Tahu Gejrot Cita rasa Kuliner Cirebon yang Khas dan Unik

Tahu Gejrot Cita rasa Kuliner Cirebon yang Khas dan Unik

Belum afdol rasanya jika ke Cirebon belum mencoba salah satu kuliner yang khas wajib di coba yakni tahu gejrot. Tahu gejrot yang legendaris adalah jajanan khas Cirebon yang berbahan dasar tahu, Panganan ringan ini memang terlihat sangat sederhana namun begitu berisi rasanya. Kudapan yang memiliki rasa manis, gurih, dan super pedas sekaligus. Biasanya tahu yang digunakan adalah jenis yang kopong tengahnya dan kecil ukurannya. Penjualnya akan mengulek bumbu pedas dan gurih berupa bawang putih, bawang merah, cabai rawit yang banyak, serta sedikit garam. Perpaduan makanan tersebut menciptakan cita rasa yang khas dan unik, serta sangat cocok untuk dinikmati sambil berkumpul.
Kepopuleran tahu gejrot di Cirebon tidak serta merta datang begitu saja. Ada sejarah panjang yang melatarbelakangi munculnya tahu gejrot sebagai makanan khas Cirebon. Sejarawan dan Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer mengatakan, Tahu Gejrot tercipta dari dapur pabrik Tahu Gejrot yang berlokasi di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Cirebon sejak zaman sebelum kemerdekaan. Pabrik tersebut dimiliki oleh keturunan Tionghoa yang menetap di Indonesia dan buruhnya merupakan masyarakat asli Cirebon. Para pemilik pabrik tahu kemudian beralih profesi ataupun usaha setelah keadaan ekonomi mulai membaik. Hal tersebut membuat para buruh pabrik berusaha memproduksi tahunya sendiri. Mereka memanfaatkan keterampilan membuat tahu yang didapat, untuk memproduksi tahu sendiri. Tahu gejrot ini berawal saat orang-orang mulai mengolah kemampuan dan ilmu memasaknya. Hingga akhirnya, terciptalah sebuah makanan yang terbuat dari tahu yang dipotong-potong, kemudian disiram dengan rebusan air gula merah dan kecap. Karena zaman dulu masih serba sederhana, maka penyajiannya pun sederhana, yakni dengan menggunakan piring gerabah. Namun, hal inilah yang justru membuat cita rasa tahu gejrot ini menjadi khas dan unik.
Uniknya, cara penyajiannya dipotong gerabah kecil berwarna hitam. Piring inilah yang mempengaruhi cita rasa pada tahu gejrot. Sebab, jika disajikan di atas piring biasa ataupun berbahan plastik, maka rasanya akan berbeda. Air gula yang menyatu dengan gerabah membuat rasa semakin khas. 
Adapun nama tahu gejrot sendiri berasal dari cara penyajiannya, yang terbentuk ketika air rebusan kecap tersbut dituangkan ke potong gerabah yang berisi tahu. Ketika menuangkannya, mengeluarkan suara 'jrot ... jrot ... jrot'. Dari situlah, nama makanan ini menjadi tahu gejrot.