Pos

KNM-H Komar1

Unswagati Dipilih dalam Launching Kampus Nusantara Mengaji di Wilayah Cirebon

CIREBON– Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjadi salah satu dari 40 kampus yang dipilih dalam peluncuran “Gerakan Kampus Nusantara Mengaji” yang dluncurkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Jumat (10/3) malam. Kegiatan yang disiarkan live streaming tersebut,  digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo sekaligus menandai deklarasi gerakan serupa di 40 kampus negeri seluruh Indonesia.

Di Unswagati yang digelar di Masjid Nurul Ilmi Kampus I tersebut melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika dari beberapa perguruan tinggi. Selain sivitas akademika dan mahasiswa Unswagati, juga dari IAIN Syekh Nurjadi, Universitas Majalengka, Universitas Kuningan, Universitas Wiralodra Indramayu, STKIP Muhammadiyah Kuningan, STIA Al Ihya Kuningan, SETIA Husnul Khatimah Kuningan, STIE Al Islah Bobos Kab Cirebon dan beberapa kampus lainnya.

KNM- dr alfandi

Di Masjid Nurul Ilmi Unswagati, seusai magrib seluruh peserta dari berbagai kampus sudah mengaji bersama dan mengkhatamkan Alquran 30 juz. Baru selepas Salat isya digelar kegiatan seremonial dan menyaksikan live streaming secara nasional. Dalam Laporannya, Ketua Panitia Ustadz Drs H Komarudin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Kampus Nusantara Mengaji ini sebagai implementasi revolusi mental yang digagas Presiden Jokowi sekaligus menggiatkan mahasiswa dan masyarakat kampus untuk kembali mengaji. “Dengan kembali kepada Alquran insyaallah ini akan membawa kebaikan bagi mahasiswa dan bangsa,” ujarnya.

Sementara Wakil rektor I Dr Alfandi M.Si mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang tengah keluarkota, menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan peluncuran Gerakan Kampus   Nusantara Mengaji ini diharapkan akan mampu menangkal hal-hal negatif yang  dapat mengancam masa depan bangsa. Seperti ancaman radikalisme ekstrim dan ancaman lainnya. “Dengan kembali kepada Alquran, saya yakin akan kembali menumbuhkan nilai-nilai kebaikan serta mewujudkan masyarakat akademis yang berakhlak baik dan itu sejalan dengan program revolusi mental,” pungkasnya.

Sementara itu dalam live streaming peluncuran kampus Nusantara Mengaji dan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di kampus UNS, tampak hadir sejumlah tokoh nasional antara lain Habib Luthfi Bin Yahya, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan mendikbud Muhammad Nuh, Pendiri ESQ Ary Ginanjar, dan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi. Dalam sambutannya, M Nasir menjelaskan Nusantara Mengaji adalah kegiatan yang sudah dilakukan secara rutin sejak 2016.

KNM peserta-belakang

Pada saat itu, dirinya bersama beberapa tokoh seperti Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj dan KH Ahsin Sakho Muhammad mendeklarasikan gerakan ini di Masjid Darul Quran, Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta. “Dan hari ini akan dideklarasikan Kampus Nusantara Mengaji. Karena saya yakin dengan menghatamkan Alquran dapat memperkuat mental mahasiswa serta meminimalisir gerakan radikalisme di kampus,” ujar Nasir.

Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNS yang telah mengkoordinasikan kepada 40 kampus di seluruh Indonesia. “Semoga Kampus Nusantara Mengaji menjadi solusi menangkal gerakan kekerasan yang selama ini semakin mengkhawatirkan,” tandasnya. Kegiatan yang berlangsung hingga malam tersebut tampak diikuti dengan antusias oleh peserta termasuk para pimpinan di lingkungan Unswagati hingga selesai. (mj)

 

Sedos 2016

Sebanyak 31 Dosen Unswagati Terima Sertifikat Pendidik

CIREBON-Sebanyak 31 dosen di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menerima Sertifikat Pendidik dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai Pendidik Profesional. Penyerahan Sertifikat Pendidik hasil sertifikasi dosen tersebut diberikan oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Alfandi, M.Si saat apel Senin (6/3) di halaman kampus 1 Unswagati.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan selamat kepada seluruh dosen penerima sertifikat karena hal itu sebagai bukti pengakuan profesionalitas seorang dosen dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kepada yang sudah menerima sertifikat ini bukanlah akhir namun tetap harus menunjukkan kontribusi dan meningkatkan kualifikasinya di berbagai bidang. Bagi yang belum lulus dan belum mengikuti sertifikasi untuk mempersiapkan diri pada proses sertifikasi berikutnya,” ujarnya.

Dengan adanya tambahan 31 dosen yang meraih sertifikat dosen, sambung Prof Djohan—panggilan akrabnya, akan menambah komposisi jumlah dosen di Unswagati yang sudah meraih sertifikat pendidik sebagai dosen profesional.  “Saat ini sudah 180 dosen yang memiliki sertifikat pendidik. Namun dengan jumlah dosen tetap Unswagati yang jumlahnya lebih dari 380 tentunya dosen-dosen lainnya harus meningkatkan kualifikasinya,” papar rektor.

Serdos 2016b

Sementara itu, salah satu perwakilan dosen yang menerima Sertifikat Pendidik Toto Subroto, S.Si., M.Pd mengaku bersyukur lulus sertifikasi dosen. Atas nama para dosen penerima sertifikat, Toto menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, khususnya Rektor Unswagati, Para Wakil Rektor, Para Dekan dan Kepala Badan dan Satuan di lingkungan Unswagati yang semuanya mendukung kemajuan dosen dalam berbagai bidang. “Kepada kolega dan mahasiswa juga kami sampaikan terimakasih, karena mereka juga menjadi bagian dalam proses sertifikasi ini,” ujarnya.(mj)

 

foto: m joharudin/humas unswagati

LANGSUNG. Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Alfandi, M.Si menyerahkan Sertifikat Pendidik saat apel Senin (6/3) di halaman kampus 1 Unswagati.

Permata1

Unswagati Terima Mahasiswa Student Exchange “Permata” Kemenristekdikti

CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menerima program Student Exchange dari Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Se-Nusantara (Permata) Kementerian Riset Teknologi dan Dikti (Kemenristekdikti). Kamis (13/10) 2 mahasiswa dari Universitas Malahayati Lampung diterima Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP dan turut mendampingi Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Kepala Biro Kemahasiswaan H Komarudin, M.Pd.

Kedua mahasiswa tersebut, Putri Elisabeth Pakpahan dan Ria Sagita akan mengikuti perkuliahan di Fakultas Ekonomi Unswagati di Prodi Akuntansi dan Prodi Manajemen. Setelah dua mahasiswa tersebut, Unswagati masih menunggu 3 mahasiswa lainnya yang akan dikirim oleh Kemenristekdikti pada program permata tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr Rochanda menyambut baik program Kemenristekdikti ini, apalagi Unswagati mendapat kepercayaan sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat yang menjadi tujuan program Permata ini. “Tentunya kami senang karena Unswagati diakui sebagai perguruan tinggi yang berkualitas sehingga Kemenristekdikti pun menempatkan mahasiswa pada program pertukaran mahasiswa di kampus kami,” katanya.

permata2
Sementara itu, Wakil Rektor III Unswagati Dudung Hidayat SH MH menyampaikan bahwa pada program Permata Kemenristekdikti ini menjadi program perdana di Unswagati, sebaliknya mahasiswa Unswagati pun kami kirimkan ke kemenristekdikti melalui Kopertis untuk belajar di kampus lain. “Program ini sangat baik, karena akan menumbuhkan kerjasama, saling belajar dan tentunya menjaga spirit persatuan dan kesatuan,” jelasnya.
permata3
Salah satu mahasiswa Putri yang sebelumnya meraih IPK 4,00 di Univ Malahayati ini mengaku senang berada di Unswagati. Dia berharap akan semakin memberoleh ilmu dan pengalaman berharga dalam pengalaman belajarnya sebagai mahasiswa.”Suasananya asyik disini yang pasti akan dapat banyak teman baru juga selain suasana belajar yang baru,” tuturnya.

Kedua mahasiswa tersebut, selanjutnya langsung mengikuti aktivitas kegiatan perkuliahan di Fakultas Ekonomi, yang kemarin ada kegiatan Seminar Kompetensi. Hadir dalam kegiatabn itu Dekan FE Prof Dr Hj Ida Rosnida SE Ak MM CA beserta jajaran pimpinan fakultas di Aula Unswagati.(mj)