Pos

OK1

Unswagati Digandeng Telkomsel dan Gramedia Gelar Simulasi SBMPTN

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon digandeng Loop Telkomsel dan Gramedia dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar serentak di 44 kota di Indonesia, Sabtu (22/4). Simulasi Tryout SBMPTN tersebut, digelar dalam wakti bersamaan pada pukul 07.00 WIB.

Menurut Kepala Biro Kerjasama dan Humas Siti Khumayah SE SH MSi, simulasi SBMPTN di Unswagati ini selain diikuti pelajar kelas XII SMA/SMK juga yang duduk di kelas XI dari SMA/MA dan SMK di wilayah Cirebon. “Simulasi Try Out ini untuk menjajal kemampuan siswa dalam mengerjakan soal SBMPTN. Jadi simulasi ini untuk mendukung pelajar SMA/SMK dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN sesungguhnya,” katanya.

ok2

Dijelaskan Maya–panggilan akrabnya–Try Out ini sangat penting karena SBMPTN masih menjadi momok yang cukup menyeramkan untuk sebagian pelajar. “Dengan simulasi try out semoga lebih memberikan persiapan, karena cukup banyak perbedaan yang dirasakan untuk UN tahun ini dibanding UN tahun sebelumnya. Dari namanya saja sudah berbeda, kini tak ada lagi UN atau Ujian Nasional, berganti menjadi UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer,” paparnya.

Ditambahkan Maya, bagi siswa dari wilayah III Cirebon yang tidak lulus SBMPTN silakan untuk memilih Unswagati yang saat ini sudah memiliki akreditasi institusi perguruan tinggi B, memiliki sertifikat ISO 9001: 2008. “di Unswagati ada 7 fakultas, FH, FE, FKIP, FISIP, Faperta, FT dan Fakultas Kedokteran. Seluruh prodi di Unswagati hampir seluruhnya sudah terakreditasi B. Jadi secara kualitas Insyaallah Unswagati tidak kalah dengan PTN-PTN favorit,” pungkasnya.(*)

 

Visitasi IKOM

Dekan FISIP Unswagati, Targetkan Akreditasi “B” untuk Prodi Ilmu Komunikasi

CIREBON-Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Dr H Mukarto Siswoyo, M.Si menargetkan akreditasi minimal dengan predikat “B”  untuk Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom).  Itu disampaikan Mukarto usai visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) , untuk Prodi Ikom yang kini telah memiliki Studio TV “Unswagati TV” tersebut.

“Dengan persiapan jauh-jauh hari, melengkapi berbagai persyaratan dan perkembangan Ikom yang terus progres. Kami berharap dan optimis akan mendapat peringkat akreditasi yang bagus. Mudah-mudahan bisa mendapat A atau minimalnya B sebagai wujud peningkatan karena semenjak tahun 2014 prodi ini masih C akreditasinya,” kata pria asli Desa Budur Kabupaten Cirebon ini seraya menambahkan  dalam visitasi tersebut, prodi IKom terdapat dua orang asesor yakni Muhammad Nadjib dan Catur Suratnoaji dari BAN PT.

Dia menjelaskan dengan persiapan yang sudah dilakukan semenjak setahun sebelumnya, kelengkapan boring akreditasi, keberadaan sumberdaya manusia (SDM) dosen yang memadai, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menghimpun mahasiswa dalam bidang fotografi serta adanya laboratorium broadcasting yakni memiliki “Unswagati Televisi” itu sebagai hal yang diupayakan. “Universitas selama ini sangbat mendukung peningkatan sarana untuk menunjang kualitas Prodi Ikom. Kami yakin ini akan menjadi salah satu prodi favorit,” jelas Dr Mukarto.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menambahkan bahwa dengan proses reakreditasi IKom Fisip Unswagati ini, dirinya menaruh harapan yang besar bahwa prodi itu akan mendapatkan predikat yang baik. Di mata rektor Prodi IKom kedepan akan sangat diminati oleh masyarakat. “Saya sangat yakin dengan kesiapan Pak Dekan dan jajarannya ini Ikom Fisip Unswagati akan meraih predikat yang bagus pada akreditasi oleh BAN PT ini. Minimal bisa dapat B,” harapnya.

Sementara itu salah satu asesor, Muhammad Nadjib menyampaikan bahwa hasil visitasi tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada validator di BAN PT untuk diverifikasi dan dinilai. “Hasilnya akan dapat diketahui antara dua minggu sampai sebulan kedepan. Tentunya akan dilakukan koreksi juga dari visitasi ini dan hasil koreksian akan menjadi acuan apakah sesuai tidak antara apa yang ada di borang dan kenyataan fisiknya. Hasilnya bagaimana itu sesuai dengan penilaian yang ada,” paparnya.(mj)

 

Mancing Unswagati-bjb1

Sivitas Akademika Unswagati Mancing Bersama bjb

CIREBON-Sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)  dengan Bank Jabar Banten  (bjb) Cirebon menggelar kegiatan mincing bersama di Pemancingan Telaga Cipayung Desa Cirea Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Minggu (19/3).  Diikuti peserta sebanyak 57 orang dari seluruh perwakilan unit dan lembaga di lingkungan Unswagati serta puluhan peserta dari puluhan pegawai bjb Cirebon.

Wakil Rektor II Unswagati H Acep Komara, Drs SE M.Si mewakili Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP yang tengah tugas keluar kota, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing  bersama ini sebagai sarana meningkatkan silaturahmi dan hubungan baik antara Unswagati dan bjb. “Semoga saja kerjasama yang selama ini sudah terjalin akan lebih baik lagi,” pesannya.

Manving Unswagati-bjb2

Sementara menurut perwakilan bjb yang juga Pimpinan bjb Kantor Kas Unswagati Eka Megawati menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing ini semoga dapat semakin mempererat kerjasama antara bjb dengan Unswagati. “Unswagati ini merupakan salah satu nasabah prioritas bjb tentunya kami sangat senang bekerjasama dengan seluruh keluarga besar Unswagati,” ujarnya.

Dalam lomba mancing tersebut, untuk juara kategori 2 ikan indukan terbarat juara 1 Yanto Heriyanto dengan berat 1,86 Kg, kedua diraih H Komarudin, M.Pd 1,53 Kg dan ketiga Widodo Susetya SE 1,52. Sedangkan untuk ikan terbanyak, juara 1 Deden, M.P sebanyak 13 ekor, juara 2. Fariz 12 ekor dan juara 3 yayan dengan 11 ekor. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 dan dilanjutkan makan siang dan ramah-tamah.

Mancing Unswagati-bjb3

Para pimpinan lain yang juga ikut dalam kegiatan mancing tersebut, Wakil Rektor I Dr Alfandi M.Si, Wakil Rektor III Dudung Hidayat SH MH, Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM, Kepala BPA Dr I Robia Khaerudin, Kepala Lemlit Prof Dr Suherli M.Pd serta para pejabat lain mulai dari kepala biro, kepala bidang dan kepala bagian. (mj)

KKN Susukan Lebak

Unswagati Dorong Produk OVOP Melalui KKN

** Rektor dan Wakil Rektor Monitoring di Sejumlah Kecamatan

CIREBON- Untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat sebagai salah satu komponen dalam indeks pembangunan manusia (IPM) , Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengarahkan pelaksanaan KKN dengan memfokuskan pada Program “One Village One Product” atau OVOP. Setelah lebih dari dua pekan, 1.044 mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas melaksanakan KKN, pimpinan Unswagati pun melakukan monitoring ke sejumlah kecamatan untuk mengetahui progres pelaksanaan KKN sekaligus melihat hasil OVOP dari tiap-tiap kelompok di 58 desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa.

Pada Jumat (3/3) rombongan Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP bersama Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Jimmy Hassoloan, Drs MM beserta pimpinan lainnya monitoring ke Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dan diterima oleh pejabat Kecamatan Susukan. Disana seluruh Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) beserta mahasiswa peserta KKN dari setiap kelompok di Kecamatan Susukan turut hadir pada kegiatan tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menjelaskan, dengan adanya KKN Mahasiswa yang membawa konsep One Village One Product (OVOP)berasal dari Oita, Jepang dan diadopsi oleh berbagai negara, khususnya di Benua Asia. Untuk Indonesia sendiri, mulai mengadopsi OVOP sejak tahun 2008. Di mana, tujuan dari OVOP adalah untuk memajukan potensi industri kecil dan menengah. OVOP merupakan suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di suatu wilayah untuk mengahasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, dengan tetap memiliki ciri khas keunikan karakteristik dari daerah tersebut.

“Produk yang dihasilkan ini berupa produk yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik sumberdaya alam, maupun sumber daya manusianya dan dapat berlangsung dengan sustainableatau berkelanjutan. Jelas dengan konsep ini mahasiswa turut mendorong masyarakat  agar menggali kembali kearifan lokal di masing-masing daerah tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan daya beli dan bermuara pada peningkatan human development index (indeks pembangunan manusia) di Kabupaten Cirebon selain unsur pendidikan dan kesehatan,” jelas Rochanda.

Di samping itu, KKN ini juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa setelah sebelumnya menimba ilmu di kampus. Pengabdian masyarakat ini selanjutnya menjadi bahan untuk penelitian atau riset dan hasil riset tersebut sebagai bahan pembelajaran mahasiswa di ruang kelas.  “Unswagati memiliki tanggung jawab moral untuk turut membangun masyarakat dengan riset ini sehingga Unswagati pun berupaya menjalankan program KKN yang terbaik dan dirasakan oleh masyarakat,” paparnya .

KKN Susukan Lebak2

Sehari sebelumnya Wakil Rektor IV Unswagati H Nasir Asman Drs MM beserta Kepala LPM Jimmy Hassoloan Drs MM monitoring di Kecamatan Susukan Lebak di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Disana selain menyaksikan ekspos dari produk 13 desa dari hasil mahasiswa KKN juga meninjau arena show case produk OVOP yang cikup beragam. “Apa yang dihasilkan oleh mahasiswa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan di daerah-daerah ini, tinggal butuh peningkatan dari sisi produk, kemasan, promosi dan penempatan sebagaimana dalam konseo marketing mix,” ujarnya diamini Kepala LPM Jimmy Hassoloan.

Ditambahkan Jimmy Hassoloan, secara umum, dari hasil seluruh monitoring KKN di kecamatan yang dipilih mahasiswa mampu menggali produk unggulan dari masing-masing desa.  “Tinggalfollow up saja sesungguhnya dari instansi terkait untuk pengembangannya. Baik produk berupa makanan, maupun hasil kerajinan dan kesenian. Di Kabupaten Cirebon ini sungguh  luar biasa,” pungkasnya.(mj)

 

bela negara1

Akademis dan Pemuda Harus Siap untuk Bela Negara

**Unhan Gandeng Unswagati Seminar Pertahanan dan Bela Negara

CIREBON.- Kalangan akademisi termasuk mahasiswa dan pemuda harus menjadi elemen di luar militer dengan menumbuhkan kesadaran bela Negara. Hal itu mengemuka dalam Seminar “Pertahanandan Bela Negara” di Auditorium Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang menghadirkan narasumber utama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, Dosen Senior Universitas Pertahanan (Unhan) Dr Ir Syaiful Anwar, M.Bus., MA dan Dosen Pascasarjana Unswagati Dr Ipik Permana SIP M.Si.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP sebagai keynote speech menyampaikan bahwa di era saat ini kesadaran dan kemampuan bela negara bisa diimplementasikan dalam banyak aspek, dari mulai kemampuan menanggulangi bahaya radikalisme, terorisme, narkoba sampai informasi palsu atau hoax yang marak di dunia maya.

bela negara3-rektor

“Disini peran akademisi khususnya para mahasiswa begitu teramat strategis. Mereka harus siap untuk terlibat langsung dalam kegiatan bela Negara. Unit Kegiatan Mahasiswa yang sudah siap diantaranya resimen mahasiswa, Mapala, serta seluruh elemen mahasiswa lainnya. Jangan lupa Founding Father kita Bung Karno dengan konsep Tri Saktinya kita harus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, prof Djohan—panggilan akrab—Rektor Unswagati menegaskan agar seluruh elemen yang ada untuk bersiap melakukan bela Negara. Spirit perjuangan yang telah dicontohkan dalam semangat Sumpah Pemuda 1928,  hingga diraihnya kemerdekaan serta upaya mempertahankan kemerdekaan 4 Nopember 1949. “Generasi muda terdidik harus siap menjalankan bela Negara,” paparnya.

Akademisi Unhan Dr Ir Syaiful Anwar, M.Bus., MA memaparkan tentang “Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam Mendukung Pembangunan Sistem Pertahanan Negara.” Dr Syaidul mengemukakan bahwa Negara yang secara konseptual untuk kebahagiaan dan kemakmuran rakyatnya harus melindungi warganya, terpeliharanya keadilan dan kesejahteraan serta menjamin kebebasan.

“Itu  sejalan dengan pembukaan UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,  mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam konteks pertahanan Indonesia ialah kedaultana Negara, wilayah Negara dan bangsa,” jelasnya.

Bela negara4-Dr Syaiful

Selain itu, Dr Syaiful juga meminta agar pemerintah Indonesia mewaspadai adanya agenda tersembunyi pemerintah Tiongkok, dibalik kerja sama ekonomi yang belakangan ini semakin menguat. Kekhawatiran rakyat dan bangsa Indonesia akan agresivitas negeri tirai bambu untuk berinvestasi di Indonesia, bukan tanpa alasan.

Dijelaskan dia, saat ini di dunia internasional, kekuatan ekonomi kerap dimanfaatkan sebagai instrumen negara untuk menekan negara lain. “Mekanisme tekanan negara lain di dunia internasional, menggunakan instrumen diplomasi, ekonomi dan militer. Tekanan dilakukan secara bertahap, mulai dari yang lunak hingga cara yang paling keras,” paparnya.

Ditambahkan Direktur Kerja Sama Internasional Kementrian Pertahanan, dari sejumlah negara yang saat ini kecenderungan, anggaran pertahanannya turun, negeri Tiongkok malah anggaran pertahanannya naik. Negara adi daya Amerika Serikat, yang anggaran pertahanannya tahun 2014 sebesar 624.960 juta dolar AS, turun menjadi 595.330 juta dolar AS. Anggaran pertahanan negara AS sebesar itu setara dengan 80 kali lipat nilai APBN Indonesia. Sementara katanya, anggaran pertahanan negara kita hanya Rp 90 triliun, yang disebut-sebut anggaran paling besar. “Meski anggaran pertahanan sebesar Rp 90 triliun disebut paling besar, ternyata 60 persennya untuk membayar gaji tentara,” katanya.

bela negara2

Sedangkan Dr Ipik Permana yang membawakan materi tentang “Menangkal Paham Radikalisme dengan Menumbuhkembangkan Pembangunan Karakter Mahasiswa sebagai Generasi Muda Bangsa” memaparkan factor-faktor penyebab radikalisme. Antara lai, factor domestic seperti kemiskinan, ketidakadilan dan kekecewaan kepada pemerintah, kedua factor internasional seperti ketidakadilan global, arogansi politik luar negeri dan imperialism dan ketiga factor cultural berupa pemahaman sempit tentang agama dan pembelokan keyakinan serta pemahaman agama.

bela negara5-prof dadang

“Mahasiswa dapat memiliki potensi yang memiliki idealism dan daya kritis, memiliki keberanian mengambil risiko, sikap kemandirian dan disiplin, patriotism dan nasionalisme serta sikap kstaria. Dengan potensi itu pembangunan karakter di kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk penguatan kebangsaan sangatlah penting untuk meningkatkan karakter dan jati diri,” paparnya. (mj)

lemlit 17 ok

Tingkatkan Kualitas Riset, Lemlit Unswagati Loloskan 94 Proposal Penelitian

CIREBON-Mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas riset di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Lembaga Penelitian (Lemlit) Unswagati meloloskan sebanyak 94 proposal penelitian. Penandatanganan Kontrak dan Penyerahan Dana Stimulus Penelitian Internal Unswagati tahun akademik 2016/2017 digelar di Auditorium Kampus 1, Jumat (24/2).

Dibuka langsung oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP dan disaksikan Wakil Rektor I Dr Alfandi, MSi, dan Kepala Lemlit Prof Dr H Suherli M.Pd selanjutnya dilakukan penandatanganan kontrak dan penyerahan dana stimulus penelitian. Turut hadir pejabat unswagati lainnya, para dekan  dan para dosen yang menerima dana stimulus untuk penelitian.

lemlit 17b

Rektor Prof Djohan—panggilan akrabnya—menyampaikan selamat kepada para dosen dan timnya yang proposalnya lolos seleksi lemlit. “Secara kuantitatif dan kualitatif penelitian di Unswagati dari tahun ke tahun terus meningkat. Semoga saja dengan peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penelitian ini akan mendorong juga terhadap kualitas lainnya baik pengajaran maupun pengabdian masyarakat,” kata rektor..

Rektor menjelaskan bahwa penelitian tersebut saat ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap dosen. Terlebih lagi yang sudah guru besar dan lector kepala. “Kualitas penelitian harus ditingkatkan terutama untuk guru besar dan lector kepala yang harus memiliki jurnal internasional tentu ini harus terus didorong,” jelasnya.

Sementara Kepala Lemlit Prof Suherli menyampaikan bahwa untuk jangka panjang penelitian di Unswagati pun akan semakin ketat seleksinya dan tentunya dengan alokasi anggaran juga yang memadai sesuai dengan bobot penelitiannya. “Harapan kami dosen terus meningkatkan penelitiannya selain untuk jabatan fungsional juga sebagai kewajibannya sebagai akademisi,” pesannya.

Terpisah Sekretaris Lemlit Aang Curatman, SE M.Si menambahkan bahwa kedepan bagi dosen yang sudah guru besar, lector kepala dan lector akan diarahkan mengejar hibah penelitian dikti dan lembaga nasional lainnya. Adapun penelitian internal akan diutamakan untuk dosen pemula, meskipun untuk penelitian unggulan tetap diberi peluang bagi seluruh dosen.(*)

lemlit 17

SIMBOLIS. Para dosen perwakilan dari sejumlah fakultas di Unswagati  berfoto bersama Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, Wakil Rektor I Dr ALfandy, M.Si, Ketua Lemlit Prof Dr Suherli M.Pd usai penandatanganan kontrak di Auditorium Unswagati, Jumat (24/2).(mj)

 

 

stimulan OK

LPM Unswagati Serahkan Dana Stimulan Program Pengabdian Dosen

CIREBON-Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) menyerahkan dana stimulan Program Pengabdian Dosen, Sabtu (25/2). Kegiatan tersebut sekaligus dengan penandatanganan kontrak bagi 30 dosen yang disetujui proposal hibah pengabdiannya.

Kepala LPM Unswagati Jimmy Hassoloan, Drs MM menyampaikan bahwa program Pengabdian Dosen ini sebagai komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan, dengan adanya dana stimulan ini akan semakin mendorong para dosen untuk semangat dalam menjalankan pengabdian masyarakat.

stimulan3

“Saat ini anggaran stimulan besarannya masih Rp1,5 juta. Kedepan anggaran untuk program Pengabdian Masyarakat alokasi anggarannya dapat diperbesar hingga Rp3,5 juta sama dengan anggaran penelitian. Semoga kedepan bisa terealisasi,” ujarnya.

Untuk hasil program Pengabdian Dosen ini, hasil laporannya akan dimuat kedalam jurnal pengabdian masyarakat. “Ini nanti sebagai jurnal yang pertama dari hasil penelitian pengabdian masyarakat ini,” paparnya.

penyerahan stimulan2

Sementara itu Wakil Rektor I Unswagati Dr Alfandi, M.Si mewakili rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP yang tengah ada kegiatan di Bandung menyampaikan selamat kepada para dosen yang menerima hibah penelitian pengabdian masyarakat. “Unswagati secara bertahap dan berkesinambungan dengan meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Apalagi penelitian dan pengabdian masyarakat saat ini sebagai kewajiban bagi perguruan tinggi,” paparnya.(mj).

FKIP-Kepala Sekolah PKS3

FKIP Unswagati Jalin MoU dengan 72 Sekolah di Kota/Kab Cirebon

CIREBON-Untuk meningkatkan kerjasama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dengan SMA/SMK dan MA di Kota dan Kabupaten Cirebon, dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara FKIP dan 72 kepala SMP/MTs, SMA/SMK dan MA, Rabu (22/2).

Penandatanganan PKS oleh Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd dan para kepala sekolah juga diketahui oleh Rektor Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP. Tampak hadir dalam penandatangan MoU tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman, M.Pd, para wakil rektor, kepala badan satuan dan lembaga di lingkungan Unswagati.

FKIP-Kepala Sekolah PKS2

Dekan FKIP Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd menyampaikan bahwa kerjasama ini untuk menunjang pelaksanaan Pra- Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan  pelaksanaan PPL di sekolah-sekolah Kota dan Kabupaten Cirebon. “Untuk pengembangan kelimuannya mahasiswa FKIP harus mempraktikkannya di sekolah sehingga tidak hanya belajar secara teori saja. Dengan Pra-PPL dan PPL insyaallah akan semakin meningkatkan kemampuan dan kualitas lulusan FKIP Unswagati,” kata dekan FKIP.

FKIP-kepala Sekolah PKS1

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP menjelaskan bahwa Unswagati Cirebon yang saat ini telah meraih akreditasi institusi dengan peringkat B dari Badan Akreditasi Nasional  Perguruan Tinggi (BAN-PT) terus meningkatkan kualitas sejalan dengan visi dan misi Unswagati. “Unswagati tetap berusaha untuk mewujudkan visinya, menjadi Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 2035, meskipun saat ini ada moratorium PTN oleh kemenristekdikti,” ujarnya.

Sedangkan kepada Disdik Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman, M.Pd menyampaikan apresiasinya atas kerjasama antara Unswagati dengan sekolah-sekolah di Kota Cirebon. “Kami berharap PPL oleh mahasiswa FKIP Unswagati untuk disesuaikan dengan kalender akademik Dinas Pendidikan,” pesannya.  Beberapa poin dalam PKS tersebut antara lain, untuk melaksanakan Pra-Program Pengalaman Lapangan (Pra-PPL) Kependidikan, Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan, penelitian, dan pengabdian.(mj)

   
Dr Subrata dan Sam Bimbo ke rektor

Tokoh Cirebon dan Dirjen Posinfo Kemenkominfo ke Unswagati

**Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Sabtu (18/2) kedatangan tiga tamu istimewa. Pertama Tokoh dan Budayawan Cirebon Dr H Subrata MH, Dirjen Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi  (Kemenkominfo) Prof Dr Ahmad Rami, MH. FCB., Arb. dan Budayawan Sam Bimbo yang juga di dirjen tersebut.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP beserta para wakil rektor, kepala badan, lembaga dan  satuan serta dekan dan kepala-kepala biro di lingkungan Unswagati menyambut secara khusus ketiganya. Setelah sempat berbincang sedikit di ruang rektor, ketiga tokoh tersebut hadi bersama seluruh jajaran pimpinan Unswagati di ruang rapat.

Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—mengpresiasi kedatangan tiga tokoh yang berkesempatan hadir di Unswagati. Selain memaparkan eksisting Unswagati yang saat ini memiliki 18 program studi yang hamper semuanya terakreditasi B, akreditasi AIPT B dan sudah meraih ISO, juga dipaparkan mengenai kendala proses penegerian Unswagati yang termaktub di dalam visi Unswagati.

“Setelah melalui perjalanan yang panjang hingga detik-detik akhir penandatanganan SK penegerian kami berupaya maksimal, namun tetap terkendala dengan persyaratan kekurangan  lahan yang belum bisa terpenuhi hingga batas akhir. Saat ini ada moratorium hingga 2019 untuk penegerian namun sejalan dalam visi Unswagati dengan menjadikan kampus ini sebagai pergueuan tinggi yang bereputasi nasional, berjejaring global untuk peningkatan daya saing bangsa yang bermartabat pada 2035. Kiranya mohon dukungan dan doanya untuk pencapaian tersebut,” urainya.

Pada kesempatan itu, Tokoh Cirebon yang kini banyak beraktivitas di Australia ini sangat senang berada di tengah-tengah Unswagati. Pria yang juga ahli bermain gitar dan seni tarling ini menjelaskan bahwa dirinya mengharapkan Unswagati kedepan semakin besar sesuai dengan visi dan misi yang ada karena kemajuan suatu daerah sangat ditopeng oleh kualitas pendidikannya.

“Cirebon memiliki warisan kearifan lokal yang begitu banyak. Dan itu harus dilestarikan termasuk oleh lembaga perguruan tinggi. Saya sebagai masyarakat Cirebon meskipun banyak di luar negeri siap mendukung pengembangan kearifan lokal. Termasuk mendukung proses penegerian Unswagati. Insyaallah saya siap untuk meperjuangkan apa yang menjadi visi dan misinya. Apalagi saat ini Unswagati sudah menjajaki kerjasama dengan berbagai perguruan tibnggi di luar negeri,” jelasnya.

Dr Subrata2

Sementara Dirjen Posinfo Kemenkominfo prof Rami pada kesempatan itu memaparkan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsinya. “Dalam konteks dunia kampus diantaranya kami saat ini memfasilitasi pembuatan paten seperti buku, karya seni dan karya lainnya. Untuk di perguruan tinggi prosesnya saat ini sangat mudah dapat dilakukan dengan  onlin,” paparnya.

Tidak hanya itu, sambunga Prof Ramli, untuk pembuatan paten untuk keperluan akademik sampai 5 tahun kedepan tidak ada biaya dan kami dorong itu agar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh perguruan tinggi. Silakan, sambungnya, bagi para dosen, professor dan kalangan akademik di perguruan tinggi untuk memanfaatkan fasilitas dan sarana tersebut untuk menunjang cum maupun akreditasi lembaganya.

Pada kesempatan tersebut, Sam Bimbo yang kini menangani bidang Hak Cipta dan Paten di Dirjen Posinfo memaparkan realitas penghargaan masyarakat atas karya cipta. Memaparkan tentang fenomena redupnya perkembangan pelaku seni musik di Indonesia saat ini pihaknya tengah mengupayakan adanya penghargaan dengan adanya pembayaran bagi karya cipta. (mj)

 

 

Unswagati-BRIS

Unswagati dan BRI Syariah Cirebon Jalin Kerjasama

 

CIREBON-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjalin kerjasama dengan PT Bank BRI Syariah (BRIS) Kantor Cabang Cirebon, Selasa (14/2) di Marina Restaurant Kota Cirebon. Jalinan kerjasama tersebut diikat dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT Bank BRISyariah KC Cirebon dengan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perbankan Syariah serta Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Penandatanganan MoU langsung oleh Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon Prof.Dr.H.Rochanda Wiradinata, MP., dan Pemimpin Cabang BRISyariah KC Cirebon, Maman Sukiman,SH.,M.Kn. Turut hadir para Wakil Rektor di lingkungan Unswagati Cirebon, Direktur Pasca Sarjana, Dekan Fakultas,Kepala Lembaga, Kepala Badan, Kepala Satuan di lingkungan Unswagati Cirebon serta Pemimpin Cabang Pembantu dan Manager Marketing BRISyariah.

Unswagati-BRIS3

Pemimpin Cabang BRISyariah KC Cirebon, Maman Sukiman,SH.,M.Kn menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi adanya MoU antara BRISyariah dengan Unswagati. “Setelah adanya kerjasama ini kami siap untuk memberikan fasilitas layanan perbankan syariah dengan Unswagati termasuk pendirian Laboratorium Bank Syariah di Unswagati yang bentuknya sama dengan pelayanan perbankan serta dalam layanan lainnya,” jelas Maman.

Sementara Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP juga mengaku senang dengan adanya kerjasama ini yang kedepan agar ditindaklanjuti oleh bidang terkait. “Dengan adanya kerjasama ini akan memberikan pilihan layanan bagi yang ingin dengan perbankan syariah maka dapat memanfaatkan layanan BRISyariah ini kedepannya, meskipun kami juga menjalin kerjasama dengan perbankan lainnya,” jelasnya. Usai penandatanganan MoU dilanjukan dengan ramah tamah antara pihak BRISyariah dan para pimpinan di lingkungan Unswagati sekaligus penjajakan tindaklanjut kerjasama tersebut. (mj)

unswagati-bris2