahmawati MH dari Prodi Ilmu Hukum.(mj)

 

BIPA

Seminar Internasional BIPA Unswagati Diikuti Peserta dari 7 Negara

CIREBON– Seminar Internasional Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang digelar Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP dan Prodi Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Jumat (7/4) berlangsung semarak. Kegiatan yang digelat di Auditorium Kampus I Unswagati itu diikuti ratusan peserta yang diantaranya berasal dari 7 negara. Mereka diantaranya dari tuan rumah Indonesia, Rusia, Madagaskar, Vietnam, Nigeria, Polandia, dan Timor Leste.

Menghadirkan 3 narasumber yakni Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd (UPI/Indonesia), Marina Vladimir Flovora Ph.d (Higher Education Specialist From Lomonosov Moscow State University Institute Of Pratical Oriental Studies, Rusia), dan Wang Qun, M.Pd (Head of Indonesia Language and Literature Departemen Xi’an International Studies University, Vietnam). Dihadiri Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, para pimpinan Unswagati, Plt Dekan FKIP Drs H Endang herawan MM, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Mira Nuryanti, M.Pd, para dosen dan undangan lainnya.

Dilaporkan Plt Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati H Endang Herawan Drs., MM  Seminar BIPA ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang materi dan metode pengajaran BIPA, mengimplementasikan hasil lokakarya dalam pengajaran BIPA dan membumikan Unswagati Khusunya khusunya Prodi Bahasa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unswagati ditataran lokal, Nasional dan Internasional. “Sebelumnya kegiatan seminar digelar di UPI Bandung, baru di Unswagati dan berlanjut ke  Jogja dan Solo. Kami juga mengajak kepada seluruh hadirin yang hadir, kepada para guru para siswa  untuk menjadikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unswagati menjadi salah satu pilihan terbaik untuk melanjutkan ke jenjang S1 dan S2,” ajak Endang yang menggantikan sementara tugas Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak M.Pd yang tengah ibadah umrah.

Bersamaan dengan Seminar Internasional tersebut, digelar juga Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai sarana uji mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia lisan dan tulisan yang telah dikembangkan oleh Badan Bahasa. Melalui UKBI, seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. “Prodi Diksatrasia FKIP akan meluluskan mahasiswa dan berhak mengikuti sidang skripsi jika minimal berada meraih nilai 578-640 UKBI. Peringkat ini menunjukkan bahwa peserta uji memiliki kemahiran yang tinggi dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis,” tegas Endang.

Sementara itu Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengapresiasi dan menyambut baik Seminar Internasional ini sebagai even kegiatan akademis yang sangat strategis bagi Unswagati dan pengembangan Bahasa Indonesia di dunia. “Seminar BIPA Ini sangat luar biasa, ini menunjukan semakin lama BIPA semakin berkembang. Bagi Unswagati Cirebon ini menjadi kehormatan. Karena setelah digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kami menjadi tempat yang kedua,” katanya.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrab rektor—bahwa bahasa Indonesia saat ini banyak digunakan di negara-negara luar, bahkan mereka sudah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga setelah bahasa negaranya sendiri, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kegiatan yang dihadiri pemateri dari luar, dua pemateri lulus sebagai doktor bahasa Indonesia dan satunya lagi doktor bahasa Indonesia diselenggarakan di Rusia dalam konteks bahasa Asia-Afrika.
Ditambahkan Djohan, Unswagati diminta dan ditunjuk sebagai penyelenggara seminar internasional. Seminar ini juga, katanya, akan diadakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang bekerjasama dengan kementerian.  “Unswagati Cirebon sangat konsen mengembangkan BIPA. Salah satu buktinya, Unswagati telah memiliki Lembaga Bahasa Unswagati (LBU) yang akan melakukan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan Bahasa Indonesia dengan  Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

bipa narsum

Salah satu pembicara seminar, Nuny Sulistiany Idris membeberkan, bahasa Indonesia itu bukan hanya diminati dan dipelajari dosen atau intelektual saja, akan tetapi para pelajar pun turut serta mempelajari bahasa Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan pemerintah Rusia dengan Indonesia melakukan kerjasama pertukaran pelajar dengan nama Youth Ambasador (Duta Besar Muda), termasuk negara Australia pun melakukan kerjasama dengan pertukaran guru.
“Kalau ingin mengajar bahasa Indonesia di luar negeri, googling saja dilaman Kemendikbud Sekolah Indonesia Moskow (SIM), tetapi ketika diluar selain harus menguasai bahasa, tentu harus juga dibekali wawasan kebangsaan,” tutupnya.

Sementara Marina Vladimir Flovora dan Wang Qun pada kesempatan itu menyampaikan bagaimana perkembangan Bahasa Indonesia disana. Dia juga mengungkapkan berkaitan dengan kualifikasi pengajar Bahasa Indonesia, mulai dari lulusan magister hingga doktor. “Di Rusia untuk pengajar Bahasa Indonesia di Universitas itu lulusan magister hingga doctor. Karena masih sedikit lulusan magister banyaknya, kedepan lulusan doktor,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan Wang Qun bahwa kualifikasi pendidikan pengajar di perguruan tinggi minimal magister. (mj)

Mancing Unswagati-bjb1

Sivitas Akademika Unswagati Mancing Bersama bjb

CIREBON-Sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)  dengan Bank Jabar Banten  (bjb) Cirebon menggelar kegiatan mincing bersama di Pemancingan Telaga Cipayung Desa Cirea Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Minggu (19/3).  Diikuti peserta sebanyak 57 orang dari seluruh perwakilan unit dan lembaga di lingkungan Unswagati serta puluhan peserta dari puluhan pegawai bjb Cirebon.

Wakil Rektor II Unswagati H Acep Komara, Drs SE M.Si mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang tengah tugas keluar kota, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing  bersama ini sebagai sarana meningkatkan silaturahmi dan hubungan baik antara Unswagati dan bjb. “Semoga saja kerjasama yang selama ini sudah terjalin akan lebih baik lagi,” pesannya.

Manving Unswagati-bjb2

Sementara menurut perwakilan bjb yang juga Pimpinan bjb Kantor Kas Unswagati Eka Megawati menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing ini semoga dapat semakin mempererat kerjasama antara bjb dengan Unswagati. “Unswagati ini merupakan salah satu nasabah prioritas bjb tentunya kami sangat senang bekerjasama dengan seluruh keluarga besar Unswagati,” ujarnya.

Dalam lomba mancing tersebut, untuk juara kategori 2 ikan indukan terbarat juara 1 Yanto Heriyanto dengan berat 1,86 Kg, kedua diraih H Komarudin, M.Pd 1,53 Kg dan ketiga Widodo Susetya SE 1,52. Sedangkan untuk ikan terbanyak, juara 1 Deden, M.P sebanyak 13 ekor, juara 2. Fariz 12 ekor dan juara 3 yayan dengan 11 ekor. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 dan dilanjutkan makan siang dan ramah-tamah.

Mancing Unswagati-bjb3

Para pimpinan lain yang juga ikut dalam kegiatan mancing tersebut, Wakil Rektor I Dr Alfandi M.Si, Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM, Kepala BPA Dr I Robia Khaerudin, Kepala Lemlit Prof Dr Suherli M.Pd serta para pejabat lain mulai dari kepala biro, kepala bidang dan kepala bagian. (mj)

seminar hukum -narasumber

Seminar Nasional Bedah Aspek Hukum Korupsi dan Administrasi Negara

CIREBON- Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Seminar Nasional “Mengupas Persinggungan Hukum Tindak Pidana Korupsi dan Hukum Administrasi Negara Terhadap Kewenangan Aparatur Negara,” Sabtu (11/3), di Auditorium Kampus I Unswagati. Hadir sebagai pembicara, Ketua Komisi Yudisial RI 2010-2013 Prof Dr H Eman Suparman  SH MH, Guru Besar Ilmu Hukum Unswagati Prof Dr Ibnu Artadi SH M.Hum dan Ahli HUkum Administrasi  Negara dari UNISSULA Semarang Dr Rakhmat Bowo S, SH MH.

Dibuka oleh Wakil Rektor I Unswagati Dr Alfandi M.Si mewakili Rektor Unswagati  Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP yang tengah bertugas keluar kota dan diawali dengan sambutan Direktur Pascasarjana Unswagati Dr Endang Sutrisno SH M.Hum.  Peserta yang hadir dalam seminar tersebut, selain para mahasiswa pascasarjana Unswagati, aparat pemerintah dan penegak hukum juga berbagai elemen dari berbagai instansi lainnya.

Seminar hukum - dr alfandi

Dr Alfandi atas nama rektor menyambut bbaik kegiatan seminar nasional ini sebagai sebuah forum ilmiah yang juga mengkaji tentang berbagai problematika hukum yang berkembang di masyarakat. Diantaranya, sambung Dr Alfandi, bagaimana upaya penegakan hukum dalam lingkup perundang-undangan yang ada. Dia juga berharap kegiatan ini akan di-follow up dengan kegiatan-kegiatan berikutnya.

Dr Endang menyampaikan bahwa digelarnya seminar tersebut untuk mengkaji berbagai porblematika dan fenomena hukum yang ada di Indonesia. Begitu banyak kasus yang tak kunjung selesai, seperti kasus Munir, kasus Wiji Thukul, dan kasus-kasus lainnya kini muncul kasus korupsi e-KTP yang  mencapai triliunan rupiah. “Kasus-kasus tersebut bersinggungan dengan aspek administrasi pemerintahan. Untuk itu dalam seminar ini mencoba untuk dibedah. Dan kami juga berharap dukungan dari universitas untuk kegiatan-kegiatan lainnya.

seminar hukum dr- endang

Dalam paparannya, Prof Eman Suparman menyampaikan bahwa terkait dengan UU No 30 tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan dan UU Nomor 20 tahun 2001 pengganti UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada dasarnya berlaku secara mengikat baik aparatur birokrasi juga lembaga peradilan. “UU Administrasi Pemerintahan dan UU Tipikor merupakan peraturan perundang-undangan yang menyasar sistem reformasi birokrasi,” katanya.

Sementara Prof Ibnu Artadi mengungkapkan tentang penyalahgunaan wewenang yang dalam hukum pidana tidak memiliki pengertian sendiri tentang penyalahgunaan wewenang ambil alih hukum administrasi. Sesuai putusan MA no 977/k/PID/2004 penyalahgunaan wewenang tidak ditemukan eksplisitnya dalam hukum pidana, maka hukum pidana menggunakan pengertian dalam cabang hukum lainnya (hukum administrasi).

Seminar hukum - audience

“Dalam praktik penegakan hokum korupsi dari penyalahgunaan wewenang belum ada keseragaman pemaknaan. Dan Diskresi dimana ada kebebasan atas wewenang yang diberikan hukum untuk  bertindak dalam situasi khusus sesuai dengan penilaian dan kata hati instansi atau petugas itu sendiri dnegan tujuan melancarkan penyelenggaraan pemerintahan, mengisi kskosongan hukum maka tidak dipidana seperti pelayanan umum terlayani, Negara tidak dirugikan dan tidak mengambil keuntungan,” ujarnya.

Sedangkan Dr Rakhmat Bowo S, SH MH mengemukakan bBeberapa pesoalan terkait ditetapkannya UU No. 30/2014 yang  secara normatif, konsep penyalahgunaan wewenang tersebut dianggapnya agak kacau, apabila ditinjau secara teoretik, bermakna sangat luas,karena meliputi tindakan melanggar hukum, tindakan tanpa kewenangan dan tindakan sewenang-wenang dan persoalanitu berimplikasi pada pilihan pasal yang mendasari dakwaan tipikor.(mj)