Pos

Rektor Lantik 3 Dekan  (2)

Rektor Unswagati Lantik Dekan FE, FKIP dan FT

CIREBON-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP melantik tiga orang dekan di lingkungan Unswagati, Kamis (5/1) malam di Auditorium Kampus I. Ketiga Dekan yang dilantik tersebut antara lain, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak MM CA, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd dan Dekan Fakultas Teknik (FT) H Fathur Rokhman, ST MT.

Pelantikan yang digelar pada malam hari tersebut berlangsung cukup khidmat dengan dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Asep Djadjuli, Wakil Rektor I Dr Alfandi M.Si, Wakil Rektor II H Acep Komara, Drs SE MSi, Wakil Rektor III Dudung HIdayat SH MH, para pimpinan lembaga, badan dan satuan di Unswagati para dekan di lingkungan Unswagati serta pengurus Senat Fakultas dari FE, FKIP dan FT. Istri dan suami dari para dekan tersebut juga turut menyaksikan.

Saat pelantikan ketiga dekan disumpah oleh Rektor Unswagati dengan disaksikan petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon bahwa ketiganya akan menjalankan tugas sebagai dekan dengan baik sesuai dengan norma dan aturan aturan yang ada serta loyal kepada universitas. “Sumpah ini tidak hanya disaksikan oleh kita dan hadirin yang ada disini, melainkan disaksikan oleh Allah SWT. Tentunya amanah jabatan ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” ujar Prof Rochanda.
rektor lantik 3 dekan (3)
Dalam sambutannya, Prof Rochanda kembali mengingatkan kepada seluruh dekan yang baru saja dilantik. Bagi dua dekan yang terpilih kedua kalinya yakni FE dan FKIP agar meningkatkan kinerja dan inovasinya kedepan serta mengambil langkah cepat yang terbaik. Demikian juga, sambungnya, bagi dekan FT yang baru supaya cepat beradaptasi, dan bersama-sama dengan jajaran sivitas akademikanya untuk mendorong percepatan roda organisasi.

“Sekali lagi perlu saya sampaikan ada empat hal yang sangat penting bagi para dekan yang baru saja dilantik ini. Pertama, komitmen terhadap aturan, normal dan regulasi yang ada kedua memiliki integritas dalam menjalankan amanah, ketiga loyalitas dan dedikasi yang tinggi dan eempat adalah kinerja professional yang harus dijalankan,” pesan rektor. Selepas pelantikan ketiga dekan mendapat ucapan dari para tamu undangan dan anggota senat.(mj)

foto: m joharudin/humas unswagati
KHIDMAT. Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP melantik Dekan FE Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak MM CA, Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd dan Dekan FT H Fathur Rokhman, ST MT, Kamis (5/1) malam di Auditorium Kampus I Unswagati.

pildek fkip1

Dua Profesor Kembali Jabat Dekan FE dan FKIP

**Fakultas Teknik Dipimpin Dekan Wajah Baru

CIREBON-Dua orang guru besar Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang juga dekan petahana Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak CA kembali memimpin Fakultas Ekonomi dan Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd kembali memimpin FKIP. Keduanya akan memimpin dua fakultas tersebut untuk periode 2017-2021 dalam pemilihan dekan (pildek) serentak. Prof Ida terpilih kembali secara aklamasi oleh Senat FE karena hanya ada satu calon, sementara Prof Rozak kembali terpilih setelah unggul dari calon lainnya dan Fakultas Teknik, dipimpin wajah baru yakni H Fathur Rahman, ST MT setelah melalui pemilihan.

Dimulai pada pukul 08.00 porses pemilihan Dekan FE berlangsung tertib. setelah calon tunggal Prof Ida memaparkan visi, misi dan programnya, senat yang terdiri dari 9 orang sepakat secara aklamasi menetapkannya sebagai Dekan FE definitif. Dalam pindato pertamanya prof Ida menyampaikan terimakasih atas dukungan yayasan dan rektorat yang selama ini mendukung program-program fakultas ekonomi.
pildek fe2

“Kami mengajak seluruh sivitas akademika Fakultas Ekonomi untuk bersama-sama membangun Fakultas Ekonomi yang lebih baik. Terimakasih kepada semuanya atas dukungan ini, kedepan peningkatan di semua aspek baik akademik, penelitian dan kualifikasi dosen harus ditingkatkan bagi fakultas ekonomi,” katanya.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP mengapresiasi apa yang dipaparkan Prof Ida dalam visi misi dan program nya yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program universitas. FE saat ini, kata rektor, menjadi salah satu fakultas favorit di Unswagati dengan melihat tingginya animo mahasiswa baru yang terus meningkat. “Bagi seorang pemimpin yang adalah memegang teguh komitmen, integritas dan loyalitas, dedikasi dan kinerja professional,” ujar rektor.

Sementara di FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd yang juga calon petahana, kembali memimpin FKIP untuk periode kedua setelah dalam proses pemilihan mengungguli calon dekan lainnya Dr H Iin Wariin Basyari, M.Pd, dengan raihan 13 suara dari 19 anggota senat. Pada kesempatan itu, kedua kandidat memaparkan tentang keunggulan FKIP dari sisi sumberdaya manusia (SDM).

“Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Saya mengajak segenap sivitas akademika FKIP Unswagati dan tentu harus didukung oleh universitas. Kedepan, FKIP harus lebih maju dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswanya,” ujar Prof Rozak.

Pildek FT1

Tak kalah serunya di Fakultas Teknik, H Fathur unggul dengan 6 suara dari H Edi yang meraih 3 suara dari 9 anggota senat. Usai terpilih, ia juga menyampaikan terimakasih atas dukungan senat dan seluruh sivitas akademika fakultas teknik. “Saya mengajak kepada semuanya agar menjadikan fakultas teknik sebagai fakultas unggulan yang kreatif dan inovatif,” pungkasnya.

Selain dihadiri rektor, Wakil Rektor (WR) 1 , 2 dan 3 Dr Alfandi, M.Si, H Acep Komara, Drs M.Si dan Dudung Hidayat SH MH beserta pimpinan lembaga, Kepala BPM Amanan, M.Si, Kepala LPM Jimmy Hassoloan, MM, Dekan FISIP Dr H Mukarto serta pejabat lainnya.(mj)

SPM2

Galeri Investasi BEI FE Unswagati dan OJK Gelar Sekolah Pasar Modal

CIREBON-Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Sekolah Pasar Modal di Aula Unswagati, Selasa (9/11). Pembicara dari OJK Bachtiar Rivai Rojak, ST, Bursa Efek Indonesia (BEI) Achmad Dirgantara, SIP MP, dari Trimega Ariffianto SE, MNC Securities Reha Mauren, SE. Hadir juga Ketua BEI FE Unswagati Moh. Yudi Mahadianto SE MM.

Menurut Yudi Sekolah Pasar Modal ini bertujuan memberi edukasi mengenai investasi (saham), memberi informasi mengenai mekanisme menjadi investor saham, edukasi soal teori pemilihan saham. Selain itu, bagaimana meningkatkan pemahaman mengenai investasi saham yang sebenarnya mudah dan terjangkau serta memberi informasi soal lembaga di pasar modal yang memberi fasilitas dan melindungi investor. “SPM ini sudah berjalan beberapa tahun ini konsepnya ada dua tingkat, untuk dasar (basic) dan lanjutan (advance),” katanya.

Dijelaskan Yudi, SPM terbuka untuk umum dan bisa diselesaikan dalam satu hari.“Masyarakat yang mengikuti SPM diharapkan bisa menjadi investor. Karenanya SPM selalu memiliki mitra yang juga turut mengisi investasi di saham dan reksadana kini sudah jauh lebih mudah. Kita berterimakasih pada teknologi. Kini untuk melakukan perdagangan, bisa dilakukan secara daring (online),” ujarnya.

Seperti diketahui, setoran awal untuk investasi terbilang mahal. Namun, teknologi berhasil membuatnya menjadi lebih murah karena bisa dilakukan secara daring.Kini, setoran awal cukup dengan Rp100 ribu. “Bila membicarakan potensi investor, Indonesia punya peluang sangat besar. Semua orang yang punya Rp100 ribu bisa menjadi investor,” imbuh Yudi.

Investasi di pasar modal jangan melihat konsep spekulatifnya, karena sifatnya jangka panjang. Artinya, bila dibanding emas dan obligasi, saham menawarkan imbalan yang lebih tinggi, bisa mencapai 15% per tahun. “Orang perlu tahu bahwa investasi akan mengubah pendapatan yang linear menjadi pendapatan eksponensial. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi sarana untuk mahasiswa agar dapat menjadi putra-putri bangsa yang mampu mengembangkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang lebih makmur dan sejahtera,”paparnya.

Dipaparkan oleh [ihak OJK, bahwa investasi merupakan penundaan konsumsi saat ini untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari. Investasi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu investasi aset keuangan dan investasi aset nonkeuangan. Investasi nonkeuangan meliputi investasi pada aset riil seperti tanah, rumah, emas, dan benda-benda antik. Berbeda dengan investasi nonkeuangan, investasi pada aset keuangan relative tidak mempunyai bentuk fisik yang riil. Investasi aset keuangan meliputi investasi reksadana, saham, obligasi, dan produk-produk derivative seperti option, forward, futures.

Investasi aset keuangan umumnya dilakukan dengan di pasar modal. Pasar modal memfasilitasi masyarakat dalam melakukan investasi pada aset keuangan.

Tingkat suku bunga tabungan di bank umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi yang terjadi. Artinya, bukan keuntungan yang kita peroleh namun justru menanggung beban tingkat inflasi yang menyebabkan penurunan nilai uang. Dengan kata lain, kita tidak dapat mengatakan telah melakukan investasi jika hanya menabung di bank.

Bila membicarakan populasi penduduk, menurut data PBB, Indonesia menempati peringkat keempat dengan jumlah penduduk Rp255 juta lebih. Sayangnya, tingkat literasi terhadap keuangan dari seluruh penduduk yang ada, Indonesia berada di kisaran 21,8%. “Literasi keuangan masyarakat di Singapura sudah mencapai 96%, di Malaysia 81%, di Thailand 78%. Kita di 21,8%,” katanya mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo. Dalam kata lain, literasi keuangan di Indonesia tergolong rendah.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu, literasi pasar modal berada paling rendah, yakni hanya mencapai 3,79%. Sedangkan perbankan 21,80% dan asuransi 17,84%. Tak heran bila Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait melakukan langkah-langkah percepatan guna menindaklanjutinya. Salah satu upaya meningkatkan literasi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal (SPM).(*)

juara fe2

Mahasiswa FE Unswagati Juara 1 Lomba Pasar Modal Tingkat Nasional

CIREBON-Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon kembali menunjukkan prestasinya di tingkat nasional. Pada even Stock Investment Competition National Invesment Day 2016, Selasa (25/10) di Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta, mahasiswa dari Prodi Manajemen Firman Sandy mampu meraih juara pertama dari total 175 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Dosen Pembimbing mahasiswa, Firman SE MM menyampaikan sebanyak 175 peserta tersebut berasal dari puluhan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Antara lain, ari UBM,Univ Trisakti, UKSW Salatiga, STIE YKPN Bogor, Kalbis University Jakarta, dan berbagai perguruan tinggi lain. “Dari 175 peserta tersebut dibagi menjadi 35 grup dan masing-masing grup dipilih satu pemenang,” kata Firman.

Dari masing-masing pemenang tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi 7 grup yang berisi masing-masing 5 orang peserta. Namun dari keseluruhan grup tersebut dicari hanya 5 orang pemenang dengan skor tertinggi untuk masuk ke babapk final. “Pada babak final tersebut 4 peserta dari perguruan tinggi tuan rumah UBM, dan satu dari Unswagati untuk dicari juara 1,2 dan 3. Alhamdulillah peserta dari Unswagati mamu menjadi yang terbaik dan meraih juara 1,” jelas Firman.

Dekan FE Unswagati Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE MM Ak CA mengapresiasi dan bangga atas keberhasilan mahasiswa FE Unswagati serta para tim dosen atas raihan prestasi tersebut. Menurutnya, raihan prestasi itu bukanlah hal yang instant karena semata-mata mengikuti kompetisi tersebut tetapi sebagai bagian dari pembinaan kultur akademik serta keseriusan semua pihak sehingga kualitas mahasiswa FE Unswagati mampu berkompetisi dengan mahasiswa dari kampus-kampus besar di skala nasional sekalipun.

“Senang sekali, ini sungguh membanggakan bagi kami dan tentunya keluarga besar Unswagati Cirebon. Semoga dengan raihan prestasi ini akan semakin meningkatkan semangat belajar bagi mahasiswa Unswagati lainnya serta peningkatan kualitas pembelajaran agar mahasiswa mampu bersaing di era global sekarang ini, termasuk dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN sekarang. Mahasiswa FE selain belajar teori di kelas oleh dosen kami juga mengundang pkar dengan bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dan MNC Securities untuk memberikan pencerahan sekolah pasar modal. Sehingga paham teori dan praktek,” jelasnya.(mj)