Kopertis IV Pembinaan PTS dan Dosen Se-Wilayah Cirebon di Unswagati

CIREBON-Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Dosen PNS serta Dosen Yayasan di Wilayah Cirebon,  Indyamayu, Majalengka dan Kuningan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar dan Banten digelar di Kampus Unswagati, Sabtu (20/5). Kegiatan yang melibatkan 53 PTS serta lebih dari 300 dosen tersebut, dihadiri langsung Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd, perwakilan APTISI Jawa Barat dan ABP-PTSI Wilayah IV.

Sebagai tuan rumah Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP menyampaikan terimakaih kepada Koordinator Kopertis Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd yang telah mempercayakan Unswagati penyelenggara dalam pembinaan para dosen dan PTS di Wilayah Cirebon. Prof Djohan—panggilan akrab rektor Unswagati—juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh pimpinan yayasan, pimpinan perguruan tinggi di Wilayah III Cirebon dalam kegiatan ini.

PTS2

“Kami menyampaikan tahniah kepada semuanya, terutama Kepada Pembina Yayasan Unswagati Bapak Mayjend TNI (Purn) HM irianto, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Bapak H Dadang Sukandar Kasidin beserta jajarannya. Bersama beliau semua Unswagati kini terus berupaya menjadi kampus yang bereputasi nasional, berjejaring global. Dan kini Unswagati meraih akreditasi B, dengan komposisi guru besar 9 orang, lector kepala 37, lector 71, Asisten Ahli  131 dan Tenaga Pengajar 91 orang,” katanya.

Sementara itu, Koordinatir Kopertis  Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembinaan PTS dan dosen ini dalam rangka membangun PTS dan SDM-nya yang berkualitas dengan paradigma yang baru. “Jika dulu dilakukan dengan pengawasan, pengendalian dan pembinaan atau wasdalbin, maka sekarang dengan pembinaan, pengendalian dan pengawasan atau bindalwas. Maka kedepan seluruh dosen akan terus dilakukan pembinaan agar terus meningkatkan jabatan fungsionalnya, pengendalian dan terakhir pengawasan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Prof Uman juga menyampaikan kritik terhadap pendidikan yang ada yang diantaranya, rendahnya relevansi lulusan, melemahnya daya saing bangsa, pengangguran sarjana meningkat. “Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan titik tekan dalam masalah itu ialah selain meningkatkan kompetensi juga kedepan harus siap berkompetisi. Termasuk masalah Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) hanya diikuti 38 peserta dari 38 PTS dan Debat Berbahasa Inggris diikuti 40 PTS. “Kedepan kegiatan tersebut akan dilakukan di setiap regional, baru juara-juaranya ke provinsi,” pungkasnya.

Ditambahkan Prof Uman beberapa hal yabng harus menjadi perhatian kedepan diantaranya persyaratan pendirian/perubahan perguruan tinggi, rencana induk pengembangan (rip), kurikulum, tenaga kependidikan, calon mahasiswa, statuta, kode etik sivitas akademika, sumber pembiayaan, sarana dan prasarana dan penyelenggara perguruan tinggi. Pada kesempatan itu, Ketua ABP-PSTI Drs H Sali Iskandar, M.Si dan prof Moh Yunus mewakili Ketua APTISI Wilayah IV/A yang berhalangan. (mj)