FH Kanoman

Fakultas Hukum Unswagati Bhaksos dan Penyuluhan Hukum di Kanoman

CIREBON-Menyambut Dies Natalies Fakultas Hukum (FH) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, menggelar Bhakti Sosial (Bhaksos) dan Penyuluhan Hukum di Keraton Kanoman, Kamis (27/10). Pada Bhaksos tersebut, diisi dengan pembagian sembako bagi warga kurang mampu, pembagian alat tulis dan tas, pembagian baju layak pakai. Sementara penyuluhan diisi oleh Sultan Kanoman Sultan M Saladin dan akademisi Unswagati Agus Dimyati, SH MH.

Tampak hadir, Dekan FH Prof Dr Ibnu Artadi beserta sivitas akademika Unswagati. Ratu Mawar Kartina SH MH, dari Kanoman, para dosen beserta masyarakat sekitar Kanoman. Dikatakan Panitia Kegiatan Ismayana SH MH, selain diisi dengan Bhaksos dan Penyuluhan Hukum, pada kegiatn tersebut juga dilakukan kunjungan ke Museum Kanoman dan diakhiri dengan Makan Bancakan Kreton yang merupakan bagian dari tradisi dan kearifan local untuk membangun kebersamaan.

Dijelaskan Dekan FH Prof Dr Ibnu Artadi SH MHum, masyarakat kurang mampu yang hadir sebanyak 100 orang dan melibatkan juga sebanyak 196 mahasiswa baru dari FH Unswagati. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian FH Unswagati dan mahasiswa baru terhadap nilai-nilai budaya local dan kepeduliannya kepada warga kurag mampu,” jelasnya.

FH Kanoman2

Pada penyuluhan hukum tersebut, Sultan Saladin menyampaikan tentang Sejarah dan NIlai BUdaya Cirebon. Diantaranya, bagaimana agar pesan Sykeh Sunan Gunung Jati tentang “Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin” tersebut dapat menjadi pelajaran bagi generasi sekarang. “Pesan tersebut dapat menjadi pelajaran agar kita peduli dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang ada,” jelasnya.

Sementara Dosen Unswagati Agus Dimyati SH MH menyoroti tentang tanggungjawab Pemerintah Kota Cirebon terhadap budaya lokal yang ada. “Pemerintah seharusnya melihat potensi budaya lokal yang ada khususnya di Keraton Kanoman ini seharusnya menjadi salaha satu prioritas karena dapat menjadi tujuan wisata yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon,” tandasnya.(mj)