Sambutan Rektor UNSWAGATI Cirebon

Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, M.P.

foto Rektor

Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) merupakan Perguruan Tinggi Swasta terdaftar di Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mulai tanggal 29 Desember 1962, dengan tujuan membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan khususnya pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Hal itu dirasakan perlu, karena pada saat itu banyak lulusan Sekolah Menengah Atas Cirebon yang pergi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi. Tentu, dalam pelaksanaannya menyedot biaya besar.

Prakarsa masyarakat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi  mendapat respons positif dari kalangan institusi resmi pemerintah, baik sipil maupun militer serta masyarakat pendidik yang ada di Cirebon. Maka didirikanlah Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati dengan Akta Notaris Mr. Djoko Mardedjo nomor 29 tanggal 16 Januari 1961.

Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) sebagai lembaga pendidikan tinggi pada awal- awal tahun pendiriannya belum mempunyai ruang kuliah yang tetap.  Tahun 1967 Unswagati memperoleh kampus tetap, yaitu bekas SMA Garuda (sekarang SMA Negeri 2 Cirebon).

Sejak berdirinya UNSWAGATI telah dipimpin oleh delapan orang Rektor, yaitu:

  1. Amir Husodo, SH. (1961 – 1965)
  2. Sriadi, SH. (1965 – 1969)
  3. H. Saleh Sachjana (1969 – 1998)
  4. Kav. Jusup Mulia, Drs., MBA (1998 – 2002)
  5. Ili Rohaeli, SH., MM ( 2002 – 2005)
  6. Soedjono, Drs (Pejabat Rektor Juni 2005 – Agustus 2005)
  7. H. Djakaria Machmud, S.E.,M.Si (2005 – 2014)
  8. Dr. H. Rochanda Wiradinata, M.P. (2014 – sekarang)

Pada saat baru berdiri Unswagati hanya mempunyai dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, yang jumlah mahasiswanya ketika itu banyaknya lebih kurang 300 mahasiswa. Kemudian pada tahun 1979 IKIP PGRI Ciwaringin Cirebon bergabung dalam lingkungan Unswagati menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.  Pada tahun 1983 didirikan tiga fakultas baru, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik. Pada tahun 2001 Unswagati membuka dua program pascasarjana (S2), yaitu Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Pertanian.

Pada tahun 2004 Unswagati mendapat izin untuk penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang  sarjana (S1) dan pada tahun 2005  Unswagati mendapat izin untuk menyelenggarakan program pascasarjana (S2) Program Studi Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Bisnis dan Otonomi Daerah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Pada tahun akademik 2008/2009 Universitas Swadaya Gunung Jati diberi kepercayaan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan keluarnya izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran.

Pada tahun akademik 2009/2010 Universitas Swadaya Gunung Jati diberi kepercayaan kembali oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan keluarnya izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana.

Unswagati terus mengalami perkembangan yang cukup berarti baik dalam sarana dan prasarana fisik, maupun non-fisik guna menunjang aplikasi tridarma perguruan tinggi. Namun demikian, tidak dipungkiri masih tidak sedikit permasalahan yang belum dituntaskan atau belum disempurnakan pelaksanaannya. Oleh karena UNSWAGATI membuka peluang segenap elemen masyarakat wilayah Cirebon untuk terus dapat berperan aktif memberikan masukan dalam rangka membangun UNSWAGATI menjadi kebanggaan masyarakat dalam menciptakan kader-kader bangsa unggulan di masa depan.