Gedung BAT Kawasan Kota Tua Cirebon yang Kian Lestari

Gedung BAT Kawasan Kota Tua Cirebon yang Kian Lestari

Pariwisata Kota Cirebon tak hanya dikenal dengan wisata belanja dan kuliner saja, tetapi juga dikenal dengan wisata sejarah. Hal ini terlihat di sejumlah sudut kota banyak gedung tua peninggalan Zaman Kolonial Belanda yang hingga saat masih bediri kokoh. Salah satu bangunan tua tersebut adalah Gedung British American Tobacco (BAT).

Gedung British American Tobacco (BAT) adalah tempat industri pabrik rokok yang terkenal dan menjadi salah satu ikonik dari Kota Cirebon, serta menjadi saksi sejarah kejayaan pabrik rokok di Kota Cirebon.  Gedung ini memiliki gaya arsitektur khas kolonial Belanda. Karena itulah kemudian menjadi daya tarik warga dan para wisatawan baik lokal maupun dari luar kota Cirebon bahkan mancanegara. Gedung yang oleh warga Cirebon dikenal sebagai Gedung BAT, telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Cirebon sebagai salah satu cagar budaya yang dimiliki Kota Udang. Meski sudah tidak berfungsi lagi, tetapi gedung ini masih terus dijaga dan dirawat kelestariannya.
Tentunya gedung ini dijadikan destinasi berswafoto yang sangat instagramable dan menjadi Spot foto yang sangat aestetic dan eksotis bagi pengunjungnya.

Secara administrasi gedung BAT terletak pada jalan Pasuketan No. 1 Kampung Kebumen, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gedung ini berada di pojok perempatan, dan berseberangan dengan Bank Mandiri. Sedangkan secara astronomis berada pada titik koordinat 108° 34’ 11,2” Bujur Timur dan 06° 43’ 08,1” Lintang Selatan dengan ketinggian rata-rata ± 6 meter dari permukaan laut (mdpl).

Pengurus gedung BAT, Muhamad Yusuf mengatakan, bahwa Gedung BAT merupakan bangunan milik perusahaan asal Inggris yang difungsikan sebagai pabrik untuk pembuatan rokok. Rokok-rokok yang biasa diproduksi antara lain Lukcy Strike, Pall Mall, Ardath, Kansas, Commfill, dan sebagainya. Adapun rokok-rokok yang diproduksi di bawah tahun 1960 adalah Double Ace, Gold Fish, Mascot, Medal, Kresta, Pirate, Bison, dan rokok khusus untuk militer.

Saat masa perang dunia kedua di tahun 1942, perseroan mengalami hambatan, usaha dan kekayaan perseroan jatuh ditangan pemerintahan Jepang sehingga kegiatan perseroan menjadi terhenti beberapa waktu. Usai perang dunia kedua, pada tahun 1949 bendera perseroan telah kembali membaik, kali ini dengan memakai nama baru, yaitu British America Tobacco Manufacture (Indonesia) Limited.

Sejak Mei 2010, Gedung BAT Cirebon yang dimiliki oleh PT Bentoel International Investama (BINI) sudah tidak lagi digunakan untuk memproduksi rokok, karena pada tahun 2010 seluruh produksi sudah dipindahkan ke Jawa Timur, tepatnya di Malang.

Kini bangunan BAT dibiarkan kosong bertahun-tahun. Meskipun begitu, jalanan di depan Gedung BAT tidak sepi dari berbagai aktivitas warga. Baik itu hanya berfoto-foto atau hanya sekedar menghabiskan waktu. Pada malam hari, lokasi ini pun kerap dijadikan tempat kongkow anak muda. Beberapa warung kuliner dadakan menemani pengunjung yang datang di malam hari. Sekedar menikmati kopi panas dan gorengan sudah cukup bagi pengunjung untuk menikmati keindahan Gedung BAT di malam hari. pengunjung dijamin bakal betah di lokasi “kota tua” Cirebon ini.