1-dm

Unswagati Berduka, Mantan Rektor Dr H Djakaria Machmud Berpulang

CIREBON-Sivitas akademika dan keluarga besar Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dan masyarakat Cirebon tengah berduka. Wafatnya Dr H Djakaria Machmud SE SH MSi Selasa (10/1) malam pukul 18. 25 di RS Pertamina Klayan setelah menjalani perawatan, membuat bagi para pimpinan, dosen dan karyawan di Unswagati merasa kehilangan.

Mantan Walikota Tangerang yang juga alumni Unswagati itu, semasa hidup, pernah menjabat sebagai Rektor Unswagati dua periode (2005-2014). Setelah tidak menjabat rektor, atas dedikasinya di dunia pendidikan, almarhum didaulat menjadi salah satu anggota Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) yang menaungi Unswagati.

Rektor Unswagati, Prof Dr H. Rochanda Wiradinata MP mengaku, dirinya beserta sivitas akademika Unswagati sangat kehilangan dengen kepergian almarhum. “Kami sangat berterima kasih dan bangga atas dedikasi beliau dalam membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan Unswagati,” ungkap Djohan, panggilan akrabnya.

Dia menuturkan, almarhum merupakan sosok intelektual birokrat dan entrepreneur sejati. Almarhum juga, dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan lugas demi kemajuan institusi. “Semoga beliau diperjumpakan dengan para syuhada dan mujahid di surga karena kedermawanan serta visi humanitasnya,” ucap Djohan sambil mengusap air matanya.

Diakui Djohan, almarhum sukses mendorong Unswagati belajar kedisiplinan, kerjasama tim, etos kerja yang andal, menjunjung nama lembaga dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk dosen, mahasiswa dan stakeholder lainnya.

“Kami sangat kehilangan karena tidak ada lagi sosok yang membimbing kami, karena beliau tidak hanya rektor kami pada waktu itu dan kini pembina kami, tapi beliau juga adalah bapak yang sangat kami cintai dan hormati,” katanya.

Banyak jasa almarhum yang kini dimanfaatkan dan juga dilanjutkan. Salah satunya, adalah program akreditasi. Tiga tahun selepas almarhum pergi, Unswagati berhasil meraih akreditasi B. “Hal itu sangat membanggakan bagi kami sebagai penerusnya,” ujar Rochanda.

Dijelaskannya, perguruan tinggi swasta yang ada di Jawa Barat dan Banten jumlahnya tidak kurang dari 480 PT. Hanya satu PT yang meraih akreditasi A, sebanyak sembilan PT yang meraih akreditasi B termasuk Unswagati, dan sisanya C dan ada yang belum terakreditasi.

Selain itu, lanjut Rektor, dari sekian banyak jasanya almarhum Djakaria Mahmud, salah satu yang paling monumental adalah pembangunan masjid kampus yang begitu besar. Itu sangat mendukung misi Unswagati sebagai perguruan tinggi yang religius.

Namun, lanjut dia, sivitas akademika juga harus mengikhlaskan kepergiannya dan akan selalu mengenang jasa-jasanya. “Semoga Beliau khusnul khotimah dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” pungkasnya.
9-dm
PEMAKAMAN
Prosesi pemakaman almarhum Dr H Djakaria Machmud dimulai pukul 08.30 menuju Masjid Nurul Ilmi Unswagati untuk disholatkan. Usai disholatkan oleh ratusan jamaah dari keluarga besar Unswagati juga banyak tokoh Cirebon yang turut ikut sholat jenazah. Sekitar pukul 10.00 jenazah dibawa ke pemakaman di Desa Astapada Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon di area pemakaman keluarga. (*)