Pos

Rektor - Kopertis1

Prof Uman: Dosen Unswagati Harus Tingkatkan Jabatan Fungsionalnya

CIREBON-Pembinaan Dosen Kopertis Wilayah IV dan Dosen Tetap Yayasan di Lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Jumat (19/5)  di Auditorium Unswagati berlangsung dengan semarak. Dihadiri ratusan dosen kegiatan tersebut dihadiri langsung Koordinator Kopertis Wilayah IV Jabar dan banten Prof Dr H Uman Suherman AS, M.Pd dan dibuka langsung oleh Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP.

Rektor Unswagati  Prof Dr Rochanda Wiradinata MP menyampaikan bahwa komposisi dosen di Unswagati  ada 9 guru besar (2,65%), 37 lektor kepala (10,91%), 71 lektor (20,94%), 131 Asisten Ahli  (38,64%) dan 91 Tenaga Pengajar (26,84%). “Komposisi ini terus  berubah karena ada lektor kepala yang akan pensiun. Kami berharap kepada Bapak Koordinator Kopertis untuk memberikan arahan agar dosen-dosen yang ada di Unswagati baik yang DPK maupun Dosen Tetap Yayasan,” katanya.

Sementara itu Koordinator Kopertis Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan selamat kepada Unswagati yang telah meraih akreditasi AIPT “B” dan meraih peringkat 164 Webometrics di Indonesia. Dengan melihat komposisi dosen yang ada, Unswagati sebagai perguruan tinggi yang unggul di wilayah III Cirebon agar terus meningkatkan jabatan fungsional para dosennya.

Rektor - Kopertis3

“Salah satu kekuatan perguruan tinggi adalah SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan. Kepada para dosen agar terus meningkatkan jabatan fungsionalnya karena karir yang paling tinggi adalah guru besar. Selain itu, keberadaan dosen yang memiliki jafung tersebut akan berpengaruh bagi prodi, fakultas dan universitas. Jadi integritas dan komitmen sangat diperlukan bagi seorang dosen,” paparnya.

Hadir dalam pembinaan dosen tersebut, para wakil rektor, kepala lembaga, badan dan satuan serta dekan di lingkungan Unswagati. Besoknya, Sabtu (20/5) akan dilakukan pembinaan bagi dosen dan perguruan tinggi di wilayah Cirebon di auditorium Unswagati.(mj)

 

bem fisip

BEM FISIP Tangkal Isu Radikalisme dan Anti Pancasila

CIREBON-Seminar Kebangsaan BEM FISIP Unswagati, yang mengangkat tema ”Menangkal Radikalisme dan Anti Pancasila” Rabu (10/5) di ruang Auditorium Kampus I Unswagati berlangsung semarak. Acara tersebut menghadirkan tiga pemateri, yaitu Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. dan perwakilan dari POlres Cirebon Kota, Polres Cirebon Kabupaten dan Kodim 0614 Kota Cirebon.

Wakil Rektor III  Unswagati Dudung Hidayat SH MH mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, mengapresiasi kegiatan seminar kebangsaan yang bertemakan tersebut. “Unswagati sangat mendukung kegiatan ilmiah dari mahasiswa. Berkaitan dengan tema-tema kebangsaan ini BEM FISIP Unswagati sebagai garda depan dalam menangkal isu radikalisme dan anti Pancasila di Kota maupun Kabupaten Cirebon dan sekitarnya,” ungkapnya.

bem fisip2

Sementara Dekan FISIP Dr H Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. menyatakan acara ini digelar untuk membuka pemahaman mahasiswa tentang NKRI, Kebhinekaan dan Pancasila. “Semoga acara ini menambah pengetahuan dan wawasan serta mempertebal kecintaannya kepada Bangsa dan Negara Indonesia. Saya sangat berterimakasih kepada Rektor serta Civitas Akademika Unswagati yang telah memberikan izin kepada mahasiswa FISIP menggelar acara ini,” ungkapnya.(*)

 

pasar seni fisip

Pasar Seni Mahasiwa BEM FISIP Unswagati

CIREBON- Pasar Seni Kampus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)  Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digelar di halaman Kampus 3 Unswagati, Senin (8/5). Acara yang dibuka oleh Dekan FISIP Unswagati Dr H Mukarto Siswoyo M.Si tersebut diisi beberapa kegiatan antara lain kuliner, pameran KLISE Fotografi, live musik, donor darah dari PMI Kota Cirebon, serta santunan anak yatim.

Dekan FISIP Dr H Mukarto sangat mengapreasiasi kegiatan Pasar Seni Kampus BEM FISIP. Menurutnya, kegiatan ini merupaka suatu bentuk kreatitas mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen pembina mata kuliah kewirausahaan. “Kegiatan ini tidak boleh berhenti disini karena ini berkaitan dengan mata kuliah sekaligus pengembangan potensi mahasiswa,” ungkapnya.

pasar seni fisip2

Dekan juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi entrepreuner di bidang kreatifitas mahasiswa yang ditekuni, manfaatkankan media sosial untuk mengembangkan kreatifitas di dalam berbisnis, bagi mahasiswa yang serius untuk menekuni bidang ini maka sangat menunjang untuk merencanakan kehidupan di masa yang akan datang.

Selain itu, H Mukarto juga menyambut baik kotak aspirasi mahasiswa sebagai saluran komunikasi yang secara tidak langsung antara mahasiswa dengan civitas akademika Unswagati. “Hasil dari kotak aspirasi tersebut bagi kewenangan fakultas dan kebijakan fakultas akan kami tindaklanjuti sebagai kewenangan dan kebijakan fakultas, untuk kewenagan atau ranah untuk universitas akan kami teruskan dan untuk ranah atau kewenangan yayasan akan kami teruskan,” paparnya.(*)

 

 

pildek fh 2017

Prof Ibnu Terpilih Kembali Jadi Dekan FH Unswagati

CIREBON-Sidang Senat Terbuka Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Senin (30/1) dengan agenda Pemilihan Dekan FH akhirnya memilih Prof Dr Ibnu Artadi SH M.Hum untuk masa jabatan 2017-2021. Proses pemilihan dilakukan secara aklamasi oleh anggota senat yang berjumlah 13 orang karena hanya ada satu calon.

Selepas pemilihan Dekan FH terpilih Prof Dr Ibnu Artadi SH M.Hum menyampaikan terimakasih kepada Senat FH yang memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk kembali memimpin Fakultas Hukum untuk 4 tahun kedepan. Prof Ibnu juga menyampaikan evaluasi terkait sumberdaya manusia (SDM), jabatan fungsional dosen, penelitian dan publikasi ilmiah.

“Termauk alumni-alumni lulusan FH Unswagati juga harus memberikan kontribusi di bidang hukum . Peradilan Semu bagi mahasiswa FH juga harus diperbaiki termasuk sarana dan prasarana penunjang untuk pembelajaran,” kata Prof Ibnu.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan selamat atas kembali terpilihnya Prof Ibnu Artadi SH M.Hum untuk periode kedua ini. Rektor mengapresiasi apa yang dipaparkan oleh Dekan FH dengan banyak mengevaluasi apa yang harus dilakukan kedepan.
pildek fh3
“Persoalan SDM itu menjadi kunci dalam berbagai organisasi. Untuk Fakultas Hukum sebagai fakultas yang tertua di Unswagati ini kedepan harus mampu menunjukkan prestasi dalam penelitian dan publikasi jurnal ilmiah. Dan yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana meningkatkan jabatan fungsional dari asisten ahli menjadi lector dan lector ke lector kepala sampai dengan ke guru besar. Semoga kedepan akan lebih baik lagi,” papar Prof Djohan.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H Asep Djadjuli, para wakil rektor, kepala badan satuan dan lembaga serta para dekan dan wakil dekan di lingkungan Unswagati.(mj)
pildek fh2

fk2a

Unswagati Bangun Kampus 2 Fakultas Kedokteran

**Peletakan Batu Pertama Oleh Dirjen SDID Dikti Prof Ali Ghufron Mukti

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus mendorong pengembangan fasilitas Fakultas Kedokteran (FK) dengan membangun Kampus 2 di Jalan Terusan Pemuda. Peletakan batu pertama Kampus 2 FK Unswagati tersebut, dilakukan oleh Direktur Jenderal SDM Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., PhD, Sabtu (15/10). Disaksikan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H Asep Djadjuli, Pembina Yayasan H Karnaen, Sekda Kota Cirebon H Asep Dedi, MSi dan Sekda Kab Cirebon H Yayat Ruhiyat, MSi.

Disampaikan Dekan FK Unswagati dr Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed pembangunan kampus 2 ini merupakan kebutuhan bagi Fakultas Kedokteran Unswagati untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan tujuan utamanya demi pemenuhan kompetensi bagi dokter lulusan FK Unswagati. “Kami berusaha melengkapi seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan standar Fakultas Kedokteran Indonesia yang baik dengan bangunan 4, 5 lantai, di lahan seluas 2.116 m2 ini bangunan dibuat seluas 5.000 m2,” katanya.
fk2b
Pada bangunan tersebut akan terdapat 4 Ruang kuliah dengan kapasitas 150 mahasiswa, 25 Ruang Tutorial / Skills lab termasuk gudang Skills Lab, perpustakaan, ruang Computer Based Test (CBT) untuk kapasitas 150 Computer, Auditorium untuk kapasitas 300 orang, Ruang hobi dan Olah raga (Futsal dan Basket), mushola dan kantin yang representatif, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang rapat dan sekretariat dan penunjang lainnya.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan di usianya yang ke 56 tahun ini Unswagati menjadi perguruan tinggi terbesar di wilayah III Cirebon yang memiliki 6 Fakultas dan 1 Pasca Sarjana, dan Fakultas Kedokteran adalah merupakan fakultas termuda di Unswagati. Namun FK Unswagati yang baru berumur 8 tahun mampu menunjukkan potensinya yang sangat luar biasa dalam mengharumkan nama Unswagati. Pada Desember 2016 FK Unswagati mewakili Indonesia dalam Program Sakura Science di Jepang, dan pada Februari 2017 FK Unswagati akan mengirimkan 3 perwakilan mahasiswa untuk mengikuti Student Exchange ke University of Poitiers di Prancis dalam bidang genetika.

Kemudian Hasil Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) yang dicapai oleh mahasiswa kedokteran Unswagati sampai saat ini cukup menggembirakan, yaitu kelulusan sampai Tahun Akademik 2016-2017 sebanyak 85 %, sehingga sampai saat ini jumlah lulusan dokter FK Unswagati sebanyak 42 dokter , dan tersisa 3 mahasiswa yang masih dalam tahap ujian UKMPPD.

“Saat ini tahap akademik sebanyak 313 mahasiswa, ada 199 mahasiswa tersebar di RS dan jumlah dosen tetap pada tahap akademik 46 dosen dan tahap Profesi 47 dosen. Pada tahun 2011-2013 FK Unswagati mendapatkan dana hibah dari WHO dalam Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PHKPKPD) sebesar 12.5 miliar untuk peningkatan kualitas dosen dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana proses pembelajaran di FK Unswagati. Dalam program tersebut diikuti oleh 19 FK Negeri dan 21 FK Swasta dari 73 FK yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan dalam sambutannya Prof Ali Ghufron menyampaikan bahwa dari sisi kualitas FK Unswagati terbilang unggul untuk FK di perguruan tinggi swasta tidak seperti perguruan tinggi lain yang memiliki FK namun tidak ada prestasinya. “Mudah-mudahan tradisi membangun ini menjadi tradisi FK Unswagati sehingga terus meningkatkan kualitasnya,” pungkas guru besar kedokteran itu.(mj)