SPM2

Galeri Investasi BEI FE Unswagati dan OJK Gelar Sekolah Pasar Modal

CIREBON-Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Sekolah Pasar Modal di Aula Unswagati, Selasa (9/11). Pembicara dari OJK Bachtiar Rivai Rojak, ST, Bursa Efek Indonesia (BEI) Achmad Dirgantara, SIP MP, dari Trimega Ariffianto SE, MNC Securities Reha Mauren, SE. Hadir juga Ketua BEI FE Unswagati Moh. Yudi Mahadianto SE MM.

Menurut Yudi Sekolah Pasar Modal ini bertujuan memberi edukasi mengenai investasi (saham), memberi informasi mengenai mekanisme menjadi investor saham, edukasi soal teori pemilihan saham. Selain itu, bagaimana meningkatkan pemahaman mengenai investasi saham yang sebenarnya mudah dan terjangkau serta memberi informasi soal lembaga di pasar modal yang memberi fasilitas dan melindungi investor. “SPM ini sudah berjalan beberapa tahun ini konsepnya ada dua tingkat, untuk dasar (basic) dan lanjutan (advance),” katanya.

Dijelaskan Yudi, SPM terbuka untuk umum dan bisa diselesaikan dalam satu hari.“Masyarakat yang mengikuti SPM diharapkan bisa menjadi investor. Karenanya SPM selalu memiliki mitra yang juga turut mengisi investasi di saham dan reksadana kini sudah jauh lebih mudah. Kita berterimakasih pada teknologi. Kini untuk melakukan perdagangan, bisa dilakukan secara daring (online),” ujarnya.

Seperti diketahui, setoran awal untuk investasi terbilang mahal. Namun, teknologi berhasil membuatnya menjadi lebih murah karena bisa dilakukan secara daring.Kini, setoran awal cukup dengan Rp100 ribu. “Bila membicarakan potensi investor, Indonesia punya peluang sangat besar. Semua orang yang punya Rp100 ribu bisa menjadi investor,” imbuh Yudi.

Investasi di pasar modal jangan melihat konsep spekulatifnya, karena sifatnya jangka panjang. Artinya, bila dibanding emas dan obligasi, saham menawarkan imbalan yang lebih tinggi, bisa mencapai 15% per tahun. “Orang perlu tahu bahwa investasi akan mengubah pendapatan yang linear menjadi pendapatan eksponensial. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi sarana untuk mahasiswa agar dapat menjadi putra-putri bangsa yang mampu mengembangkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang lebih makmur dan sejahtera,”paparnya.

Dipaparkan oleh [ihak OJK, bahwa investasi merupakan penundaan konsumsi saat ini untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari. Investasi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu investasi aset keuangan dan investasi aset nonkeuangan. Investasi nonkeuangan meliputi investasi pada aset riil seperti tanah, rumah, emas, dan benda-benda antik. Berbeda dengan investasi nonkeuangan, investasi pada aset keuangan relative tidak mempunyai bentuk fisik yang riil. Investasi aset keuangan meliputi investasi reksadana, saham, obligasi, dan produk-produk derivative seperti option, forward, futures.

Investasi aset keuangan umumnya dilakukan dengan di pasar modal. Pasar modal memfasilitasi masyarakat dalam melakukan investasi pada aset keuangan.

Tingkat suku bunga tabungan di bank umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi yang terjadi. Artinya, bukan keuntungan yang kita peroleh namun justru menanggung beban tingkat inflasi yang menyebabkan penurunan nilai uang. Dengan kata lain, kita tidak dapat mengatakan telah melakukan investasi jika hanya menabung di bank.

Bila membicarakan populasi penduduk, menurut data PBB, Indonesia menempati peringkat keempat dengan jumlah penduduk Rp255 juta lebih. Sayangnya, tingkat literasi terhadap keuangan dari seluruh penduduk yang ada, Indonesia berada di kisaran 21,8%. “Literasi keuangan masyarakat di Singapura sudah mencapai 96%, di Malaysia 81%, di Thailand 78%. Kita di 21,8%,” katanya mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo. Dalam kata lain, literasi keuangan di Indonesia tergolong rendah.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu, literasi pasar modal berada paling rendah, yakni hanya mencapai 3,79%. Sedangkan perbankan 21,80% dan asuransi 17,84%. Tak heran bila Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait melakukan langkah-langkah percepatan guna menindaklanjutinya. Salah satu upaya meningkatkan literasi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal (SPM).(*)