Pos

fk2a

Unswagati Bangun Kampus 2 Fakultas Kedokteran

**Peletakan Batu Pertama Oleh Dirjen SDID Dikti Prof Ali Ghufron Mukti

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus mendorong pengembangan fasilitas Fakultas Kedokteran (FK) dengan membangun Kampus 2 di Jalan Terusan Pemuda. Peletakan batu pertama Kampus 2 FK Unswagati tersebut, dilakukan oleh Direktur Jenderal SDM Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., PhD, Sabtu (15/10). Disaksikan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H Asep Djadjuli, Pembina Yayasan H Karnaen, Sekda Kota Cirebon H Asep Dedi, MSi dan Sekda Kab Cirebon H Yayat Ruhiyat, MSi.

Disampaikan Dekan FK Unswagati dr Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed pembangunan kampus 2 ini merupakan kebutuhan bagi Fakultas Kedokteran Unswagati untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan tujuan utamanya demi pemenuhan kompetensi bagi dokter lulusan FK Unswagati. “Kami berusaha melengkapi seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan standar Fakultas Kedokteran Indonesia yang baik dengan bangunan 4, 5 lantai, di lahan seluas 2.116 m2 ini bangunan dibuat seluas 5.000 m2,” katanya.
fk2b
Pada bangunan tersebut akan terdapat 4 Ruang kuliah dengan kapasitas 150 mahasiswa, 25 Ruang Tutorial / Skills lab termasuk gudang Skills Lab, perpustakaan, ruang Computer Based Test (CBT) untuk kapasitas 150 Computer, Auditorium untuk kapasitas 300 orang, Ruang hobi dan Olah raga (Futsal dan Basket), mushola dan kantin yang representatif, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang rapat dan sekretariat dan penunjang lainnya.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan di usianya yang ke 56 tahun ini Unswagati menjadi perguruan tinggi terbesar di wilayah III Cirebon yang memiliki 6 Fakultas dan 1 Pasca Sarjana, dan Fakultas Kedokteran adalah merupakan fakultas termuda di Unswagati. Namun FK Unswagati yang baru berumur 8 tahun mampu menunjukkan potensinya yang sangat luar biasa dalam mengharumkan nama Unswagati. Pada Desember 2016 FK Unswagati mewakili Indonesia dalam Program Sakura Science di Jepang, dan pada Februari 2017 FK Unswagati akan mengirimkan 3 perwakilan mahasiswa untuk mengikuti Student Exchange ke University of Poitiers di Prancis dalam bidang genetika.

Kemudian Hasil Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) yang dicapai oleh mahasiswa kedokteran Unswagati sampai saat ini cukup menggembirakan, yaitu kelulusan sampai Tahun Akademik 2016-2017 sebanyak 85 %, sehingga sampai saat ini jumlah lulusan dokter FK Unswagati sebanyak 42 dokter , dan tersisa 3 mahasiswa yang masih dalam tahap ujian UKMPPD.

“Saat ini tahap akademik sebanyak 313 mahasiswa, ada 199 mahasiswa tersebar di RS dan jumlah dosen tetap pada tahap akademik 46 dosen dan tahap Profesi 47 dosen. Pada tahun 2011-2013 FK Unswagati mendapatkan dana hibah dari WHO dalam Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PHKPKPD) sebesar 12.5 miliar untuk peningkatan kualitas dosen dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana proses pembelajaran di FK Unswagati. Dalam program tersebut diikuti oleh 19 FK Negeri dan 21 FK Swasta dari 73 FK yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan dalam sambutannya Prof Ali Ghufron menyampaikan bahwa dari sisi kualitas FK Unswagati terbilang unggul untuk FK di perguruan tinggi swasta tidak seperti perguruan tinggi lain yang memiliki FK namun tidak ada prestasinya. “Mudah-mudahan tradisi membangun ini menjadi tradisi FK Unswagati sehingga terus meningkatkan kualitasnya,” pungkas guru besar kedokteran itu.(mj)