Pos

1-dm

Unswagati Berduka, Mantan Rektor Dr H Djakaria Machmud Berpulang

CIREBON-Sivitas akademika dan keluarga besar Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dan masyarakat Cirebon tengah berduka. Wafatnya Dr H Djakaria Machmud SE SH MSi Selasa (10/1) malam pukul 18. 25 di RS Pertamina Klayan setelah menjalani perawatan, membuat bagi para pimpinan, dosen dan karyawan di Unswagati merasa kehilangan.

Mantan Walikota Tangerang yang juga alumni Unswagati itu, semasa hidup, pernah menjabat sebagai Rektor Unswagati dua periode (2005-2014). Setelah tidak menjabat rektor, atas dedikasinya di dunia pendidikan, almarhum didaulat menjadi salah satu anggota Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) yang menaungi Unswagati.

Rektor Unswagati, Prof Dr H. Rochanda Wiradinata MP mengaku, dirinya beserta sivitas akademika Unswagati sangat kehilangan dengen kepergian almarhum. “Kami sangat berterima kasih dan bangga atas dedikasi beliau dalam membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan Unswagati,” ungkap Djohan, panggilan akrabnya.

Dia menuturkan, almarhum merupakan sosok intelektual birokrat dan entrepreneur sejati. Almarhum juga, dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan lugas demi kemajuan institusi. “Semoga beliau diperjumpakan dengan para syuhada dan mujahid di surga karena kedermawanan serta visi humanitasnya,” ucap Djohan sambil mengusap air matanya.

Diakui Djohan, almarhum sukses mendorong Unswagati belajar kedisiplinan, kerjasama tim, etos kerja yang andal, menjunjung nama lembaga dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk dosen, mahasiswa dan stakeholder lainnya.

“Kami sangat kehilangan karena tidak ada lagi sosok yang membimbing kami, karena beliau tidak hanya rektor kami pada waktu itu dan kini pembina kami, tapi beliau juga adalah bapak yang sangat kami cintai dan hormati,” katanya.

Banyak jasa almarhum yang kini dimanfaatkan dan juga dilanjutkan. Salah satunya, adalah program akreditasi. Tiga tahun selepas almarhum pergi, Unswagati berhasil meraih akreditasi B. “Hal itu sangat membanggakan bagi kami sebagai penerusnya,” ujar Rochanda.

Dijelaskannya, perguruan tinggi swasta yang ada di Jawa Barat dan Banten jumlahnya tidak kurang dari 480 PT. Hanya satu PT yang meraih akreditasi A, sebanyak sembilan PT yang meraih akreditasi B termasuk Unswagati, dan sisanya C dan ada yang belum terakreditasi.

Selain itu, lanjut Rektor, dari sekian banyak jasanya almarhum Djakaria Mahmud, salah satu yang paling monumental adalah pembangunan masjid kampus yang begitu besar. Itu sangat mendukung misi Unswagati sebagai perguruan tinggi yang religius.

Namun, lanjut dia, sivitas akademika juga harus mengikhlaskan kepergiannya dan akan selalu mengenang jasa-jasanya. “Semoga Beliau khusnul khotimah dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” pungkasnya.
9-dm
PEMAKAMAN
Prosesi pemakaman almarhum Dr H Djakaria Machmud dimulai pukul 08.30 menuju Masjid Nurul Ilmi Unswagati untuk disholatkan. Usai disholatkan oleh ratusan jamaah dari keluarga besar Unswagati juga banyak tokoh Cirebon yang turut ikut sholat jenazah. Sekitar pukul 10.00 jenazah dibawa ke pemakaman di Desa Astapada Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon di area pemakaman keluarga. (*)

wisuda januari 17a

Unswagati Gelar Wisuda Sarjana dan Magister Dua Hari

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar Wisuda XLVI (46) selama dua hari bagi lulusan sarjana dan magister untuk gelombang 2 tahun akademik 2016/2017, Sabtu-Minggu (7-8/1) di Auditorium Unswagati Kampus I Jl Pemuda No 32 Cirebon. Pada Wisuda Sabtu (7/1) mewisuda sebanyak 700 wisudawan dan Minggu (8/1) mewisuda 700 wisudawan baik dari program sarjana maupun magister.

Menurut Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, wisuda yang sekaligus sebagai rangkaian peringatan hari lahir (dies natalis) dirayakan dengan penuh syukur dan kebahagiaan pada usia Unswagati yang ke-55 tahun. Unswagati yang lahir pada 16 Januari 1961 saat didirikan hanya memiliki dua fakultas, yaitu Fakulatas Hukum dan Fakultas Ekonomi kin Unswagati terus berkembang pesat dengan memiliki 18 program studi, dari 7 Fakultas dan Program Pascasarjana, yaitu FH, FE, FKIP, FISIP, Faperta, FT, Fakultas Kedokteran. Program Pascasarjana dengan membina Program MP, MIA, MH, Dan M.Pd Bahasa Indonesia.

Wisudawan yang meraih IPK Tertinggi program sarjana diraih Andini Tresnaningsi dari program studi Pendidikan Matematika, dengan IPK 3.70, dan dari Program Magister Budi Santoso dari Program Studi Ilmu Administrasi, IPK 3,75.

“Pada Dies Natalis Unswagati ke-55 ini merupakan momentum yang sangat baik untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri, oleh karena itu peringatan kali ini merupakan momentum untuk meningkatkan komitmen dan dedikasi segenap sivitas akademika mewujudkan mimpi Unswagati sebagai Excellent Teaching University yang berbasis pada ciri khas Leading in learning based on local wisdom dangan moto kampus ilmiah, mandiri, dan religius,” ujar Prof Djohan—panggilan akrab Prof Rochanda.
wisuda januari 17b
Dijelaskan rektor, Unswagati telah menjalin dan meningkatkan kerjasama baik dengan perguruan tinggi di dalam negeri, seperti UNPAD, UPI, UNDIP, UNS, UNY, UNNES, UMY, UNPAS, Universitas UNDAYANA di Bali, dan Universitas Andalas di Padang. Sementara kerjasama dengan Perguruan Tinggi luar negeri, dengan Mastrisht University, Mastrisht Sholl of Management di Belanda, University de Poiters di Paris Prancis, UiTM, Universitas Slangor, dan Universitas Kebangsaan Malaysia di Kualalumpur Malaysia, Griffith University, RMIT, dan Central Quesland University di Australia, dan yang terakhir dengan, Kyushy Institute of Technology di Fukuoka Jepang.

Adanya kewajiban Perguruan Tinggi dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2012, mengharuskan semua perguruan tinggi mengikuti Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dan Unswagati telah berhasil meraih dan menerima Sertifikat AIPT dengan PERINGKAT AKREDITASI B. “Ini artinya Unswagati telah terakreditasi dengan prestasi yang membanggakan, karena masih sedikit PT Khususnya PTS di Jawa Barat yang telah terakreditasi dengan peringkat yang membanggakan. Sebagai informasi, dari 480 PT, baru satu PTS yang mendapatkan Peringkat Akreditas A, dan 9 yang mendapat akreditasi B, didalamnya termasuk Unswagati. Selebihnya terakreditasi C,” paparnya.

PRESTASI
Seiring dengan Akreditasi B yang diraih Unswagati banyak juga prestasi yang diraih. Diantaranya Juara I Lomba Pasar Modal Tingkat nasional, oleh Sandi Firmanullah dari FE dan Juara II Lomba Essay tingkat nasional oleh Isna Silvia,Prodi Matematika FKIP. Unswagati juga mendapat kepercayaan sebagai Penyelenggara Program Pertukaran Mahasiswa (PERMATA) Nasional, juga Sebagai wakil Indonesia dalam Program Sakura Science yang diselanggarakan Kyushu Intitute of technology di fakuoka Jepang atas nama dr Tiar M. Pratamawati, MM. sebagai Pemateri Malaysia-Indonesia International Conference on Economics, Management and Accounting , Journal of Applied Business and Economic Research, atas nama Hj Ida Rosnidah, dan Pemakalahan dan Proceeding pada International Conferences For Interdisciplinary Studies (ICIS), di Yongsam University, Busan Korea Selatan, dengan tema: “Management Development system of Colloge Performance, (Study Influence of individual Anilities, Creativity, and Chief Environment Faktors on The Performances of Private Universities In West Java), atas nama Rochanda Wiradinata dan masih banyak prestasi lainnya.

Rektor berpesan agar dipahami bahwa para lulusan adalah duta Unswagati karena sehingga rektor menitipkan nama lembaga apabila lulusan berhasil di masyarakat, maka nama universitas akan terbawa baik juga. “Karena itu nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan seharusnya tetap tertanam pada diri setiap lulusan,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) Letjend (Purn) H Kuntara pada kesempatan itu menyampaikan bahwa YPSGJ akan mendukung layanan pendidikan bagi mahasiswa Unswagati. Diantaranya, jelas, H Kuntara menyediakan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana yang akan terus ditambah. “Capaian yang telah diraih oleh segenap sivitas akademika Unswagati harus kita syukuri namun tetap peningkatan pelayanan kepada mahasiswa tetap harus lebih baik sebagai komitmen lembaga,” jelasnya.

Sedangkan Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Prof Dr H Abdul Hakim Halim M.Sc menyampaikan selamat kepada Unswagati atas segala prestasinya. Prof Hakim berpesan kepada lulusan untuk menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi nilai-nilai akademis kejujuran dan tanggungjawab. “Bagi para lulusan selanjutnya akan terjun di masyarakat, tentunya harus dapat mengamalkan ilmunya dengan baik,” pesannya.

Hadir pada kesempatan itu, Drs H Agus Mulyadi MSc Asisten Daerah Bidang Kesra mewakili Walikota Cirebon, pimpinan Muspida di Kota dan Kabupaten Cirebon, para dosen dan mahasiswa berprestasi, Ikatan Keluarga Unswagati (IKU), pimpinan perguruan tinggi di di Wilayah Cirebon serta undangan lainnya.(mj)

Rektor Lantik 3 Dekan  (2)

Rektor Unswagati Lantik Dekan FE, FKIP dan FT

CIREBON-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP melantik tiga orang dekan di lingkungan Unswagati, Kamis (5/1) malam di Auditorium Kampus I. Ketiga Dekan yang dilantik tersebut antara lain, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak MM CA, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd dan Dekan Fakultas Teknik (FT) H Fathur Rokhman, ST MT.

Pelantikan yang digelar pada malam hari tersebut berlangsung cukup khidmat dengan dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Asep Djadjuli, Wakil Rektor I Dr Alfandi M.Si, Wakil Rektor II H Acep Komara, Drs SE MSi, Wakil Rektor III Dudung HIdayat SH MH, para pimpinan lembaga, badan dan satuan di Unswagati para dekan di lingkungan Unswagati serta pengurus Senat Fakultas dari FE, FKIP dan FT. Istri dan suami dari para dekan tersebut juga turut menyaksikan.

Saat pelantikan ketiga dekan disumpah oleh Rektor Unswagati dengan disaksikan petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon bahwa ketiganya akan menjalankan tugas sebagai dekan dengan baik sesuai dengan norma dan aturan aturan yang ada serta loyal kepada universitas. “Sumpah ini tidak hanya disaksikan oleh kita dan hadirin yang ada disini, melainkan disaksikan oleh Allah SWT. Tentunya amanah jabatan ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” ujar Prof Rochanda.
rektor lantik 3 dekan (3)
Dalam sambutannya, Prof Rochanda kembali mengingatkan kepada seluruh dekan yang baru saja dilantik. Bagi dua dekan yang terpilih kedua kalinya yakni FE dan FKIP agar meningkatkan kinerja dan inovasinya kedepan serta mengambil langkah cepat yang terbaik. Demikian juga, sambungnya, bagi dekan FT yang baru supaya cepat beradaptasi, dan bersama-sama dengan jajaran sivitas akademikanya untuk mendorong percepatan roda organisasi.

“Sekali lagi perlu saya sampaikan ada empat hal yang sangat penting bagi para dekan yang baru saja dilantik ini. Pertama, komitmen terhadap aturan, normal dan regulasi yang ada kedua memiliki integritas dalam menjalankan amanah, ketiga loyalitas dan dedikasi yang tinggi dan eempat adalah kinerja professional yang harus dijalankan,” pesan rektor. Selepas pelantikan ketiga dekan mendapat ucapan dari para tamu undangan dan anggota senat.(mj)

foto: m joharudin/humas unswagati
KHIDMAT. Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP melantik Dekan FE Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak MM CA, Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd dan Dekan FT H Fathur Rokhman, ST MT, Kamis (5/1) malam di Auditorium Kampus I Unswagati.

pildek fkip1

Dua Profesor Kembali Jabat Dekan FE dan FKIP

**Fakultas Teknik Dipimpin Dekan Wajah Baru

CIREBON-Dua orang guru besar Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang juga dekan petahana Prof Dr Hj Ida Rosnidah SE Ak CA kembali memimpin Fakultas Ekonomi dan Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd kembali memimpin FKIP. Keduanya akan memimpin dua fakultas tersebut untuk periode 2017-2021 dalam pemilihan dekan (pildek) serentak. Prof Ida terpilih kembali secara aklamasi oleh Senat FE karena hanya ada satu calon, sementara Prof Rozak kembali terpilih setelah unggul dari calon lainnya dan Fakultas Teknik, dipimpin wajah baru yakni H Fathur Rahman, ST MT setelah melalui pemilihan.

Dimulai pada pukul 08.00 porses pemilihan Dekan FE berlangsung tertib. setelah calon tunggal Prof Ida memaparkan visi, misi dan programnya, senat yang terdiri dari 9 orang sepakat secara aklamasi menetapkannya sebagai Dekan FE definitif. Dalam pindato pertamanya prof Ida menyampaikan terimakasih atas dukungan yayasan dan rektorat yang selama ini mendukung program-program fakultas ekonomi.
pildek fe2

“Kami mengajak seluruh sivitas akademika Fakultas Ekonomi untuk bersama-sama membangun Fakultas Ekonomi yang lebih baik. Terimakasih kepada semuanya atas dukungan ini, kedepan peningkatan di semua aspek baik akademik, penelitian dan kualifikasi dosen harus ditingkatkan bagi fakultas ekonomi,” katanya.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP mengapresiasi apa yang dipaparkan Prof Ida dalam visi misi dan program nya yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program universitas. FE saat ini, kata rektor, menjadi salah satu fakultas favorit di Unswagati dengan melihat tingginya animo mahasiswa baru yang terus meningkat. “Bagi seorang pemimpin yang adalah memegang teguh komitmen, integritas dan loyalitas, dedikasi dan kinerja professional,” ujar rektor.

Sementara di FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd yang juga calon petahana, kembali memimpin FKIP untuk periode kedua setelah dalam proses pemilihan mengungguli calon dekan lainnya Dr H Iin Wariin Basyari, M.Pd, dengan raihan 13 suara dari 19 anggota senat. Pada kesempatan itu, kedua kandidat memaparkan tentang keunggulan FKIP dari sisi sumberdaya manusia (SDM).

“Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Saya mengajak segenap sivitas akademika FKIP Unswagati dan tentu harus didukung oleh universitas. Kedepan, FKIP harus lebih maju dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswanya,” ujar Prof Rozak.

Pildek FT1

Tak kalah serunya di Fakultas Teknik, H Fathur unggul dengan 6 suara dari H Edi yang meraih 3 suara dari 9 anggota senat. Usai terpilih, ia juga menyampaikan terimakasih atas dukungan senat dan seluruh sivitas akademika fakultas teknik. “Saya mengajak kepada semuanya agar menjadikan fakultas teknik sebagai fakultas unggulan yang kreatif dan inovatif,” pungkasnya.

Selain dihadiri rektor, Wakil Rektor (WR) 1 , 2 dan 3 Dr Alfandi, M.Si, H Acep Komara, Drs M.Si dan Dudung Hidayat SH MH beserta pimpinan lembaga, Kepala BPM Amanan, M.Si, Kepala LPM Jimmy Hassoloan, MM, Dekan FISIP Dr H Mukarto serta pejabat lainnya.(mj)

Kepala Badan Pengembangan Akademik (BPA) Dr Iyay Robia Khaerudin saat pembukaan Lomba Karya Tulis Ilmiah antar Dosen Unswagati.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Antar Dosen Unswagati

CIREBON-Sebagai rangkaian dari Dies Natalis ke-55 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Lembaga Penelitian (Lemlit) menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) antar dosen di lingkungan Unswagati, Jumat (30/12). Lomba yang diikuti puluhan dosen tersebut, dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Akademik (BPA) Dr Iyay Robia Khaerudin, M.Pd dihadiri Kabid Lemlit Yayat Rahmat Hidayat, M.Agr, para juri Dr Junaedi Noer SE MM dan Dr Achmad Faqih.

Dalam pembukaan tersebut, Dr Iyay menyampaikan bahwa penulisan karya tulis ilmiah adalah bagian yang tidak terpisahkan bagi seorang dosen. Pada lomba di lingkungan internal ini, selain untuk mengajak lebih bersemangat untuk melakukan penulisan karya ilmiah. “Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seorang dosen selain melakukan pengajaran dia juga harus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang hasilnya dapat menjadi karya tulis ilmiah untuk dipublikasikan,” katanya.

Sementara menurut Sekretaris Lemlit Aang Curatman, M.Si secara terpisah menambahkan bahwa kegiatan ini selain dalam rangka seremoni Dies Natalis Unswagati juga untuk mencari karya-karya terbaik dosen. Dari karya terbaik tersebut, oleh pihak Lemlit Unswagati selanjutnya akan didorong untuk dapat diusulkan sebagai penelitian pada Kemenristekdikti. “Arahnya kesana dan mendorong juga untuk peningkatan publikasi sebagai follow up-nya,” ujarnya.

Salah satu peserta Dede Tri Kurniawan, M.Pd mengapresiasi adanya lomba ini, selain sebagai motivasi juga untuk ajang sharing karya ilmiah antar fakultas. “Dengan peserta yang lintas fakultas akhirnya bisa saling mengetahui bagaimana perkembangan karya tulis yang ada. Dan tentunya kedepan akan saling menunjang,” ungkapnya.(mj)

sertijab mapala 2016

Rektor Dukung Peningkatan Kegiatan Mapala Unswagati

CIREBON- Rektor Universitasi Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP hadiri serahterima pengurus Pengurus Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Gunung Jati Unswagati, dari masa bhakti 2015-2016 kepada pengurus 2016-2017, di aula kampus, Kamis (1/12). Hadir Wakil Rektor III Unswagati, Ketua Mapala baru Imam Wahyudi, ketua lama Ani Nuraeni pengurus mapala serta undangan dari organisasi kemahasiswaan lainnya.

Rektor menyampaikan selamat atas terpilihnya ketua yang baru ini sebagai jalannya roda organisasi. Adanya serah terima dari pengurus lama dan pengurus yang baru. “Unswagati sebagai lembaga keilmuan juga untuk mengembangkan minat dan bakat kemahasiswaan uang ada. Termasuk Mapala Gunati ini yang telah mengembangkan minat mahasiswa,”katanya.

Bagi pengurus baru diharapkan akan semakin membawa Mapala Gunati ini menjadi lebih baik lagi. Tentunya dengan program kegiatan yang lebih baik sehingga akan mendorong kegiatan kemahasiswaan dan pecinta alam pada level yang lebih tinggi. “Mapala Gunati Unswagati diharapkan dapat meningkatkan kegiatannya di level nasional dan bahkan internasional. Untuk itu silakan Mapala dan Organisasi kemahasiswaan lain memanfaatkan Lembaga Bahasa Unswagati untuk peningkatan kemampuam bahasa para pengurusnya,” pesannya.
sertijab mapala 2
Imam Wahyudi menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak dalam serahterima kegiatan ini. Dirinya berjanji akan terus meningkatkan kegiatan Mapala Gunati Unswagati dengan lebih baik lagi.”Kami berharap dukungan dari seluruh pengurus dan sivitas akademika Unswagati sehingga Mapala Gunati terus dapat meningkatkan segala kegiatannya,” pungkasnya.(mj)

Napak Tilas dan Baksos Menwa 2016 (14)

Menwa Unswagati Napak Tilas dan Bhakti Sosial

CIREBON-Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Kompi C Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menggelar Lomba Napak Tilas dan Bhakti Sosial ke – XVIII. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari itu, dibuka Jumat (18/11) di halaman kampus 1 Unswagati, Jl Pemuda 32 Kota Cirebon. Kegiatan tersebut untuk mengenang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dengan Rute Gerilya Tentara Pelajaran Batalyon 400 Brigade XVII sekaligus memperingati hari pahlawan.

Sebanyak 34 regu ikut serta dalam kegiatan itu dan diikuti Menwa seluruh Indonesia serta perwakilan mahasiswa dan pelajar di wilayah Cirebon. Sebagai Inspektur Upacara Kepala Biro Kemahasiswaan H Komarudin, M.Pd mewakili Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH baru pulih dari sakit meski hadir dalam pembukaan, Pembina menwa Dr Ipik Permana M.Si, undangan dari Kodim 0614 Kota Cirebon dan Kepolisian Resor Cirebon Kota, para undangan dari fakultas dan UKM di lingkungan Unswagati.

Mengambil tema “ Jadikan Hari Pahlawan Sebagai Peringatan bahwa Masa Depan Suatu Negara Ada di Tangan Pemudanya.”menurut Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang sambutannya dibacakan Inspektur Upacara mengaku bangga dengan menwa Unswagati. “Agenda ini menjadi spirit untuk terus mendorong semangat kemajuan bagi generasi muda bangsa, yang intelek dan berani,” pesannya.

Dijelaskan Komandan Satuan Tugas Meidy Mulyana Andiyatama, tempat pelaksanaan kegiatan Napak Tilas Start dari Desa Sagarahiang Kec. Darma Kabupaten Kuningan dan finish di Kampus 1 Unswagati Cirebon. Etape I : Balai Desa Sagarahiang Kec. Darma s.d Balai Desa Linggarjati Kec. Cilimus Kabupaten Kuningan, Etape II: Balai Desa Linggarjati Kec. Cilimus Kabupaten Kuningan sampai dengan Kampus 1 Unswagati Cirebon.

Napak Tilas dan Baksos Menwa 2016 (14)

Napak Tilas dan Baksos Menwa 2016 (4)
Acara Bakti Sosial berupa Pembagian Bola volley di Desa Sagarahiang, Saresehan & Cerita Sejarah di Balai Desa Sagarahiang dengan pemateri Pemateri LVRI dan DHC 45 Kota Cirebon. Pada kegiatan kali ini diikuti peserta sebanyak 34 regu dengan rincian, tingkat SMP/SMA sebanyak 11 regu, dari SMP 1 Ciwaringin 3 Regu, SMK Bina Insan Mandiri 1 Regu, SMK PGRI Kamal 2 Regu, SMAN 1 Mandirancan 2 Regu, SMAN 1 Loh Bener 2 Regu, SMPN 1 Losari 1 Regu.

Sementara untuk Tingkat Menwa sebanyak 13 Regu Universitas Majalengka 1 Regu, Universitas Kuningan 1 Regu, Universitas Teknologi Yogyakarta 1Regu, Universitas Pakuan 1 Regu, IAIN Syekh Nurjati Cirebon 1 Regu, IAIN Metro Lampung 1 Regu, Universitas Ahmad Dahlan 2 Regu, UIN Wali Songo Semarang 1 Regu, Universitas Negeri Surakarta 2 Regu, Universitas Malang 2 Regu. Sementara di tingkat umum sebanyak 10 regu dari SMAN 1 Mandirancan 3 Regu, Akademi Maritim Cirebon 6 Regu, Gapura 1 Regu.(mj)

ISNA Juara 2a

Isna, Mahasiswa FKIP Unswagati Juara 2 Lomba Esai Nasional

CIREBON – Lagi, prestasi membanggakan ditunjukkan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Isna Silvia mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati meraih juara ke-2 tingkat Nasional dalam Pekan Nasional Esai Mahasiswa (PENA EMAS) 2016, di Universitas Trunojoyo, Madura, Jawa Timur awal 10 Nopember lalu.

Isna yang juga aktif di UKM Penalaran dan Keilmuan (P&K) Unswagati itu hanya diungguli oleh Rahmat Nofianto dari Universitas Negeri Padang sebagai juara 1, juara ke-3 diraih oleh Mustaqim dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sementara finalis lainnya diantaranya Supriadi Widodo (Univ. Riau), Moch. Yazid (Univ.Airlangga), Satria Arif (Univ.Syiah Kuala), Yuli Arti (Univ. Negeri Yogyakarta), Moh. Taqiyudin (Univ.Proklamasi 45 Yogyakarta), Rifqi Dhaifullah (Univ Trunojoyo).

Saat babak final pada 9 Nopember lalu Isna mendapat kesempatan selama 10 menit mempresentasikan karyanya dan tanya jawab selama 10 menit dari 3 orang juri yang telah disiapkan oleh panitia. Presentasi tersebut dilakukan di depan peserta seminar nasional pendidikan yang mengangkat tema “Peranan Mahasiswa dalam Mengoptimalkan Pendidikan yang Kreatif dan Inovatif berbasis Kearifan Lokal menuju Indonesia Emas”.

Untuk melau ke babapk final Isna Silvia telah mengaku harus melalui beberapa tahapan sampai lolos sebagai finalis. “Saya harus menyisihkan lebih dari 60 mahasiswa lainnya dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk turut membangun pendidikan yang kreatif dan inovatif berbasis kearifan lokal menuju Indonesia emas,” ungkap Isna.
isna2
Dia juga menjelaskan gagasan kreatifnya dalam PENA EMAS itu dengan mengoptimalkan kearifan lokal Jawa Barat, yaitu permainan tradisional “Dam-daman dalam meningkatkan pemahaman matematis”. Isna memadukan unsur edukasi dalam permainan tradisional dam-daman dengan matematika sehingga gagasan yang muncul yaitu “Damdamatika (dam-daman ala matematika) : Strategi Meningkatkan Pemahaman Matematis”.

Ketua Prodi Matematika Dwi Cita Rosita, M.Pd didampingi dosen matematika Dede Trie Kurniawan, S.Si M.Pd mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya tersebut. Dirinya berharap Isna terus mengembangkan kemampuannya agar lebih berprestasi lagi di masa mendatang. “Alhamdulillah mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Unswagati mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Ini tentunya berkat kerjasama semua pihak, mahasiswa dosen, pimpinan fakultas dan universitas,” ujarnya.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP memberikan apresiasi atas kemenangan Isna Silvia mahasiswa FKIP Unswagati. Bagi prof DJohan—panggilan arabnya—kemenangan ini menunjukkan bagaimana kualitas mahasiswa Unswagati mampu bersaing di tataran nasional. “Kepada Pak Dekan, Ibu Ketua Prodi, para dosen dan semuanya saya sampaikan selamat khususnya kepada Isna,” jelas rektor. Dua pekan sebelumnya mahasiswa FE Unswagati Snady Firman juga menyaber juara pertama dalam lomba Sekolah Pasar Modal tingkat nasional di Universitas Bunda Mulia, Jakarta.(mj)

SPM2

Galeri Investasi BEI FE Unswagati dan OJK Gelar Sekolah Pasar Modal

CIREBON-Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Sekolah Pasar Modal di Aula Unswagati, Selasa (9/11). Pembicara dari OJK Bachtiar Rivai Rojak, ST, Bursa Efek Indonesia (BEI) Achmad Dirgantara, SIP MP, dari Trimega Ariffianto SE, MNC Securities Reha Mauren, SE. Hadir juga Ketua BEI FE Unswagati Moh. Yudi Mahadianto SE MM.

Menurut Yudi Sekolah Pasar Modal ini bertujuan memberi edukasi mengenai investasi (saham), memberi informasi mengenai mekanisme menjadi investor saham, edukasi soal teori pemilihan saham. Selain itu, bagaimana meningkatkan pemahaman mengenai investasi saham yang sebenarnya mudah dan terjangkau serta memberi informasi soal lembaga di pasar modal yang memberi fasilitas dan melindungi investor. “SPM ini sudah berjalan beberapa tahun ini konsepnya ada dua tingkat, untuk dasar (basic) dan lanjutan (advance),” katanya.

Dijelaskan Yudi, SPM terbuka untuk umum dan bisa diselesaikan dalam satu hari.“Masyarakat yang mengikuti SPM diharapkan bisa menjadi investor. Karenanya SPM selalu memiliki mitra yang juga turut mengisi investasi di saham dan reksadana kini sudah jauh lebih mudah. Kita berterimakasih pada teknologi. Kini untuk melakukan perdagangan, bisa dilakukan secara daring (online),” ujarnya.

Seperti diketahui, setoran awal untuk investasi terbilang mahal. Namun, teknologi berhasil membuatnya menjadi lebih murah karena bisa dilakukan secara daring.Kini, setoran awal cukup dengan Rp100 ribu. “Bila membicarakan potensi investor, Indonesia punya peluang sangat besar. Semua orang yang punya Rp100 ribu bisa menjadi investor,” imbuh Yudi.

Investasi di pasar modal jangan melihat konsep spekulatifnya, karena sifatnya jangka panjang. Artinya, bila dibanding emas dan obligasi, saham menawarkan imbalan yang lebih tinggi, bisa mencapai 15% per tahun. “Orang perlu tahu bahwa investasi akan mengubah pendapatan yang linear menjadi pendapatan eksponensial. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi sarana untuk mahasiswa agar dapat menjadi putra-putri bangsa yang mampu mengembangkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang lebih makmur dan sejahtera,”paparnya.

Dipaparkan oleh [ihak OJK, bahwa investasi merupakan penundaan konsumsi saat ini untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari. Investasi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu investasi aset keuangan dan investasi aset nonkeuangan. Investasi nonkeuangan meliputi investasi pada aset riil seperti tanah, rumah, emas, dan benda-benda antik. Berbeda dengan investasi nonkeuangan, investasi pada aset keuangan relative tidak mempunyai bentuk fisik yang riil. Investasi aset keuangan meliputi investasi reksadana, saham, obligasi, dan produk-produk derivative seperti option, forward, futures.

Investasi aset keuangan umumnya dilakukan dengan di pasar modal. Pasar modal memfasilitasi masyarakat dalam melakukan investasi pada aset keuangan.

Tingkat suku bunga tabungan di bank umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi yang terjadi. Artinya, bukan keuntungan yang kita peroleh namun justru menanggung beban tingkat inflasi yang menyebabkan penurunan nilai uang. Dengan kata lain, kita tidak dapat mengatakan telah melakukan investasi jika hanya menabung di bank.

Bila membicarakan populasi penduduk, menurut data PBB, Indonesia menempati peringkat keempat dengan jumlah penduduk Rp255 juta lebih. Sayangnya, tingkat literasi terhadap keuangan dari seluruh penduduk yang ada, Indonesia berada di kisaran 21,8%. “Literasi keuangan masyarakat di Singapura sudah mencapai 96%, di Malaysia 81%, di Thailand 78%. Kita di 21,8%,” katanya mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo. Dalam kata lain, literasi keuangan di Indonesia tergolong rendah.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu, literasi pasar modal berada paling rendah, yakni hanya mencapai 3,79%. Sedangkan perbankan 21,80% dan asuransi 17,84%. Tak heran bila Jokowi meminta kementerian dan lembaga terkait melakukan langkah-langkah percepatan guna menindaklanjutinya. Salah satu upaya meningkatkan literasi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal (SPM).(*)

Dr Ipik

Dr Ipik Permana, M.Si Perkuat SDM Unswagati

CIREBON-Satu lagi doktor baru di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). Dr Ipik Permana, MSi salah satu dosen senior di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon: Studi Hubungan Kewenangan Badan Permusyawaratan Desa dengan Kepala Desa dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon.”

Setelah melalui Sidang Terbuka pada Senin (31/10) Dr Ipik yang mengambil Program Doktor Ilmu Sosial Konsentrasi Administrasi Publik di Pascasarjana Universitas Pasundan Bandung itu berhasil dengan meraih yudisium 3,68 dengan predikat Sangat Memuaskan. Dalam Sidang terbuka tersebut turut dihadiri Dekan Fisip Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si, Kepala Lemlit H Deddy Kusmayadi, SE M.Sc, Ketua BPA Dr H I Robia Khaerudin, M.Pd Kepala Biro Humas dan Kerjasama Siti Khumayah SE SH MSi,dan jajaran Fisip serta undangan dan keluarga Dr Ipik.

Dekan Fisip Dr H Mukarto mengaku bangga dengan bertambahnya SDM Fisip yang mendapat gelar akademik doctor. “Ini akan memperkuat sisi akademik Unswagati dan Fisip khususnya . Saya mengajak agar para dosen lainnya terus mengembangkan diri terutama dari jenjang keilmuan dgn menempuh jenjang pendidikn yang lebih tinggi dengan mengikuti program doktor,” ujarnya.
Dr Ipik 2
Sementara itu Dr Ipik Permana M.Si menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memotivasi mendorong dan membantu terselesaikannya hingga dirinye menyelesaikan pendidikan doctor. “Terutama untuk keluarga istri dan anak-anak tercinta kepada Dekan Fisip, Rektor Unswagati dan jajaran semuanya,” jelasnya.

Sedangkan sebagai Promotor Utama Prof Bambang Heru menyampaikn selamat kepada Dr Ipik Permana yg telah berhasil meraih gelar doctor. “Kepada Fisip Unswagati juga saya sampaikan selamat karena telah menambah lagi SDM baru yang berkualifikasi doctor,” ungkapnya.

Terpisah Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, menyampaikan apresiasinya atas raihan kualifikasi akademik yang diraih Dr Ipik Permana. “Apalagi Pak Ipik ini selain dosen senior beliau juga alumni Unswagati. Tentu ini sangat menggembirakan dan keluarga besar Unswagati sangat mengapresiasi atas prestasi ini,” tandasnya.(mj)