Pos

KKN Susukan Lebak

Unswagati Dorong Produk OVOP Melalui KKN

** Rektor dan Wakil Rektor Monitoring di Sejumlah Kecamatan

CIREBON- Untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai salah satu komponen dalam indeks pembangunan manusia (IPM) , Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengarahkan pelaksanaan KKN dengan memfokuskan pada Program “One Village One Product” atau OVOP. Setelah lebih dari dua pekan, 1.044 mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas melaksanakan KKN, pimpinan Unswagati pun melakukan monitoring ke sejumlah kecamatan untuk mengetahui progres pelaksanaan KKN sekaligus melihat hasil OVOP dari tiap-tiap kelompok di 58 desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa.

Pada Jumat (3/3) rombongan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP bersama Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Jimmy Hassoloan, Drs MM beserta pimpinan lainnya monitoring ke Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dan diterima oleh pejabat Kecamatan Susukan. Disana seluruh Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) beserta mahasiswa peserta KKN dari setiap kelompok di Kecamatan Susukan turut hadir pada kegiatan tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menjelaskan, dengan adanya KKN Mahasiswa yang membawa konsep One Village One Product (OVOP)berasal dari Oita, Jepang dan diadopsi oleh berbagai negara, khususnya di Benua Asia. Untuk Indonesia sendiri, mulai mengadopsi OVOP sejak tahun 2008. Di mana, tujuan dari OVOP adalah untuk memajukan potensi industri kecil dan menengah. OVOP merupakan suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di suatu wilayah untuk mengahasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, dengan tetap memiliki ciri khas keunikan karakteristik dari daerah tersebut.

“Produk yang dihasilkan ini berupa produk yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik sumberdaya alam, maupun sumber daya manusianya dan dapat berlangsung dengan sustainableatau berkelanjutan. Jelas dengan konsep ini mahasiswa turut mendorong masyarakat  agar menggali kembali kearifan lokal di masing-masing daerah tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan daya beli dan bermuara pada peningkatan human development index (indeks pembangunan manusia) di Kabupaten Cirebon selain unsur pendidikan dan kesehatan,” jelas Rochanda.

Di samping itu, KKN ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa setelah sebelumnya menimba ilmu di kampus. Pengabdian masyarakat ini selanjutnya menjadi bahan untuk penelitian atau riset dan hasil riset tersebut sebagai bahan pembelajaran mahasiswa di ruang kelas.  “Unswagati memiliki tanggung jawab moral untuk turut membangun masyarakat dengan riset ini sehingga Unswagati pun berupaya menjalankan program KKN yang terbaik dan dirasakan oleh masyarakat,” paparnya .

KKN Susukan Lebak2

Sehari sebelumnya Wakil Rektor IV Unswagati H Nasir Asman Drs MM beserta Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM monitoring di Kecamatan Susukan Lebak di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Disana selain menyaksikan ekspos dari produk 13 desa dari hasil mahasiswa KKN juga meninjau arena show case produk OVOP yang cikup beragam. “Apa yang dihasilkan oleh mahasiswa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan di daerah-daerah ini, tinggal butuh peningkatan dari sisi produk, kemasan, promosi dan penempatan sebagaimana dalam konseo marketing mix,” ujarnya diamini Kepala LPM Jimmy Hassoloan.

Ditambahkan Jimmy Hassoloan, secara umum, dari hasil seluruh monitoring KKN di kecamatan yang dipilih mahasiswa mampu menggali produk unggulan dari masing-masing desa.  “Tinggalfollow up saja sesungguhnya dari instansi terkait untuk pengembangannya. Baik produk berupa makanan, maupun hasil kerajinan dan kesenian. Di Kabupaten Cirebon ini sungguh  luar biasa,” pungkasnya.(mj)

 

stimulan OK

LPM Unswagati Serahkan Dana Stimulan Program Pengabdian Dosen

CIREBON-Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menyerahkan dana stimulan Program Pengabdian Dosen, Sabtu (25/2). Kegiatan tersebut sekaligus dengan penandatanganan kontrak bagi 30 dosen yang disetujui proposal hibah pengabdiannya.

Kepala LPM Unswagati Jimmy Hassoloan, Drs MM menyampaikan bahwa program Pengabdian Dosen ini sebagai komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan, dengan adanya dana stimulan ini akan semakin mendorong para dosen untuk semangat dalam menjalankan pengabdian masyarakat.

stimulan3

“Saat ini anggaran stimulan besarannya masih Rp1,5 juta. Kedepan anggaran untuk program Pengabdian Masyarakat alokasi anggarannya dapat diperbesar hingga Rp3,5 juta sama dengan anggaran penelitian. Semoga kedepan bisa terealisasi,” ujarnya.

Untuk hasil program Pengabdian Dosen ini, hasil laporannya akan dimuat kedalam jurnal pengabdian masyarakat. “Ini nanti sebagai jurnal yang pertama dari hasil penelitian pengabdian masyarakat ini,” paparnya.

penyerahan stimulan2

Sementara itu Wakil Rektor I Unswagati Dr Alfandi, M.Si mewakili rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP yang tengah ada kegiatan di Bandung menyampaikan selamat kepada para dosen yang menerima hibah penelitian pengabdian masyarakat. “Unswagati secara bertahap dan berkesinambungan dengan meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Apalagi penelitian dan pengabdian masyarakat saat ini sebagai kewajiban bagi perguruan tinggi,” paparnya.(mj).