UGJ dan UNISBA Adakan Seminar Nasional SDGs

Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kerjasama Universitas Islam Bandung (UNISBA) gelar Seminar Nasional SDGs "Menuju Pencapaian SDGs Dalam Masyarakat Muslim" Kamis 2 Mei 2019 di Auditorium Kampus Utama UGJ dengan Nara Sumber Prof.Dr. Muhammad Syukri Salleh GB Pengurusan Pembangunan Islam Universiti Saint Malaysia USM dan Prof.Dr.  Mahayuddin bin Haji Yahya GB Fakulti Pengurusan Pembangunan Islam Universiti Islam Sultan Sharif Ali UNISSA Brunei Darussalam. Keynote Speaker Dr. Atih Rohaeti Sariah, M.Si Wakil Rektor II UNISBA. 

Dr. I. Robia khaerudin, M.Pd mengatakan kegiatan dihadiri oleh; Pimpinan dan Dosen dari 19 Perguruan Tinggi baik universitas maupun Sekolah Tinggi di wilayah Ciayumajakuning dan Tegal yang bekerjasama dengan UGJ. Kepala Sekolah dan guru Agama tingkat SMA dan SMK, serta structural internal UGJ. Keseluruhan berjumlah 300 peserta.

Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang dicanangkan bersama oleh Negara-negara lintas Pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan 21 Oktober 2015, sebagai ambisi pembangunan bersama hinggga tahun 2030.   Tuturnya.

Indonesia sebagai anggota PBB telah meratifikasinya 17 target menjadi pekerjaan rumah kita bersama sampai 2030; menurunkan angka kematian, menurunkan angka kelaparan, meningkatkan angka kesehatan, meningkatkan pendidikan bermutu, meningkatkan ketersediaan air bersih,meningkatkan ketersediaan energy yang bersih, menyediakan pekerjaan yang layak, meningkatkan industry-inovasi dan infrastruktur, meningkatkan toleransi, mengembangkan kota dan komunitas, membuat keseimbangan antara konsumsi dan produksi, menjaga iklim, menjaga perairan, melakukan penghijauan, meningkatkan perdamaian dan keadilan, dan kemitraan untuk mencapai target itu semua. Pendidikan mendapat prioritas utama karena pendidikan yang bermutu akan berkonstribusi terhadap pencapaian ke 16 target lainnya.

Pembelajaran abad 21 menekankan penguasaan 4 soft skill; berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Seorang yang berpikir kritis akan sulit tergoda dengan tawaran yang tidak masuk akal sehat. Contoh, banyak masyarakat yang tidak berpikir kritis mengakibatkan tertipu tawaran investasi dengan bunga besar. Tugas dosen adalah melatih kemampuan berpikir kritis melalui pemberian persoalan menantang untuk dipecahkan mahasiswa. Dengan persoalan yang menantang memicu mahasiswa untuk bertanya kepada temannya sehingga terjadi saling mendengar dan saling belajar (itulah kolaborasi). Kreativitas terbangun apabila ada tantangan yang harus dipecahkan melalui kolaborasi, mahasiswa akan bertukar ide untuk solusinya. Kemampuan komunikasi yang efektif merupakan modal untuk menjual idenya. Indek Pembangunan Indonesia (HDI) Indonesia menenpati urutan 110 dari 188 negara.

Galeri

INFORMASI MAHASISWA BARU

Penerimaan Mahasiswa Baru

Informasi Kontak

Universitas Swadaya Gunung Jati
Jln. Pemuda No. 32, Cirebon Jawa Barat 45132, Indonesia
+62 231 206558