Pos

rapat pasar murah

Meriahkan Ramadan, Kamis Ini Unswagati Gelar Pasar Murah

**Jumatnya Dilanjutkan Pemberian Santunan di Sejumlah Titik di Wilayah Cirebon

CIREBON-Sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat dan menjalankan spirit pesan ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin” Universitas Swadaya Gunung  Jati (Unswagati) akan menggelar “Pasar Murah Ramadan dan Santunan “ pada Ramadan 1438 Hijriyah/2017 ini. Kegiatan “Pasar Murah Ramadan” akan digelar di halaman Kampus Unswagati pada Kamis (8/6) sementara kegiatan Santunan Ramadan, akan dilaksanakan pada Jumat (9/6) di wilayah Cirebon.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP langsung memimpin rapat persiapan Pasar Murah Ramadan dan Santunan di  Ruang Rapat Lantai 3 Kampus I. Pembagian santunan selain akan melibatkan sivitas akademika Unswagati, Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) juga melibatkan mahasiswa Unswagati. “Dengan melibatkan semua pihak tersebut sebagai bentuk syiar kepada masyarakat bahwa Unswagati juga menjalankan University Social Responsibility atau tanggungjawab sosial universitas,” kata rektor.

Berkaitan dengan Pasar Murah Ramadan, menurut Prof Djohan—panggilan akrab rektor—bahwa akan  menyediakan berbagai komoditas kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga d bawah harga pasar. “Kami berharap Pasar Ramadan ini juga akan memudahkan masyarakat di sekitar kampus Unswagati untuk mendapatkan kebutuhan ramadan dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya saat rapat persiapan.

rapat pasar murah2

Ketua IKU Unswagati yang juga Ketua Panitia Hj Riseu Ika Gartika Djohan dalam pembukaan Pasar Murah Ramadan ini akan mengundang para tokoh dan pejabat terkait sebanyak 300 undangan.  Pada pembukaan pasar murah, ini panitia juga akan melibatkan Pondok Pesantren Kandang Juang pimpinan Ustadz Ujang Zakaria. Selain dihadiri panitia dari Ikatan Keluarga Unswagati (IKU) juga tampak hadir Wakil Rektor I, II, III dan IV serta pimpinan lembaga, badan dan satuan  serta unsur panitia lainnya. (mj)

 

pts1

Kopertis IV Pembinaan PTS dan Dosen Se-Wilayah Cirebon di Unswagati

CIREBON-Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Dosen PNS serta Dosen Yayasan di Wilayah Cirebon,  Indyamayu, Majalengka dan Kuningan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar dan Banten digelar di Kampus Unswagati, Sabtu (20/5). Kegiatan yang melibatkan 53 PTS serta lebih dari 300 dosen tersebut, dihadiri langsung Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd, perwakilan APTISI Jawa Barat dan ABP-PTSI Wilayah IV.

Sebagai tuan rumah Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan terimakaih kepada Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd yang telah mempercayakan Unswagati penyelenggara dalam pembinaan para dosen dan PTS di Wilayah Cirebon. Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh pimpinan yayasan, pimpinan perguruan tinggi di Wilayah III Cirebon dalam kegiatan ini.

PTS2

“Kami menyampaikan tahniah kepada semuanya, terutama Kepada Pembina Yayasan Unswagati Bapak Mayjend TNI (Purn) HM irianto, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Bapak H Dadang Sukandar Kasidin beserta jajarannya. Bersama beliau semua Unswagati kini terus berupaya menjadi kampus yang bereputasi nasional, berjejaring global. Dan kini Unswagati meraih akreditasi B, dengan komposisi guru besar 9 orang, lector kepala 37, lector 71, Asisten Ahli  131 dan Tenaga Pengajar 91 orang,” katanya.

Sementara itu, Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembinaan PTS dan dosen ini dalam rangka membangun PTS dan SDM-nya yang berkualitas dengan paradigma yang baru. “Jika dulu dilakukan dengan pengawasan, pengendalian dan pembinaan atau wasdalbin, maka sekarang dengan pembinaan, pengendalian dan pengawasan atau bindalwas. Maka kedepan seluruh dosen akan terus dilakukan pembinaan agar terus meningkatkan jabatan fungsionalnya, pengendalian dan terakhir pengawasan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Prof Uman juga menyampaikan kritik terhadap pendidikan yang ada yang diantaranya, rendahnya relevansi lulusan, melemahnya daya saing bangsa, pengangguran sarjana meningkat. “Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan titik tekan dalam masalah itu ialah selain meningkatkan kompetensi juga kedepan harus siap berkompetisi. Termasuk masalah Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) hanya diikuti 38 peserta dari 38 PTS dan Debat Berbahasa Inggris diikuti 40 PTS. “Kedepan kegiatan tersebut akan dilakukan di setiap regional, baru juara-juaranya ke provinsi,” pungkasnya.

Ditambahkan Prof Uman beberapa hal yabng harus menjadi perhatian kedepan diantaranya persyaratan pendirian/perubahan perguruan tinggi, rencana induk pengembangan (rip), kurikulum, tenaga kependidikan, calon mahasiswa, statuta, kode etik sivitas akademika, sumber pembiayaan, sarana dan prasarana dan penyelenggara perguruan tinggi. Pada kesempatan itu, Ketua ABP-PSTI Drs H Sali Iskandar, M.Si dan prof Moh Yunus mewakili Ketua APTISI Wilayah IV/A yang berhalangan. (mj)

 

ismi2 17

Isra Mi’raj Momentum Tingkatkan Kualitas Sholat dan Akhlak

**Rektor  Ajak Sivitas Akademika Unswagati Maknai Spirit Hijrah

CIREBON- Peringatan Isra Mi;raj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriyah/2017 M diperingati sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dengan menggelar pengajian umum. Kegiatan yang digelar pada Kamis (4/5) malam di  Masjid Nurul Ilmi Unswagati itu, dihadiri berbagai unsur baik yayasan, pimpinan dan ratusan dosen serta karyawan di lingkungan Unswagati.

Dilaporkan Ketua Panitia Isra Mi’raj H Komarudin, Drs M.Pd , mengambil tema “Dengan Isra Mi’raj Kita Tingkatkan  Kualitas Sholat, Iman dan Taqwa dalam Menuntut Ilmu dan Beramal” diisi penceramah KH Maksum Hidayatullah dari Ciwaringin Cirebon. “Momentum peringatan Hari Besar Islam ini kami mengundang yang terhormat Pembina yayasan, pengurus yayasan, pimpinan di lingkungan Unswagati dan para dosen dan karyawan,” ujarnya.

ismi2 17

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengatakan pada saat Isra Mi’raj pada saat itu Rasulullah tengah dirundung kesedihan karena baru ditingga Abu Thalib, pamannya dan istri tercinta Khadijah ra, istri yang selama ini mendampingi dakwahnya. Pada tahun duka tersebut Rasulullah diperjalankan oleh Allah SWT.

Memperingati Isra Mi’raj juga bukan semata-mata kegiatan seremonial tetapi memiliki arti penting selain sebagai  syiar agama juga dapat mengilhami nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan perjalanan hidup sehari-hari menuju kebahagiaan kehidupan di dunia dan akhirat.

“Isra Mi’raj ini semoga menggerakkan perenungan kita mengenai corak intelektualitas kita ini dijadikan sebagai barometer dalam menilai suatu kebenaran. Ini penting untuk kita lakukan dalam menjaga keimanan kita agar tidak terjadi kegoncangan dan pengikisan. Termasuk bagaimana Rasulullah mengajarkan keteladanan dan motivasi kepada kita dalam menjalankan kehidupan,” paparnya.

Sementara KH Maksum Hidayatullah dalam ceramahnya berpesan agar segenaop sivitas akademika Unswagati  meningkatkan kualitas sholatnya. “Sholat berjamaah itu lebih utama daripada sholat sendirian. Dan dipastikan siapapun sholat berjamaah itu akan diterima sholatnya, tapi kalau sholat sendirian belum tentu karena biasanya saat sholat pikirannya akan kemana-mana. Mulai dari sekarang mari saat mendengar azan langsung kita bersama-sama jalankan sholat berjamaah,” jelasnya.

Dijelaskan KH Maksum, di tengah kondisi bangsa yang begitu banyak masalah ini dari mulai korupsi, narkoba hingga ancaman disintegrasi bangsa hendaknya semua pihak kembali merekatkan keutuhan masyarakat. “Indonesia yang beragam, ribuan suku dan ratusan bahasa, namun bisa bersatu. Maka kita semua hendaknya bersyukur dengan tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” paparnya.

 

Hadir dalam Peringatan Isra Mi’raj tersebut Pembina Yayasan Mayjen TNI (Purn) H M Irianto, Ketua Yayasan H Dadang Sukandar Kasidin, pengurus yayasan lainnya, para dekan, kepala badan, lembaga dan satuan bersama dengan ratusan dosen dan karyawan di lingkungan Unswagati . Mereka semua mengikuti pengajian semenjak pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.30. WIB. (mj)

Jpeg

Unswagati Dorong Riset Unggulan dan Beri Insentif Publikasi Ilmiah

**Lemlit Unswagati Biayai Riset Hingga Rp25.000.000 Per Penelitian

CIREBON-Berbagai terobosan terus dilakukan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon untuk mendorong peningkatan riset dan publikasi ilmiah. Untuk menunjang kegiatan Riset Unggulan Universitas (RUU) Lembaga Penelitian (Lemlit) Unswagati menggelar Sosialisasi Kegiatan Penelitian yang digelar Selasa (2/5) di Auditorium Kampus I, Jl Pemuda 32 Kota Cirebon.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP saat membuka sosialisasi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Penelitian yang mendapat bantuan dari Unswagati diberinama Riset Unggulan Universitas (RUU) dan dosen yang mempublikasikan pemikiran, gagasan dan hasil penelitiannya diberi insentif dalam bentuk Insentif Publikasi Ilmiah (IPI) dan itu diaur dalam keputusan rektor yang terbaru.

Dijelaskan Prof Djohan—panggilan akrabnya—bahwa dosen pada paradigma sekarang ini harus melakukan penelitian termasuk juga dalam hal peningkatan jabatan fungsional (jafung). Dengan adanya insentif ini semoga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian bagi dosen Unswagati. “Apalagi bagi dosen yang telah mempublikasikan hasil penelitiannya maupun artikelnya melalui jurnal-jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional yang ada, sampai dengan adanya paten atau Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HAKI. Hasil penelitian juga akan menjadi bahan ajar di perkuliahan tidak hanya text book, tetapi research based atau berdasarkan penelitian,” katanya.

Rektor menambahkan dosen memiliki tugas utama melakukan pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat serta melakukan publikasi ilmiah. Dengan kegiatan penelitian akan mendorong budaya akademik di kalangan dosen sehingga Unswagati menyediakan dana untuk RUU dan IPI. Untuk kegiatan penelitian evkivalen dengan beban kinerja dosen 2 SKS untuk satu semester. Oleh karena itu dalam satu tahun akademik minimal setiap dosen melaksanakan satu kegiatan pnelitian.

“Kegiatan penelitian dosen dilansakanan minimal oleh dua orang yang terdiri dari peneliti utama dan peneliti pendamping dan alokasi bantuan RUU tersebut antara Rp4.000.000 sampai dengan Rp25.000.000 yang akan diumumkan pada akhir semester Genap tahun akademik 2016/2017 dan dianggarkan pada Rencana anggaran tahun akademik 2017/2018.,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Penelitian Unswagati Cirebon Dr Endang Sutrisno, SH., M.Hum bahwa tahapan dalam RUU ini akan dilaksanakan sesuai dengan skema tahapan yang telah disusun oleh Lemlit Unswagati. Setelah sosialisasi kepada para dosen, katanya, pengajuan usulan proposal penelitian akan dilansakanan pada tanggal 3-31 Mei 2017, Seleksi Administrasi Proposal Penelitian 01-15 Juni 2017, Pengumuman Proposal Lolos Seleksi 19 Juni 2017, Seminar Proposal Penelitian 03-31 Juli 2017, Review Proposal Penelitian dan Penentuan Bantuan Penelitian 01-12 Agustus 2017.

“Setelah Reviw baru akan dilakukan Penandatanganan Kontrak Penelitian 14 Agustus 2017, Pencairan Dana penelitian Tahap 1 (70%) 15 Agustus 2017, Pelaksanaan Penelitian 16 Agustus 2017-01 Maret 2018, Monitoring Kegiatan Penelitian 01-30 Februari 2018, Penyerahan Laporan Akhir Penelitian 01 Maret 2018, Pencairan Dana penelitian Tahap II (30%) 02 Maret 2017 dam Seminar Hasil penelitian 03-31 Maret 2018. Kami berharap semuanya akan berjalan sesuai dengan schedule yang ada sehingga kedepannya akan berlanjut secara gradual,” jelasnya. Hadir dalam pembukaan tersebut, para kepala lembaga, para dekan dan pejabat di lingkungan Unswagati beserta perwakilan dosen dari seluruh program studi yang ada di Unswagati.(mj)

OK1

Unswagati Digandeng Telkomsel dan Gramedia Gelar Simulasi SBMPTN

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digandeng Loop Telkomsel dan Gramedia dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar serentak di 44 kota di Indonesia, Sabtu (22/4). Simulasi Tryout SBMPTN tersebut, digelar dalam wakti bersamaan pada pukul 07.00 WIB.

Menurut Kepala Biro Kerjasama dan Humas Siti Khumayah SE SH MSi, simulasi SBMPTN di Unswagati ini selain diikuti pelajar kelas XII SMA/SMK juga yang duduk di kelas XI dari SMA/MA dan SMK di wilayah Cirebon. “Simulasi Try Out ini untuk menjajal kemampuan siswa dalam mengerjakan soal SBMPTN. Jadi simulasi ini untuk mendukung pelajar SMA/SMK dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN sesungguhnya,” katanya.

ok2

Dijelaskan Maya–panggilan akrabnya–Try Out ini sangat penting karena SBMPTN masih menjadi momok yang cukup menyeramkan untuk sebagian pelajar. “Dengan simulasi try out semoga lebih memberikan persiapan, karena cukup banyak perbedaan yang dirasakan untuk UN tahun ini dibanding UN tahun sebelumnya. Dari namanya saja sudah berbeda, kini tak ada lagi UN atau Ujian Nasional, berganti menjadi UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer,” paparnya.

Ditambahkan Maya, bagi siswa dari wilayah III Cirebon yang tidak lulus SBMPTN silakan untuk memilih Unswagati yang saat ini sudah memiliki akreditasi institusi perguruan tinggi B, memiliki sertifikat ISO 9001: 2008. “di Unswagati ada 7 fakultas, FH, FE, FKIP, FISIP, Faperta, FT dan Fakultas Kedokteran. Seluruh prodi di Unswagati hampir seluruhnya sudah terakreditasi B. Jadi secara kualitas Insyaallah Unswagati tidak kalah dengan PTN-PTN favorit,” pungkasnya.(*)

 

Visitasi IKOM

Dekan FISIP Unswagati, Targetkan Akreditasi “B” untuk Prodi Ilmu Komunikasi

CIREBON-Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si menargetkan akreditasi minimal dengan predikat “B”  untuk Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom).  Itu disampaikan Mukarto usai visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) , untuk Prodi Ikom yang kini telah memiliki Studio TV “Unswagati TV” tersebut.

“Dengan persiapan jauh-jauh hari, melengkapi berbagai persyaratan dan perkembangan Ikom yang terus progres. Kami berharap dan optimis akan mendapat peringkat akreditasi yang bagus. Mudah-mudahan bisa mendapat A atau minimalnya B sebagai wujud peningkatan karena semenjak tahun 2014 prodi ini masih C akreditasinya,” kata pria asli Desa Budur Kabupaten Cirebon ini seraya menambahkan  dalam visitasi tersebut, prodi IKom terdapat dua orang asesor yakni Muhammad Nadjib dan Catur Suratnoaji dari BAN PT.

Dia menjelaskan dengan persiapan yang sudah dilakukan semenjak setahun sebelumnya, kelengkapan boring akreditasi, keberadaan sumberdaya manusia (SDM) dosen yang memadai, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menghimpun mahasiswa dalam bidang fotografi serta adanya laboratorium broadcasting yakni memiliki “Unswagati Televisi” itu sebagai hal yang diupayakan. “Universitas selama ini sangbat mendukung peningkatan sarana untuk menunjang kualitas Prodi Ikom. Kami yakin ini akan menjadi salah satu prodi favorit,” jelas Dr Mukarto.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menambahkan bahwa dengan proses reakreditasi IKom Fisip Unswagati ini, dirinya menaruh harapan yang besar bahwa prodi itu akan mendapatkan predikat yang baik. Di mata rektor Prodi IKom kedepan akan sangat diminati oleh masyarakat. “Saya sangat yakin dengan kesiapan Pak Dekan dan jajarannya ini Ikom Fisip Unswagati akan meraih predikat yang bagus pada akreditasi oleh BAN PT ini. Minimal bisa dapat B,” harapnya.

Sementara itu salah satu asesor, Muhammad Nadjib menyampaikan bahwa hasil visitasi tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada validator di BAN PT untuk diverifikasi dan dinilai. “Hasilnya akan dapat diketahui antara dua minggu sampai sebulan kedepan. Tentunya akan dilakukan koreksi juga dari visitasi ini dan hasil koreksian akan menjadi acuan apakah sesuai tidak antara apa yang ada di borang dan kenyataan fisiknya. Hasilnya bagaimana itu sesuai dengan penilaian yang ada,” paparnya.(mj)

 

Mancing Unswagati-bjb1

Sivitas Akademika Unswagati Mancing Bersama bjb

CIREBON-Sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)  dengan Bank Jabar Banten  (bjb) Cirebon menggelar kegiatan mincing bersama di Pemancingan Telaga Cipayung Desa Cirea Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Minggu (19/3).  Diikuti peserta sebanyak 57 orang dari seluruh perwakilan unit dan lembaga di lingkungan Unswagati serta puluhan peserta dari puluhan pegawai bjb Cirebon.

Wakil Rektor II Unswagati H Acep Komara, Drs SE M.Si mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang tengah tugas keluar kota, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing  bersama ini sebagai sarana meningkatkan silaturahmi dan hubungan baik antara Unswagati dan bjb. “Semoga saja kerjasama yang selama ini sudah terjalin akan lebih baik lagi,” pesannya.

Manving Unswagati-bjb2

Sementara menurut perwakilan bjb yang juga Pimpinan bjb Kantor Kas Unswagati Eka Megawati menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing ini semoga dapat semakin mempererat kerjasama antara bjb dengan Unswagati. “Unswagati ini merupakan salah satu nasabah prioritas bjb tentunya kami sangat senang bekerjasama dengan seluruh keluarga besar Unswagati,” ujarnya.

Dalam lomba mancing tersebut, untuk juara kategori 2 ikan indukan terbarat juara 1 Yanto Heriyanto dengan berat 1,86 Kg, kedua diraih H Komarudin, M.Pd 1,53 Kg dan ketiga Widodo Susetya SE 1,52. Sedangkan untuk ikan terbanyak, juara 1 Deden, M.P sebanyak 13 ekor, juara 2. Fariz 12 ekor dan juara 3 yayan dengan 11 ekor. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 dan dilanjutkan makan siang dan ramah-tamah.

Mancing Unswagati-bjb3

Para pimpinan lain yang juga ikut dalam kegiatan mancing tersebut, Wakil Rektor I Dr Alfandi M.Si, Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM, Kepala BPA Dr I Robia Khaerudin, Kepala Lemlit Prof Dr Suherli M.Pd serta para pejabat lain mulai dari kepala biro, kepala bidang dan kepala bagian. (mj)

KKN Susukan Lebak

Unswagati Dorong Produk OVOP Melalui KKN

** Rektor dan Wakil Rektor Monitoring di Sejumlah Kecamatan

CIREBON- Untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai salah satu komponen dalam indeks pembangunan manusia (IPM) , Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengarahkan pelaksanaan KKN dengan memfokuskan pada Program “One Village One Product” atau OVOP. Setelah lebih dari dua pekan, 1.044 mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas melaksanakan KKN, pimpinan Unswagati pun melakukan monitoring ke sejumlah kecamatan untuk mengetahui progres pelaksanaan KKN sekaligus melihat hasil OVOP dari tiap-tiap kelompok di 58 desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa.

Pada Jumat (3/3) rombongan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP bersama Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Jimmy Hassoloan, Drs MM beserta pimpinan lainnya monitoring ke Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dan diterima oleh pejabat Kecamatan Susukan. Disana seluruh Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) beserta mahasiswa peserta KKN dari setiap kelompok di Kecamatan Susukan turut hadir pada kegiatan tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menjelaskan, dengan adanya KKN Mahasiswa yang membawa konsep One Village One Product (OVOP)berasal dari Oita, Jepang dan diadopsi oleh berbagai negara, khususnya di Benua Asia. Untuk Indonesia sendiri, mulai mengadopsi OVOP sejak tahun 2008. Di mana, tujuan dari OVOP adalah untuk memajukan potensi industri kecil dan menengah. OVOP merupakan suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di suatu wilayah untuk mengahasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, dengan tetap memiliki ciri khas keunikan karakteristik dari daerah tersebut.

“Produk yang dihasilkan ini berupa produk yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik sumberdaya alam, maupun sumber daya manusianya dan dapat berlangsung dengan sustainableatau berkelanjutan. Jelas dengan konsep ini mahasiswa turut mendorong masyarakat  agar menggali kembali kearifan lokal di masing-masing daerah tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan daya beli dan bermuara pada peningkatan human development index (indeks pembangunan manusia) di Kabupaten Cirebon selain unsur pendidikan dan kesehatan,” jelas Rochanda.

Di samping itu, KKN ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa setelah sebelumnya menimba ilmu di kampus. Pengabdian masyarakat ini selanjutnya menjadi bahan untuk penelitian atau riset dan hasil riset tersebut sebagai bahan pembelajaran mahasiswa di ruang kelas.  “Unswagati memiliki tanggung jawab moral untuk turut membangun masyarakat dengan riset ini sehingga Unswagati pun berupaya menjalankan program KKN yang terbaik dan dirasakan oleh masyarakat,” paparnya .

KKN Susukan Lebak2

Sehari sebelumnya Wakil Rektor IV Unswagati H Nasir Asman Drs MM beserta Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM monitoring di Kecamatan Susukan Lebak di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Disana selain menyaksikan ekspos dari produk 13 desa dari hasil mahasiswa KKN juga meninjau arena show case produk OVOP yang cikup beragam. “Apa yang dihasilkan oleh mahasiswa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan di daerah-daerah ini, tinggal butuh peningkatan dari sisi produk, kemasan, promosi dan penempatan sebagaimana dalam konseo marketing mix,” ujarnya diamini Kepala LPM Jimmy Hassoloan.

Ditambahkan Jimmy Hassoloan, secara umum, dari hasil seluruh monitoring KKN di kecamatan yang dipilih mahasiswa mampu menggali produk unggulan dari masing-masing desa.  “Tinggalfollow up saja sesungguhnya dari instansi terkait untuk pengembangannya. Baik produk berupa makanan, maupun hasil kerajinan dan kesenian. Di Kabupaten Cirebon ini sungguh  luar biasa,” pungkasnya.(mj)

 

bela negara1

Akademis dan Pemuda Harus Siap untuk Bela Negara

**Unhan Gandeng Unswagati Seminar Pertahanan dan Bela Negara

CIREBON.- Kalangan akademisi termasuk mahasiswa dan pemuda harus menjadi elemen di luar militer dengan menumbuhkan kesadaran bela Negara. Hal itu mengemuka dalam Seminar “Pertahanandan Bela Negara” di Auditorium Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang menghadirkan narasumber utama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, Dosen Senior Universitas Pertahanan (Unhan) Dr Ir Syaiful Anwar, M.Bus., MA dan Dosen Pascasarjana Unswagati Dr Ipik Permana SIP M.Si.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP sebagai keynote speech menyampaikan bahwa di era saat ini kesadaran dan kemampuan bela negara bisa diimplementasikan dalam banyak aspek, dari mulai kemampuan menanggulangi bahaya radikalisme, terorisme, narkoba sampai informasi palsu atau hoax yang marak di dunia maya.

bela negara3-rektor

“Disini peran akademisi khususnya para mahasiswa begitu teramat strategis. Mereka harus siap untuk terlibat langsung dalam kegiatan bela Negara. Unit Kegiatan Mahasiswa yang sudah siap diantaranya resimen mahasiswa, Mapala, serta seluruh elemen mahasiswa lainnya. Jangan lupa Founding Father kita Bung Karno dengan konsep Tri Saktinya kita harus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, prof Djohan—panggilan akrab—Rektor Unswagati menegaskan agar seluruh elemen yang ada untuk bersiap melakukan bela Negara. Spirit perjuangan yang telah dicontohkan dalam semangat Sumpah Pemuda 1928,  hingga diraihnya kemerdekaan serta upaya mempertahankan kemerdekaan 4 Nopember 1949. “Generasi muda terdidik harus siap menjalankan bela Negara,” paparnya.

Akademisi Unhan Dr Ir Syaiful Anwar, M.Bus., MA memaparkan tentang “Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam Mendukung Pembangunan Sistem Pertahanan Negara.” Dr Syaidul mengemukakan bahwa Negara yang secara konseptual untuk kebahagiaan dan kemakmuran rakyatnya harus melindungi warganya, terpeliharanya keadilan dan kesejahteraan serta menjamin kebebasan.

“Itu  sejalan dengan pembukaan UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,  mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam konteks pertahanan Indonesia ialah kedaultana Negara, wilayah Negara dan bangsa,” jelasnya.

Bela negara4-Dr Syaiful

Selain itu, Dr Syaiful juga meminta agar pemerintah Indonesia mewaspadai adanya agenda tersembunyi pemerintah Tiongkok, dibalik kerja sama ekonomi yang belakangan ini semakin menguat. Kekhawatiran rakyat dan bangsa Indonesia akan agresivitas negeri tirai bambu untuk berinvestasi di Indonesia, bukan tanpa alasan.

Dijelaskan dia, saat ini di dunia internasional, kekuatan ekonomi kerap dimanfaatkan sebagai instrumen negara untuk menekan negara lain. “Mekanisme tekanan negara lain di dunia internasional, menggunakan instrumen diplomasi, ekonomi dan militer. Tekanan dilakukan secara bertahap, mulai dari yang lunak hingga cara yang paling keras,” paparnya.

Ditambahkan Direktur Kerja Sama Internasional Kementrian Pertahanan, dari sejumlah negara yang saat ini kecenderungan, anggaran pertahanannya turun, negeri Tiongkok malah anggaran pertahanannya naik. Negara adi daya Amerika Serikat, yang anggaran pertahanannya tahun 2014 sebesar 624.960 juta dolar AS, turun menjadi 595.330 juta dolar AS. Anggaran pertahanan negara AS sebesar itu setara dengan 80 kali lipat nilai APBN Indonesia. Sementara katanya, anggaran pertahanan negara kita hanya Rp 90 triliun, yang disebut-sebut anggaran paling besar. “Meski anggaran pertahanan sebesar Rp 90 triliun disebut paling besar, ternyata 60 persennya untuk membayar gaji tentara,” katanya.

bela negara2

Sedangkan Dr Ipik Permana yang membawakan materi tentang “Menangkal Paham Radikalisme dengan Menumbuhkembangkan Pembangunan Karakter Mahasiswa sebagai Generasi Muda Bangsa” memaparkan factor-faktor penyebab radikalisme. Antara lai, factor domestic seperti kemiskinan, ketidakadilan dan kekecewaan kepada pemerintah, kedua factor internasional seperti ketidakadilan global, arogansi politik luar negeri dan imperialism dan ketiga factor cultural berupa pemahaman sempit tentang agama dan pembelokan keyakinan serta pemahaman agama.

bela negara5-prof dadang

“Mahasiswa dapat memiliki potensi yang memiliki idealism dan daya kritis, memiliki keberanian mengambil risiko, sikap kemandirian dan disiplin, patriotism dan nasionalisme serta sikap kstaria. Dengan potensi itu pembangunan karakter di kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk penguatan kebangsaan sangatlah penting untuk meningkatkan karakter dan jati diri,” paparnya. (mj)

lemlit 17 ok

Tingkatkan Kualitas Riset, Lemlit Unswagati Loloskan 94 Proposal Penelitian

CIREBON-Mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas riset di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Lembaga Penelitian (Lemlit) Unswagati meloloskan sebanyak 94 proposal penelitian. Penandatanganan Kontrak dan Penyerahan Dana Stimulus Penelitian Internal Unswagati tahun akademik 2016/2017 digelar di Auditorium Kampus 1, Jumat (24/2).

Dibuka langsung oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dan disaksikan Wakil Rektor I Dr Alfandi, MSi, dan Kepala Lemlit Prof Dr H Suherli M.Pd selanjutnya dilakukan penandatanganan kontrak dan penyerahan dana stimulus penelitian. Turut hadir pejabat unswagati lainnya, para dekan  dan para dosen yang menerima dana stimulus untuk penelitian.

lemlit 17b

Rektor Prof Djohan—panggilan akrabnya—menyampaikan selamat kepada para dosen dan timnya yang proposalnya lolos seleksi lemlit. “Secara kuantitatif dan kualitatif penelitian di Unswagati dari tahun ke tahun terus meningkat. Semoga saja dengan peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penelitian ini akan mendorong juga terhadap kualitas lainnya baik pengajaran maupun pengabdian masyarakat,” kata rektor..

Rektor menjelaskan bahwa penelitian tersebut saat ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap dosen. Terlebih lagi yang sudah guru besar dan lector kepala. “Kualitas penelitian harus ditingkatkan terutama untuk guru besar dan lector kepala yang harus memiliki jurnal internasional tentu ini harus terus didorong,” jelasnya.

Sementara Kepala Lemlit Prof Suherli menyampaikan bahwa untuk jangka panjang penelitian di Unswagati pun akan semakin ketat seleksinya dan tentunya dengan alokasi anggaran juga yang memadai sesuai dengan bobot penelitiannya. “Harapan kami dosen terus meningkatkan penelitiannya selain untuk jabatan fungsional juga sebagai kewajibannya sebagai akademisi,” pesannya.

Terpisah Sekretaris Lemlit Aang Curatman, SE M.Si menambahkan bahwa kedepan bagi dosen yang sudah guru besar, lector kepala dan lector akan diarahkan mengejar hibah penelitian dikti dan lembaga nasional lainnya. Adapun penelitian internal akan diutamakan untuk dosen pemula, meskipun untuk penelitian unggulan tetap diberi peluang bagi seluruh dosen.(*)

lemlit 17

SIMBOLIS. Para dosen perwakilan dari sejumlah fakultas di Unswagati  berfoto bersama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, Wakil Rektor I Dr ALfandy, M.Si, Ketua Lemlit Prof Dr Suherli M.Pd usai penandatanganan kontrak di Auditorium Unswagati, Jumat (24/2).(mj)