Tari Topeng Mimi Rasinah yang Tak Lekang Oleh Waktu

Tari Topeng Mimi Rasinah yang Tak Lekang Oleh Waktu

Tari topeng merupakan salah satu kesenian Cirebon yang perlu dilestarikan. Salah satu maestro tari topeng yaitu mimi Rasinah yang berasal dari Indramayu, Setelah menyerahkan tongkat estafet tari topeng kepada cucunya yang bernama Aerli, mimi Rasinah meninggal pada Agustus 2010.

Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon membangun kearifan lokal dalam meningkatkan dan menerapkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi mengajak Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah bekerjasama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seperti yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) Nomor:241/UNIV/VI/2020. Kerjasama ini dilaksanakan untuk pengembangan kearifan lokal Cirebon ke dalam pembelajaran nilai-nilai sebagai basis perkuliahan pada UGJ, Sebagai pengembangan studi, kajian, penelitian nilai-nilai sosial, budaya, ekonomi dan politik masyarakat Cirebon. Juga dalam peningkatan pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi pada pengembangan kearifan lokal Cirebon. Pemeliharaan kelestarian pariwisata dan budaya yang ada di wilayah III Cirebon, sebagai asset daerah. Serta pembuatan rencana program kegiatan seni dan budaya Cirebon sebagai wahana aktivitas, kreativitas, promosi seni dan budaya Cirebon.

Kerjasama antara UGJ dengan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah memiliki wacana kedepan sebagai tempat darmasiswa mahasiswa asing yang melakukan student exchange di UGJ, maupun mahasiswa yang berasal dari dalam negeri maupun swasta untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap kebudayaan lokal salah satunya melalui tari topeng.

Saat ini tari topeng sudah dikenal luas bahkan sampai mancanegara. Karena keunikannya dengan karakter topeng yang berbeda-beda pada saat dibawakan dalam tarian, dan setiap karakter topeng memiliki kepribadian yang berbeda-beda.